THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
MORHUST(7)


__ADS_3

Alex hanya dapat menatap gadis beastman yang duduk di sebelahnya dengan mata prihatin. Beastman ini seusia dengan gadis kecilnya tetapi hidupnya sangat malang.


Apakah semua anak-anak memang hidup seperti ini?


Sebagai archdeus yang mengatasnamakan kebatilan dan kejahatan, untuk sesaat Alex merasa bahwa dirinya mulai bergerak menjadi seorang 'Perawan Suci'.


Apakah dunia sudah sebusuk ini sampai aku (sang Maut) harus menjadi seorang messiah?


Ini bukanlah tugas Alex. Dia hanya berperan sebagai eksekutor yang menghancurkan dan menyiksa jiwa seseorang yang dinyatakan pantas masuk neraka setelah diadili oleh Grand Alive. Bagi Alex, ia hanya melakukan pekerjaannya sebagai tokoh villain dalam Siklus Kehidupan, bukan berarti secara nyata sebagai seorang yang keji dan jahat. Bagi Alex, ia masih tetap memiliki kasih sayang bagi mereka yang beriman. Ia akan berusaha untuk melindungi orang-orang yang beriman dari semua dampak kemurkaannya.


"Alex, apa kau menyukai tipe seperti ini?"


Regis mengawasi semua pergerakan Alex terhadap beastman itu. Sangat aneh baginya ketika ia merasa tatapan Alex lebih lembut dari sebelumnya.


Alex tidak menjawab pertanyaan Regis dan kembali meminum birnya.


Padahal aku sudah membawa semua jenis wanita bahkan pria kepadanya tetapi semua ditolak. Tapi kenapa sekarang dia tiba-tiba terlihat tertarik dengan seorang budak tambang dan seorang beastman loli?


Regis bertanya-tanya dalam benaknya. Dia berpikir apakah temannya ini terlambat pubertas? Selain itu temannya ini terlihat seperti seorang biseks?


Regis agaknya penasaran dengan tipe ideal Alex. Setelah dia menganggap bahwa Alex adalah seorang gay (Dia salah paham), dia tidak berpikir bahwa Alex akan berinisiatif untuk bernafsu dengan para wanita di sini. Regis awalnya berencana untuk memanggil para pelacur pria tetapi ia membatalkannya.


Terlalu beresiko untuk mengungkapkan orientasi seksual Alex. Terlalu banyak mata yang melihat.


Dalam kehidupan masyarakat khususnya bagi mereka yang beragama Hexatheisme atau sejenisnya, keberadaan gay dan lesbian dianggap sebagai dosa berat. Bahkan bila seseorang tertangkap basah dan terbukti bersalah melakukan hubungan seksual sesama jenis, tidak peduli bangsawan atau rakyat jelata, jika itu dibawa ke pengadilan kuil, maka para pelaku zina itu akan terkena hukuman mati dengan metode kejam seperti dilempar dengan batu hingga mati di alun-alun kota, dicabik-cabik oleh puluhan anjing, dibakar sampai menjadi abu, atau bahkan dimutilasi hidup-hidup.


Regis dapat mentolerir orientasi seksual sahabatnya tetapi ia meragukan orang lain. Bagaimanapun juga, ia dan Alex telah berteman selama 7 tahun. Hanya karena temannya memiliki penyimpangan seksual bukan berarti menjadi alasan persahabatan mereka sirna. Terlepas apakah Alex seorang jomblo, gay, hetero, pedofil, ataupun masokis, bagi Regis, Alex tetaplah Alex yang ia kenal.


Di rumah bordil ini bukannya keberadaan pelacur pria khusus untuk gay itu tidak ada, tetapi keberadaannya jauh lebih disembunyikan untuk mencegah kemarahan kuil dan masyarakat. Bagi kuil, prostitusi dianggap sebagai dosa yang dapat mencegah keberadaan dosa yang lebih besar. Kuil khawatir jika prostitusi dihapuskan, maka potensi para pria dalam melecehkan wanita baik-baik akan semakin besar, selain itu mereka percaya bahwa prostitusi dapat menjadi solusi untuk mengudangi praktik sodomi, pemerkosaan, hingga homoseksual. Namun tentu saja para pelacur dianggap sebagai pekerjaan rendahan. Bahkan secara nyata kuil memberikan tekanan untuk membuat para pelacur itu memberi tanda khas ketika mereka berada di masyarakat untuk tidak membuat para pria baik-baik terperangkap dalam cinta pada pandang pertama.


