THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
PLENUM(4)


__ADS_3

Southenpaten Palace


Seminggu telah berlalu semenjak pembukaan sidang dilaksanakan, sekarang di aula pertemuan dewan anggota  Dewan Parlemen dari House of Parliament telah kembali berkumpul.


Pada sesi kedua ini mereka akan mendengar  laporan dan tajuk masalah yang akan digugat oleh pemohon sidang yakni Count of Yorksall dan Count of Otilia.


Namun sampai sidang dibuka, kecuali Count of Yorksall, masih belum ada tanda kedatangan dari Count of Otilia.


"The Right Honourable Lord Philip of Otilia harap segera memberikan kesaksian di hadapan Majelis Yang Mulia ini," ucap Grand Chamberlain.


Seorang pegawai masuk ke tempat pimpinan sidang. Ia berbisik kepada Grand Chamberlain dan menyerahkan sebuah surat kepada ketua sidang dan para wakilnya.


Surat itu berisikan surat kuasa dari Count of Otilia yang menyerahkan suaranya dan gugatannya kepada Fertiphile.


"The Right Honourable Lord Alexander of Fertiphile harap segera memberikan kesaksian atas nama Otilia di hadapan Majelis Yang Mulia ini," ucap Grand Chamberlain.


Kali ini Alex berdiri dari kursinya. Dia berbicara dengan lantang dan tegas.


"My Lords and Members of House of Spiritual, saya Alexander Ivanov Fertiphile, putra tertua dari Lord of Fertiphile telah diberi kuasa oleh His Right Honourable Lord Philip  of Otilia dalam mewakili county-nya di hadapan majelis ini. Saya terlebih dahulu mengucapkan puji dan syukur pada ilahi, dan semoga kejayaan dan kebesaran selalu dilimpahi kehadirat Yang Maha Mulia Raja Kita Yang Dikasihi. Namun sangat disayangkan dalam Majlis Yang Mulia ini, saya dan mungkin kita semua yang memiliki hati yang bersih dan niat yang suci harus duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan seorang penjahat perang yang telah membumihanguskan daerah-daerah tetangganya yang masih lah memiliki sumpah setia kepada raja yang kita kasihi dan bermunajat kepada dewa yang kita sembah. Dalam era yang penuh dengan ketidakpastian ini bukankah seharusnya para bangsawan terutama mereka yang memegang kekuasaan magistrat eksekutif memiliki tanggung jawab moral untuk tetap menyatukan semua unsur negara terlepas dari pandangan politik demi kesetiaan kepada raja kita yang tak berbelah bagi."


Alex sudah lama mempersiapkan pidato ini. Dia dan Regis membuat kalimat yang penuh ironi dan tentunya penuh dengan puji-pujian terhadap monarki dan istilah yang dianggap sakral. Walaupun Alex sebenarnya sangat tidak suka memuji makhluk fana seperti manusia tetapi kondisinya sekarang memaksa untuk melakukan itu.


"Namun pada hari ini, saya seorang pemuda yang masih berumur 16 tahun telah melihat dengan mata sendiri bagaimana seorang bangsawan agung memporak-porandakan wilayah tetangganya. Saya melihat bagaimana mereka membakar desa-desa, rumah-rumah, menculik anak-anak, memperkosa para wanita, dan membunuh para pria. Bukankah mereka semua juga adalah rakyat Raja Kita Yang Amat Dikasihi?  Namun mengapa bangsawan agung itu melakukan semua ini kepada rakyat raja kita? kepada tanah raja kita? dan kepada pelayan setia raja kita? Seharusnya orang itu malu, dia tidak pantas memiliki gelar bangsawan. Dia adalah seorang penjahat perang yang membunuh saudara seiman dan setanah airnya! Dalam mejelis ini, saya Alexander Ivanov Fertiphile mewakili suara dari Dinasti Fertiphile dan mewakili kesedihan dari Dinasti dan rakyat Otilia memohon kepada seluruh anggota dewan spiritual dan para lords untuk mengutuk invasi Canadia kepada Otilia maupun daerah lainnya dan memaksanya untuk meninggalkan wilayah-wilayah yang bukan haknya," ucap Alex.


Pidato Alex disambut dengan tepuk tangan dari para bangsawan dan beberapa pendeta. Tentunya bangsawan yang bertepuk tangan kebanyakan dari koalisi Sandwealth. Namun beberapa terlihat adalah bangsawan dari koalisi Norchaster. Sementara para pendeta terlihat jauh lebih variatif dalam menyambut pidato Alex.


Sepertinya Alex berhasil memberikan kesan pertama yang positif kepada para anggota dewan spiritual (House of Spiritual).


Setelahnya, Count of Yorksall juga memberikan kesaksian yang serupa yang intinya mengutuk serangan Canadia terhadap tetangganya.


Tentu saja seluruh anggota Koalisi Sandwealth memberikan tepuk tangan yang meriah.


Sementara itu para marquess terlihat tidak nyaman terutama Marquess  Beldon Ellison Hornwall selaku Perdana Menteri Kerajaan Artchania dan tentunya Marquess Canadia.

__ADS_1


Keduanya berada pada koalisi yang sama dan mereka juga saat ini memegang kekuasaan eksekutif.


Sayangnya pada sesi ini kedua orang tersebut ataupun para bangsawan lainnya tidak dapat memberikan argumen bantahan. Mereka harus menunggu setidaknya sesi ketiga atau sesi kelima untuk membantah gugatan yang dilayangkan.


