
Embun pagi di rerumputan memantulkan cahaya sang surya yang telah mewarnai jumantara dan menyinari pertiwi. Empat kereta yang masing-masing ditarik oleh sepasang kuda terparkir rapi di halaman depan Rumah Fetiphile. Lambang holy hexagon ditambah dengan bendera yang menunjukkan simbol cabang kuil telah menjadi identitas khas untuk mengetahui bahwa pemilik dari empat kereta ini adalah orang-orang dari Presbhenon of Fertihall.
Lacey Edwina Lenyard melihat bentuk mansion dengan ekspresi kagum. Baginya yang hanya anak dari seorang baron kecil, mansion ini sudah seperti istana. Lacey memiliki tujuh belas saudara. Ayahnya berpoligami dengan lima istri dan ibunya adalah istri keempat. Dia anak ketiga dari ibu yang sama dan menjadi anak keempat belas jika menghitung semua saudara beda ibu.
Lacey sejak kecil kurang mendapat kasih sayang. Belum lagi ayahnya kerapkali memberikan pernikahan politik kepada anak-anaknya untuk mendapatkan kekuasaan lebih. Itu sebabnya ia berusaha menjauh, dia tidak ingin orang lain mengatur hidupnya. Ia lebih memilih untuk membuat karier di kuil daripada mewarisi latar belakang kebangsawanannya.
Ia kerap berpikir, apakah anak-anak dari bangsawan tinggi mendapatkan masalah yang sama dengannya. Jika dia tidak salah, Count of Fertiphile memiliki dua istri dan tiga anak. Lacey sesaat merasa kasihan dengan gadis budak yang ia lihat beberapa waktu lalu di pasar. Gadis kecil itu kini menjadi budak di rumah besar ini. Hatinya sakit memikirkan gadis yang hidup di rumah bak istana harus hidup tersiksa siang dan malam.
"Lacey, ada apa?"
Seorang wanita pirang turun dari kereta dan segera mendekati Lacey yang terlihat sedih. Dia adalah sahabat dekatnya, Ryana.
"Tidak, aku hanya memikirkan gadis kecil yang kita temui di pasar beberapa hari yang lalu."
"Ah ...."
Ryana juga tidak bisa tidak kasihan dengan gadis itu. Gadis itu telah menjadi budak pada usia sekecil itu.
"Jangan khawatir, jika ini takdir, kita pasti bisa melihatnya lagi,"ucap Ryana.
Lacey mengangguk lemas. Ia cukup pesimis dengan kejadian itu. Bagaimanapun dia sudah menebak nasib malang gadis itu yang kini menjadi budak anak tertua count yang terkenal sebagai sampah. Lacey yakin pria itu akan memperlakukan budaknya dengan kejam.
Lacey memejamkan matanya dan berdoa untuk keselamatan gadis kecil itu.
"Ayah! ayah!"
Lacey mendengar suara kecil anak-anak yang cukup familiar.
Oh sekarang aku bisa mendengar suaranya
"Ayah, gendong."
Sekarang dia bersikap manja dengan orangtuanya. Apa kamu sudah menemui orangtuamu di alam sana?
"Ayah sangat tampan!"
Lihat! Kamu sangat senang di sana sekarang gadis kecil. Iya benar, dunia ini terlalu kejam untukmu. Tenanglah di alam sana.
Lecey berpikir dia mendengar suara gadis kecil yang ia temui di pasar. Lacey sedang berdoa, ia menduga suara itu adalah suara gadis kecil yang telah pergi dalam damai dari dunia ini setelah mengalami ketidakadilan. Air mata kesedihan dan duka cita mengalir di pipinya. Ia berdoa untuk yang terbaik bagi gadis kecil itu di alam sana.
"Kakak, kenapa kamu menangis?"
"Ha!"
__ADS_1
Lacey langsung membelalakan matanya dan melompat ketakutan. Lacey merinding ketika mendengar suara gadis kecil itu berbicara padanya. Ia berpikir apakah roh gadis itu berubah menjadi roh jahat dan menghantui orang-orang yang pernah ia kenal.
Namun di depan matanya sendiri ia melihat gadis cantik yang terlihat bersih sedang digendong oleh seorang pria muda dan tinggi.
"K-kamu?"
"Kakak, kita bertemu lagi."
Gadis itu tersenyum cerah. Berbeda dari waktu pertama kali mereka bertemu, gadis itu terlihat sangat hidup dan gembira.
"G-gadis kecil!"
Lacey berlari mendekat dan ingin memeluk anak kecil itu. Tetapi ia berhenti di tengah jalan ketika melihat orang yang menggendong gadis itu dengan lembut.
T-tuan Alexander!
Lacey tidak tahu seberapa anehnya keadaan ini di depannya. Serorang bangsawan angkuh dan tak berekspresi yang ia temui beberapa hari yang lalu di pasar kini menjadi mentari pagi yang bersinar dengan senyum lebar? Ada apa ini?
"Senang bertemu dengan Anda, Nona Lenyard ."
Lacey menyadari ketidaksopanannya dengan membiarkan Alex yang memiliki status lebih tinggi darinya memberi salam lebih dahulu. Merasa malu, Lacey memberi salam kuilnya dan mengucapkan perkenalannya;
"Suatu kehormatan bagi hamba untuk bertemu dengan Tuan Muda Tertua Fertiphile. Mohon maafkan hamba atas ketidaksopanan hamba sebelumnya."
