THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
NATIONAL EMERGENCY(5)


__ADS_3

Setelah semua pembahasan itu selesai, dan Alex pada akhirnya akan memimpin para prajurit kerajaan untuk mengisolasi Canadia, semuanya mulai membahas hal remeh seperti kerjasama dagang dan manuver politik yang tidak ada sangkut pautnya dengan Alex.


[Tuan Alexandreia, bisakah kita bicara empat mata setelah pertemuan ini selesai?]


Alex terkejut, ia tiba-tiba mendengar suara yang memanggilnya. Namun tidak ada seorangpun yang saat ini mengobrol dengannya. Suara tadi sangat jelas seolah orang yang berbicara itu ada di dekatnya.


Tidak, ini seolah suara itu berasal dari otak Alex sendiri.


Ia secara tidak sengaja melakukan kontak mata dengan perdana menteri. Perdana menteri memberikan senyuman yang penuh makna.


Dia baru saja melakukan [Message], pikir Alex.


[Message] adalah sihir tingkat 4. Sihir ini bekerja layaknya telepati yakni sihir yang membantu komunikasi atau menukarkan informasi tanpa menggunakan indra. Artinya setidaknya dua orang dapat berkomunikasi dengan sesama tanpa berbicara dan terpisah oleh jarak.


Namun [Message] memiliki keterbatasan. Sihir ini tidak dapat digunakan jika cuaca berada keadaan badai dan dengan batas maksimal jarak komunikasi adalah 100 km. Sihir ini memiliki versi yang lebih kecil seperti [Relate] untuk sihir tingkat 2, [Senseshare]  untuk sihir tingkat 6, dan [Telepathia] untuk sihir tingkat 8. Semakin tinggi sihirnya, maka semakin stabil dan jernih informasi yang diberikan serta semakin jauh pula jarak yang dapat dijangkau.


Kajian ilmu sihir mengenai [Message] dan derivatifnya adalah rumpun ilmu sihir yang disebut sebagai Hypnomancy. Itu adalah cabang ilmu sihir yang membahas mengenai  kajian psikologi dan mental dari perspektif ilmu sihir. Seorang penyihir yang fokus pada ilmu hypnomancy akan disebut sebagai hypnomancer, kemudian pada tingkat berikutnya akan dikenal sebagai Illusionist. Sementara tingkat tertinggi akan disebut sebagai somnomancer. Sebenarnya ilmu sihir ini dikategorikan sebagai cabang sihir alternative tetapi anehnya justru banyak digunakan oleh para penyihir tipe spiritual untuk membantu komunikasi dengan partner supranatural mereka.


Alex tidak merespon [Message] yang diberikan oleh perdana menteri. Walaupun sebenarnya ia dapat menggunakan mantra tersebut karena itu hanyalah mantra tingkat 4. Sementara Alex sudah dapat menguasai mantra hingga tingkat 6. Jika dia merespon, itu sama saja dengan mendeklarasikan bahwa dia memang mampu menggunakan sihir. Jika hal tersebut tersebar dan diketahui oleh Harol, ia tidak bisa membayangkan akan bagaimana nasibnya ke depannya.


Namun cepat atau lambat kegusaran ini akan segera terjawab.


Para bangsawan dan seluruh tamu yang hadir terlihat sudah berada  pada akhir percakapan mereka. Sangat banyak kerjasama politik dan bisnis yang dibicarakan di sana. Bahkan beberapa pernyataan pontifex yang sebenarnya cukup dilematis menurut Alex. Kuil meminta agar segala upaya research mengenai wabah ini dan obatnya dilimpahkan kepada mereka secara independen. Tentu hal tersebut tidak langsung diiyakan begitu saja oleh perdana menteri.


Perdana menteri yakni, Duke of Norchaster adalah seorang penyihir terkuat di kerajaan dengan kepentingan serikat penyihir di belakangnya. Tentu saja sebagai kaum cendekiawan, para penyihir juga tergiur untuk meneliti wabah ini. Sehingga perdebatan antara pontifex dan perdana menteri sempat terjadi dan bahkan nyaris berakhir dengan kegagalan kesepakatan. Untungnya para pangeran turun tangan dan sepertinya Pangeran William berhasil menekan perdana menteri untuk menerima syarat dari kuil. Agaknya Pangeran William juga berhasil membaca kepentingan serikat penyihir yang berada di belakang perdana menteri.


