THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
SPRING(3)


__ADS_3

Harol membeku ketika mendengar perkataan Alex.


Tidak bisa menikah?


Otak Harol berputar secepat mungkin untuk memahami maksud perkataan anaknya.


"A-apa maksudmu?"


Suara Harol bergetar ketika memikirkan berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi.


"Aku tidak tahu tapi dia tidak pernah bangun."


"Apa?"


"Itu ... aku sudah memaksanya tetapi dia tidak pernah berdiri tegak selama apa pun aku melihat wanita."


Wajah Alex masih tetap berekspresi acuh tak acuh tetapi kelopak matanya terkulai seolah menunjukkan kepada Harol tentang kesedihan yang dialami Alex.


"Apa!"


Harol langsung berdiri dengan panik. Matanya melebar dan mulutnya bergetar tidak tahu apa ingin dia ucapkan.


"Tidak bisa bangun?" tanya Harol dengan panik.


Alex mengangguk sedih kemudian menatap Harol dengan pandangan yang dalam seolah mengharapkan respon.


Tangan Harol gemetar ketika melihat respon Alex. Dia menelan ludah kemudian kembali bertanya.


"Dia tidak bangun bahkan dengan apapun? Bagaimana saat melihat anak-anak, nenek-nenek, mayat, atau laki-laki?"


"Tidak."


Alex menggeleng dengan lemas kemudian menundukkan wajahnya. Harol mengira dia tidak ingin menunjukkan wajahnya yang melukiskan kesedihan tetapi sebenarnya wajah Alex penuh dengan kebingungan.


Apa manusia juga bisa terangsang karena mayat? Sungguh, ada yang sane saat melihat undead?*


Alex tidak terlalu memikirkan mengenai ketertarikan seksual makhluk hidup. Sebagai archdeus yang menjaga neraka, Alex biasanya jarang mengamati fetish, orientasi seksual, identitas seksual, ataupun ketertarikan seksual makhluk hidup. Itu bukannya dia tidak bisa tetapi dia tidak melakukannya karena menganggap sebagai sesuatu yang tidak penting. Memang orientasi seksual, identitas seksual, atau ketertarikan seksual mendapat cukup banyak batasan dan aturan dari kitab suci Triarchdeustheisme yang mereka buat. Namun semua kasus itu akan dibahas pada Peradilan Anumerta sehingga praktis Sheol (Alex) tidak ikut campur dalam pemutusan perkara itu tetapi jika Alex ingat, ia dan archdeus lain biasanya cukup tegas dalam mengatur identitas seksual dan orientasi seksual. Adapun seperti necrophilia, sepertinya itu memang belum pernah disinggung di kitab suci yang berisi firman para archdeus kepada para immortal. Itu bukannya mereka (archdeus) lupa tetapi Kitab Suci Triarchdeutheisme bukan hanya diperuntukan kepada angel dan aesir saja tetapi termasuk semua makhluk bahkan makhluk endemik kegelapan sekalipun seperti demon dan undead.


Jika mereka (archdeus) melarang necrophilia, bukankah itu sama saja seperti menyiksa para undead yang masih memiliki nafsu? Ada beberapa sub-undead yang sebenarnya masih harus melakukan hubungan badan untuk melanjutkan keturunan misalnya sub-ras undead bernama La Llorona yang dapat berkeluarga. Bahkan ada legenda yang terkenal di kalangan manusia mengenai La Llorona yaitu kisah seorang La Llorona perempuan yang menikahi La Llorona laki-laki yang kaya dan mereka pun memiliki dua anak. Namun La Llorona laki-laki malah berselingkuh sehingga Llorona perempuan itu marah lalu pergi sambil membawa kedua anaknya.


Adapun Harol ....


Tidak! Kenapa? Kenapa anakku kena impotensi?!


Harol setidaknya dapat sedikit bersyukur bahwa setidaknya anaknya tidak mengalami penyimpangan orientasi seksual tetapi ... ini bukanlah hal baik. Ini impotensi!

__ADS_1


Impotensi sangat sensitif di kalangan masyarakat patriarkal terutama definisi pernikahan menurut kuil diartikan sebagai hubungan cinta sakral antara laki-laki dan perempuan yang menghasilkan keturunan atas nama Tuhan Yang Kudus.