Kemudian Ryana yang hanya berdiri diam melihat kebodohan sahabatnya memberi salam kepada Alex. Namun wajahnya sangat merah seperti tomat dan ia tidak berani melihat wajah Alex.
"Senang bertemu dengan Anda, Tuan Muda Tertua Fertiphile. Ini merupakan takdir bagi kita untuk bertemu kembali dan ini menjadi kehormatan bagi hamba."
"Senang bertemu dengan Anda, Nona Rayself. Ini juga adalah kehormatan bagiku untuk bisa bertemu kembali dengan kedua perempuan mulia."
Ryana tidak tahu sejak kapan tetapi ketika ia melihat Alex hari ini dan ketika pria itu tersenyum, seolah ia melihat cahaya bulan. Wajah Alex tidak terlihat hangat tetapi dingin seperti malam sunyi yang tenang dan senyumannya membuat wajah malamnya seolah disinari oleh cahaya sang purnama.
Cahaya bulan yang seberapa lama pun dipandang tidak akan membuat mata perih.
Cahaya bulan yang tidak menghangatkan dan tidak mempengaruhi apa pun.
Cahaya bulan yang hanya menyinari jalan yang gelap gulita dan bersinar di antara sinar bintang yang kelap-kelip.
Seberapa sempurnya wajah itu! Dan yang terpenting bagi Ryana adalah ....
Dia masih perjaka!
Benar! Ryana tidak pernah salah menilai orang, khususnya pria. Ia dapat dengan mudah mengenali para perjaka dan yang tidak. Ini seperti instingnya yang sangat aneh. Sejak pertama kali bertemu dengan Alex, Ryana pada pandangan pertama telah memberi hormat padanya. Sekarang, setelah pria ini tersenyum tulus, jantung Ryana seolah telah meledak.
__ADS_1
"Sepertinya kalian sudah lama menunggu."
Perhatian semua orang kini beralih ke suara lembut itu. Suara itu berasal dari seorang wanita berambut pirang cantik. Ia tersenyum, di sebelahnya kanannya adalah suaminya dan di kiri adalah seorang pendeta wanita tua.
"Ayah, Ibu, Ibu Liana, Nyonya High Priestess Feodora."
Count Fetipihile, Countess Fertiphile dan Nyonya Fertiphile! pikir semua discimpion.
Alex memberi hormat kemudian diikuti oleh semua orang. Selain dia, Ryana, dan Lacey, ada lima discimpion wanita yang juga menunggu di luar.
Semua orang telah berkumpul. Harol tidak pergi ke ibukota karena kesibukannya sebagai penguasa county. Ia secara pribadi menemui orang-orang ini karena untuk melepas kepergian keluargnya ke ibukota. Adapun Liana, dia juga tidak pergi dengan alasan kesehatannya tetapi itu sebenarnya karena dia tidak mau melihat Alex. Dia malah sangat senang Alex pergi dan berharap anak itu tidak akan pernah kembali.
Tiga kereta kuda lain mendekat. Kereta-kereta ini milik Rumah Fertiphile.
Alex dan Clara berpamitan kepada Count dan Countess.
"Aku pergi, Sayang," ucap Clara.
"Hmm, jaga dirimu baik-baik," ucap Harol.
Keduanya berpelukan dan Harol mengecup kening istri pertamanya.
"Liana, bla bla bla ... aku pergi."
"Hati-hati. bla bla bla ...."
Seperti normalnya wanita. Clara pamit kepada Liana dengan keduanya mengucapkan banyak basa-basi haru. Walau demikian kemunafikan dari Liana tertutup dengan rapi di wajahnya. Dia memasang wajah sedih sehingga Clara tidak melihatnya.
Alex juga pamit kepada Harol dan Liana. Harol walau ia terkadang jengkel dengan anaknya yang tertua ini. Namun kasih sayangnya tetap tulus. Akan tetapi, ia masih tidak mau melihat anak angkat dari Alex. Harol sampai sekarang tidak mengakui keberadaan Merry.
Liana masih tetap menyembunyikan kemunafikannya dengan memasang wajah sedih kepada Alex. Namun Alex berbeda dengan Clara. Dia tidak tertipu tetapi sebaliknya ia memasang wajah yang juga munafik.
Clara, Alex, Merry, dan High Priestess naik di kereta yang sama. Sementara Lacey dan Ryana keduanya naik di salah satu kereta untuk para discimpion. Kebetulan atau tidak, para pendeta yang dibawa oleh High Priestess Feodora adalah wanita. Sehingga para pria hanyalah Alex, Justin, beberapa pelayan pria dari Rumah Fertiphile, prajurit kuil, dan para prajurit Rumah Fertiphile.
Setelah semuanya masuk, ketujuh kereta bergerak pergi dari kediaman count. Mereka pergi menuju ke ibukota dengan tujuan berbeda.
Alex, Clara, dan anggota Rumah Fertiphile pergi ke ibukota untuk mengadakan Upacara Kedewasaan bagi Alex.
Adapun High Priestess Feodora dan anggota Presbhenon of Fertihall pergi ke ibukota demi Ryana.
__ADS_1