
Beberapa hari kemudian Alex kembali bertemu dengan Regis. Kali ini alasan pertemuan mereka adalah perihal bisnis yang sedang diajukan oleh Alex. Kedua membicarakan hal tersebut di ruangan kerja di mansion milik Fertiphile yang terletak di ibukota.
Demi bisa memajukan wilayahnya, Alex membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit sehingga mau tidak mau dia harus membeli budak. Untungnya Regis adalah bangsawan yang memiliki wilayah produksi budak terbesar di kerajaan.
Sebagai county yang terletak di timur tenggara kerajaan, Morhust memiliki akses ke negara-negara tetangga yang umumnya cukup dekat dengan Wilayah Benua Laurentia Tengah. Semakin dekat mereka di kawasan Laurentia Timur, semakin banyak akses penjualan budak yang bisa didapatkan. Itu karena berbeda di semua kawasan benua Laurentia, di Laurentia Timur peperangan sampai sekarang masih belum surut bahkan menunjukkan intensitas yang semakin tinggi. Populasi di sana juga cenderung banyak entah itu manusia ataupun demihuman seperti beastman. Itu sebabnya di Laurentia Timur telah menjadi jantung bisnis perbudakan di benua ini yang jalur perdagangannya disebut sebagai Jalur Translaurentia.
Selama beberapa tahun terakhir, Morhust telah berhasil meningkatkan kemampuan bisnis mereka dalam industri perbudakan. Mereka bahkan telah menyingkirkan Sandwealth sebagai daerah dengan jumlah budak terbanyak. Sekarang Morhust adalah wilayah dengan produksi budak terbesar di kerajaan ini.
Jadi karena kebetulan Regis adalah temannya, maka Alex pun segera mengajukan pembelian budak dalam jumlah besar demi pembangunan wilayahnya. Tentu saja, ia juga mengharapkan adanya harga teman dalam transaksi ini.
"Hmm ... jadi kamu ingin membeli budak? Yah, tidak masalah, aku akan menyediakannya. Seingatku kami memiliki stok untuk budak manusia dari timur. Kamu tahu orang-orang timur kan? Mereka adalah orang yang memiliki postur tubuh pendek, bermata sipit, dan kulit mereka putih pucat. Atau kamu mau budak wanita yang berasal dari utara? Kamu tahu orang utara dikenal sebagai orang-orang barbar tetapi jujur saja, para klienku rata-rata puas dengan pelayanan mereka."
Regis dengan semangat menjelaskan semua budak yang dia miliki. Bahkan dia juga dengan semangat menjelaskan budak non-manusia yang dimilikinya.
"Oh benar, atau kamu suka elf? Walaupun tatapan mereka cukup dingin, tetapi mereka adalah teman tidur terbaik. Jika kamu bisa menaklukkan mereka, percayalah mereka dapat menjadi pelindungmu," jelas Regis dengan penuh semangat.
"Oke, oke, tenanglah. Aku cuma butuh budak manusia dan kalau bisa mereka adalah budak yang berasal dari Kawasan Archiberia," sela Alex kepada Regis.
Kawasan Archiberia adalah kawasan geografi yang meliputi beberapa negara diantaranya Artchania Kingdom, Archantolia Kingdom, Ibeltia Kingdom, dan Holy Saintica Iberal Commonwealth States. Alasan kenapa Alex meminta kepada Regis untuk menjual budak-budak yang hanya berasal dari Kawasan Archiberia, itu karena semua negara dalam kawasan tersebut cukup serupa dalam budaya, agama, dan bahasa. Jadi Alex berharap melalui kesamaan identitas itu, semua budak dapat saling berinteraksi satu sama lain.
"Wah, sepertinya kamu memang menyukai produk lokal."
Regis tersenyum mengejek setelah mengatakan hal itu. Sepertinya dia salah paham dengan mengira Alex akan membeli budak dengan alasan kebutuhan biologisnya.
"Baiklah-baiklah, setiap pria mempunyai selera masing-masing. Jadi katakan, berapa banyak yang ingin kamu beli."
Regis mengingat budak-budak terbaik yang bisa dia ingat. Dia menghitung semua budak-budak itu dengan menggunakan jari. Setelah selesai, Regis tersenyum karena menganggap jumlah itu pasti sesuai dengan kebutuhan Alex.
__ADS_1
"Hmm ... mungkin sekitar 10.000 sampai 30.000 orang."
"Hah?!"
Regis kaget dengan jumlah sebesar itu. Bahkan dia sampai harus berdiri dari kursinya karena mendengarkan jumlah fantastis yang diucapkan Alex.
"Ada apa?" tanya Alex.
"A-Alex, apa kamu sanggup 'bermain' dengan jumlah sebanyak itu."
Regis bertanya dengan gemetaran. Ia tidak menyangkan bahwa temannya adalah seekor hewan buas. Tidak, ini lebih dari hewan buas, dia adalah orang cabul diantara para pecabul.
