
Archentioch, the Capital city of Artchania Kingdom.
Archentioch dibangun 15 Victorial 456 kalender Ecrian. Ibukota ini menjadi saksi bisu ketika Kerajaan Artchania menyatakan kemerdekaannya dari Kekaisaran Gredonia pada 23 Axiury 514 Ecrian. Maka semenjak itu Wangsa Augustus berkuasa dan menetapkan Archentioch sebagai pusat pemerintahan, agama nasional, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pusat perjuangan di kerajaan.
Archentioch memiliki beberapa distrik, salah satunya distrik yang dihuni para bangsawan atas dan royalty. Semua dari mereka memiliki properti di distrik ini dan House of Fertiphile juga tidak terkecuali. House of Fertiphile memiliki rumah yang digunakan setiap kali mereka berkunjung ke ibukota. Ukuran rumah itu tidak sebesar di county, tetapi memiliki dua lantai dengan aksitektur romawi.
Karavan itu memasuki halaman mansion dan langsung disambut oleh para pelayan di pintu masuk. Sebelumnya, para pelayan di mansion ini telah diberitahukan mengenai kedatangan nyonya dan tuan muda dari House of Fertiphile.
Alex, Merry, Clara, dan Feodora turun. Untuk pertamakalinya bagi Alex berada di sini begitupula dengan Merry. Sepanjang perjalanan Merry sangat kagum dengan ukuran dan bentuk arsitektur bangunan yang rata-rata lebih besar daripada di county.
Clara secara pribadi mengundang para pihak kuil untuk menginap tetapi sayangnya mereka menolak. Feodora dan lainnya harus pergi ke asrama dan memberitahukan kedatangan mereka ke pihak Pontheum (Kuil Agung). Jadi sebelum berpisah, mereka makan siang bersama di mansion.
Mereka melakukan perjalan ke ibukota selama sembilan hari. Sementara Upacara Kedewasaan Alex masih empat hari lagi. Selain itu, mereka juga harus menunggu para undangan. Telah dikonfirmasi bahwa perwakilan bangsawan yang akan datang adalah berasal dari Royalty, Duchy of Sandwealth, County of Morhust, County of Otilia, County of Sintheny, County of Granadia, County of Yorksall, Viscounty of Catenburg, Viscounty of Levensille, Barony of Tivrial, Barony of Garnitia dan beberapa perwakilan dari viscounties serta baronies lainnya.
Tentu saja cukup banyak pihak yang datang mengingat ini adalah upacara kedewasaan putra pertama Count Harol. Walau anak pertama dikenal lemah dan tidak berguna tetapi terutama bagi mereka yang berada pada satu koalisi dengan Count of Fertiphile masih tetap harus memberi perwakilan rumah mereka untuk hadir. Bagaimanapun mereka harus memberi muka yang bagus kepada House of Fertiphile yang menguasai salah satu county terkuat di kerajaan.
***
Esoknya, Alex dan Merry pergi berkeliling untuk melihat-lihat pemandangan ibukota. Cukup banyak hal baru yang mereka temui. Tentu saja Erline dan Justin juga ikut untuk menjaga para master mereka. Sangat disayangkan Clara tidak dapat ikut karena dia sedang sibuk mengurusi semua persiapan Upacara Kedewasaan Alex.
Alex dan Merry berada di taman. Archentioch selain menjadi pusat bisnis dikenal juga sebagai pusat kuliner dan cukup banyak taman yang dibuat di kota ini.
"Ayo, silahkan Nona Muda, kami menyediakan rasa original, strowberi, coklat, vanila, dan kopi."
Seorang wanita berambut pirang yang menjadi pemilik kios terbuka dengan senyum bisnisnya menyerahkan selembar menu. Ia adalah pemilik kios es krim yang berada di taman ini. Setiap hari, akan selalu ada antrian pembeli sehingga ia harus mempekerjakan empat orang untuk membantunya. Tokonya juga kadang dikunjungi oleh bangsawan tetapi setiap kali bangsawan berkunjung, mereka akan membuat keributan. Biasanya itu karena mereka menembus antrian tetapi yang paling parah adalah jika itu adalah anak gadis bangsawan yang keras kepala dan akan terus merengek.
Namun ini pertamakali baginya untuk melihat seorang bangsawan muda yang sangat taat dan tenang. Orang itu akan diam mengantri dengan tertib. Selain itu, gadis kecil di sampingnya yang terlihat seperti adik kecilnya juga sangat tenang. Dia tidak merengek ataupun marah.
