
Merry Itziel Alexandreia, siapa yang menduga terdapat kisah yang sangat menarik dimana seorang budak kini telah menjadi seorang anak bangsawan. Sungguh kisah hidup yang tak terduga, cocok untuk diceritakan di khalayak banyak.
Tentu saja, di balik pengadopsian dan pembentukan Keluarga Alexandreia sebagai cabang dari Keluarga Fertiphile banyak pertentangan yang terjadi, khususnya dari Kepala Keluarga Fertiphile sendiri, Count Harol. Selain dia, anak keduanya Jared dan sang Countess Liana juga memberikan sikap yang sama.
Harol menentang tindakan Alex yang dianggap tidak memperhatikan suara keluarga. Namun, siapa yang menduga Clara mendukung Alex untuk mengadopsi anak itu. Bagi Clara, ia juga menyayangkan tindakan implusif Alex, tetapi jika diambil hal positifnya, maka dengan hubungan ini terdapat ikatan norma hukum dan agama sehingga hubungan Alex dan Merry tidak akan pernah lebih dari ayah baptis dan anak adopsi. Clara awalnya sangat takut memikirkan anaknya yang mungkin menjadikan seorang budak entah darimana sebagai pasangan tidurnya, mengingat Alex belum pernah melirik atau meminta pertunangan kepada wanita bangsawan lain.
Adapun Harol merasa tindakan Alex ini sangat keterlaluan. Bahkan jika Rumah Fertiphile memberi pernyataan resmi bahwa putra tertua mereka mengangkat seorang anak adopsi, sangat memungkinkan fitnah seperti pernyataan bahwa anak itu adalah anak haram. Namun untungnya anak itu tidak membawa nama keluarga Fertiphile. Harol awalnya ingin melakukan serangan agresif dengan mengusir paksa gadis itu, tetapi ketika ia mempertimbangkan pertumbuhan Alex yang sangat cepat di barak berdasarkan laporan yang diberikan, tentu saja dia tidak mungkin melakukan itu. Jika karena tindakannya menyebabkan Alex sebagai anak berbakat tetapi pemalas ini membangkang kepadanya tentu saja akan menjadi kerugian bagi keluarga. Sebagai anak pertama, tentu saja Harol memiliki harapan besar pada Alex. Walau dulunya harapan itu telah meredup tetapi siapa sangka laporan dari Winson membuat harapan Harol kepada anak tertuanya kembali cerah.
Harol juga mempertimbangkan bahwa budak yang diangkat sebagai anak Alex sama sekali tidak membawa nama dan darah Keluarga Fertiphile sehingga itu tidak akan merusak keturunan darah murni mereka berikutnya. Jadi selama perdebatan yang lebih seminggu itu terjadi, dimulai berbagai ancaman Harol dan keras kepala Alex (dibantu tangisan Clara), akhirnya mereka mendapat kesepakatan.
-Semua kebutuhan dan keperluan Merry dalam bentuk apa pun ditanggung oleh Alex. Kepala Keluarga Fertiphile tidak akan memberi bantuan sedikitpun.
-Merry tidak akan mendapat hak suara dan hak waris terhadap setiap urusan dan properti keluarga Fertiphile.
-Keluarga Fetiphile menolak keberadaan Keluarga Alexandreia sebagai cabang keluarga tetapi mengakui Keluarga Alexandreia sebagai entitas terpisah dari Keluarga Fertiphile.
-Alex akan mematuhi semua perjanjiannya dengan Harol.
-Publikasi pengadopsian Merry akan dilakukan setelah pelaksanaan Upacara Kedewasaan Alex.
(α)
♤♤♤
Merry ditemani oleh penjaga setia Clara yaitu Erline sedang berada di taman belakang rumah. Gadis itu bersama dengan boneka beruang coklatnya. Erline awalnya cukup pesimis dengan perkembangan Merry. Walau tidak dipublis secara langsung kepada para pelayan, ia setidaknya sadar bahwa atmosfer rumah menjadi tegang akibat status Merry. Setiap hari tuan muda Alex akan masuk ke ruang kerja count. Walau pintu telah ditutup, masih ada beberapa suara keributan terdengar. Sangat jelas count tidak mengakui keberadaan Merry tetapi ia tidak menolaknya.