Bagaimanapun kasus impotensi sangat tercela. Impotensi tidak hanya menyebabkan tidak terpenuhinya hasrat seksual tetapi juga menimbulkan deviasi tujuan pernikahan yang sejatinya menghasilkan keturunan.


Itu sebabnya jika suami mengalami impotensi, banyak kasus dimana istri dapat melakukan perceraian.


Tapi bagaimana mungkin?


Harol tidak pernah membayangkan Alex terkena impotensi. Selama dia tahu, Alex akan selalu pergi dengan Regis ke rumah bordil. Harol bukannya tidak tahu pergaulan anaknya. Regis yang terkenal dengan sifat sampahnya sangat jelas menyeret Alex ke pergaulan bebas. Namun Harol menutup mata. Itu karena alasan utamanya adalah sebelum Alex menunjukkan bakatnya, Alex dipandang sebagai sampah yang lemah dan bodoh sehingga Harol yang memiliki harapan tinggi kepada Alex menjadi kecewa dan lebih memilih mengabaikannya.


Selain itu, sudah wajar bagi anak laki-laki yang berada di masa puber untuk mencoba-coba pergi ke rumah bordil. Ini tidak lain untuk pendidikan dan pengalaman ****. Banyak kasus dimana anak bangsawan yang baru menikah dan tidak melihat atau mencoba hubungan badan sebelumnya kerap kali keliru.


Harol ingat masa-masa ketika dia melakukan malam pertama dengan Clara. Ia dulunya terlalu bodoh seperti anjing setia. Dia tidak pernah melirik wanita lain selain Clara sehingga ketika praktik perdana pada malam pertama pernikahan, dia malah parkir di tempat yang salah. Itu membuat Clara kesakitan hingga trauma. Sehingga pada kegiatan suami istri berikutnya, seorang pelayan wanita harus mengawasi dan membimbing pasangan baru itu dalam melakukan hubungan suami istri.


"Tapi ... bukankah kamu sering ke sana(rumah bordil)? Bersama anak dari Keluarga Morhust, apa kamu tidak melakukannya?"


Alex menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku hanya duduk dan minum semalaman."


"...."


Harol tidak tahu apa yang harus ia katakan. Namun kepala Harol menjadi sakit ketika mendengar kondisi anaknya.


Harol tersedak ketika mendengar pertanyaan polos anaknya.


Sial, ini buruk Nak! Ini buruk!


Harol berusaha menekan kepanikannya. Dia berusaha tidak menunjukkan kesedihan tetapi memberi senyuman seperti biasanya.


"Tidak, tidak apa-apa. Mungkin kamu sedikit terlambat. Jangan takut, itu normal."


Sebenarnya Harol tidak hanya menenangkan Alex tetapi menenangkan dirinya sendiri. Ia berusaha mensugesti bahwa Alex hanya sedikit terlambat puber.


Iya benar, dia hanya terlambat puber, lihat tubuhnya ... tinggi, berjakun, kekar, bersuara rendah, ...


...


....


Oh sial, dimanapun dilihat anakku memang sudah puber!


Harol mencubit lengannya diam-diam untuk berusaha menenangkan kepanikannya. Dia tidak boleh menunjukkan ini kepada Alex, jika tidak anaknya yang malang ini akan semakin tertekan.


"Tapi ayah, Regis bilang kalau aku aneh. Dia bilang bahwa seharusnya di usiaku sekarang, si itu seharusnya bisa berdiri ketika melihat wanita."

__ADS_1


"...."


Harol langsung berteriak membantah.


"Jangan dengarkan dia! Dia hanya kecepatan! Benar, hahahaha ... anak itu terlalu cepat dewasa sehingga dia sangat pendek! Itu pasti karena semua energi dewasa mengalir ke tubuhmu sehingga kamu sangat tinggi. Lihat! Tidak ada yang lebih tinggi darimu!"


Alex tidak paham apa yang dimaksud dengan energi dewasa. Dia tidak pernah mendengar hal itu dalam dunia sains dan sihir. Namun dia masih mengangguk dengan ekspresi datar tetapi masih memancarkan perasaan polos.


