
Pagi telah menyingsing menandakan hari baru telah tiba. Pagi indah di mana kicauan burung dan kepakan sayap kupu-kupu mewarnai rona bumi yang hijau.
Kegiatan pagi diawali oleh para petani yang bekerja di sawah dengan semangat, para murid yang berlari dengan riang ke sekolah, para pendeta yang memulai harinya dengan doa yang penuh hikmat, dan para pedagang
yang mulai membuka kios mereka. Itulah seharusnya, semua dimulai dengan antusias dan semangat.
Namun hari itu tidak terjadi.
Lebih tepatnya tidak bakal terjadi.
Rumah-rumah telah kosong, sekolah telah ditutup, dan kuil sunyi tanpa kehadiran siapapun.
Dimana semua orang?
*TAK TAK TAK TAK ....
Suara hentakan kaki yang bertalu-talu menakuti burung dan menggetarkan bumi.
Ratusan, tidak- mungkin ribuan orang sedang berbaris dan berjalan dengan rapi.
Mereka memakai perlengkapan berupa pedang, armor, spear, hingga bow. Suara rikikan kuda sesekali terdengar di antara kelompok besar itu.
Apa yang terjadi?
Kenapa begitu banyak prajurit bergerak searah?
Lenastronople, County of Otilia
"Semua bersiap! Tutup gerbang, periksa semua persiapan!"
Sosok pria yang terlihat sebagai pemimpin prajurit berteriak dari atas dinding benteng.
"Periksa semua magic cannon!"
Pria itu kembali berteriak kepada para bawahannya.
Para penjaga benteng kota terlihat berlarian sambil membawa berbagai perlengkapan.
Para pemanah memeriksa semua busur dan anak panah mereka, para swordman mengecek pedang, dan para penyihir memeriksa semua perlengkapan sihir berulang-ulang.
"Kapten!"
Seorang prajurit dari menara pengawas berteriak panik.
Sang kapten melihat prajurit itu mengarahkan tangannya ke depan dengan penuh kegugupan.
Sang kapten memandang ke arah yang ditunjuk sambil menyipitkan matanya.
Ia awalnya tidak melihat apa pun kecuali pepohonan. Ditambah dengan suara langkah kaki dari bawahannya yang berlarian mengganggu konsentrasinya.
"Diam!"
Para prajurit terdiam ketika mendengar teriakan kapten mereka.
Mereka menunggu dan terus menunggu.
*DUG ... DAG ... DUG ... DAG ....
"Ugh!"
Dari kejauhan suara drum perang terdengar bersahut-sahutan.
*KHEEEKK!
Tak lama, ratusan penunggang kuda menampakan wujud mereka dari cakrawala penglihatan semua orang di benteng. Para penunggang kuda itu membawa bendera ordo dan domain mereka.
"Marquess' army ...."
Bendera region dari March of Canadia berkibar dan mengepung Benteng Kota Lenastronople. Selain itu, sebuah bendera dengan background hitam dan memiliki lambang yang identik dengan bendera County of Otilia berkibar bersebelahan dengan bendera March of Canadia.
"Para pendukung Tuan Peter!" gumam para prajurit Lenastronople.
***
Peter Le'Guy Otilia mengawasi dari jauh dinding kokoh dari Lenastronople yang saat ini menjadi target mereka. Di atas benteng itu, berkibar puluhan bendera region dari County of Otilia yang memiliki background putih
dengan lambang yang sama dengan benderanya.
Peter tersenyum kejam memikirkan bagian dari wilayah kekuasaan keluarganya akan diserang oleh dirinya sendiri. Ia harusnya menduga ini dari awal, sejak awal dia tidak akan pernah mendapatkan semua kekuasaan sebagai penguasa county.
Maka lebih baik rebut semua!
__ADS_1
Peter kembali ke pasukannya. Ia menatap bangga dengan total pasukannya yang berjumlah hampir 10.000 orang, ditambah dengan pasukan yang diberikan oleh Marquess of Canadia berjumlah 2.700 orang
sehingga semua berjumlah 12.700 orang.
Sayangnya tidak semua adalah prajurit terlatih. Sekitar 60 hingga 70% hanyalah partisan yang kebanyakan diambil dari latar belakang petani, budak, nelayan, dan mercenaries.
Sehingga secara aktual, prajurit yang terlatih hanya berjumlah 3.800 hingga 5.000 orang. Itupun hanya 10% dari mereka adalah para prajurit yang memiliki role yang berarti mampu menggunakan mana atau aura.
