
Malamnya, Alex mengajak kedua anak itu untuk makan bersama di kamarnya. Sangat disayangkan bahwa count dan countess terlihat masih tidak menyukai Merry dan kali ini seorang anak bernama Alpha yang entah dari mana makan di tempat yang sama dengan mereka. Jelas mereka semakin tidak menyukainya jadi lebih baik untuk makan di tempat terpisah.
Setelah Alex mengadopsi Merry, sampai sekarang ia tidak makan di ruang makan keluarganya. Untungnya para tuan itu tidak terlalu menyalahkannya. Mereka sebenarnya berpikir bahwa tindakan Alex sudah tepat karena menjauhkan gadis budak itu dari mereka.
Harol telah selesai makan malam dan langsung pergi ke kamar pribadinya. Ia memiliki dua istri sehingga untuk tidak menimbulkan kecemburuan untuk kedua istrinya, Harol memutuskan untuk tidur di kamar seorang diri. Biarlah ia memberi jadwal kapan ia akan memberikan pelayanan kepada kedua istrinya.
Di kamarnya, Harol tidak langsung tidur, ia duduk di sofa dan membaca beberapa buku yang ia catat sendiri. Sebagai count ia memiliki banyak tugas sehingga terkadang ia menulis beberapa catatan kecil agar tidak terlupa.
Pada beberapa lembar terakhir ia membaca catatannya mengenai laporan tentang Alex. Harol langsung teringat beberapa laporan yang diberikan kepadanya.
Mungkin Liana tidak memerdulikan bagaimana perasaan Alex, tetapi Harol jelas merasa bimbang akhir-akhir ini. Setelah ia mendapat laporan nilai Alex di barak yang terlihat sangat baik, melihat dengan matanya sendiri bagaimana anak pertamanya itu berlatih teknik pedang keluarga, kini dia mendapat laporan dari Cathan dan Rockie bahwa Tuan Muda Tertua mereka sudah dapat menggunakan metode konduksi aura ke sebuah batu.
Aura memiliki karakteristik perpindahan yang cukup unik. Berbeda dengan mana yang dapat menggunakan berbagai objek sebagai pengantarnya, aura lebih spesifik. Aura memiliki dua benda pengantar, yaitu konduktor seperti aneka logam dan air, sementara benda pengantar kedua adalah isolator yaitu benda yang sukar untuk dialiri oleh aura, misalnya kayu dan batu.
Harol jelas kagum dengan bakat anak pertamanya ini. Bahkan pada saat Harol seusia dengan Alex, dia tidak dapat melakukan hal itu.
Harol bukanlah ayah yang jahat. Ia berusaha menyayangi ketiga anaknya secara adil. Namun posisinya sebagai count harus mendorongnya untuk memberikan perhatian khusus kepada anak-anaknya yang berbakat. Dalam sejarah Keluarga Fertiphile, semua count adalah orang-orang yang berbakat sebagai swordmaster of aura.
Harol memang belum terlalu tua. Ia baru berumur awal 43 tahun sementara Liana dan Clara baru berumur pertengahan 30-an. Pada saat Harol berusia 22 tahun barulah ia menikahi Clara. Bagi masyakat di sini, usia 22 tahun tetapi masih jomblo adalah hal tabu. Biasanya ketika para pria berumur 15 tahun dan dinyatakan telah dewasa, mereka akan menikah pada usia tersebut. Namun Harol tetap menunggu, karena ia telah jatuh cinta pada Clara yang lebih muda 7 tahun darinya. Ketika Clara berumur 15 tahun, barulah Harol melamarnya ke pelaminan.
Sayangnya, sudah 5 tahun mereka tak kunjung mendapat momongan. Akibatnya dorongan dari keluarga besar memaksa Harol untuk menikahi istri kedua yaitu Liana. Liana adalah satu-satunya anak perempuan Viscount of Alchera.
Banyak yang menduga bahwa Clara adalah seorang yang mandul. Namun hanya beberapa bulan setelah Harol menikah dengan Liana, ternyata Clara telah hamil. Clara melahirkan Alex pada umurnya yang ke 21 tahun.