Namun apa yang lebih mereka takutnya adalah sepertinya koalisi Norchaster melihat konflik ini sebagai kesempatan untuk menjatuhkan kabinet yang sah.


Artinya bukannya tidak mungkin  Sandwealth dan Norchaster menandatangani memorandum kesepahaman mengenai fief war ini.


Selama sesi kedua ini berjalan, baik Fertiphile dan Yorksall terus memberikan kutukan dan memaparkan dosa perang yang dilakukan oleh Canadia.


Selama sesi ini berlaku, Count Canadia hanya dapat menggetarkan giginya dan menahan amarahnya.


Sebaliknya, pemimpin koalisi seperti Karl yang merupakan perwakilan dari Keluarga Sandwealth terlihat sangat semangat dalam mendukung setiap ucapan kedua orang yang sedang memberikan gugatan. Sementara itu, Duke Norchaster memberikan senyum tipis. Namun alih-alih senyum yang menunjukkan simpati, ini lebih kepada senyum ketika melihat sebuah mainan yang menarik perhatiannya.


Adapun Pontifex dan Raja hanya diam sambil terus memperhatikan dengan tatapan yang tajam.


Alex kembali ke kediamannya di ibukota setelah sesi panjang di parlemen selesai.


Di sana para pelayananya menyambutnya dengan baik. Sayangnya tidak ada Alen ataupun Justin yang merupakan orang yang paling mengetahui kesukaan Alex.  Alen sedang sibuk mengurus administrasi di wilayah Fertiphile setelah count dan Alex pergi.


Alex dan Otto pergi ke lantai bawah tanah. Namun berbeda dengan lantai bawah tanah yang terkesan seram dan sering digunakan seperti penjara, lantai bawah tanah di mansion ini terlihat telah diatur dengan baik dan rapi sehingga tidak meninggalkan kesan mencekam.


Di depan pintu terlihat dua orang penjaga yang sedang berjaga. Para prajurit itu memberi hormat.


Otto membuka pintu itu dan Alex pun masuk.


Di ruangan itu terlihat sangat mewah. Ini bisa disetarakan dengan kamar para bangsawan kaya.


Di salah satu kursi yang rangkanya terbuat dari emas, terdapat seorang pria yang duduk dengan tatapan pasrah.


Dia adalah Philip .


Semenjak ia tertangkap basah oleh Alex, ia pun saat ini menjalani masa kurungan rumah. Ia tidak dapat meninggalkan kamarnya apalagi mansion.

__ADS_1


Selain itu, dia juga dipaksa untuk membuat surat kuasa dimana gugatan dari Otilia akan diwakili oleh Fertiphile.


"Tuan Count. Bagaimana kabar Anda?" tanya Alex.


"Apa menurutmu aku terlihat baik-baik saja?" jawab Philip .


Walaupun Alex masih berbicara dengan sopan kepada Philip  tetapi gerakannya terlihat jauh lebih santai. Ia bahkan duduk sama tinggi dengan seorang count.


"Tuan, Anda seharusnya lebih kooperatif. Anda tidak mahu nasib Anda akan seperti teman Anda, bukan?"


Alex saat ini sedang membicarakan orang yang berbicara dengan Philip  di bar. Orang itu saat ini sedang diurus oleh Regis. Karena orang itu bukanlah orang penting dan hanya seorang informan, maka nasibnya jelas tidak sebaik Philip .


"Apa kau mengancamku?"


Philip  memberikan tatapan sinis kepada pemuda ini. Walaupun dia ditangkap, tetapi dia sama sekali tidak mau menunjukkan kelemahannya.


"Tuan, saya tidak mengancam Anda. Sebaliknya, saya sedang berusaha melindungi Anda. Ketika seluruh prosedur di parlemen telah selesai, maka kita akan kembali ke wilayah masing-masing terlepas apakah gugatan yang kita layangkan berhasil diloloskan atau tidak. Namun saya khawatir mengenai kehidupan Anda nantinya."


Alex menghela napas seolah dia sedang bersimpati terhadap nasib Philip  kedepannya.


"Bagaimanapun tindakan Anda yang berpotensi untuk menghancurkan kerjasama antara Koalisi kita dan Norchaster ataupun informasi yang Anda bocorkan kepada para marquess cepat atau lambat akan terdengar oleh countess. Maka pada kondisi itu saya tidak dapat membayangkan nasib Anda kedepannya," lanjut Alex.


Philip  terdiam sesaat. Namun dia masih tetap penuh curiga terhadap Alex.


"Apa maumu?" tanya Philip .


Alih-alih langsung menjawab pertanyaan Philip , Alex menatap Otto.


Otto memahami maksud tuan mudanya, ia lalu memberikan dokumen-dokumen yang sebelumnya  diperintah untuk dibawa.


Alex mengambil dokumen itu lalu menyerahkannya kepada Philip .


"Ini adalah dokumen yang kami ambil dari teman Anda. Ini dapat menjadi bukti yang meyakinkan atas segala perbuatan Anda.  Saya tidak akan meminta banyak, tetapi saya ingin Anda membantu untuk satu hal. Apabila Anda bersedia, maka countess atau siapa pun tidak akan mengetahui bahwa dokumen ini pernah ada."

__ADS_1


Alex lalu tersenyum tipis. Setelah itu, ia dan Otto pergi dari ruangan itu dan meninggalkan Philip  dengan segala dilemanya.


__ADS_2