Sisanya hanya prajurit reguler dengan kemampuan tempur manusia normal.
Namun ia tidak perlu takut. Dengan teknologi perang seperti magic cannon yang disponsori oleh koalisi triple-marquess, dan mereka ternyata memiliki kuantitas yang lebih banyak.
Kota ini hanya dijaga 2.000 sampai 3.000 prajurit reguler. Adapun pasukan yang memiliki role kemungkinan tidak lebih dari 200 orang.
"Tuan, pihak Marquess meminta bertemu untuk membahas strategi penyerangan."
Seorang pria kurus yang menjadi salah satu bawahan terkuat Peter memberikan laporannya. Peter mengangguk dan segera pergi ke tempat para komandan untuk
menyusun metode eksekusi penyerangan.
***
Sementara pihak musuh sedang membuat persiapan, di Lenastronople seorang veteran perang yang kembali aktif dan menjadi pemimpin tertinggi seluruh pasukan di benteng kota membuat pertemuan singkat.
"Jadi ada lebih 10.000 orang?"
Lambert, pemimpin dari semua pasukan sekaligus sebagai yang terkuat telah menerima laporan singkat dari pengawas di menara.
"Sir, apa yang harus kita lakukan? Jumlah mereka setidaknya dua kali lebih banyak dari kita!"
Salah satu pemimpin asisten yang berada di bawah komando Lambert bertanya dengan panik. Ia adalah salah satu tertua dan merupakan seorang dengan role knight. Namun saat ini dia sangat putus asa setelah
mengetahui bahwa aliansi musuh memiliki keunggulan dalam kuantitas dan kualitas.
"Sir, lebih baik kita mengungsikan warga dan kabur diam-diam selagi mereka masih bersiap-siap."
"Apa kau bodoh?! Musuh pasti memiliki unit mata-mata yang mengawasi seluruh sudut pintu gerbang! Mustahil kita bisa kabur dengan jumlah orang sebanyak ini."
"Tapi kita harus bagaimana? Mereka sudah berhasil menguasai tiga benteng!"
Perdebatan alot terjadi antar elit militer. Ini membuat keputusan diambil menjadi lambat.
"Sir, kita harus tetap menjaga kota. Setidaknya sampai pasukan dari ibukota county datang."
Suara itu kembali didebat dengan hebat.
"Itu terlalu sulit. Kita tidak punya jumlah yang cukup untuk terus mempertahankan kota. Selain itu makanan kita terlalu sedikit. Sial, kita baru memasuki musim semi. Bagaimana kita bisa mengumpulkan makanan?!"
Akhirnya Lambert tidak sanggup lagi mendengar semua pertengkaran yang terjadi. Ia berdiri dan memandang semua yang hadir.
Para petinggi militer terdiam dan menelan ludah. Tidak ada satupun dari mereka yang berani menentang orang tua ini.
"Hah ... cukup, walaupun kalian terus bertengkar, musuh sudah di depan mata. Kita tidak bisa lagi kabur. Kita hanya bisa melawan, walaupun mungkin adalah pilihan yang salah tetapi lebih baik kita membuat sesuatu."
Lambert berjalan menuju jendela. Ia melihat sekelompok prajurit yang terdiri dari pemuda yang baru saja puber. Berbeda dari prajurit reguler, para prajurit ini hanya memakai senjata kualitas rendah bahkan ada yang
membawa cangkul. Mereka hanyalah partisan dengan latar belakang petani. Mereka tidak memiliki pengalaman militer sebelumnya.
Mereka hanya memiliki 2.500 pasukan reguler dan ditambah 4.300 partisan. Sehingga jika ditotal, mereka memiliki 6.800 prajurit. Namun jumlah lawan dua kali lebih banyak dari mereka.
Lambert tidak mengatakan apa pun matanya sudah cukup mengungkapkan semua pikirannya.
Semoga dewa menerima kematian kami.
*BOOM!
*BOOM!
*BOOM!
Tiga serangan pertama dari pihak penyerang telah dikeluarkan.
Semua magic cannon didorong hingga radar serangannya mengenai dinding benteng.
*BOOM!
*BOOM!
"Awas!"
Dinding benteng dihujani dengan bola api. Puing-puing dinding benteng yang terkena serangan berterbangan.
__ADS_1
"Magic Cannon, tembak!"
*BOOM!
Serangan balasan dari benteng meluncur.
