THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
OTILIA LIBERATION(1)


__ADS_3

County of Otilia


Setelah pertempuran di Viscounty of Breakssex yang telah terjadi berbulan-bulan lalu, pertempuran lainnya dengan cepat meletus.


Dalam berbagai pertempuran itu, pihak Otilia mengalami kemenangan gemilang tetapi tak jarang pula harus menghadapi kekalahan yang pahit.


Namun demikian, mereka pada akhirnya berhasil mendekati Revouille. Kota yang menjadi ibukota sekaligus kota terbesar di county ini akan menjadi arena penentuan dari serial perang Otilia-Canadia.


Jika dulu pihak Otilia hanya memiliki 11.000 prajurit tetapi kini dengan berbagai pembebasan yang mereka lakukan terhadap daerah-daerah mereka, terjadi lonjakan kekuatan yang kini mencapai  38.000 orang. Angka tersebut telah mengecualikan orang tua dan anak-anak.


Mereka sudah sepenuhnya menguasai wilayah timur, utara, dan selatan dari Otilia sehingga hanya kawasan barat dan ibukota Otilia yang masih harus dibebaskan.


Sayangnya dengan jumlah prajurit sebanyak itu, lebih dari 90% adalah para prajurit non-role.


Pasukan Pembebasan Otilia telah membangun perkemahan militer mereka untuk persiapan penyerangan.


Clotildy D'Magnarie Otilia, putri tertua dari count dan countess Otilia ini adalah orang nomor 1 dalam pasukan ini. Dia lah yang memimpin mereka hingga mencapai prestasi saat ini.


Moral para prajurit telah mencapai tingkat tertingginya. Ketika mereka melihat bayang-bayang benteng dan menara kota, mereka semua telah menetapkan tekad untuk merdeka atau mati demi tanah air.


Selama pertempuran itu, Clotildy mendapat sekutu baru yaitu Baron of  Emileschi yang sebelumnya telah menyatakan kenetralan kini memihaknya.


Maka di bawah panji Bendera Kebangsawanan Otilia sebagai pemersatu, terdapat berbagai bendera lain yaitu Viscounty of Breakssex, Viscounty of Arlouis, Barony of Hackshiled, Barony of Enthing, Barony of Orbelin, Barony of Deboville, dan Barony of Emileschi.


Dengan lebih dari setengah bangsawan lokal yang berada di pihaknya, Clotildy percaya bahwa mereka akan memenangkan peperangan.


"My Lady."


Joan De Rosse Orbelin, tangan kanan paling dipercaya Clotildy juga memanggilnya.


"My Lady, kita akan segera menggerakan pasukan," lanjut Joan.


"Ya, perintahkan para lords untuk memeriksa prajurit mereka masing-masing," ucap Clotildy.


"Baik Tuanku."


Sebelumnya mereka telah membahas waktu penyerangan yang sesuai. Dengan suara bulat semua orang sepakat untuk melakukan serangan pada pagi buta.


Clotildy membuka sarung pedangnya, ia melihat belati pedang yang memancarkan hawa dingin.

__ADS_1


"Kita akan menang."


Di kamp militer, para prajurit pembebasan Otilia telah mengenakan equipment  perang mereka.


Para kavaleri telah menunggangi kuda masing-masing.


Sementara infantri telah bersiap untuk berjalan kaki.


Jaraknya memang tidak terlalu dekat atau jauh dari ibu kota.


Marching militer itu dipimpin oleh Clotildy dan didampingi oleh para bangsawan lokal dan para petualang.


Mereka tidak memerlukan waktu lama. Bahkan sebelum matahari menunjukkan wajahnya, mereka dapat melihat gerbang kota yang berdiri kokoh.


Sementara itu, mobilisasi pasukan dari pihak lawan juga dapat dilihat dengan cukup jelas.


Para pemanah dan magic cannon telah disiapkan di atas benteng.


Alih-alih mengeluarkan pasukan infantri, para pasukan lawan lebih memilih untuk tetap bertahan di benteng.


Ini mungkin langkah yang cerdas dalam mengurangi jumlah korban tetapi akan menjadi malapetaka karena mereka hanya mengandalkan kekuatan benteng. Sehingga jika dinding benteng jebol, maka justru akan menyebabkan hal yang sangat fatal.


Dari atas benteng ibukota, Peter Le'Guy Otilia, putra dari Countess of Otilia sekaligus menjadi dalang dari peperangan ini sedang melihat pasukan yang dipimpin saudarinya telah mengepung benteng kota.


Jumlah pasukan Peter dan sekutunya telah berkurang banyak semenjak penyerangan di Breakssex dan berbagai kekalahan pertempuran lainnya. Bahkan jika menggabungkan seluruh jumlah pasukan yang ia miliki dari pasukannya sendiri, pasukan para bangsawan yang berada di pihaknya, dan pasukan Canadia, kini ia memiliki 22.000 pasukan yang terdiri dari 14.000  berasal dari pasukannya sendiri dan sejumlah bangsawan, serta 8.000 sisanya adalah pasukan dari Canadia. Ini untuk pertama kalinya Canadia menggerakkan jumlah pasukan sebanyak ini ke Otilia. Peter memiliki lima bangsawan lokal yang setia padanya yaitu Baron of Pierreuilly, Baron of Egne, Baron of Ducoumont, Baron of Holtown, dan Baron of Victurnies.


