
Archentioch, ibukota Artchania Kingdom, selain menjadi pusat pemerintahan, kota ini pula adalah salah satu kepingan surga bagi para petualang.
Di kota tercinta ini, berdiri kokoh bangunan yang menyimpan berbagai peluang bagi para petualang. Sebuah dalil bagi para petualang untuk tetap tinggal.
Bangunan yang menjadi pusat administrasi guild petualang di negeri ini disebut Blue Shapire. Bangunan bak istana ini adalah bukti dari kekuatan dan independensi serikat petualang terhadap kerajaan.
Seorang resepsionis cantik dengan gaunnya yang indah serta dandanannya yang terlihat natural terus tersenyum. Ia adalah seorang resepsionis yang sangat profesional. Walaupun setiap entitas yang mendatanginya penuh dengan keanekaragaman intrik dan karakter, ia tetap tersenyum menghadapi itu semua.
Senyuman adalah senjata absolut yang harus bisa dikuasai seorang resepsionis. Dengan senyuman bisnisnya yang menjadi tabir tabiatnya, ia akan tetap dapat hidup di dunia resepsionis yang begitu kejam.
Semua masalah di dunia ini telah ia hadapi. Dimulai dari ancaman pembunuhan, perampokan, pencurian, dan pelecehan adalah makanan sehari-hari seorang resepsionis. Ia hanya berharap, dengan beban hidup yang begitu besar, ia dapat menenggelamkan wajahnya ke pelukan seseorang. Seseorang yang dapat ia percayai, yang ia cintai, dan yang ia segani. Resepsionis ini telah lama berjuang seorang diri. Ia telah lama hidup sebagai solo player di dunia yang kejam dan fana ini (jomblo). Sudah tiba waktunya untuk beristirahat dan mempercayai seseorang untuk melindunginya.
Pintu terbuka. Pintu masuk blue shapire terbuat dari kaca. Dari pintunya saja sudah sangat terlihat seberapa berkelasnya bangunan ini.
Dari pintu itu terdengar beberapa langkah kaki masuk. Para resepsionis sudah siap dengan senjata pamungkas mereka .... senyuman. Mereka sudah siap menghadapi orang baru itu. Apakah ia seorang petualang, klien, bangsawan, atau bahkan penjahat telah mereka antisipasi dengan sebuah senyuman dan persiapan retorik untuk perang kata-kata.
Seorang pria baru saja masuk. Tepatnya seorang petualang yang berpakaian hitam dengan jubah menutupi tubuhnya. Sebagian wajah pria itu ditutupi oleh kain kecuali pada bagian matanya.
Pria itu berjalan ke papan pengumuman, tempat para petualang mencari quest yang mereka inginkan.
Sayangnya setelah lama mencari, dia tidak menemukan quest yang dia inginkan.
Pria itu lantas berjalan ke tempat para resepsionis berada dan menanyakan misi yang relevan baginya.
"Maaf Tuan Petualang tetapi kami tidak memiliki misi seperti yang Anda inginkan untuk sementara waktu," ucap seorang resepsionis.
Resepsionis itu berbicara kepada petualang itu dengan senyum canggung setelah mencari dokumen-dokumen yang menunjukkan daftar quest yang tersedia.
Petualang itu lantas menghela nafas sedih.
"Jika Anda tidak keberatan, kami akan memasukkan nama Anda di daftar tunggu. Anda bisa mendapatkan prioritas pengambilan quest eksklusif yang Anda inginkan hanya dengan beberapa koin."
Resepsionis itu menjelaskan sebuah pelayanan baru dari quest. Sebagai seorang karyawan, tentunya resepsionis itu sudah dilatih untuk menjadi seorang marketing yang handal. Jadi dia menjelaskan semua keunggulan jasa yang disebut 'daftar tunggu' itu.
__ADS_1
"Jadi aku hanya perlu membayar 18 koin emas untuk mendapat prioritas dalam quest eksklusif?" tanya petualang itu.
"Benar sekali Tuan," jawab resepsionis.
"Berapa lama aku harus menunggu," tanyanya.
"itu tergantung dari quest eksklusif yang terdaftar tetapi biasanya tidak butuh lebih dari seminggu untuk quest yang Anda inginkan. Selain itu jika Anda tertarik Anda bisa membeli dua paket 'daftar tunggu' dengan manfaat Anda mendapatkan diskon 10% dan gratis mendapat prioritas di 'daftar tunggu' lain."
Resepsionis menawarkan sebuah event yang cukup menggiurkan. Satu daftar tunggu hanya berlaku untuk satu quest dan berarti jika petualang itu mendaftarkan namanya di dua daftar tunggu artinya dia mendaftarkan dirinya di dua quest berbeda dan karena ada event maka otomatis dia juga akan terdaftar di daftar tunggu dari quest lain.