Prajurit Peter dan marquess berada di bagian barat benteng. Di bagian barat hanya terdapat 10 magic cannon yang diletakan di atas
menara-menara. Sementara pihak musuh setidaknya memiliki 50 pucuk magic cannon.
Selain itu magic cannon yang dimiliki pihak musuh memiliki kualitas yang lebih baik daripada milik pasukan dari Lenastronople. Itu dilihat dari jangkauan serangan dan kualitas serangan.
Serangan dari magic cannon milik pihak musuh dapat menembakan sihir hingga tingkat 4. Sementara magic cannon Lenastronople hanya dapat mengeluarkan sihir tingkat 3. Namun itu bukan tanpa kelemahan. Walaupun magic cannon milik lawan jauh lebih kuat tetapi akibat dari
tingkat sihir yang dapat dikeluarkan, dibutuhkan mana dalam jumlah lebih
besar.
Untuk mengoperasikan satu magic cannon setidaknya dibutuhkan 2 orang. Adapun sihir yang dikeluarkan oleh magic cannon adalah Sihir tingkat 3: [Fireball], [Lightning], [Windburst], [Shooting Ice] dan [Wallbreaker]. Tingkat 4: [Explosion], [Falling Storm],[Wind Chain] [Frozenburst], dan [Earthshocker].
Di bawah serangan bertubi-tubi dari magic cannon lawan, sebuah magic cannon benteng mengangkat moncongnya pada jarak maksimal, mengarahkan serangan pada sebuah magic cannon lawan yang sedikit terlalu maju dari yang lain.
"Tembak!"
*BOOM!
Menggunakan [Fireball], serangan itu berhasil menghancurkan sebuah magic cannon lawan.
"Sial, pasukan artileri ambil jarak lebih jauh!"
Pemimpin artileri memerintahkan untuk mundur beberapa meter. Akibatnya badai tembakan magic cannon berhenti.
Hal ini dimanfaatkan oleh pasukan benteng untuk kembali mengisi dan memperbaiki amunisi magic cannon. Mereka berlari ke atas benteng sambil membawa peralatan dan magic stone.
"Sial, mundur! Mundur!"
Sayangnya mereka terlambat. Pasukan pemanah musuh yang jauh lebih banyak juga turun untuk mengganti peran artileri.
"Tembak!"
Pasukan musuh melepas tembakan secara bersamaan. Tidak semua pemanah memiliki class marksman. Kebanyakan hanyalah pemanah pemula sehingga banyak tembakan tidak memiliki jarak maksimal. Namun ...
"Argh!"
"Argh!"
"Mund- ugh!"
Banyak pasukan benteng yang terkena serangan musuh. Kekacauan terjadi. Tidak ada kesempatan melawan balik.
Walau demikian tidak sedikit pemanah musuh yang tewas akibat tembakan magic cannon benteng.
Jarak serangan pemanah lebih pendek daripada artileri. Sehingga ini menyebabkan pemanah menjadi sasaran empuk.
Secara perlahan pemanah lawan kembali mundur. Sementara itu tak berlangsung lama semua artileri telah berada di posisi masing-masing dan kembali menembak.
"Awas! Itu [Earthshocker]!"
Sebuah menara terkena tembakan dari mantra tingkat 4. Menara itu mengalami gempa hebat. Retakan terjadi tetapi itu tidak menyebabkan menara hancur.
Namun serangan-serangan itu tetap berlangsung setidaknya hingga empat jam sampai akhirnya ....
Gerbang telah runtuh!
Hujan tembakan berhenti.
Namun, itu adalah pertanda buruk bagi Lambert dan prajuritnya.
Benteng telah jebol dan dari kehancuran gerbang, Lambert dapat melihat perubahan posisi prajurit musuh.
"Penombak maju!"
Lambert berteriak sekuat tenaga.
Para prajurit yang memiliki tombak dan tameng segera membuat barisan pertahanan. Sayangnya hanya sekitar 50 prajurit dengan class lancer. Akibatnya mau tidak mau para knight harus menggunakan tombak sebagai senjata kedua mereka.
*KHHEEKKK!
Pasukan Kavaleri membawa tombak panjang telah menyusun formasi menyerupai segitiga yang mengarah ke benteng. Kavaleri bergerak dengan cepat. Teriakan kuda dan langkah kaki mereka yang keras mengganti soundtrack perang yang awalnya adalah ledakan dari pasukan artileri.
Kavaleri dan penombak bertabrakan. Tombak demi tombak saling beradu. Perisai demi perisai saling menangkis dan teriakan kematian antar kedua kubu terus bergema.
__ADS_1