THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
LESE NOBLESSE(4)


__ADS_3

Setelah selesai menonton teatrikal itu, Alex hendak kembali ke mansion.


Hari sudah malam dan kereta kuda para pengunjung telah menggunakan lentera sebagai penerang. Beberapa kereta kuda milik orang kaya seperti para bangsawan menggunakan lentera sihir yang diisi oleh sihir tingkat 1 [Continual Light] sementara masyarakat kelas menengah hanya menggunakan lentera biasa sebagai sumber penerang.


Alex saat ini berjalan sambil membawa dua bocah dipelukannya. Keduanya adalah Merry dan Alven yang lelap tertidur selama acara berlangsung.


Alex yang hendak keluar dari ruangan opera berhenti karena Merry tiba-tiba bangun.


"Ada apa Sayang? Mengapa kamu bangun?"


"Ayah, Merry mau buang air kecil."


"Ah! Tunggu sebentar, Sayang."


Alex dengan sigap mencari staf opera untuk menanyakan kamar kecil.


Staf menuntun Alex ke kamar kecil yang digunakan khusus untuk wanita.


"Nak, ayo turun."


Alex hendak menurunkan Merry tetapi gadis itu justru mencengkram baju Alex.


"Ayah, temani Merry," ucap Merry dengan penuh harap.


Sudah lama ia dan ayahnya tidak memiliki waktu bersama seperti ini. Ayahnya selalu sibuk akhir-akhir ini sehingga entah mengapa Merry menjadi sedikit egois dan ingin terus menjadi anak manja di depan Alex.


Sementara Alex tidak tahu mengapa Merry tiba-tiba menjadi manja seperti ini. Namun melihat wajah memelas anaknya, Alex hanya bisa menghela napas.


Ia melihat ke kanan dan ke kiri, lalu mengintip ke toilet umum di depannya. Memastikan tidak ada orang, Alex akhirnya masuk dengan dua bocah yang masih dipelukannya


"Baiklah, Merry turun dulu."


Merry duduk di WC khas peradaban Midgard yang berjajar lurus tanpa sekat satu dengan yang lain.


Alex dengan Alven yang masih tidur di pelukannya saat ini menunggu sambil mengawasi Merry yang sedang buang air kecil.


Tiba-tiba pintu dibuka dari luar.


"Sial, aku sesak!"


Shirley tiba-tiba berlari masuk begitu saja bahkan ia tidak melihat Alex yang hanya berdiri mematung di dekatnya.


Shirley kemudian duduk di atas toilet dan mulai buang air kecil.


"Ahh ... leganya."


Ia telah menahannya selama acara drama dimulai. Itu sebabnya ketika  di mengeluarkannya, suara aliran airnya seperti waduk raksasa yang bocor.


Ketika ia sudah selesai dan hendak pergi, ia melihat Alex yang mematung tepat di depannya.


Keduanya hanya diam sambil saling memandang.


"...."


Sebelum akhirnya ....


"Kyaa!! Mesum!?"


Orang tidak sengaja lewat di depan toilet terkejut karena tiba-tiba teriakan keras terdengar dari dalam toilet.


Tak lama, seorang pria jakun yang membawa dua bocah di pelukannya keluar dari toilet.


Sementara itu, seorang wanita berambut merah menyusulnya sambil terus mengomel dan menuduh pria tadi sebagai orang mesum.


Suara Shirley sangat keras dan nyaring sehingga banyak orang yang tertarik segera berkumpul untuk melihat pertunjukan.


"Dasar pria mesum! Apa yang kau lakukan di dalam toilet wanita!?"


Alex tidak langsung menjawab ocehan Shirley. Dia menurunkan kedua bocah yang dia peluk.


Alven yang telah terbangun karena mendengar teriakan Shirley berdiri di depan Alex seolah melindungi ayahnya.


"Aku hanya menemani anakku buang air kecil," ucap Alex dengan tenang.


"Yang benar saja! Kau! Kau pasti sengaja masuk ke sana untuk mengintipku kan?!" teriak Shirley.