Setelah pesta berhenti di malam yang bersemangat ini, satu per satu tamu undangan Jens meninggalkan ruangan party dan pergi ke private room sambil menggandeng satu atau lebih pelacur. Adapun Alex, ia hanya membawa gadis beastman itu.


Mereka berdua pergi ke kamar di lantai 3. Karena masyarakat tidak memiliki kebiasaan mandi, maka tidak ada fasilitas kamar mandi selain toilet pribadi di masing-masing ruangan.


Berkat [Soul of the Almighty], Alex dapat mencegah dirinya mabuk. Ini adalah skill yang berasal dari insikronasi tubuh fana dan jiwa archdeus-nya sehingga Alex dapat terhindar dari rasa sakit, mabuk, pusing, lelah, dan gatal. Namun efek fisiologis dari minuman beralkohol yang menyebabkan wajahnya memerah tetap terjadi.


Alex membuka jas tradisional bangsawannya sehingga hanya meninggalkan kemeja putih bersih. Ia menggantungkan jasnya itu di gantungan dalam lemari.

__ADS_1


Beastman itu tiba-tiba menggigil ketika melihat Alex menanggalkan jasnya. Ia tidak pernah melupakan pengalaman pertama ia kehilangan keperawanannya. Rasanya sangat menyakitkan dan darah segar mengalir di pahanya. Rasa trauma yang ia alami membuat tubuhnya kaku dan terlihat semakin menyedihkan.


"Apa kamu lapar?"


Alex bertanya kepada beastman itu dengan suara lembut. Bagaimanapun dia tidak mau membuat gadis kecil itu takut. Namun gadis kecil itu tidak menjawab. Ia terlihat masih canggung.


"Hei kemarilah. Jangan takut. Aku tidak akan melakukan itu padamu."


Alex memberi senyuman yang biasanya dia berikan kepada Merry. Metode itu cukup berhasil dan beastman itu tergerak mendekatinya tetapi ia masih memberi tatapan waspada.


Keduanya duduk di ranjang, kemudian Alex kembali bertanya.


"Apa kamu lapar? Jangan khawatir, aku akan membelikanmu apa pun. Katakan saja."


Beastman itu sedikit malu. Tetapi ia mengangguk namun tidak memberikan jenis makanan apa yang dia inginkan.


Alex hanya bisa diam dan mengambil improvisasi. Baginya yang telah merawat Merry, anak-anak cenderung menyukai sesuatu yang manis. Namun memberikan makanan manis pada malam hari bukankah itu sedikit beresiko terkena sakit gigi?


Yah, jika hanya sehari tidak apa-apa.


Alex mengelus kepala gadis kecil itu. Dia melihat rambut beastman yang berwarna silver sehingga mengingatkannya pada gabungan antara Merry dan Justin. Kemudian Alex pergi dan mengambil telepon sihir yang merupakan magic item dengan kelas low yang terletak di meja. Bentuknya terihat seperti telepon kuno.


Alex menekan angka 1 dan setelah bunyi bip beberapa kali, barulah telepon itu diangkat.


[Selamat Malam Tuan, ada yang bisa saya bantu?]


[Antarkan makanan di kamar 28. Buatkan makanan kue manis, teh, susu, dan apa pun yang rasanya manis. Bawa juga ayam bakar dan sup yang direkomendasikan. Jangan lupa bawa sepasang akar dan air untuk sikat gigi. Masukkan semua ke tagihan.]


Penerima pesan terdiam sesaat. Ia tidak sempat menangkap semua pesanan Alex.


[ ... maaf Tuan, apa Anda dapat mengulanginya?]


Alex pun dengan sabar mengulangi satu persatu pesanannya dengan pelan. Lawan bicaranya pun tidak hanya diam, dia bergegas mencatat semuanya sebelum akhirnya Alex menutup telepon dan duduk kembali di dekat beastman itu.


"Apa kamu masih takut?"


Alex bertanya dengan lembut dan beastman itu awalnya diam tetapi perlahan mengangguk. Walau ia masih takut tapi jauh lebih baik menyembunyikan ketakutan itu ketika memikirkan tuan ini menginginkan dirinya lebih rileks.

__ADS_1


"Jangan takut. Aku bukanlah orang yang seperti kamu pikirkan," ucap Alex sambil tersenyum.


Beastman itu awalnya ragu-ragu tetapi ia bertanya.


"Kenapa Tuan membawa saya?"


"Pikir sendiri." ucap Alex dengan senyum hangat.