Bagi Harol, ia memiliki harapan besar terhadap Alex. Bahkan diantara ketiga anaknya, ia paling berharap bahwa Alex akan menjadi penerusnya. Banyak rintangan yang mereka lalui demi bisa mendapatkan anak bernama Alex.
Jadi bukankah sekarang Alex telah memenuhi harapan Harol?
Bukankah dia berbakat?
Harol tersenyum masam memikirkan semua tekanan yang ia berikan kepada Alex. Anaknya ini pasti telah banyak bertahan dari segala tekanan dan cemoohan. Harol bukannya tidak tahu, ia sangat sadar bahwa Alex telah lama dicap sebagai sampah akibat tidak berbakatnya ia dalam menggunakan pedang. Namun Harol menutup mata akan hal itu.
Namun sekarang bukankah Alex sudah terbukti berbakat?
Harol mulai merasa bahwa mungkin dia bisa memperlakukan Alex jauh lebih baik. Mungkin dia bisa menerima Merry sebagai bagian keluarga demi Alex. Bagaimanapun penilaiannya terhadap anak pertamanya ini telah jauh lebih baik dari sebelumnya.
***
Alex sangat puas kedua anak kecil yang bersama dengannya memiliki nafsu makan yang baik. Merry dan Alpha saat ini berada masa-masa pertumbuhan jadi mereka harus mendapatkan nutrisi yang cukup.
"Apa kalian menyukainya?"
__ADS_1
"Iya Ayah, Merry sangat suka!"
"Heh ... makanlah yang pelan. Liat, makanannya pada belepotan."
Alex mengambil sapu tangannya dan melap wajah Merry yang penuh dengan saus.
Merry tersenyum senang. Dia memang sengaja makan celemotan jika bersama dengan ayahnya. Itu karena ayahnya akan selalu dengan sabar membersihkan wajahnya. Bagi Merry, asalkan ia bisa selalu mendapat perhatian ayahnya, dia akan melakukan apa pun. Tidak peduli walau dia terlihat bodoh asalkan dia bisa menjadi manja kepada ayahnya, kenapa tidak?
Alpha yang melihat keintiman hubungan antara ayah dan anak ini hanya bisa iri dalam hatinya. Ia juga menginginkannya. Alpha selalu ingin seseorang dapat begitu menyayanginya sebagai keluarga.
Setelah selesai membersihkan wajah Merry dari semua saus dan minyak, Alex melihat Alpha yang sepertinya makan dengan lebih lambat.
"Ada apa Alpha? Apa makanannya tidak enak?"
"T-tidak Tuan, ini enak. Tapi aku merasa kenyang."
Tentu saja itu bohong. Entah kenapa nafsu makan Alpha menghilang. Ia hanya ingin segera tidur.
"Begitukah? Yeah ... jika kamu sudah kenyang jangan paksakan untuk tetap makan. Itu tidak baik," ucap Alex.
Walau Alex terlihat tenang tetapi sebenarnya otaknya sedang roaming mencari cara bagaimana bisa memberikan kesan yang baik kepada Alpha. Alex berniat untuk bisa menjadi ayah adopsi Alpha. Adapun soal halangan ke depannya seperti dari Harol atau Liana, dia lebih baik tidak memikirkannya, lebih baik cari cara agar bisa mengadopsi anak ini secepatnya.
"Alpha, berapa usiamu?"
"8 tahun, Tuan."
"Ah! Begitukah? Kamu satu tahun lebih tua dari Merry. Kamu bisa menjadi kakaknya Merry."
Merry juga setuju. Dia sama sekali tidak tahu niatan ayahnya. Jadi dia hanya menyetujui ucapan ayahnya. Jika dia tahu bahwa Alex ingin mengadopsi Alpha, pasti Merry akan sangat marah dan mungkin menangis keras sambil menendang-nendang meja.
"Iya, Kak Al sangat baik! Dia seperti seorang kakak. Ayah, tadi kami bermain bersama di lapangan."
"Begitukah? Bagus, bagus, kalian sudah sangat akrab sekarang."
Alex berpikir bahwa Merry mungkin membutuhkan sosok lain selain dia (ayah). Dia berpikir bahwa itu adalah posisi seorang kakak laki-laki yang akan selalu menjaga dan bermain dengan adiknya. Alex tahu dia tidak bisa selalu bersama dengan Merry jadi posisi kakak sangat penting.