"Hah .. sial, bagaimana bisa aku terjebak di situasi seperti ini," gumam Alex.


Sementara Alex masih diam mendengar segala tuduhan Shirley, kedua bocah yang selalu bersama Alex kini tidak bisa lagi diam apalagi setelah mendengar semua hal jahat yang diucapkan wanita itu kepada ayah mereka.


"Ayah bukan orang seperti itu!" teriak Merry.

__ADS_1


"Ayah bukan orang yang seperti kamu katakan!" ucap Alven pula.


"Lihat! Sekarang anak-anaknya juga berani melawan orang yang lebih dewasa!" omel Shirley.


Padahal kau juga baru berumur 15 tahun kan, pikir Alex.


"Pergilah bibi jelek, jangan ganggu ayah lagi," ucap Merry.


"Bibi jelek!?"


Shirley berjalan mendekati Merry seolah ingin menangkapnya.


Merry dengan cepat bersembunyi di belakang Alex.


"Apa yang kau lakukan?!"


Alex menghentikan Shirley yang ingin menangkap Merry


"Minggir, menjauh dariku!"


Shirley berusaha melepas tangan Alex yang ingin menahannya.


"Jangan bergerak!" teriak Alven.


"Alven jangan lakukan!" teriak Alex.


Sambil tetap menahan Shirley, Alex menyadari Alven akan menggunakan sihirnya untuk menyerang Shirley. Itu sebabnya dengan cepat dia melarang Alven jika tidak akan menimbulkan masalah baru.


Alven dan Merry terkejut dengan suara Alex. Ini untuk pertama kalinya ayah mereka marah kepada mereka.


Shirley tidak tahu bahwa dia baru saja terhindar dari masalah berkat Alex. Ia masih tetap berusaha melepaskan diri dari cengkraman Alex.


"Aku bilang minggir!"


*Plak!


Shirley memberikan tamparan yang cukup keras kepada Alex.


"Wow!"


Para penonton terkejut sekaligus kagum. Tidak ada satupun yang membubarkan kedua orang itu. Ini untuk pertama kalinya mereka melihat dua bangsawan sedang bertengkar secara terbuka. Jadi lebih baik nikmati saja pertunjukannya.


Namun apa yang mereka lihat selanjutnya di luar harapan semua orang.


Kali ini tamparan yang jauh lebih keras terdengar.


Namun bukan Shirley yang melakukannya tetapi Alex.


Alex baru saja menampar Shirley hingga membuat wanita itu terjatuh.


Semua orang terkejut melihat kejadian ini.


Itu untuk pertama kalinya mereka melihat seorang pria bangsawan yang penuh dengan etiket melakukan tindakan biadab berupa kekerasan fisik terhadap seorang wanita bangsawan yang terhormat.


"Alex apa yang kau lakukan!"


Tiba-tiba suara marah dari Harol terdengar.


Harol dan Clara bersama dengan para bangsawan muncul tak lama setelah kejadian barusan terjadi.


Mereka mendengar dari salah satu staf terdapat dua bangsawan yang sedang berkelahi. Staf itu takut meleraikan bangsawan itu sehingga ia meminta bantuan ke bangsawan lain.


Jadi ketika Harol dan yang lainnya sampai, apa yang mereka lihat sangat memalukan.


Anak tertua count baru saja menampar keponakan wanita dari salah satu istri count.


"Hiks ... hiks ...."


Shirley yang melihat count dan ayahnya datang segera menangis.


Liana memeluk Shirley  dan membantunya berdiri.


"Alex, ini tidak bisa dimaafkan."


"Hentikan! Apa yang akan kau lakukan kepada anakku!?"


Harol hendak menuju ke Alex dan memberinya pelajaran. Namun Clara menahannya sambil berteriak marah.


"Apa kau tidak melihat dia baru saja memukul keponakanku?!"


Kali ini Liana yang tidak bisa menahan emosinya.

__ADS_1


"Pasti ada sebabnya, Alex tidak akan melakukan tindakan itu tanpa ada sebabnya," ucap Clara.