"Merry mau vanila. Ayah mau vanila juga?"
Eh ... Ayah? Dia bukan kakak? Jadi pria ini ayah muda?
Pemilik kios sangat terkejut. Biasanya bagi seseorang yang seusia pria ini akan memiliki anak yang baru bisa merangkak ataupun bicara. Untuk sesaat dia membayangkan siapa wanita beruntung yang mendapatkan bangsawan tampan ini.
Alex hanya mengangguk kemudian dia berbicara.
"Tolong pesan dua vanila."
Alex memalingkan pandangannya ke arah Eline dan Justin. Lalu ia bertanya.
"Apa yang kalian pesan?"
__ADS_1
Kedua orang itu terlihat akan menolak tetapi Alex tidak menyukai itu. Dia mengerutkan kening, tidak mungkin bagi dia makan sementara dua orang yang menemaninya hanya berdiri seperti patung.
Justin sadar dengan keinginan tuannya yang tidak menerima penolakan sehingga ia hanya bisa menjawab pelan kepada pemilik kios.
"Tolong rasa kopi."
Eline merasa canggung ketika ia mendengar Justin. Jika dia menolak permintaan tuannya, maka hanya dia yang melakukan itu. Sehingga itu akan terkesan menolak perbuatan baik tuan muda kepadanya.
"Tolong rasa kopi."
Erline tidak menyukai rasa manis sehingga ia memilih pesanan yang sama dengan Justin. Tentu saja ketiga orang yang bersamanya terkejut. Sangat jarang wanita menyukai kopi tetapi setelah mengingat sikap dan sifat Erline, mereka hanya mengangguk paham.
Setelah pesanan diterima, pemilik kios mulai membuat es dengan terampil. Adapun keempat orang yang memesan hanya diam dan memerhatikan proses pembuatan.
Setelah semua es selesai dan berada di tangan setiap orang, Alex dan Merry duduk di kursi taman yang sama sementara dua orang lain berada di kursi taman lain yang tidak jauh dari mereka.
"Apa Merry menyukainya?" tanya Alex.
"Uhm! Ini manis dan dingin."
Merry sedang mencicipi jajanan. Itu adalah es kerucut rasa vanila yang dibuat dari magic item tingkat rendah yang mampu menghasilkan sihir tingkat 1 dengan tipe lifestyle Spell,[Lifestyle: Ice]. Lifestyle Spell adalah mantra-mantra arcane yang mengalami debuff karena tujuannya bukan untuk bertempur tetapi untuk mempermudah kehidupan. Normalnya, mantra [Ice] adalah mantra tingkat 3 yang akan menghasilkan es runcing untuk menyerang tetapi ketika di-debuff sehingga menjadi [Lifestyle: Ice], sihir itu hanya akan berada pada tingkat 1 dan tidak membahayakan.
Merry sangat menyukai makanan dingin ini. Dia belum pernah mencicipi rasa seperti ini sebelumnya. Namun tanpa ia sadari, lelehan es telah mengalir hingga ke jari-jarinya.
Tanpa Merry duga, ayahnya membungkuk dan menjilat lelehan es di tangannya. Kemudian Alex kembali menegakkan badannya sambil memandang Merry.
"Jangan miringkan kerucutnya, jika tidak, esmu akan terus meleleh ke tanganmu."
Merry terdiam sesaat. Dia tidak pernah menduga bahwa es bisa sebegitu ribetnya. Ini pertamakalinya ayahnya melakukan itu padanya. Ayahnya biasanya hanya mengecup kening atau pipinya. Bagi Merry, itu sangat menyenangkan dan tindakan penuh kasih dari ayahnya hari ini betul-betul membuatnya sangat bahagia.
Merry tidak lagi canggung seperti sebelumnya, sebaliknya dia kini semakin manja. Bagi Merry yang tidak pernah mendapatkan cinta kasih keluarga saat dia balita, kehangatan yang diberikan oleh ayahnya ini seolah menjadi narkotika baginya. Dia ingin lebih!
"Ayah~"
Suara Merry terlihat lebih lembut dari biasanya. Alex melihat tangan kecil gadisnya memegang erat ekor kemejanya. Alex kemudian memandang Merry. Gadis itu menatapnya dengan mata berbinar-binar. Alex hanya bisa memberi senyuman dan bertanya.
"Ada apa Merry?"
"Ayah~ ... Merry merasa dingin."
"?"
__ADS_1
Ini masih pagi dan matahari telah lama terbit. Selain itu, tidak ada tanda-tanda hujan dan Merry juga memakai gaun yang terlihat cukup tertutup. Tidak ada faktor eksternal yang bisa membuatnya dingin.
