THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
AFTERWORD VOLUME 1


__ADS_3

Terimakasih sudah setia membaca THE ARCHDEUS Volume 1 dan selalu setia memberi vote dan semangat untuk author dalam menulis cerita ini.


Saya tahu bahwa cerita ini masih memiliki kekurangan, tidak hanya pada konsistenan bacaan tetapi juga pada plot.


Namun author akan tetap memberikan terbaik untuk kalian.


Volume 1 terfokus pada masalah-masalah sosial seperti gaya hidup terutama terhadap kebersihan. Selain itu, Volume ini juga secara ringkas memberikan pandangan teologi fiktif yang dimiliki oleh Alex dan archdeus lainnya.


Volume kedua masih dalam pengerjaan dan mungkin membutuhkan waktu yang tidak sedikit mengingat kesibukan author dan penyusunan referensi bacaan.


Mungkin ini bukan Afterword yang baik, tetapi setidaknya pada akhir volume ini author ingin sedikit berbincang-bincang dengan para pembaca.


Banyak sekali pergolakan emosi dan logika yang muncul di benak author ketika menentukan karakteristik karakter terutama karakter utama (MC)


Secara subjektif, author adalah seorang yang perfeksionis. Author percaya, sebagai MC yang merupakan pusat cerita, MC haruslah orang yang sempurna secara fisik dan mental. Subjektivitas kesempurnaan bagi author adalah fisik ideal dimulai dari tinggi, bentuk tubuh, dan warna kulit. Sementara secara emosional, author percaya bahwa sosok sempurna adalah seseorang yang memiliki emosi stabil dan memiliki kesadaran penuh terhadap keinginan dan batasan. Jujur, author tidak menyukai karakter yang terkesan labil, mudah diperalat, dan memiliki hati yang lemah (mudah dirayu dan sering iba, seperti MC isekai pada umumnya).


Dalam mencari karakter sempurna itu, Author memperhitungkan semua kemungkinan. Apakah karakter sempurna itu mungkin seorang raja, jenderal, hero, dragon, hybrid, demon, Dungeon Master, atau sage. Namun tetap saja author merasa mereka masih belum sempurna karena mungkin ada yang lebih kuat dari mereka, mereka memiliki kekurangan secara fisik atau mental, atau mereka masih terikat oleh kekuatan takdir (artinya mereka masih lemah). Jadi siapa sebenarnya yang paling sempurna itu?


Hmm ... Tuhan? Apa kita bisa menggunakan Tuhan/dewa sebagai karakter utama?


Tuhan tidak bisa mati, Ia tidak memiliki akhir. Tuhan adalah yang terkuat dan tidak ada yang menandingi-Nya. Tuhan adalah keberadaan awal yang tidak terikat ruang dan waktu. Ia adalah variabel yang tidak terikat pada hukum sains dan merupakan keberadaan adikodrati itu sendiri.

__ADS_1


Tentu saja Tuhan yang author maksud secara gamblang bukanlah Tuhan/dewa di anime isekai yang sering salah bunuh orang. Tuhan yang author maksud adalah eksistensi dalam teologi.


Namun tentu saja author tidak dapat memasukan semua konsep teologi itu dalam cerita. Alasannya sederhana, kesempurnaan justru akan membawa cerita tersebut selesai bahkan tanpa dimulai.


Tuhan mahatahu dan mahakuasa sehingga bagaimana menderivasi sifat Tuhan itu ke cerita yang notabenenya membutuhkan konflik dan solusi? Artinya akan ada kondisi sintesis yang mengubah MC. Namun pada hakikatnya Tuhan tidak dapat diubah, Ia adalah keberadaan konsisten yang tidak dipengaruhi oleh lingkungan.


Maka dari itulah muncul pandangan fikif mengenai Tuhan. Pada cerita ini, author me-nerf konsep Tuhan dalam teologi seperti Tuhan terlahir, tidak tunggal, memiliki karakteristik manusia, dan memiliki fisik humanoid. Ini semata-mata hanyalah cerita fiktif yang tidak mencerminkan suatu konseptual ketuhanan dari suatu agama.


Dari itu terlahirlah yang disebut archdeus alias Tuhan Tertinggi yang terdiri dari tiga orang, semua terlahir, dan semua memiliki fisik pria dengan sifat-sifat berbeda.


Kenapa bukan wanita? Karena author percaya Tuhan memiliki sifat dominan maskulin daripada feminim. Tentu saja ini dimaksudkan adalah gender bukan sex (artinya tidak dilihat dari jenis kelamin). Hukum mata dibalas mata, darah dibalas darah, dan nyawa dibalas nyawa adalah hukum yang harus ditegakan oleh kekuatan maskulinitas. Femininitas yang tergambar sebagai sesuatu yang lembut tidak cocok dalam hukum itu. Namun kondisi fiktif dari imajinasi membatasi itu. Tentu kalian tidak bisa membayangkan bagaimana sosok yang indah untuk di pandang, kekar, berotot tetapi tidak memiliki jenis kelamin. Ini tidak dapat dipikirkan bahkan oleh kekuatan imajinasi sekalipun. Sehingga mau tidak mau harus dibayangkan bahwa archeus adalah pria tetapi tidak memiliki kebutuhan seksual (aseksual).


Setelah kita membahas mengenai kenapa MC seperti ini dan kenapa mengambil latar begini, sekarang author akan menjelaskan apa yang tekandung dalam THE ARCHDEUS.


Mudahnya, THE ARCHDEUS terfokus pada beberapa hal terutama mitologi, action, drama, dan fantasy.


Selain genre-genre tersebut, saya juga akan memasukan sub-topik seperti politik, bisnis, dan sosio-culture.


sub-topik tersebut seperti politik antar bangsawan, dogma agama, dan hubungan antar kerajaan. Selain itu adanya juga sub-topik lain seperti pandangan masyarakat terhadap kebersihan, perzinahan, perbudakan, pluralitas, dan homoseksual.


Well ... mungkin kalian bakal kaget tapi ya, author tidak akan segan memasukan kasus homoseksual di cerita ini. Namun bukan berarti kisah ini memiliki erotisme-romantisme antar sesama jenis. Sebaliknya, homoseksual akan dipandang dari sudut pandang teologi dan kebudayaan. Tentu homoseksual dipandang bukan berdasarkan pandangan modern saat ini di mana mereka diberi legalitas terutama di negara barat.

__ADS_1


Walau tidak seratus persen, tetapi dominan cerita ini mengikuti pandangan masyarakat Abad Pertengahan. Selain itu cerita ini akan mengutip beberapa referensi kecil dari Agama Abrahamik, seperti larangan perbudakan, perzinahan, poliandri, dan homoseksual. Akan tetapi sebagaimana telah disampaikan pada "Introduce: Basic Conscepts," aliran kepercayaan dalam cerita ini adalah polytheisme (Triarchdeustheisme) bukan monotheisme.


Author kembali mengingatkan, ini bukanlah novel religi. Semua unsur pada cerita ini adalah fiksi sehingga tidak mencerminkan  suatu golongan atau kelompok tertentu.


Hmm ... sepertinya sudah cukup dulu penutupnya. Sekali lagi author berterimakasih kepada para pembaca terutama yang telah memberi vote dan saran. Kalian bisa bertanya di kolom komentar tapi jangan minta spoiler ya :v


Sampai jumpa!


Rabu, 7  Oktober 2020


ttd


-Kingsyion


EDIT: 


Selasa, 15 November 2022


Cerita THE ARCHDEUS VOLUME 1 telah sukses di-upload di-aplikasi ini.


Oleh Author, Kingsyion.

__ADS_1


__ADS_2