Merry tidak menyadari keadaan itu. Selama seminggu ini, perlahan ia membuka kembali hatinya. Siapa sangka, dirinya akan mendapat kamar yang jauh lebih mewah dari sebelumnya. Berisi lampu-lampu sihir yang cantik dan cerah, baju yang indah, dan bahkan mainan yang lucu.
Setiap hari ia juga mendapat makanan yang enak. Jus bebuahan dan berbagai jenis daging menemani harinya.
Semua ini berkat ayah!
Semakin ia memikirkan ayahnya, semakin cerah senyuman di wajahnya.
"Kak Erline."
Merry menyerahkan seikat bunga liar berwarna ungu yang telah ia rangkai menjadi gelang sederhana.
Erline tersenyum dan mengambilnya. Walau anak ini awalnya sangat pemalu tetapi perlahan dia mulai beradaptasi. Selain Alex dan Clara, mungkin Erline adalah orang ketiga yang paling dekat dengannya. Merry sangat mengagumi sosok Erline yang merupakan wanita tetapi sangat gagah dan keren. Itu sebabnya dia sangat mudah berintraksi dengannya.
"Terimakasih," ucap Erline.
"Kak Erline, apa ini cantik?"
Tenyata Merry membuat satu gelang bunga lagi. Kali ini bunganya berwarna merah.
"Iya, itu bagus sekali Nona Muda."
Walau belum resmi dan masih dalam pertentangan, tetapi para pelayan tahu, cepat atau lambat status Merry sebagai anak adopsi Alex akan segera diresmikan setelah melihat Count Harol yang semakin melunak. Tentu saja, Harol mundur bukan karena alasan, dengan memaanfatkan kondisi ini dia pasti memberi Alex kewajiban. Mungkin seperti kewajiban berlatih aura misalnya.
__ADS_1
"Aku ingin memberi ini untuk ayah!"
"Hamba yakin, Tuan Alex akan menyukainya Nona Muda," ucap Erline sambil tersenyum.
Merry sangat senang. Dia belum pernah memberi hadiah sebelumnya. Berdasarkan perkataan Erline beberapa hari lalu, hadiah digunakan untuk menunjukkan perasaan sayang dan berterimakasih kepada seseorang. Tentu saja Merry harus memberi yang terbaik untuk ayahnya.
"Merry~!"
Merry dan Erline memalingkan pandangan mereka pada sumber teriakan. Di sana, Alex dan Justin berjalan mendekati mereka. Alex melambaikan tangannya dan memberi senyum hangat. Semenjak kedatangan Merry, Alex lebih ekspresif. Dia lebih sering tersenyum dan tertawa tentunya itu terjadi ketika Merry ada.
"Ayah~!"
Merry berlari dengan memanfaatkan kaki kecilnya. Ia saat ini menggunakan sepatu dan gaun merah muda dengan rok kembang.
Alex membuka kedua tangannya dan Merry pun melompat ke pelukan ayahnya. Senyum keduanya secerah mentari pagi.
"Ayah ... ayah."
Merry memeluk leher ayahnya dan meletakan kepalanya di bahu ayahnya.
"Ada apa Merry?" tanya Alex sambil menepuk pelan punggung anaknya.
"Ayah, ini untuk Ayah."
Merry menatap Alex dan memberinya gelang bunga yang ia buat sendiri.
Alex kemudian mengecup dahi anaknya. Merry juga membalas dengan mengecup pipi ayahnya.
Walau mereka baru seminggu bertemu, tetapi hubungan yang terjalin di antara keduanya seperti telah bertahun-tahun. Bagaimana mungkin Merry tidak senang ketika ia melihat Alex mengobati penyakitnya (vaginitis) walau perih, tetapi perlahan rasa gatal di area kencingnya mulai menghilang. Selain itu setiap hari ia dan ayahnya mandi bersama. Ayahnya juga mengajarinya cara membersihkan setelah membuang air besar dan kecil. Dia tidak menyangka, benda yang membuatnya ditendang (xylospongium) sebenarnya adalah benda yang digunakan untuk membersihkan bokong dan bahkan parahnya hanya sekali pakai. Untuk sesaat dendamnya kapada xylospongium menghilang dan digantikan dengan rasa kasihan.
"Ayah adalah terbaik di dunia."
"Iya, dan puteriku tersayang adalah yang paling cantik sedunia."
Ya Tuhan. Tuanku sudah menjadi budak anaknya-.- pikir Justin.
