
Mentari telah kembali terbit menandakan hari baru telah datang. Di sebuah kompleks pergudangan yang masihlah bagian dari Kota Hadalon, terlihat kondisi-kondisi bangunan gudang yang masihlah terjaga. Dikarenakan wabah ini masih belum terlalu lama sehingga tidak ada bangunan yang terlihat lusuh walaupun terbengkalai. Gudang-gudang ini semuanya berisikan bahan pangan terutama gandum, jagung, dan biji-bijian. Tempat ini awalnya difungsikan untuk menjaga stok pangan di wilayah Canadia secara umum.
Namun demikian apa yang menarik adalah di salah satu gudang terlihat sedikit berbeda dari yang lain. Saat ini sebuah kelompok dari satuan elit Royal Majestic Guarder yakni tim Falcon ternyata menjadikan salah satu gudang gandum sebagai tempat persembunyian mereka.
Tidak hanya mereka malah terdapat para pedagang dari perusahaan dagang yang dikelola oleh pedagang yang bernama Gale.
Alasan mereka memilih tempat ini cukup sederhana yakni karena makanan. Keterbatasan stok makanan di penginapan membuat mereka harus mencari lumbung gandum sebagai penyedia makanan cadangan bagi mereka. Apalagi mereka tidak tahu sampai kapan wabah ini ada.
Ditambah tidak ada instruksi lebih lanjut dari pemerintah kerajaan.
Hal tersebut membuat mereka putus asa. Sebagai sebuah bagian kesatuan militer yang elit, semua anggota tim Falcon tidak pernah merasa ditinggalkan oleh negara seperti ini. Biasanya mereka akan mendapatkan fasilitas di atas rata-rata yang seharusnya dinikmati oleh prajurit reguler.
Walaupun terkesan cukup apokalips tetapi pada kenyataannya, tinggal di gudang gandum tidak seburuk yang diduga.
Siapa sangka orang-orang itu berhasil membangun tempat tinggal yang cukup nyaman dengan tumpukan jerami yang ditutupi kain sutra sebagai ranjang, ventilasi udara yang baik hingga serat jerami sebagai sapu. Ini bisa dibilang sebagai tempat tinggal darurat yang cukup aman. Tidak hanya itu, gudang ini sangat luas bahkan biarkan pun terdapat berton-ton pasokan gandum di dalamnya, pada kenyataannya dapat menampung lebih dari lima puluh orang di dalamnya. Mungkin ini adalah dampak positif dari kelangkaan pangan dan inflasi sehingga tidak ada gudang yang terisi penuh.
Namun apa yang menjadi kekurangan adalah pasokan air bersih. Gudang kudang memiliki wadah penampungan air ataupun kamar kecil sehingga untuk mengumpulkan air ataupun buang air, mereka harus mencarinya terlebih dahulu.
Setidaknya patut disyukuri budaya mandi masih belum ada di peradaban ini sehingga mereka hanya menggunakan air untuk minum dan mencuci pakaian.
Untuk mengumpulkan air pada kenyataannya tidak sesulit yang dibayangkan.
Mereka tidak perlu menyelinap ataupun bersembunyi. Mereka hanya harus berhati-hati dengan makhluk yang berbentuk seperti hantu berpakaian jubah gelap itu.
Biasanya untuk mengumpulkan dan mencari air merupakan tugas dari Joseph dan Darius. Darius sebagai seorang ranger memiliki sensitivitas yang tinggi sehingga dia dapat dengan mudah menemukan air. Sementara Joseph adalah orang yang memiliki fisik terkuat di tim Falcon jadi dia dapat membawa berdrum-drum air tanpa kesulitan.
Ketika waktu menunjukkan tengah hari, Darius dan Joseph telah kembali. Darius membawa sebuah tong kayu berisi air sementara Joseph membawa tiga tong dimana satu di setiap kedua tangannya dan satunya di punggungnya.
Mereka mulai menyusun drum kayu yang berisi air itu di tempat penyimpanan air.
"Baik, jadi aku rasa kita tidak akan kekurangan air bersih untuk enam bulan kedepan."
Darius menyapu keringat di dahinya sembari melihat tumpukan drum air yang telah mereka kumpulkan selama lebih dari dua minggu.
"Kerja bagus Darius dan Joseph," ucap Camellia dengan riang.
"Weh, jika mau berterima kasih setidaknya berikan kami makanan yang layak," balas Darius.
Beberapa hari terakhir mereka hanya memakan bubur gandum yang rasa tawar. Jadi tidaklah salah bagi Darius menginginkan makanan yang memiliki sedikit rasa. Bahkan Joseph yang sangat jarang mengeluh pun diam-diam memimpikan makanan pedas yang sudah lama tidak dia rasakan.
__ADS_1
"Iya, iya tenang. Saat ini Tuan Gale sedang membuat makanan sedap untuk kita semua."
"Benarkah? Tapi aku tidak mencium aroma apapun," ucapnya sembari mengendus-endus.
"Hah ...."
Camellia menghela napas.