Yeah ... aku rasa Merry tidak akan keberatan jika aku mengadopsi Alpha, pikir Alex.
"Tidak, tidak, aku tidak seperti itu."
Alpha berusaha menyangkal semua pujian yang diberikan kepadanya. Walau ia menolak semua pujian itu, dia sebenarnya sangat senang karena ada orang lain yang memujinya dengan tulus.
__ADS_1
Bang!
Ledakan tiba-tiba di pintu melenyapkan suasana hangat di antara ketiga orang itu. Semua orang refleks melihat ke arah pintu yang telah hancur. Padahal Alex tidak mengunci pintu ini tetapi orang bodoh mana yang menendang pintu sekuat tenaga yang bahkan sampai menghancurkan daun pintu.
Ketiga orang itu secara serentak berdiri dari kursi mereka. Alex melangkah maju dan menyembunyikan kedua anak ini di belakang punggungnya.
Dari pintu, mereka melihat sekelompok orang berjubah hitam masuk. Salah satu di antara orang berjubah hitam itu adalah seorang pria yang berambut pirang dan memiliki jenggot dan kumis dengan warna serupa.
Hanya dia yang tidak menutup wajahnya sementara orang-orang yang bersama dengannya menyembuyikan wajah dengan menggunakan topeng atau kain seperti seorang ninja.
Semua orang berjubah hitam itu membawa pedang yang diliputi oleh aura.
Merry dan Alpha jelas ketakutan. Mereka tahu bahwa orang-orang ini yang masuk tanpa izin tidak memiliki niat yang baik.
"A-ayah ...."
Merry menggigil ketakutan. Ia memegang ekor kemeja Alex dengan erat. Adapun Alpha semakin menyembunyikan dirinya di belakang Alex. Ia sangat familiar dengan wajah pria pirang itu.
Simon!
Alpha tidak pernah berpikir bahwa orang-orang itu dapat mengetahui keberadaanya.
"Tenang, jangan panik."
Alex memenangkan kedua anak di belakangnya. Ini jelas bukan suasana normal yang pernah ia alami.
"Jangan ada bergerak atau berteriak!"
Simon dengan lantang memperingatkan ketiga orang yang berada di ruangan ini. Berkat dari sihir ramalan milik oracle, dia dan kelompoknya dapat dengan mudah menemukan lokasi A-25. Ia memimpin kelompok paling elitnya untuk menangkap A-25.
Simon dan semua bawahannya mengancam dengan mengarahkan pedang aura mereka ke arah Alex.
"Aku harap kalian punya alasan kuat untuk masuk tanpa izin ke tempatku!"
Alex jelas marah dengan orang-orang ini. Dia tentu saja tidak takut dengan orang-orang ini. Tidak mungkin seorang dewa termulia memiliki mental tempe yang ketakutan hanya karena melihat sekelompok orang mengarahkan senjata kepadanya.
Namun Alex tidak bisa bertindak berlebihan. Lawan-lawannya adalah pengguna aura. Selain itu, jumlah mereka jauh lebih banyak. Hanya Alex yang bisa bertarung melindungi kedua bocah ini sementara lawannya berjumlah 10 orang.
"Diam! Serahkan anak laki-laki di belakangmu dan aku tidak akan melukai kalian semua!"
Simon jelas tidak berpikir ceroboh. Walau hanya satu orang, ia tahu bahwa pria tinggi ini adalah keturunan Fertiphile. Siapa pun orang ini dia pasti seorang ahli pedang walau berusia muda.
__ADS_1
Selain itu, mereka tidak bisa terlalu lama di sini. Cepat atau lambat penjaga rumah Fertiphile akan berkumpul. Jika itu terjadi, mereka akan kalah. Walau ia membawa lebih dari 100 orang untuk menyerbu House of Fertiphile, dia pesimis dapat menang. Belum lagi dari 100 orang itu hanya 20 orang yang memiliki role sebagai warrior atau assassin. Sementara sisanya hanyalah prajurit tanpa role.
Berapapun harga yang harus dikorbankan, dia harus bisa membawa A-25 kembali!