Setelah rapat selesai, para tamu hadir mulai berpisah satu sama lain.


Namun tentunya Alex tidak bisa pergi. Jadi ketika Regis memintanya untuk pergi bersama-sama, dia menolak.


"Maaf, aku ada sedikit janji dengan perdana menteri."


"Huh? Sejak kapan kamu menjadi begitu dekat dengan orang-orang Norchaster?" tanya Regis.


Alex hanya mengangkat bahunya pertanda dia juga tidak tahu.


"Yah terserahlah, tapi hanya mengingatkan. Keluargamu merupakan afiliasi dari Sandwealth dan aku rasa kamu sebaiknya harus menjaga jarak dengan Norchaster jika tidak Tuan Count Fertiphile akan sedikit kesulitan di koalisi Sandwealth."


"Ya tentu aku tahu itu. Bahkan jika bisa, aku tidak mau ikut campur dengan lingkaran politik bangsawan. Itu pasti akan jauh lebih baik."


"Well, kamu sudah menjadi baron sekarang. Jadi selamat datang di lingkaran setan ini."

__ADS_1


Ucap Regis sambil membuka kedua tangannya seolah menyambut tamu dari jauh.


Setelah Alex berpisah dari Regis dan berpamitan dengan Harol dan para count serta countess Otilia, dia secara diam-diam dituntun oleh staf senior ke ruangan kerja perdana menteri.


Staf senior ini berbeda dengan staf senior yang sebelumnya menuntun Alex. Kemungkinan besar orang ini adalah orang kepercayaan perdana menteri.


Setelah sampai, staf itu membuka pintu dan mempersilahkan Alex masuk.


"My Lord, silahkan duduk, My Highness saat ini sedang ada urusan sebentar. Sekiranya Tuanku tidak keberatan untuk menunggu ketibaan Tuanku Perdana Menteri," ucap staf itu dengan sangat sopan.


"Tidak masalah."


Alex lantas duduk di sofa.


Tak lama, para pelayan masuk dengan membawa teh dan cemilan untuk Alex.


Harus diakui ruang kerja perdana menteri terlihat cukup sederhana jika dibandingkan dengan wujud bangunan kantor perdana menteri itu sendiri. Cukup banyak buku yang tersusun di rak. Selain itu di meja kerja yang tak jauh darinya, ia masih dapat melihat tumpukan kertas kerja.


Walaupun diminta untuk menunggu, Alex tidak keberatan. Terutama ketika mereka memberikan setumpuk kue coklat kering di meja dan kue yang penuh mentega dan krim susu.


Lihat semua gula ini.


Ternyata seperti yang dikatakan oleh staf tadi, Alex tidak perlu menunggu lama karena perdana menteri cukup cepat tiba ke ruang kerjanya.


"My Highness."


Alex langsung berdiri ketika melihat perdana menteri masuk ke ruangan. Karena tiba-tiba, ia menyapa perdana menteri dengan potongan kue yang masih ia kunyah di mulutnya.


Untungnya perdana menteri tidak terlalu mempersoalkan itu.


"Silahkan duduk My Lord," ucap perdana menteri.


Alex duduk dan setelah mereka menyapa satu sama lain, ia mencoba mendengar apa yang ingin disampaikan oleh perdana menteri.


"My Lord, saya berterima kasih karena My Lord  mau menerima permintaan dariku."


"Tentu My Highness, saya juga merasa terhormat dapat membantu Anda."


Terhormat kepalamu! Sial, sampai kapan aku harus membuang waktu seperti!? Kau tahu, aku masih ada urusan di wilayahku sendiri! teriak Alex dalam hatinya.


"My Lord, apa yang ingin saya sampaikan sangatlah sensitif dan rahasia. Ini menyangkut wabah di Canadia."

__ADS_1


"Bukankah semua pembahasan mengenai Canadia sudah dibahas pada rapat tadi, Tuan?"


"Tuanku tidak salah tetapi ini merupakan sesuatu yang tidak baik di ketahui oleh orang lain. Saya rasa Tuanku yang pernah menawari saya hal seperti itu pasti mengetahui apa yang saya katakan kan?"