"Baik ayah, berarti aku hanya terlambat dewasa. Tetapi pertunangan ...."


"Kita tunda! Ya, benar! Jangan sekarang, ayah juga harus mencari yang terbaik untukmu kan hahahah ... benar, tidak apa-apa."


Harol bergerak cepat ke tempat Alex. Kemudian dengan tawa dan senyum paksa, Harol memegang kedua bahu anaknya dan dengan pelan mendorong Alex sampai keluar dari ruang kerja.


"Baiklah, hahahaha ... sekarang kamu istirahat dulu. Makanlah kue, oke. Ayah masih sibuk, kalau begitu sampai jumpa."


Dengan wajah yang masih tersenyum, Harol langsung menutup pintu sehingga membiarkan Alex berdiri di luar pintu sendirian.


Alex: "...."


Tubuh Alex tiba-tiba bergetar. Ia menundukkan kepala. Namun jika dilihat semakin dekat, ujung mulut Alex melengkung ke atas. Ia nyaris tidak bisa menahan tawa bahagianya.


Misi sukses!


Ketika pertama kali merasakan bahwa ia mau ditunangkan, otak Alex langsung berputar secepat mungkin. Ini adalah kondisi berbahaya. Dia sejak awal bukanlah manusia, ia bahkan bukan makhluk hidup. Alex adalah archdeus, dia bukanlah makhluk tetapi ia adalah Khalik.


Mustahil Khalik dan insan memiliki cinta yang setara. Bagaimanapun pernikahan berarti kondisi timbal balik dari cinta yang setara. Ini bukanlah jenis cinta Archdeus. Para pencipta menginginkan cinta tidak setara, cinta dominasi. Para Pencipta harus berada sebagai dominator yang mengendalikan cinta, bukan terjebak pada cinta. Merekalah yang menentukan, memberikan, dan menjalankan cinta kepada makhluk hidup. Hanya mereka, tidak ada yang lain! Jadi bagaimana mungkin para archdeus dapat menikahi makhluk ciptaan mereka? Ini sama saja dengan menghina para archdeus! Ini sama saja dengan mensejajarkan sang Khalik dan insan pada tingkat yang setara. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa cinta berdaulat di atas Tuhan. Tidak! Ini tidak bisa dibenarkan! Tuhan berada di atas siapa pun dan apa pun.


Selain itu, Alex sejatinya tidak memiliki nafsu seksual. Jadi di sudut manapun dilihat dia tidak tertarik dengan apapun secara seksual. Ditambah secara filosofis Tuhan mencintai semua ciptaannya. Artinya jika dia menikah, maka akan ada satu orang yang memonopoli cinta Tuhan, yakni pasangannya. Ini pertanda buruk karena jika kasih sayang Tuhan dimonopoli oleh satu makhluk, berarti makhluk lain akan ditinggalkan oleh Tuhan. Maka para makhluk itu akan tersesat dan tidak memiliki tujuan!


"Yah ... bagaimanapun untuk sementara aku selamat," gumam Alex.


Alex mengangkat pandangannya. Kemudian dengan wajah yang masih berseri-seri, dia pergi ke kamarnya. Waktunya nolep kembali.


Adapun Harol ....


TIDAAAAKKK!


Harol melempar semua buku dan kertas di ruangannya. Dia menggigit bantal sofa sekuat mungkin.


Namun tidak ada bunyi berlebihan yang muncul. Dia takut jika dia menimbulkan bunyi akan dapat didengar oleh Alex. Dia tidak tahu apakah Alex masih berada di balik pintu atau tidak. Namun saat ini ruang kerjanya menjadi kacau. Harol tidak tahu apakah dia merasa marah, sedih, atau kecewa. Bagaimanapun Harol tidak bisa marah kepada Alex. Ini bukanlah salah anaknya.


ALEN!


Panggilan itu tersangkut di tenggorokannya. Dia teringat mungkin saja Alex masih berada di balik pintu. Sehingga Harol menenangkan dirinya secara perlahan. Ia kemudian kembali duduk tetapi wajahnya masih penuh dengan pergolakan emosi.

__ADS_1


__ADS_2