Siapa yang bisa menebak dia sebegitu memanjakan anak ini!
Justin sangat tidak menyangka tuannya yang pemalas mau mengikuti pelatihan menggunakan aura di ruang latihan keluarga. Sudah jelas ini adalah salah satu syarat dari Count Harol untuk menerima status Merry.
Bahkan setelah dia selesai latihan, dia langsung menemui anaknya!?
Justin tidak bisa tidak lagi terkejut. Biasanya tuannya ini akan langsung tidur setelah melaksakan tugas berat. Siapa yang menduga tuannya masih punya energi untuk langsung berlari ke anaknya.
"Merry, apa kamu masih perih? Apa masih susah buang air kecil?"
Alex tiba-tiba menjadi khawatir. Dia awalnya secara pribadi mengoleskan obat untuk menghilangkan penyakit Merry. Walau terlihat membaik tetapi Merry sama sekali tidak memberitahukan apa pun. Jadi dia harus berinisiatif bertanya terlebih dahulu.
Alex bisa saja meminta priest untuk mengobati Merry. Namun ia juga harus mempertimbangkan harga diri sialan para priest itu. Mereka mungkin akan merasa terhina jika mereka mengobati seorang budak. Tentu saja Merry kini bukan lagi budak tetapi masih belum ada publikasi kepada masyarakat tentang status Merry saat ini. Alex tidak mungkin menunggu pengobatan Merry setelah Upacara Kedewasaan dirinya selesai.
__ADS_1
Selain itu Alex juga ingin menghindari penggunaan berkat dari dewa lain, apalagi dari dewa yang bukan archdeus. Seberapa hinanya dia ketika ia memikirkan dirinya harus meminta bantuan makhluk ciptaan untuk memberkahi bawahannya.
Itu sebabnya ia meminta Justin untuk mencari beberapa jenis magic plan tingkat D seperti getah White Arsephenical, Buah Giant Noctis, dan daun Vexicile. Tentu saja karena magicplan tingkat D dan E adalah tingkat rendah, hanganya pun cukup murah.
Dengan pengetahuannya, ia mulai meramu semua bahan dan menjadikan semuanya menjadi salep dan obat cair. Setiap hari setelah Merry selesai mandi, Alex akan mengolesnya di area yang membengkak dan setiap hari dia juga akan meminta Merry untuk meminum obat sirup buatannya.
Merry yang mendengar pertanyaan khawatir ayahnya menjawab dengan jujur.
"Ayah, terkadang Merry masih merasa sakit tapi rasanya sudah mulai berkurang."
"Hmm ... begitukah? Baiklah, ayah masih akan terus memberinya, oke?"
"Iya, Ayah."
"Anak baik," ucap Alex sambil mencubit pipi anaknya.
Hah ... siapa yang menduga aku harus menjadi seorang ayah. Dan sekarang aku harus lebih sering tersenyum. Hmm ... kalau dipikir-pikir ini seperti aku merawat Almadeus dan Grand Alive ketika mereka masih bocah lugu.
Sheol tertawa kecil memikirkan masa lalunya dengan para archdeus ketika masih kecil. Sebagai archdeus tertua, tentu saja Sheol harus merawat dua adiknya yang bodoh itu.
Sekarang mereka sudah menjadi dewasa. Hah ....
"Apa Merry sudah makan? Ayo makan bersama ayah."
Mata Merry berbinar cerah.
"Iya Ayah!"
Alex kemudian berjalan dengan Merry yang masih digendongnya.
"Ayo Kak Erline!"
"Eh? Aku?"
Erline yang telah terlupakan kaget dengan namanya yang tiba-tiba dipanggil oleh Merry.
"Ayah, apa Kak Erline bisa makan bersama kita?"
"Tentu saja. Justin kau juga ikut"
"Baik Tuan Muda. Terimakasih atas keagunganmu," ucap Justin dan Erline.
"Uhm."
Keempatnya tidak pergi ke ruang makan. Sebaliknya, mereka pergi ke meja taman. Jika mereka makan di ruang makan dengan dua orang bawahan yang duduk sama tinggi dengan tuan mereka dan seorang anak yang masih belum diakui, tentu akan membuat para tuan khususnya Harol dan Jared terganggu. Jadi mereka lebih baik memilih untuk menjauhi konflik.
__ADS_1