Setelah Sir Renaud Pierre Trendome yaitu orang paling dipercaya Peter berhasil ditangkap oleh pasukan pembebasan Otilia, dia menjadi jauh lebih tidak stabil.  Belum lagi orang terkuat dari mereka semua yaitu pemimpin para wyvern rider sepertinya belum pulih dari pertempuran terakhirnya dengan countess.


Selain Peter terdapat pula Baron Guilbert Lynn Ecdovia yang merupakan perwakilan dari pihak Canadia yang juga mengamati jumlah pasukan lawan.


Baron itu merasa akan sulit melawan pasukan Otilia jika langsung berhadapan. Namun menurutnya, kemungkinan untuk menang akan lebih tinggi jika mereka tetap bertahan di benteng. Sayangnya berdasarkan laporan dari perang-perang terdahulu, Otilia memiliki sebuah pasukan elit yang sangat berbahaya.


Sama halnya dengan pengepungan pada umumnya, pengepungan terhadap ibukota berlangsung berhari-hari bahkan mendekati dua minggu.


Selama itu, pasukan Otilia berusaha memperbanyak kerusakan dari pertahanan musuh dengan terus menembakkan magic cannon.


Sebagian besar magic canon yang mereka miliki adalah hasil jarahan perang sementara sebagian kecil adalah bantuan dari Fertiphile.


Sayangnya lawan mereka juga mendapat magic cannon yang tidak kalah canggih.

__ADS_1


Hal itu justru membuat perang menjadi semakin alot.


Di tenda komando,


"My Lady, jika seperti ini terus persediaan energi untuk magic cannon kita akan habis sementara bentengnya masih berdiri kokoh," ucap Victor.


Victor Francois Deboville adalah putra dari Baron Deboville. Dikarenakan ia tidak memiliki bakat militer dan keluarganya juga tidak berasal dari kalangan militer, Victor mendapat peran sebagai penanggung jawab logistik dan inventaris.


Para bangsawan dan petinggi militer pun berpikiran sama. Akan sangat sulit menyerang benteng kota dengan menggunakan strategi mainstream.


"Jadi apa yang harus kita lakukan?"


Semua orang diam tidak dapat menjawab pertanyaan itu. Kecuali satu orang.


Barnard mengangkat tangannya.


"My Lady, saya memiliki saran."


Sebagai ketua petualang Orion, Barnard selalu diikutkan dalam rapat komando. Sarannya juga sangat diperhitungkan terlepas dari statusnya sebagai non-bangsawan.


Clotildy mempersilahkan Barnard untuk memberikan sarannya.


"Saya menyarankan untuk membobol benteng dari bawah."


Semua orang masih tetap diam tetapi beberapa tidak bisa tidak menunjukkan ketertarikannya.


"Jadi, saya menyarankan untuk membuat lubang bawah tanah yang mengarah langsung ke ibu kota. Jauh lebih baik jika para penyihir arcane berelemen tanah dapat melakukannya," lanjutnya.


Semua orang mengangguk setuju. Ini bukanlah saran yang buruk.


Sebenarnya membuat terowongan di bawah tanah untuk membantu penaklukkan benteng bukanlah strategi yang non-konvensional. Banyak negara atau bahkan daerah bangsawan yang melakukannya. Sayangnya karena strategi itu membutuhkan kehadiran penyihir terutama arcane dan juga dengan kekhawatiran jika terowongan itu hancur membuat strategi itu semakin jarang dilakukan.


"Saya rasa itu tidak terlalu buruk. Benteng Revouille memiliki pertahanan lemah di bawah tanah. Sepanjang yang saya tahu, selain Archantioch, hanya wilayah duchy dan march yang memiliki pertahanan yang cukup kompleks. Revouille bukanlah kota yang didesain sebagai kota benteng melawan negara lain sehingga kota itu tidak memiliki pertahanan yang terlalu kompleks," ucap Viscount Breakssex.


Viscount Breakssex adalah salah satu orang kepercayaan countess. Ia sudah cukup familiar dengan bentuk pertahanan ibu kota county. Bahkan pengetahuannya itu jauh di atas Clotildy.


Jelas persetujuan dari viscount menjadi pendorong diterimanya rencana Barnard. Namun yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah berapa banyak tenaga yang dibutuhkan untuk membuat terowongan bawah tanah.


"Sayangnya mungkin kita tidak mempunyai tenaga yang cukup. Jika para penyihir kita kehabisan mana sebelum pertempuran dimulai, ini akan menjadi kerugian yang sangat besar bagi kita," ucap viscount.

__ADS_1


"Jangan khawatir Tuan. Saya yakin teman-teman saya dapat melakukannya."


Barnard tersenyum dengan percaya diri. Ini waktunya bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan para petualang.


__ADS_2