THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
CONVINCE ME(4)


__ADS_3

Harapan tak akan pernah sirna, merupakan suatu pernyataan yang sering didengar dan sering pula dilontarkan. Bagi sebagian orang, itu tidak lebih dari motivasi belaka tetapi bagi sebagian yang lain itu adalah salah satu pegangan hidup mereka.


Tak berselang berhari-hari setelah kedatangan Joan, sebuah surat dikirim ke Shining Golden Pavilion.


Surat itu diserahkan kepada Clotildy.


Ketika Clotildy melihat simbol kebangsawanan Fertiphile menjadi segel amplop, tangannya tidak bisa tidak bergetar.


Joan yang berada di sampingnya perlahan menenangkannya.


Clotildy menarik nafasnya. Jika ini dia yang dulu, dia tidak akan seserius ini hanya untuk sebuah surat, tetapi sekarang seolah surat ini adalah satu satunya tali harapan dan penyelamatnya.


Dia membuka suratnya. Membaca kata demi kata.


"!!"


Dia tidak salah baca.


"Kita akan segera bertemu dengan Governor."


Clotildy hanya mengeluarkan suara dengan tenang. Namun karena ruangan ini telah sunyi begitu lama akibat semua orang sedang fokus menunggu apa isi dari surat itu, sehingga suara sekecil apapun dapat didengar oleh semua orang.


Pada akhir mereka membuat wajah yang tenang seolah beban yang telah lama berada di kedua bahu mereka diangkat.


Joan juga tidak lupa menenangkan Clotildy.


Saat ini emosi Clotildy berada pada kondisi yang kurang stabil. Joan yang merupakan bawahan sekaligus teman masa kecilnya tidak tega melihatnya menjadi seperti ini.


Joan merasa sangat tidak puas dengan bagaimana perilaku pihak Fertiphile memperlakukan nona-nya seperti ini.


Jika memang mereka dari dulu ingin menolak bantuan, cukup berikan surat penolakan jangan biarkan pihak lain harus menunggu hingga membuat kesehatannya menurun derastis seperti ini.


Namun terlepas dari semua keluhan di hatinya, Joan tidak menunjukkan itu di wajahnya.


Pertemuan yang diajukan oleh pihak county adalah 8 hari kemudian.


Selama hari-hari menunggu, Clotildy terlihat jauh lebih bugar.


Nafsu makannya pun mulai berada pada tingkat normal.

__ADS_1


Walaupun tubuhnya masih sedikit kurus dari biasanya, tetapi dia tidak seburuk kondisi ketika dia harus menunggu respon dari pemerintah county.


Pada hari ke-8 di pagi hari, beberapa kereta kuda mewah telah terparkir rapi di depan penginapan.


Clotildy yang diikuti oleh Joan dan bawahan yang lain keluar dengan menggunakan pakaian formal.


Walaupun Clotildy adalah seorang eques, tetapi posisinya sebagai seorang bangsawan agung membuatnya lebih memilih menggunakan gaun bangsawan daripada pakaian militer. Sementara bawahnya justru sebaliknya mereka lebih memilih memakai armor daripada gaun walaupun sebagian besar dari mereka adalah bangsawan pula.


Kereta itu membawa mereka melewati seluk beluk kota dari jalur jalan utama hingga akhir memasuki halaman mansion.


Mansion milik Count of Fertiphile memang terlihat tidak tidak semewah dari mansion milik Count of Morhust dan bahkan sedikit lebih sederhana dari mansion milik Countess of Otilia. Mungkin karena mansion Fertiphile lebih terkesan dibuat untuk tujuan fungsional sehingga terkesan tidak terlalu mewah untuk sekelas hunian yang ditinggali oleh bangsawan tingkat atas. Walau demikian, itu jelas tidak mengurangi kesan dari keagungan sang count. Malah desain mansion-nya yang sederhana itu membuat count memiliki citranya tersendiri.


Ketika mereka turun dari kereta, tidak banyak pemandangan yang bisa dilihat. Di sepanjang mata memandang hanya taman yang dipenuhi oleh pepohonan dan bunga-bunga yang ada. Tidak terdapat hal unik seperti yang pernah dilihat Joan di mansion Morhust.


Seorang pelayan tua menyambut mereka.


"Nona Muda Otilia dan tuan-tuan dan puan-puan semua, saya bernama Alen memegang posisi sebagai kepala pelayan Rumah Fertiphile mengucapkan selamat datang di mansion kami."


Setelah mengucapkan sapaannya, pelayan tua yang menjadi kepala pelayan tersebut meminta mereka untuk menitipkan senjata yang mereka bawa.


Ini adalah prosedur normal.


"Nona Muda Otilia dan para Tamu yang terhormat. Silahkan ikuti saya untuk menemui Tuan Governor. Mungkin para tamu yang terhormat telah mengetahuinya, saat ini posisi pemerintahan dalam waktu sementara sedang dipegang oleh Tuan Muda Tertua Fertiphile sebagai Interim Governor. Disebabkan sang Lord Fertiphile ikut serta dalam perang mempertahankan kerajaan kita."


"Terima kasih untuk informasinya. Saya berdoa kepada para Dewa demi keselamatan Lord Fertiphile."


Walaupun Clotildy dan semua bawahannya sudah tahu, tetapi mereka masih tetap memberikan ucapan apresiasi kepada kepala pelayan untuk menghargainya.


Mereka pada akhirnya memasuki ruang pertemuan.


Di dalamnya, mereka melihat seorang pria yang duduk layaknya seorang pemimpin. Di kiri dan kanannya berdiri sepasang knight sebagai penjaga.


