
Alex tidak pernah melupakan jubah para priest kuil yang sangat pengap itu.
Jubah putih dengan berbagai simbol agama hexatheisme digunakan oleh banyak orang disini.
Alex cukup penasaran mengapa pihak kuil harus berada di kantor perdana menteri.
Rasa penasaran Alex akhirnya terjawab ketika mereka sampai di pintu ruang pertemuan.
Staf senior yang memimpin Alex mengetuk pintu dan memberitahukan kedatangan Alex.
Alex dipersilahkan masuk dan apa yang ia lihat di dalam ruangan rapat itu ternyata cukup mengejutkan.
Pangeran pertama dan kedua ... para count dan bahkan pontifex, pikir Alex.
Dalam ruang rapat itu dihadiri oleh pangeran pertama, Prince William Frederic Charteris Augustus; pangeran kedua, Prince Henry Francois Gregorius Augustus; Pontifex of St. Castelius Pontheum, Eliarius Xavier Augustus; Duke of Sandwealth, dan para count dari koalisi politik Sandwealth-Norchaster semuanya hadir.
Bahkan Countess of Otilia juga, pikir Alex.
Setelah sekilas melihat orang-orang yang hadir, Alex lantas memberikan salam bangsawannya.
Tentunya karena semua adalah bangsawan agung dan pangeran yang posisinya lebih tinggi dari Alex, ia harus menunduk hormat kepada orang-orang itu. Walaupun sebenarnya Alex enggan dan sangat membenci hal itu tetapi pada akhirnya ia melakukannya.
Alex juga melihat sekumpulan pejabat eselon tinggi baik dari kalangan sipil dan militer. Namun apa yang membuat dia ragu adalah dia menyadari bahwa tidak ada bangsawan kepala keluarga dengan gelar viscount ke bawah di sini.
Kecuali beberapa kepala keluarga dari bangsawan rendah yang merangkap menjadi deputi di suatu kementerian atau merangkap pejabat militer, tidak ada bangsawan rendah yang murni mewakili dinastinya, pikir Alex.
Hal itu membuat Alex bingung. Namun rasa bingung Alex harus terhenti karena perdana menteri segera menyambutnya.
"My Right Honourable Lord of Alexandreia, akhirnya Anda datang. Silahkan duduk Tuanku."
__ADS_1
"Terima kasih My Highness."
Alex duduk ditempat yang telah disediakan. Itu bersebelahan dengan Regis dan Countess of Otilia.
Alex cukup terkejut karena kehadiran dari Countess of Otilia alih-alih Count of Otilia.
Ini adalah pertemuan formal perdana dari sang countess setelah fief war terjadi. Kehadirannya dapat menjadi isyarat bahwa Otilia sudah mulai stabil atau mungkin sebuah langkah politik untuk tetap menjaga legitimasi sang countess sebagai penguasa Otilia secara suo jure[1].
Ketika Alex duduk, dia langsung disambut dengan riang oleh Regis dan Countess of Otilia. Namun tak jauh dari mereka, Harol menatap Alex dengan tatapan khawatir.
Ia tidak menyangka nama anaknya akan disebut-sebut oleh para count. Orang yang pertama kali menyebut nama anaknya adalah Count of Yorksall kemudian disetujui oleh Regis dan pihak Otilia. Tidak hanya itu, sepertinya perdana menteri juga mengenal anaknya.
Apa yang sudah dia lakukan? pikir Harol.
"Tuanku Alexandreia, terlebih dahulu saya secara pribadi meminta maaf karena secara tiba-tiba meminta bertemu dengan Anda," ucap perdana menteri dengan sopan.
Alex membalas sambil memberikan senyum ramah. Namun tentu saja dibalik senyuman itu, dia sebenarnya memaki perdana menteri karena telah mengganggu aktivitasnya.
"Tuanku Alexandreia, alasan kami meminta bertemu denganmu adalah perihal kondisi March of Canadia. Seperti yang Anda ketahui, Canadia saat ini ditimpa oleh musibah wabah yang masih belum diketahui. Saat ini semua wilayah tetangganya utamanya Yorksall, Otilia dan Hildalion merasa khawatir jika wabah tersebut menyebar ke daerah mereka. Selain itu, saya sebagai perdana menteri juga khawatir mengenai wabah tersebut. Itu sebabnya kami memanggil Anda untuk dapat membantu kami menangani masalah itu."
"Tuanku, saya tidak terlalu mengerti bagaimana partisipasi saya dapat membantu kebijaksanaan tuanku. Namun jika memang saya dapat membantu, maka saya dan wilayah saya dengan senang hati akan melakukannya demi agama, bangsa, dan negara."
Jawaban Alex yang rendah diri dan patriotis ternyata disukai oleh semua orang terutama Pontifex dan para pangeran. Mereka mengangguk puas dengan jawaban Alex.
Ketika perdana menteri hendak memberitahukan apa yang harus dilakukan oleh Alex, ternyata pangeran pertama meminta untuk memberitahukan hal tersebut secara pribadi.
"Tuan perdana menteri, bolehkah saya yang memberitahukan hal tersebut kepada Tuan Alexandreia?" tanya Pangeran William.
"Tentu saja My Highness," balas perdana menteri.
__ADS_1
"Tuan Alexandreia, saya ingin Anda memimpin pasukan dari kerajaan untuk memblokir seluruh akses masuk dan keluar dari Canadia. Kami pihak kerajaan, kuil, dan para bangsawan sepakat untuk mengirim pasukan yang jika ditotalkan sebanyak 54 ribu orang. Kami ingin Anda lah yang memimpin seluruh pasukan itu."
