
Tiga orang duduk di hadapan meja berbentuk bundar. Daripada mengatakan mereka adalah orang, lebih tepatnya mereka adalah eksistensi teragung dan termulia di seluruh semesta, merekalah Archdeus.
Almadeus Elyuden Heliohine, the God Emperor.
Eldeus Jarbelgod Lithorin, the Grand Alive.
Sheol Rú-Arhamein Eruniroi, the God of Unlife and the Dimensioner.
Ketiganya duduk setara. Mereka berada pada ruangan yang sama di alam yang sama yakni Surga tingkat ke-7, Olympus.
Sangat jarang bagi ketiganya untuk berkumpul. Ini adalah momen historis. Para aesir, archangel, angel, vanir, undead god, demon god, Svartalfar, valar, amesh, ljosalfar, spirit, quetzal, dan avariel bahkan fallen, meins, dan titan mengalami kegugupan karena kehidupan seluruh makhluk di alam ini akan segera ditentukan. Mereka menarik napas dalam-dalam, apakah dunia ini akan berakhir? Apakah Armagedon telah tiba?
"Baiklah, kita mulai!"
Grand Alive sang Penguasa Hereafter (Alam Roh) membuka pertemuan ini. Setiap archdeus sebenarnya memiliki peran tersendiri apabila ini ada kaitannya dengan trilateral mereka, apakah itu konflik dan kebijakan, Grand Alive akan selalu berperan sebagai hakim dan penengah, God Emperor akan menjadi seorang regulator, sementara God of Unlife adalah eksekutor.
Grand Alive memiliki sosok layaknya penatua dengan kumis dan jenggot putih panjang. Jika dilihat secara fisik, dialah tertua karena dua lainnya terlihat lebih seperti berumur 20-an. Namun faktanya, Grand Alive adalah yang termuda di antara para achdeus.
Grand Alive kembali melanjutkan.
"Hmm ... kita berkumpul atas permintaan God Emperor dengan pembahasan menentukan hukum ilahiyah."
Kemudian, God Emperor yang memiliki tampilan seorang kaukasoid dengan rambut pirang dan pupil mata biru memberikan penjelasan.
__ADS_1
"Beberapa waktu lalu aku melihat kehidupan di salah satu dunia yang disebut Lutheihim. Di sana, semua ras dari manusia, elf, bahkan iblis memiliki orientasi seksual yang aneh. Mereka hidup dengan mencintai sesama jenis kelamin."
Grand Alive dan God of Unlife mengangguk. Mereka paham arah pembicaraan ini.
"Artinya, kamu ingin menetapkan hukum ilahi mengenai hubungan seksual dengan kelamin yang sama?" ucap God of Unlife (Sheol).
"Benar. Aku menganggap hal itu cukup aneh dan mengganggu. Bagaimanapun, mayoritas makhluk khususnya yang berakal telah kuciptakan dengan dua kelamin berbeda supaya mereka dapat saling mencintai dan melanjutkan keturunan. Namun, jika laki-laki dan laki-laki atau perempuan dan perempuan malah saling berhubungan ****, bukankah itu melanggar kodratku?"
"Itu sebabnya aku menyarankan bahwa pernikahan sesama kelamin adalah dosa. Terlepas dari makhluk yang kuciptakan ataupun yang kalian ciptakan. Tentunya ini tidak berlaku bagi makhluk aseksual ataupun yang dapat mengubah kelaminnya secara alami," lanjut God Emperor.
"Cukup beralasan. Bagaimana menurutmu, God of Unlife?" tanya Grand Alive.
Sheol menggeleng kepalanya.
Sheol sebenarnya masa bodoh dengan hal seperti. Namun jika homoseksual dan lesbian itu dianggap dosa, maka tugasnya sebagai penguasa neraka akan semakin berat. Sudah jelas, itu karena klasifikasi orang-orang yang akan masuk neraka semakin luas.
Namun sebenarnya ia menyampaikan kebenaran. Mungkin tidak masalah jika itu adalah immortal yang tinggal di alam tinggi seperti heaven, hereafter, empty dan underworld. Para archdeus pasti bisa memberikan pengekangan. Namun makhluk fana? God Emperor telah lama memberikan hukum ilahi tentang kebebasan kepada para makhluk fana yang tinggal di Univorsum. Jadi tidak hanya manusia, bahkan iblis yang tidak memiliki gelar god dan tinggal di Univorsum akan memiliki kebebasan dalam hidup mereka. Yah ... mereka memang pada akhirnya mempertanggungjawabkan semua, tapi sekali lagi ia menekankan jika penyimpangan orientasi seksual sebagai homoseksual dan lesbian dianggap sebagai dosa, maka kelasifikasi calon penghuni neraka akan bertambah. Sehingga jika calon penghuni neraka bertambah, maka bebannya sebagai seorang sipir penjara (Penguasa Neraka) akan bertambah pula. Ini jelas sangat mengganggunya.
"Tapi God of Unlife, jika kita membiarkan itu bukankah potensi kepunahan ras mereka sendiri akan terjadi? Mereka tidak bisa memiliki keturunan. Selain itu, menusuk lubang yang tidak seharusnya akan menimbulkan potensi penyakit," ucap God Emperor.
Sheol akhirnya mengangguk. Melihat dalil kuat God Emperor, sepertinya dia tidak akan mundur, maka lebih baik bagi Sheol untuk menyetujuinya. Namun dia teringat sesuatu.
"Hmm ... lalu bagaimana dengan pernikahan antar ras? Saat ini sudah banyak half-elf dari pernikahan manusia dan elf. Begitu pula half-demon dari manusia dan iblis?"
__ADS_1
God Emperor dan Grand Alive membeku. Itu benar, bagaimana dengan kasus itu? Mereka tidak sadar karena kasusnya jarang tetapi bukan berarti tidak sedikit.
Ruangan sunyi cukup lama sebelum akhirnya ada yang berhasil mendapatkan ide.
God Emperor menjelaskan,
"Iya kita bahkan tidak memikirkannya, bahkan pernikahan antara elf dan naga pernah terjadi. Lalu bagaimana dengan ini, selama jenis kelaminnya berbeda dan mereka dapat membuat keturunan, maka pernikahan antara ras diperbolehkan."
"Aku kira itu sudah sempurna,"ucap Grand Alive
Sheol juga mengangguk. Itu juga bukan masalah besar.
Akhirnya, satu hukum ilahiyah terbentuk. Hukum yang berasal dari persetujuan para archdeus yang mengikat semua makhluk, khususnya mortal yaitu hukum perkawinan.
♤♤♤
Alex teringat pembicaraan terjadi antara ia dan archdeus lainnya. Itu sudah sangat lama terjadi.
"Ah ah ah ah ah ...."
Suara erangan goblin dan Ryana menyadarkan Alex.
......
__ADS_1