Namun yang sedikit mengejutkan, beberapa orang yang terlihat sebagai pejabat tinggi county juga hadir di dalam ruangan ini.


Setelah mereka masuk, mereka berlutut kecuali Clotildy yang berada di depan kelompoknya hanya memberikan salam bangsawan kepada Tuan Muda Tertua Fertiphile.


"My Lord, saya Clotildy D'Magnarie Otilia, Putri Tertua dan perwakilan dari County of Otilia mengucapkan terima kasih yang sangat mendalam karena telah mengizinkan saya untuk bertemu dan melihat Keagunganmu Yang Teramat Mulia," ucap Otilia.


"My Lady, saya Alexander Ivanov Fertiphile, Putra Tertua dan Interim Governor dari County of Fertiphile merasa sangat terhormat atas kehadiran Keagunganmu Yang Mulia di county-ku yang tercinta."

__ADS_1


Keduanya memberikan salam dengan sangat baik dan formal. Mereka saling menghormati sebagai sesama anak dari bangsawan agung.


"My Lady, terlebih dahulu saya meminta maaf karena Anda telah lama menunggu kebijaksanaan kami untuk dapat bertemu dengan keagunganmu. Sebagai Interim Governor, saya merasa malu setelah mendengar keagunganmu telah lama menunggu kebijaksanaan kami."


"My Lord, jika waktu dapat dikorbankan untuk bisa bertemu dengan Keagunganmu, saya sama sekali tidak keberatan, Tuanku. Saya sangat senang Tuanku ingin bertemu dengan saya saat ini."


Alex hanya memberikan anggukan yang menunjukkan sudah cukup untuk saling meminta maaf. Pada akhirnya Alex bertanya kepada Clotildy alasan dia datang kesini.


"My Lady dan para knight yang terhormat sudah jauh-jauh kesini. Dengan izin keagungan Nona-ku, saya ingin bertanya mengenai maksud Nona-ku untuk datang ke county-ku yang tercinta dan apa yang dapat aku dan count-ku berikan demi keagungan Nona-ku?"


Sama halnya seperti Joan yang menceritakan kondisi terakhir county-nya, Clotildy juga melakukan hal yang serupa.


"Jadi begitu. Baiklah, saya mengerti. Jadi apa yang dapat saya dan county-ku berikan untuk Keagunganmu, My Lady ?"


"Kami ingin mengajukan permohonan kepada Tuanku; Mereka mengatakan bahwa Tuanku memiliki prajurit-prajurit yang tangguh. Jika Anda tidak keberatan, kami memohon kepada Tuanku untuk mengirimkan pasukan dalam membantu bersama melawan invasi terhadap wilayah kami yang dilakukan March of Canadia."


Berbeda dengan Regis yang seolah berpikir sebelum menjawab, Alex dengan cepat membalas permintaan Clotildy.


"My Lady, saya sangat prihatin dengan kondisi county-mu saat ini. Namun sayangnya Tuanku Count telah melakukan marching atas perintah Yang Mulia Raja kita Yang Amat Disayangi. Saya khawatir, saya tidak dapat memberikan jumlah prajurit yang Keagungan Anda butuhkan."


Sebelumnya, Alex telah berdiskusi dengan seorang petinggi county mengenai jumlah prajurit yang saat ini ada ada di county. Jumlahnya sangat sedikit dan kemungkinan hanya cukup untuk menjaga county.


Clotildy hanya diam ketika mendengar jawaban itu. Dia tidak tahu harus berkata apa. Dia sebenarnya memperkirakan itu. Namun entah harapan irrasional apa yang tetap ada di hatinya seolah dia mengharapkan keajaiban muncul saat ini.


"My Lord. Saya mengerti, Lord Fertiphile sedang menjalankan tugas mulia yang ditugaskan dari Yang Mulia Raja kita Yang Tercinta. Saya berharap Lord Fertiphile kembali dengan selamat."


Clotildy ingin mengakhiri pertemuan ini. Dia kini harus menerima kenyataan bahwa tidak ada yang bisa membantu county-nya.


"My Lady, saya ingin menanyakan sesuatu."


"Iya My Lord. Anda ingin menanyakan apa, Tuanku?"


"Fief War yang telah terjadi di County of Otilia dimulai pada awal musim semi dan sekarang telah memasuki akhir dari musim semi. Saya ingin bertanya, My Lady, mengapa saya masih belum mendapat undangan dari Yang Mulia Raja kita Yang Dikasihi Tuhan untuk menghadiri rapat Parlemen? Mungkin ini, sedikit kasar, tetapi My Lady, apakah county Anda sudah mengirim surat permohonan pembukaan rapat parlemen kepada Yang Mulia Raja kita Yang Agung?"


Clotildy tersadar. Itu benar, seharusnya rapat parlemen sudah berlangsung jauh hari jika dia menghitung waktu kepergiannya ke Fertiphile. Namun mengapa sampai sekarang parlemen belum bersidang?


Ini adalah hal penting, peran sidang parlemen sangat berpengaruh terhadap fief war. Jika di parlemen, Otilia berhasil menang, maka ini bisa memberikan hasil yang signifikan terhadap fief war.


Clotildy tidak dapat menjawab. Jika dia mengatakan dia tidak tahu mengapa sidang belum dibuka, itu sama saja menunjukkan ketidakmampuannya dan kurangnya kapasitasnya sebagai perwakilan Otilia. Sementara jika dia mengatakan bahwa sidang itu belum dibuka karena raja belum mentitahkannya, itu sama menyalahkan raja dan dia dapat terkena lese majeste.

__ADS_1


__ADS_2