"Apa kamu lupa yang dikatakan Iona? Monster itu sepertinya memiliki indera penciuman yang tajam. Jika tidak, tidak mungkin dia dapat menemukan kita penginapan," jelas Camellia.
"Kamu benar tapi apa hubungannya dengan makanan?"
Darius masih bingung akan hal itu. Padahal kenyataannya sudah cukup jelas. Dikarenakan makanan harus dimasak terlebih dahulu sebelum disajikan dan dimakan, akan menimbulkan aroma. Hal itu dikhawatirkan akan mengundang kedatangan makhluk berjubah gelap itu. Maka untuk mengantisipasinya, Iona menggunakan [Coryza], sebuah mantra tingkat 4 yang merupakan evolusi dari mantra tingkat 2 [Anosmia]. Mantra itu menyebabkan berkurangnya kemampuan indera penciuman. Iona menggunakan mantra itu setiap kali ada seseorang yang memasak. Namun yang unik adalah Iona menggunakan mantra ini dengan menciptakan area efek (AoE) di sekitar lingkungan gudang yang mereka tinggali. Walaupun terkesan lebih boros tetapi ini adalah langkah yang cemerlang. Karena setidaknya mereka tidak perlu khawatir aroma masakan mereka dapat tercium sekarang.
Seperti yang diharapkan, di bagian dapur, Gale dan beberapa pedagang yang memiliki kemampuan memasak saat ini sedang membuat sop ayam. Sepertinya mereka tidak lama ini menemukan daging dari stok warung yang tutup.
Sementara tak jauh mereka, Iona saat ini sedang berkonsentrasi mengendalikan sihir [Coryza] miliknya.
Untungnya dia mengenakan magic equipment-nya, jika tidak sihir ini akan betul-betul menyerap seluruh mana miliknya.
Bahkan ketika semua orang berkumpul di ruang tengah untuk makan bersama, Iona masih lafaz sihirnya.
"Hei, Iona. Waktunya makan. Mengapa kamu masih menggunakan sihirmu?" teriak Darius.
"Ah, kamu benar."
Darius hanya bisa tertawa canggung sambil mengelus rambutnya.
"Artinya kita harus memberikan Iona potongan daging terbesar."
Alih-alih dijawab oleh Camellia, Richard justru membalas ucapan Darius.
Semua mengangguk mendengar saran dari ketua mereka. Sudah lama sekali mereka tidak makan makanan yang enak seperti ini.
Tok! Tok! Tok!
"!!"
Suara ketukan pintu gerbang gudang mengejutkan semua orang.
__ADS_1
"Sial, siapa itu?!"
Rionard yang merupakan assassin segera berbisik kepada yang lain.
Tidak ada yang menjawab tetapi pandangan semua orang mengarah kepada satu-satunya ranger di kelompok ini.
"Aku tidak. Aku tidak bisa merasakan kehadiran mereka," balas Darius.
Darius memiliki sensibilitas tertinggi tetapi dikarenakan sihir Iona, ia tidak bisa mengandalkan kemampuan penciumannya. Ditambah pintu masih tertutup dan dia tidak memiliki kemampuan untuk melihat menembus pintu.
Setelah mendengar jawaban Darius, tim Falcon secara berhati-hati mulai mengambil equipment masing-masing. Mereka juga memanggil Iona untuk waspada.
Rionard dengan mobilitasnya yang tinggi telah berada di atas gerbang. Jika musuh masuk, dia dapat membunuh mereka dari atas.
Secara perlahan Richard mulai membuka kunci gerbang. Lalu dengan cepat ia menarik pintu itu.
Joseph yang berada di barisan depan telah bersedia melindungi semua orang dengan skillnya. Darius juga sudah mengarahkan mata panahnya ke depan.
Namun ketika gerbang terbuka, apa yang mereka lihat justru ....
Tidak ada.
Tidak ada satu orang pun yang berdiri di depan gerbang gudang.
"Kenapa tidak orang?" tanya Joseph.
"...."
"Berhenti!"
Darius mendengar suara langkah kaki terdengar tak jauh dari mereka. Hanya Darius yang dapat mendengarnya dan dia tahu ada orang lain yang baru saja memasuki gudang.
"Disana! Tunjukkan wujud kalian!"
Darius menunjuk udara kosong. Bagi yang tidak kenal dengannya, mereka mungkin menganggapnya gila tetapi sebagai ranger di tim ini, ucapan Darius sangatlah dipercaya.
Tiba-tiba dari tempat yang ditunjuk oleh Darius mengalami distorsi.
Dua wujud manusia menunjukkan diri.
__ADS_1
Di hadapan anggota tim Falcon, mereka melihat dua orang dengan penampilan aneh muncul tiba-tiba di tak jauh di depan mereka. Kedua orang itu mengenakan pakaian hazmat yang menutupi kepala dan tubuh mereka. Di antara dua orang misterius itu, salah satunya memiliki tubuh yang jauh lebih besar dari yang lain.
"Akhirnya kami menemukan kalian."