"Apa karena es krim?"
Merry menggelengkan kepalanya.
"Ayah~'... Merry kedinginan. Merry ingin dipeluk."
Tidak ada tanda-tanda bahwa Merry kesakitan. Sebaliknya mata penuh harap yang terus menatap Alex secara intens. Alex menduga bahwa gadis kecilnya ini sudah betul-betul menjadi seorang gadis manja.
Hah ....
Alex menghela napas dalam hati. Awalnya dia hanya merasa berempati kepada Merry, selain itu tidak ada perasaan lain. Sekarang Alex merasa bahwa sikapnya yang terlalu lembut telah membuat hati gadis ini betul-betul telah berada di tangannya.
Walau Alex berulang kali menyebut Merry sebagai anaknya tetapi pada hakikatnya, Merry hanya dianggap sebagai produk investasi. Bagi archdeus, keberadaan immortal dan mortal yang mereka ciptakan tidak lain hanyalah hiburan. Mereka tidak memiliki perasaan khusus kepada semua ciptaannya.
Namun tentu saja para archdeus tidak pernah mengungkapkan pikiran itu. Mereka tetap memberi perhatian kepada para ciptaan. Itu tidak lain karena mereka menjadikan semua ciptaan mereka sebagai tempat pelampiasan dominasi.
Alex tidak berharap banyak kepada Merry. Karena gadis itu hanya memiliki bakat rata-rata, Alex membanjirinya dengan penuh kasih sayang. Ia berharap ketika gadisnya telah tumbuh menjadi seorang wanita dewasa dan menikah, Merry akan selalu merawat Alex pada usia tuanya. Bagaimanapun tubuh manusia Alex akan mengikuti perkembangan biologis, sehingga ketika tubuh manusianya itu mati maka liburan Sheol ke Midgard pun selesai.
Alex tersenyum kepada Merry dan ia merentangkan tangannya.
Merry sangat senang. Ia dengan gesit naik ke pangkuan ayahnya. Dengan tangan yang tidak memegang es krim, Alex merangkul anaknya di pelukannya.
Merry dan Alex kembali melanjutkan memakan es krim. Mereka memandangi anak-anak yang berlari di taman. Merry akhir-akhir ini tidak suka berlari karena ia tidak ingin membuat baju yang dibeli ayahnya untuknya menjadi kotor.
Merry membandingkan pakaiannya dengan pakaian beberapa anak-anak yang bermain-main di taman. Bahkan walau ini adalah ibukota, kualitas pakaian Merry jauh lebih baik dari mereka semua. Diam-diam Merry menjadi sangat bangga kepada ayahnya. Dia mengangkat pandangannya tinggi-tinggi seolah dialah sang juara. Kemudian Merry tersadar sesuatu.
Kenapa kakak-kakak itu mencuri pandang ke arah kami?
Merry merasakan beberapa wanita muda yang berada di taman menatap ke arah mereka dengan mata yang terpesona. Merry memiliki firasat buruk.
Mereka melihat ayahku? Kenapa? Apa karena ayahku sangat tampan dan baik hati?
Tentu saja ketika Alex dan Merry bersama, secara otomatis wajah Alex akan sering tersenyum dan sangat ramah. Bagi mereka yang tidak sengaja melihat senyuman maut itu, tentu saja mereka sangat terpesona. Bahkan wanita-wanita yang sedang berpacaran di taman tidak bisa menyembunyikan rona pipi mereka yang memerah ketika melihat senyuman itu. Parahnya lagi, beberapa ibu muda mengigit bibir seolah menggoda.
Seketika Merry tersadar. Ia bukanlah anak kandung Alex. Jika pada waktunya ayahnya ini menikah dan memiliki anak, bukankah berarti ia tidak lagi menjadi prioritas? Itu artinya ayahnya tidak akan menyayanginya lagi.
Genggaman Merry terhadap es krim bergetar, dan dari tangan satunya, ia mencengkaram celana Alex dengan sangat erat seolah tidak ingin melepaskannya.
Ini tidak adil, dia ayahku, kenapa aku harus melepasnya? Dia ayahku! Miliku! Tidak ada seorang pun yang boleh merebutnya dariku!
__ADS_1
Pada pagi yang cerah dengan diliputi oleh suara tawa anak-anak, Merry Itziel Alexandreia, seorang gadis kecil berusia 7 tahun telah menumbuhkan benih posesif terhadap ayahnya sendiri.