
Tiga minggu kemudian setelah pengumuman pendaftaran militer Alexandreia dikeluarkan, saat ini di halaman depan dari bangunan barak Alexandreia sedang dipenuhi oleh barisan orang-orang muda yang ingin menjadi prajurit.
Berdasarkan selebaran yang telah dibagikan sebelumnya, Alexandreia membutuhkan prajurit reguler dalam jumlah besar meskipun mereka bukanlah seorang pengguna aura ataupun mana.
Program ini dilakukan demi memenuhi kuota pertahanan county terlebih wilayah ini sedang berada pada fase pemulihan.
Rain adalah orang yang bertanggung jawab dalam urusan rekrutmen pasukan. Sebagai Kepala Otoritas Keamanan County, tanggung jawab Rain tidak hanya terlepas urusan keamanan sipil tetapi juga urusan kemiliteran yang harus dimiliki oleh Alexandreia.
Walau demikian, Rain masihlah seorang anak muda yang baru berusia 20 tahun. Ia tidak memiliki pengalaman dalam mengorganisir program sebesar ini.
Untungnya dalam perkembangannya, Grain dan Riven turut membantu Rain. Kedua orang itu sudah memiliki pengalaman yang cukup ketika mereka masih menjadi petinggi militer di Barony of Alexandreia. Walaupun khusus untuk Riven yang kini telah meninggalkan dunia kemiliteran dan beralih menjadi pejabat sipil, tepatnya walikota Hadalon, tetapi ia masih memiliki waktu untuk membantu Rain dalam mengurus semua urusan ini.
Ketiga orang itu tahu, apabila kegiatan ini gagal, sangat mungkin bagi mereka untuk mendapatkan konseling dari Alex untuk seumur hidup mereka.
Selagi ketiga orang itu saat ini berada di kantor barak untuk mengurus hal-hal yang bersifat administratif sekaligus menunggu kedatangan Alex selaku lord, para pendaftar terlihat berkumpul dengan cukup antusias.
Mereka tidak menyangka bahwa akan ada begitu banyak orang yang ikut mendaftar seperti mereka. Setidaknya terdapat 5.000 s/d 10.000 orang yang berada di sini. Jumlah ini setara dengan kurang lebih 10% jumlah dari jumlah penduduk county. Sepertinya para pendaftar tidak hanya berasal dari Hadalon tetapi berasal dari seluruh wilayah Alexandreia.
Yeux yang menjadi salah seorang pendaftar juga kaget dengan antusias semua ini.
Mereka dituntun untuk berkumpul di lapangan luar yang berada di halaman barak yang sepertinya digunakan untuk pelatihan.
Dengan beberapa bantuan prajurit yang ada di sana, mereka diminta untuk berbaris tegak di sana.
Yeux berdiri di barisan paling depan sehingga ia bisa melihat semua orang yang mengenakan pakaian mewah muncul satu persatu dari kantor barak.
Ia berpikir sepertinya orang-orang itu adalah para petinggi militer di Alexandreia.
Sampai ia melihat seseorang muncul di antara mereka.
Orang itu terlihat sangat berbeda. Selain karena tinggi orang itu yang mencolok, ia memancarkan hawa yang sangat berbeda di antara yang lain. Pandangan matanya itu seolah ia adalah predator yang berada di puncak rantai makanan.
Yeux yang sempat mengalami kontak mata dengan orang itu walaupun hanya beberapa detik merasa menggigil dan langsung menundukkan pandangannya.
__ADS_1
Meskipun belum diberitahukan tetapi sepertinya ia mengetahui identitas orang itu.
Orang itu berjalan ke arah mereka diikuti oleh para petinggi militer di belakangnya.
Entah bagaimana tetapi secara alami seluruh orang yang ada di sana membungkuk kearah orang itu termasuk Yeux. Seolah menunjukkan bahwa orang itu adalah seorang penguasa sejati sejak lahir.
Orang itu duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari podium.
Salah seorang yang terlihat sebagai bawahan orang itu berdiri di podium dan dengan lantang berbicara kepada mereka semua.
" ... terima kasih kepada kalian semua yang telah secara sukarela menghadiri pendaftaran sebagai seorang prajurit setia dari Alexandreia. Tuanku akan menerima sebanyak 1.000 dan mereka yang terpilih adalah yang terbaik di antara yang terbaik," ucap orang itu.
"Sebagai ujian pertama, kalian akan diminta untuk berdiri berdiri tegak di sana dan tetap seperti itu sampai sepuluh anak panah selesai diterbangkan ke arah kalian," lanjutnya.
"Apa!?"
Semua orang terkejut mendengar ucapan orang itu. Bagaimana mungkin ada yang mau melakukan hal konyol seperti itu.
Namun siapa sangka, setelah Justin mengatakan hal itu, sebuah demonstrasi dilakukan. Terlihat seorang pria berdiri di depan target panahan lalu berjarak beberapa meter darinya seorang pemanah telah meregangkan busurnya dan mengarahkan mata panahnya kepada orang itu.
Anak panah itu melesat dan mengenai papan target yang berada di belakangnya.