Namun sayangnya petualang itu tidak tertarik jadi dia hanya membeli satu daftar tunggu.
"Baik tolong berikan identitas petualang Anda," ucap Resepsionis.
Petualang itu memberikan plat petualangnya kepada resepsionis untuk di data.
"Baiklah Tuan Fritz terima kasih sudah mendaftar," ucap resepsionis itu sembari memberikan kembali plat kepada Fritz.
Namun siapa yang menyangka, dari arah belakang, Fritz dipanggil oleh seseorang.
Fritz mengarahkan pandangannya ke orang itu. Dia cukup terkejut karena tidak menduga akan bertemu dengan kenalannya. Jadi ia pun menyapa balik.
"Dennis?"
***
Ryana tidak menyangka akan bertemu Feodora di pontheum. Ia dengan semangat mencoba untuk mengobrol dengan high priestess itu.
Bagi Ryana, Feodora adalah orang yang spesial. Dia adalah wanita yang telah lama mendukungnya baik melalui dukungan mental dan materi.
Feodora sudah seperti ibu kedua baginya.
Keduanya mengobrol bersama sambil berjalan-jalan di sekitaran pontheum. Dikarenakan pontheum ini memiliki taman yang sangat luas, mereka tidak akan merasa bosan.
__ADS_1
Feodora bertanya mengenai keadaannya selama berada di pontheum.
"Anda tidak perlu khawatir Grand Master, orang-orang di sini sangat baik. Saya juga belajar banyak dari pendeta-pendeta di sini," jawab Ryana dengan riang.
"Senang mendengarnya."
"Hmm ... sepertinya tempat ini tidak banyak berubah. Kamu tahu, dulu di taman ini terdapat griffin yang menjaga taman dan pontheum ini," lanjut Feodora.
"Hah? Sungguh?"
Ryana terkejut karena dia belum pernah mendengarnya. Entah itu dari buku ataupun dari omongan orang-orang, bukankah seharusnya mereka mencatat hal yang seunik itu.
"Yah, aku tidak tahu mengapa pihak pontheum tidak sering mempublikasikan hal itu tetapi memang dulu terdapat sekawanan griffin yang dirawat oleh pihak pontheum. Sayangnya dari yang kudengar terakhir kali semua pontheum itu dikirim ke Holy Saintica Iberal Commonwealth States. Tidak jelas apa tujuannya tetapi mungkin mereka digunakan sebagai tunggangan tempur," jelas Feodora.
Griffin adalah seekor magic beast tingkat high class. Bentuk fisiknya adalah makhluk bertubuh singa tetapi bersayap dan berkepala rajawali. Selayaknya singa, makhluk ini menjadi raja hewan buas dan sebagai burung rajawali, ia menjadi raja di udara. Griffin adalah magic beast yang umumnya bisa dijinakan. Sehingga di beberapa kekaisaran atau negara-negara besar lain, terdapat sebuah divisi militer yang diisi oleh para penunggang griffin. Keberadaan griffin rider akan sangat mempengaruhi supremasi udara. Sayangnya di Kerajaan Artchania, tidak ada satupun unit militer yang menggunakan griffin sebagai hewan perang mereka.
Ekspresi hangat Feodora perlahan berubah, ia lalu berhenti sesaat.
Ryana yang melihat mood Feodora yang tiba-tiba berubah lantas ikut berhenti.
"Ada apa Grand Master?" tanya Ryana.
Feodora mantap Ryana dengan pandangan yang dalam seolah matanya itu memperlihatkan rasa enggan dan sedih yang berusaha disembunyikan oleh wanita tua itu.
"Ryana, dengarkan baik-baik. Kita baru saja mendapatkan kabar dari Parthenon. Mereka memintamu untuk datang ke sana."
"Grand Master, apa maksud Anda ini mengenai kondisi ku?" tanya Ryana dengan ragu.
Alih-alih menjawab, Feodora memegang bahu Ryana lalu dengan serius mengangguk kepada wanita itu.
"Percayalah, kamu akan sembuh," ucap Feodora.
Ryana tidak bisa menahan emosinya ketika mendengar perkataan Feodora. Seolah semua beban hidupnya telah diangkat, ia akhirnya bisa meluapkan semua keluahannya di sini.
__ADS_1
Tangis bahagia dari wanita itu telah membasahi pipinya. Ia memeluk wanita tau itu layaknya seorang gadis kecil yang memeluk ibunya.
Ia tidak menyangka akan diberitahukan berita seperti ini. Baginya ini adalah sebuah kabar gembira yang memberitahukan kepadanya bahwa ada harapan baru bagi dirinya.