Oh ... jadi dia ingin menawarkan transaksi under table? Menarik, pikir Alex.


Ini bukan pertama kalinya Duke of Norchaster alias perdana menteri dan Alex melakukan kerjasama di balik tirai. Sebelumnya mereka ditambah dengan Regis telah membangun kerjasama untuk memenangkan Yorksall dan Otilia di parlemen. Namun ini pertama kalinya Alex dan Norchaster melakukan transaksi secara langsung tanpa perantara Regis.


Jadi alih-alih menjawab, Alex hanya diam tetapi tatapan matanya seolah memberitahukan kepada perdana menteri untuk melanjutkan pembicaraan.


"My Lord, saya ingin Tuanku dan saya bekerja sama untuk melakukan riset terhadap wabah yang saat ini ada di Canadia. Tuanku pasti tahu, saat ini kuil adalah satu-satunya otoritas yang berhak melakukan riset dan pengembangan mengenai wabah di Canadia dan obatnya. Jadi saya harap Tuanku mau mengulurkan tangannya untuk membantu saya melakukan riset terpisah dari pihak kuil."


"Tapi Tuanku, saya hanyalah seorang baron dan saya juga tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk bekerjasama dengan Tuanku."


"Saya rasa Tuanku lebih dari cukup untuk membantu saya. Maksud saya, mungkin hanya Tuanku satu-satunya bangsawan di kawasan selatan kerajaan yang mampu mengendalikan sihir tingkat 5 ke atas."


"!!!"


Alex terkejut. Seolah dia mengalami de javu dengan arah pembicaraan ini. Namun pada pertemuan sebelumnya dia masih bisa mengelak dengan mengatakan bahwa sihirnya masihlah tingkat 3 ke bawah dan Norchaster sama sekali tidak memaksa untuk melanjutkan pembicaraan. Namun sekarang, Norchaster dengan lantang mengatakan dia mampu mengendalikan sihir tingkat 5 ke atas. Bukankah artinya Norchaster tahu bahwa Alex memang memiliki kemampuan sihir yang sangat hebat?


Alex berkeringat dingin. Namun, bahkan sebelum ia menarik nafas, perdana menteri kembali berbicara.


"Tuanku jangan khawatir. Saya adalah orang yang bisa menyimpan rahasia. Saya tahu apa Tuanku khawatirkan. Seorang anak dari swordmaster ortodoks ternyata adalah seorang magic warrior, tentu saja itu adalah sebuah paradoks antara bakat dan bencana secara bersamaan."


"...."


Alex belum lega meskipun Norchaster menjamin merahasiakan hal tersebut.


"Tuanku saya kira kerjasama ini akan saling menguntungkan kita. Dan ini bukan pertama kalinya kita memiliki kesepakatan, bukan? Kita akan sama-sama memiliki akses terhadap obat-obatan yang dimonopoli oleh kuil. Saya rasa Anda pasti mengerti sebagai seorang bangsawan yang daerahnya cukup berdekatan dengan Canadia."


Alex hanya tersenyum pahit. Walaupun Norchaster berkata dengan lemah lembut kepada Alex terlepas dari posisinya sebagai perdana menteri dan seorang duke, tetapi Alex masih bisa merasakan ancaman dari tatapan orang itu.


Apa yang sedang mereka bahas bukanlah kerjasama yang berasas keuntungan bersama tetapi ini berlandaskan ancaman dari informasi yang tidak boleh disebarluaskan. Sejak awal Alex tidak punya tempat untuk menolak penawaran Norchaster.


Melihat Alex yang sepertinya sudah menerima kenyataan di balik tawarannya, Norchaster lantas tersenyum mengulurkan tangannya.


"Saya harap ini adalah kerjasama yang saling menguntungkan."


"Saya harap juga begitu," balas Alex dengan senyum canggung.


Untungnya mereka melakukan transaksi ini di ruang kerja perdana menteri. Karena sebagai tempat kerja bagi seorang petinggi negara tentunya ruang kerja ini dilengkapi dengan berbagai sistem dan alat kemanan termasuk anti penyadapan tingkat tinggi. Sehingga semua pembicaraan mereka tidak mungkin bocor.

__ADS_1


__ADS_2