Semua orang pada akhirnya sadar bahwa ujian ini adalah ujian mental. Melalui ujian ini, mental mereka akan diuji sampai titik terendah.
Namun semua yang mereka pikirkan ternyata salah ketika tembakan ketiga terjadi.
"Argh!"
Anak panah itu melesat mengenai bahu orang yang menjadi demonstrator itu.
Dengan sigap orang-orang yang memakai jubah putih yang sepertinya berasal dari kuil mengobati orang itu menggunakan mantra.
Mereka sungguh membidik kami!?
__ADS_1
Semua orang berpikiran demikian.
Pada kenyataannya, apa yang terjadi semua telah direncanakan. Ini adalah rencana Alex yang mengadakan ujian seperti ini. Dia menggunakan salah satu pemanah terbaik dari penguasa terdahulu yang telah bergabung dengan Alexandreia dan menyewa beberapa sukarelawan sebagai demonstran. Mereka dibayar untuk berdiri sebagai target panahan dan pada beberapa titik tertentu, anak panah akan mengenai tubuh mereka. Namun panah itu tidak akan menancap bagian vital sehingga tidak akan mengancam nyawa.
Namun tetap saja, bagi orang-orang yang melihat itu, tetap saja ini terkesan seperti kecelakaan.
"Dengar! Jangan berpikir kami hanya menguji mental kalian. Ini adalah tembakan acak sehingga semuanya akan tergantung kepada keberuntungan kalian. Kami menganggap keberuntungan adalah bagian dari kemampuan. Jadi bagi mereka yang tidak percaya diri kepada keberuntungan mereka, maka lebih baik untuk mengundurkan diri sekarang," ucap Justin.
Seperti yang diduga, dengan ujian yang seabsurd itu, para pendaftar yang awalnya antusias kini terguncang secara mental. Setidaknya 2/3 dari mereka pada akhirnya mengundurkan diri dengan wajah murung.
Sementara sisanya tetap berada di sana dengan kaki gemetaran.
"Sepertinya masih cukup banyak yang mendaftar, Tuan,"
Justin yang telah turun dari podium segera berbisik kepada Alex yang duduk di depannya.
Alex tidak mengatakan apa pun dan hanya melihat satu per satu pendaftar mulai berdiri tegak di depan objek panahan.
Beberapa secara beruntung tidak terkena tembakan panah tetapi beberapa lain dalam jumlah kecil mendapatkan luka walaupun itu tidak mengancam nyawa. Mereka yang terluka segera mendapatkan pengobatan dari kuil dan setelah sembuh mereka harus mengikuti ujian berikutnya.
Ujian berikutnya disebut defense and conquest atau penaklukkan benteng.
Di sini para pendaftar dibagi menjadi dua kelompok yang disebut kelompok hitam dan putih. Tidak ada perbedaan berarti diantara keduanya tetapi kedua kelompok itu akan saling bertarung. Mereka akan menunggangi kuda dan memakai tombak atau pedang kayu. Aturannya, untuk memenangkan perang, mereka harus bisa menjatuhkan lawan mereka dari kudanya atau lawan mengakui kekalahan. Ini cukup sulit karena membutuhkan kerjasama tim dan belum lagi menunjuk seseorang sebagai ketua.
Yeux tidak mengharapkan ujian seperti ini. Dia lebih berharap pada ujian kedua adalah ujian duel seperti melawan satu lawan satu entah itu dengan sesama peserta atau dengan seorang penguji. Namun ujian kedua ini terlalu di luar ekspektasinya.
Ia kini berada di kelompok berbendera hitam dan karena peserta yang lolos dari tahap sebelumnya berjumlah sekitar 4.000-an, masing-masing kelompok diisi oleh sekitar 2.200 orang. Jumlah itu sangat banyak untuk sebuah kelompok.
"Dengar semua! Kalian bisa memilih senjata apa pun yang berada di sana!"
Justin menunjuk senjata-senjata kayu yang tersusun rapi tak jauh dari mereka. Aneka senjata dimulai dari pedang, perisai, tombak, hingga kapak yang semuanya terbuat dari kayu tanpa campuran logam sedikitpun.
"Ingat siapa pun yang jatuh dari kudanya atau menyatakan menyerah maka dinyatakan telah gugur. Selain itu, dalam ujian kali ini kami tidak akan menilai berdasarkan kelompok siapa yang menang tetapi berdasarkan performa individu kalian. Meskipun kalian berada di kelompok yang kalah tetapi kalian masih memiliki potensi untuk dipilih sebagai peserta yang lolos. Ingat! Keputusan untuk lulus atau tidaknya kalian adalah keputusan mutlak dari tuanku dan tidak dapat diganggu gugat. Mengerti?!" teriak Justin.
__ADS_1
"Sir, yes, Sir!"
Tanpa disadari oleh para peserta, ucapan Justin yang mengatakan bahwa penilaian tidak berdasarkan kemenangan dan kekalahan kelompok telah membuat sifat yang seharusnya tidak boleh ada pada suatu kelompok baru saja muncul. Sifat yang dimaksud adalah sifat egois yang telah muncul di hati mereka.