Tidak mungkin bagi Alex untuk menebus anak ini kemudian menjadikannya sebagai anak adopsinya. Bagi Alex, sudah cukup Merry yang menjadi bukti kebaikannya di dunia. Dia tidak boleh terlalu ikut campur. Selain itu, beastman ini juga tidak terlihat memiliki bakat yang menonjol. Ditambah ini adalah properti bisnis Regis. Alex tidak mau hubungannya dengan Regis rusak akibat ia memilih untuk ngotot menyelamatkan anak ini. Sehingga tidak ada alasan bagi Alex secara utilitas untuk membawa pulang anak ini.


Bagi Alex, menyelamatkan gadis ini untuk satu malam sudah dianggap cukup. Bagaimana mungkin dirinya yang menciptakan negative beings seperti demon harus selalu memerdulikan manusia, sementara pencipta manusia itu sendiri (Almadeus) hanya menatap semua penderitaan ciptaannya dengan mata mengantuk di Surga?


Alex bukanlah seorang messiah! Ia adalah Maut! Pembawa Penderitaan!


"Siapa namamu?" tanya Alex.


"Mai," ucap beastman itu dengan pelan dan canggung.


Dari cerita beastman itu, Alex mendapat informasi bahwa ternyata beastman bernama Mai yang seumuran Merry adalah beastman yang berasal dari federasi kekhanan beastman terbesar di dunia yang bernama United States of Avargia yang terletak di Laurentia Timur. Saat ini di front pertempuran Timur, sedang terjadi perang berkepanjangan antara 4 blok berbeda yaitu Blok Kekaisaran Iscaria VS Blok Kekaisaran Mancuria VS Blok Kekaisaran Muramachi VS Blok Negara Perserikatan Avargia. Alotnya perang berkepanjangan ini bahkan membuat anak yang kurang dari 10 tahun telah mengingat negara-negara yang ikut dalam peperangan.


Mai dan kakaknya yang bernama Mio adalah beberapa korban sipil dari perang itu yang dijadikan budak setelah beberapa kali aneksasi wilayah dan penduduk.


Semua cerita masa lalu Mai membuat keduanya tidak sadar bahwa makanan akhirnya tiba. Mata Mai sangat cerah ketika melihat semua jenis makanan yang hadir di kamar. Rasa canggung sebelumnya perlahan lenyap seperti yang diharapkan dari seorang anak.


"Makanlah," ucap Alex.


Mai dengan semangat memakan semua seolah ia belum makan selama beberapa dekade. Alex hanya memandang gadis itu dengan senyum prihatin sambil mencicipi kuenya.


Betapa malangnya, pikir Alex.


Setelah mereka makan dan sikat gigi, Keduanya tidur di ranjang yang sama. Tidak ada kejadian ambigu apa pun di antara keduanya. Mai juga jauh lebih ekspresif dari pada sebelumnya. Bahkan pada saat Alex telah tertidur, Main dengan erat memeluk pria besar ini. Selama ia tidur bersama Alex, untuk pertama kalinya dalam hidupnya sebagai budak ia merasa nyaman dan terlindungi oleh seorang pria.


***


Paginya tepatnya bahkan sangat pagi, Alex telah turun ke lobi. Ia memutuskan untuk segera check-out dan membayar semua tagihan. Tagihan yang dibebankan kepadanya hanyalah tagihan kamar, one night, dan makanan delivery. Adapun untuk party semua ditanggung oleh Jens.


Alex memutuskan untuk pergi saat Mai masih tidur. Ia mungkin akan merasa emosional ketika melihat mata anak itu yang penuh dengan kesedihan mengantarkan perpisahan mereka. Selain itu, ia juga belum meminta izin kesini sehingga ia takut mungkin akan diketahui oleh Merry dan Clara.

__ADS_1


Pada pagi buta tidak ada kereta kuda yang berlalu-lalang sehingga ia tidak dapat menyewa kendaraan untuk sampai ke mansion. Ia pun mau tidak mau harus berlari ke mansion sepanjang jalan. Untunglah kepergiannya ini hanya diketahui oleh bawahan Regis yang sangat memahami tingkah laku tuan mereka yang cabul sehingga mereka hanya menutupi semua kejadian ini dan sesaat merasa kasihan kepada Alex karena mendapat teman yang merepotkan. Sesampainya di kamar, Merry masih tertidur lelap dan dengan pelan, Alex naik ke ranjang kemudian menutup mata sebelum akhirnya dipanggil oleh Justin ketika sarapan tiba.


__ADS_2