Baik Harol, Clara, dan Liana kini saling bertengkar dengan meninggikan suara masing-masing. Mereka sepertinya tidak peduli dengan orang-orang yang melihat mereka di depan umum.


"Tuan Count dan para Nyonya, tolong berhenti. Anda bertiga adalah para bangsawan agung. Harap jaga sikap Anda semua."


Kali ini yang berbicara adalah putra tertua dari Duke of Sandwealth, Franz Maximilian Sandwealth. Ia mengikuti rombongan count yang bergerak ke sini setelah mendengar ada kericuhan antar bangsawan yang terjadi . Tidak disangka ia harus melihat pertengkaran keluarga di depan umum.


"Apa yang dikatakan oleh Tuan Muda Tertua Sandwealth benar Tuanku. Hendaknya Tuanku dan para Nyonya menjaga sikap," ucap Regis


Regis dan Clotildy  yang juga datang setelah mendengar teman mereka bertengkar dengan seorang wanita.


Sekarang begitu banyak bangsawan yang berkumpul. Bahkan Count of Yorksall yang awalnya datang untuk menghadiri acara perayaan Alex sebagai baron yang diselenggarakan di Fertiphile juga tak luput untuk melihat semua kegembiraan yang ada.


"Saya menyarankan kita mendengar alasan dari tindakan Baron of Alexandreia terlebih dahulu sebelum menghakimi atas sesuatu yang tidak kita lihat sepenuhnya," ucap Clotildy.


Semua orang setuju dengan perkataan Clotildy.


Mereka diam menunggu penjelasan Alex.


"Dia ingin memukul putriku dan kemudian menamparku karena menghalanginya. Jadi aku menamparnya," ucap Alex dengan tenang.


"Hiks ... hiks ... B-bohong! Aku tidak menampar putrinya! Dia tadi ada di dalam toilet wanita dan ingin mengintipku!"


Walaupun masih menangis, Shirley membantah perkataan Alex.


"Aku tidak mengintipnya. Aku menemani putriku yang ingin buang air kecil."


"Perkataan Ayah benar! A-ayah menemani Merry. Ini bukan salah Ayah!"


Merry memeluk celana Alex dengan erat sambil menangis.


Tangisan Merry membuat semua orang yang tadinya marah kepada Alex menjadi merasa bersalah.


Kondisi sepertinya menjadi terbalik. Kali ini seolah Shirley berada sebagai orang yang salah. Dengan cepat, Liana berusaha membalikkan keadaan dengan tetap menyalakan Alex.


"Walaupun begitu, tetap saja menampar seorang wanita tidak bisa dibenarkan! Kami tidak pernah mengajarimu perilaku biadab seperti itu!"


Kali ini Liana lah yang membantah perkataan Alex. Ia masih memeluk Shirley dan menatap Alex dengan tatapan penuh kebencian.


"Perkataan Countess benar, Selaku orang tua dari Shirley, saya dan mewakili Tuan Viscount of Alchera menyatakan keberatan atas apa yang terjadi kepada Shirley."


Ayah Shirley sekaligus saudara dari Liana berbicara di hadapan semua orang terutama kepada Harol. Viscount Alchera yang merupakan kakek dari Shirley pula mengangguk setuju dengan perkataan putranya.


"Sebaiknya Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya tidak memperkeruh suasana. Apa yang terjadi sudah jelas. Ini hanyalah kesalahpahaman. Dan Nona Alchera terlalu impulsif sehingga berani mengangkat tangan di hadapan seorang baron!"


Regis menyadari tindakan Liana dan keluarga Alchera yang ingin menjatuhkan Alex. Jadi dia pun turun tangan membela sahabatnya.


"Perkataan Governor Morhust adalah hal yang tepat. Nona Alchera baru saja melayangkan pukulan kepada seorang Patriark Keluarga Bangsawan yang merupakan anggota Aliansi kami, saya selaku Pewaris Otilia merasa keberatan atas tindakan biadab yang dilakukan oleh Nona Alchera yang telah menjatuhkan harkat dan martabat dari Baron of  Alexandreia," ucap Clotildy.