Melihat ekspresi aneh yang dimiliki Regis, Alex pun bingung jadi dia bertanya kembali kepada Regis.
"Apa yang membuatmu begitu terkejut? Tapi terserahlah, aku hanya ingin kamu menyediakan jumlah sebanyak itu. Oh ya, kalau bisa, aku mau sebagian besar budak yang kamu kirim adalah pria."
Kali ini Regis berkeringat dingin sekaligus merinding mendengar perkataan Alex. Ia kemudian menyadari, bahwa sepertinya dugaannya bertahun-tahun lalu memang benar. Alex memang orang yang belok.
"Hmm ... Alex, aku tahu aku bukanlah orang yang layak untuk mengatakan ini. Namun Alex, temanku, kamu harus bisa menahan diri. Aku tahu, mungkin budakmu itu tidak bisa memuaskanmu tetapi setidaknya jangan merusak pria lain. Walaupun mereka hanya budak, tetapi sebagian besar masih memiliki harga diri sebagai seorang pria. Mereka tidak mau berteriak di bawah pria lain."
Untuk pertama kalinya Regis seperti seorang pendeta tua yang memberikan ceramah kepada seorang anak yang tersesat dari jalan kebenaran. Rasa khawatir ini seperti de javu ketika Alex pertama kali datang di pertambangan Skavian lalu membeli seorang budak laki-laki yang bertubuh kecil, kurus dan menyedihkan di sana.
"Terlebih, dengan jumlah sebanyak itu, aku khawatir kuil pasti tidak akan tinggal diam," lanjut Regis.
"??"
Alex bingung dengan arah pembicaraan temannya ini. Dia sama sekali tidak bisa mengerti mengapa Regis menceramahinya dan mengapa temannya itu mengaitkan pihak kuil untuk transaksi budak.
__ADS_1
"Dan lagi, bahkan jika kamu memang menyukai pria, aku rasa kamu berhak mendapat yang lebih baik. Agh ... maksudku banyak pria cantik dengan latar belakang hebat di luar sana yang mau digagahi oleh pria. Jadi ... aku rasa kamu harus meninggikan seleramu," ucap Regis dengan malu.
Dia tidak percaya harus mengatakan itu kepada Alex. Sebagai seorang pria yang sering 'bermain' dengan para wanita, ceramah Regis seolah menyinggung dirinya sendiri. Ini adalah ucapan paling hipokrit yang diucapkan Regis dalam hidupnya.
*Punch!
Namun sebelum Regis bisa melihat ekspresi Alex setelah mendengar ceramahnya, sebuah bogem yang setara dengan kekuatan baja baru saja melayang di kepala Regis.
"Ugh!"
Regis mendesis kesakitan sambil menyentuh kepalanya yang benjol.
"Jangan berpikir yang aneh-aneh. Aku hanya ingin membeli budak pekerja bukan budak yang seperti kamu pikirkan," ucap Alex dengan serius.
"Ah, jadi seperti itu," ucap Regis yang masih menahan rasa sakit di kepalanya.
"Ya, ini untuk daerahku. Bagaimana mungkin aku bisa mengembangkan daerahku dengan populasi yang turun hingga 70% tanpa menggunakan budak?"
"Oh, benar, aku mengerti. Maaf sudah mengatakan yang tidak-tidak," ucap Regis.
Kali ini Regis tersenyum malu karena baru saja memikirkan hal yang tidak-tidak terhadap temannya.
Astaga Regis, otakmu terlalu mesum. Sebaiknya aku harus mengurangi 'jajan' mulai sekarang, pikir Regis.
Setelah semua kesalahpahaman ini terselesaikan, mereka kembali membahas pembelian budak dalam jumlah besar itu. Selain itu, Alex juga menekankan bahwa budak yang dia inginkan adalah pria yang masih berusia produktif. Artinya Alex tidak mau budak itu terlalu muda ataupun terlalu tua.
Hal itu sangat sederhana. Alasan mengapa Alex memilih budak pria yang sehat dan produktif bukan tanpa alasan. Nantinya mereka akan dipekerjakan di industri-industri padat karya seperti di pelabuhan, pertanian, dan perdagangan. Artinya para budak itu akan bekerja sebagai buruh kasar yang bertugas untuk mengangkut barang ataupun sebagai budak kebun. Jelas itu membutuhkan budak yang sehat dan budak pria jauh lebih cocok digunakan daripada budak wanita untuk pekerjaan seperti itu.
__ADS_1
Alex tidak mau mendengar jika nantinya ada seorang budak yang mati karena terlalu lelah bekerja. Bagaimanapun budak-budak itu dibeli dengan uangnya. Dia tidak mau rugi, jadi dia lebih memilih untuk membeli budak yang sehat meskipun mungkin harganya sedikit lebih mahal daripada budak dengan kategori yang sama.