Jika boleh jujur, Alex sebenarnya cukup terkejut dengan jumlah sebanyak itu. Jika dia ingat, bahkan ketika fief war terjadi di Otilia, jumlah pasukan paling banyak adalah 30 ribu sampai 40 ribu orang yang termasuk para partisan. Terlebih jumlah sebanyak itu akan secara pribadi dipimpin olehnya.
"Maaf My Highness, saya masihlah seorang pemuda yang hanya memiliki wilayah yang berisi kurang dari seribu orang. Saya pula tidak memiliki pengalaman memimpin pasukan sebanyak itu. Sekiranya Tuanku dapat kembali mengkaji ulang penilaian tuanku terhadap saya."
Pangeran William tidak langsung membantah ataupun membujuk Alex. Dia diam dan hanya melihat Alex dengan ekspresi tertarik. Sepanjang pengalamannya, setiap kali seorang bangsawan mendapat amanah untuk memimpin pasukan dari kerajaan, mereka akan penuh suka cita dan penuh rasa percaya diri. Itu tidak lain untuk meningkatkan nilai bangsawan itu sendiri di depan royalty dan bangsawan lain. Jadi ini untuk pertama kalinya dia melihat seorang bangsawan muda yang sangat berhati-hati dan rendah diri layaknya seorang penatua veteran perang dengan segudang pengalaman.
"Tuanku sepertinya Anda menilai rendah diri Anda sendiri. Anda adalah anak tertua dari seorang bangsawan agung yang memiliki kemampuan pedang yang diakui seluruh kerajaan. Anda pula adalah orang yang memiliki pengaruh besar dalam mendamaikan fief war antara Otilia dan Canadia serta memenangkan Yorksall dan Otilia dalam parlemen. Anda juga memiliki citra yang baik di hadapan seluruh bangsawan dan pewaris mereka utamanya Morhust, Otilia, dan Yorksall. Selain itu, dibandingkan seluruh daerah lain di sekitar Canadia, wilayah Anda memiliki progress pembangunan tercepat. Sehingga tidak ada satupun bangsawan di wilayah selatan kerajaan yang memiliki kapabilitas yang setara dengan Anda," jelas Pangeran William.
Untuk sesaat Alex merasa senang dengan pujian seperti itu. Bagaimanapun sebagai archdeus, dia memang sangat senang untuk dipuja dan dipuji. Namun tiba-tiba Alex menyadari sesuatu.
Mereka sudah mengamati daerahku?!
Sepertinya semua orang di ruangan ini sudah mengetahui perkembangan dari Barony of Alexandreia. Alex sepertinya terlalu menganggap remeh kemampuan intelijen negara sehingga ia tidak menyadari bahwa dia dan wilayahnya sudah diawasi.
Namun terlepas dari itu, adalah fakta bahwa di daerah selatan hanya Alex yang memiliki kapabilitas untuk memimpin pasukan sebanyak itu. Alasannya pertama, seluruh bangsawan baik itu Otilia dan sekutunya serta Yorksall dan sekutunya berada pada masa-masa terburuk. Selain itu, county itu sedang mengalami krisis yang kompleks. Terutama Otilia yang baru saja mengeksekusi para bangsawan rendah yang mengkhianati mereka selama fief war yang kebanyakan adalah para baron yang berbatasan langsung dengan Canadia. Ditambah, walaupun Hildalion dan sekutunya berbatasan dengan Canadia tetapi tidak ada bangsawan yang menonjol dari pihak Hildalion sehingga sangat sulit untuk mencari bangsawan rendah yang memiliki kapabilitas untuk memimpin pasukan sebesar itu.
Alasan kedua, Alex pernah secara langsung head to head dengan prajurit Canadia sehingga dengan kekhawatiran jika Canadia melakukan penolakan dan mengerahkan pasukan untuk menentang isolasi terhadap daerahnya, pengalaman Alex diharapkan dapat membantu kemenangan pasukan kerajaan.
Alasan ketiga, karena apa yang terjadi di Canadia berhubungan dengan penyakit aneh dan misterius serta menular, para bangsawan agung dan para pangeran takut untuk memimpin pasukan mereka secara langsung. Selain itu negara juga tidak mau mengambil resiko jika ada bangsawan agung atau pangeran yang gugur karena penyakit.
Jadi dengan semua alasan tersebut, mereka mengharapkan partisipasi Alex dalam kebijakan ini. Tentu saja Alex tidak dapat menolak mengingat semua orang di dalam ruangan ini memiliki hierarkis yang lebih tinggi darinya. Bahkan Harol pun sepertinya berhati-hati mengambil tindakan. Walaupun dia khawatir dengan kesehatan Alex jika harus pergi ke tempat yang penuh wabah, tetapi melihat seluruh afiliasi politiknya mendukung kepemimpinan Alex bahkan para pendeta terlihat menyetujui hal tersebut, Harol berada dalam dilema antara khawatir dan rasa bangga.
Jika para petualang Orion melihat kondisi Alex yang saat ini 'dipaksa' untuk menjalankan sebuah misi, mereka pasti akan tertawa dengan sangat puas.
Note:
suo jure[1]: frase yang digunakan dalam bahasa Inggris berarti "dalam dirinya sendiri". Hal ini biasanya ditemui dalam konteks gelar bangsawan atau monarki yang berkuasa karena atas nama dirinya sendiri bukan karena pendampingnya.
__ADS_1