Berbeda dengan Regis yang mengetahui pertengkaran internal di keluarga Fertiphile, Clotildy tidak tahu dengan ambisi Liana yang ingin menjatuhkan Alex sebagai pewaris Keluarga Fertiphile. Namun demikian, dia dapat merasakan ketidaksenangan countess dan Keluarga Alchera kepada Alex. Jadi sama halnya dengan Regis, dia pun membela Alex.


Keberpihakan dua pewaris dari dua penguasa county besar yaitu Morhust dan Otilia tentunya mengejutkan semua orang. Situasi ini menjadi tidak baik terutama dengan dukungan Regis dan Otilia ditambah dengan alasan yang mendasari ketidakterimaan keduanya atas tindakan Shirley kepada Alex yakni status Alex yang merupakan seorang baron.


Walaupun baron adalah status bangsawan rendah, tetapi tetap saja itu adalah gelar yang dipegang oleh seorang kepala keluarga dinasti bangsawan yang memiliki suara di House of Lords.


Jadi biarpun Shirley adalah anak seorang viscount, dia tidak bisa sewena-wena kepada Alex yang notabenenya adalah seorang Kepala Keluarga bangsawan dan pemilik gelar bangsawan peerage[1].


Namun tidak sampai disini saja. Count of Yorksall tanpa disangka-sangka juga membela Alex.


"Baron of Alexandreia adalah penyelamat wilayah saya. Dia adalah seorang orator hebat dalam parlemen. Tentu tuduhan tidak beralasan yang diberikan kepadanya oleh seorang anak perempuan yang masih labil adalah sesuatu yang memalukan. Walaupun saya bukan orang tuanya tetapi semenjak kehilangan semua pewaris dan keturunan yang saya miliki, saya sudah menganggap Baron of Alexandreia sebagai anak saya sendiri."


"!!"


Ini mengejutkan semua orang. Memang benar, semua anak Count of Yorksall telah gugur dalam perang feodal melawan Canadia. Namun ucapan yang baru saja dikatakan oleh Yorksall seperti sebuah deklarasi bahwa dia baru saja menetapkan Alex sebagai anak adopsinya dengan menjadikan dirinya sebagai ayah baptis bagi Alex.


Semua orang termasuk Liana, Viscount of Alchera, bahkan sampai Harol terdiam dengan semua ini.


Tiga orang penting yang mewakili tiga  county dalam Koalisi Sandwealth baru saja menyatakan dukungannya kepada Alex.


Tidak hanya Harol, bahkan Franz juga terkejut.


Dia sudah mengumpulkan orang yang berpihak kepadanya. Sungguh, orang ini sangat berpotensi sebagai penerus Count. Sebaiknya aku meninggalkan kesan baik kepadanya.


"Tuan Count, saya juga setuju dengan perkataan Count of Yorksall, Governor Morhust, dan Nona Muda Otilia. Tindakan Nona Alchera yang menyerang Baron of Alexandreia sekaligus merupakan penerus Tuanku adalah sesuatu tidak bisa diterima. Saya menyarankan untuk membawa kasus ini ke pengadilan kebangsawanan atas tuduhan lese noblesse."


"!!"


Harol tidak menolak atau pun mengiyakan.  Ia dapat melihat ketakutan di mata Liana dan di mata seluruh keluarga Alchera. Namun tidak ada diantara mereka yang berani membantah terutama melihat tekanan dari empat orang  hebat yang mewakili empat wilayah besar secara kentara menyatakan dukungan mereka kepada Alex.


Harol tidak pernah menyangka, ternyata anaknya memiliki bakat untuk menjadikan orang-orang besar memihaknya.

__ADS_1


Note:


peerage[1]: sistem hukum yang secara historis tersusun dari beberapa gelar kebangsawanan (biasanya turun-temurun). Contohnya hierarki bangsawan Eropa (dari rendah ke tinggi): baron > viscount > count > marquess > duke > king


__ADS_2