
Rain dapat merasakan perubahan terhadap dirinya sendiri dari waktu ke waktu. Dia tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat dia memiliki kesempatan untuk mendapatkan pelatihan menjadi seorang prajurit, terlebih ini bukan menjadi prajurit biasa tetapi menjadi seorang kesatria yang mampu menggunakan aura.
Walaupun pelatihannya rada aneh, misalnya saja saat ini dia diperintahkan untuk menggarap lahan. Rain tidak pernah merasa bahwa menggarap lahan dapat menjadikannya sebagai seorang kesatria tetapi karena ini perintah lebih baik mematuhinya.
Setelah ia selesai, tuannya kembali memerintahkanya untuk menanam beberapa bibit yang terlihat sangat mencolok dan aneh.
"Jadi kalian menanam sesuai dengan instruksiku. benih itu di barisan pertama, untuk benih berikutnya di barisan berikutnya," ucap Alex.
"Tuan, jadi benih ini nanti akan jadi tanaman sihir yang sering digunakan para prajurit?" tanya Rain dengan penasaran.
Alex menggelengkan kepalanya terlebih dahulu sebelum memberikan penjelasan.
"Tidak, jika yang kamu maksud adalah tanaman yang digunakan untuk ramuan penyembuh ataupun Spell Casting, tanaman yang kita tanam masih belum mencapai level setinggi itu. Ini masih level E dan D jadi kebanyakan semua hanya menjadi material tersier untuk industri maupun medis tingkat rendah."
Alex memilih untuk membeli 4 jenis magic plant level E dan 2 jenis level D. Magic plant level E tersebut diantaranya adalah:
Rage Hand merupakan magic plant yang dapat digunakan untuk membuat obat buff bagi prajurit.
Eucalyflos , magic plant yang digunakan untuk menghilangkan aroma mulut dan mencegah gigi berlubang.
Primal Noc merupakan magic plant yang sering digunakan sebagai bahan untuk menyembuhkan diare dan kutukan ringan.
Iceberg Grass merupakan tanaman yang sering digunakan untuk makanan magic beast tipe elemen es ataupun air.
Sementara untuk dua tanaman level D adalah:
Bloody Mushroom merupakan tanaman yang sering digunakan untuk penyakit kekurangan darah dan turunannya.
Nightmare Inferna merupakan tanaman yang sering digunakan untuk bahan membuat kertas sebagai magic scroll tingkat rendah.
Selagi semua orang sedang fokus bertani, Alex duduk sambil memikirkan langkah selanjutnya. Sebenarnya sebagai sosok Archdeus, tidak sulit bagi Alex untuk merawat magic plant. Selain itu, statusnya sebagai anak bangsawan membuatnya tidak perlu memikirkan mengenai arus permodalan setidaknya untuk saat ini. Namun apa yang membuat Alex resah adalah bagaimana dia dapat maksimalisasi laba dari tanamannya.
Semua tanaman yang dibuat Alex tidaklah istimewa, semua adalah magic plant yang sangat umum dipasarkan. Sehingga pada kasus demikian, keuntungan yang didapatkan akan sangat bergantung pada ekuilibrium harga pasar.
Mungkin saat ini pasar masih dalam keadaan stabil. Dengan tingginya permintaan karena baru memasuki musim semi dan para petani yang masih dalam status menanam, membuat tingkat inflasi cenderung naik. Namun kedepannya ketika musim panen tiba, ledakan kuantitas barang pangan ataupun hasil panen dari komoditas magic akan menyebabkan jatuhnya harga.
Sebenarnya untuk beberapa tanaman seperti Primal Noc dan Bloody Mushroom, keberhasilan untuk mendapat pelanggan cukup besar mengingat sanitasi di dunia ini yang rendah. Namun untuk tanaman seperti Iceberg Grass atau Nightmare Inferna akan sangat merepotkan. Kedua tanaman ini merupakan bahan dalam industri sihir sehingga idealnya target pasar adalah para penyihir. Jika melihat latar belakang Alex yang berasal dari keluarga pedang ortodoks, belum lagi jika menghitung relasi Alex yang hampir nol. Jelas Alex akan kesulitan untuk mendapat pembeli terutama kedua magic plant ini.
Setelah mereka bercocok tanam, malamnya Alex ingin mencampurkan semua bahan yang telah ada.
Namun ada satu hal yang Alex lupa.
Dalam membuat semua bahan ini, dibutuhkan langkah-langkah yang membutuhkan magical approach. Alex tentu dapat melakukannya tetapi yang harus dihadapi Alex adalah bagaimana ia menjelaskan kepada bawahannya tentang pengetahuan yang ia miliki?
Selain itu, Erline, ksatria wanita yang ditugaskan untuk menjaganya sepertinya telah lama mengamatinya.
Erline tidak pernah berbicara banyak selama berada di sini, Kemungkinan ia terus diam akibat kesal dipindahtugaskan untuk menjaga Alex.
__ADS_1
Tentu kekesalannya cukup wajar. Dia merupakan lulusan akademi militer kerajaan, memiliki status sebagai knight dan selalu ditugaskan di sebuah mansion luas dan mewah, Kini ia harus pergi bertugas ke pedesaan hanya untuk menjaga seorang tuan muda yang ingin hidup sebagai seorang petani.
Selain itu, Erline juga bertanya-tanya bagaimana tuan muda ini dapat menanam magic plant. Tuan mudanya berasal dari keluarga ahli pedang bukan sorcerer ataupun magic florist. Jadi sudah pasti tuan mudanya sama sekali tidak tahu bagaimana menanam magic plant.
Pada akhirnya Alex mengambil satu keputusan,
Lupakan, lebih baik waktunya berhenti.
Benar, Alex memilih untuk menjadi orang bodoh. Daripada harus menjelaskan panjang lebar asal muasal pengetahuan sihirnya muncul dan untuk menghilangkan kecurigaan lebih baik dia tidak perlu mencampur semua bahan ini.
Biarkan saja magic plant itu mati dan anggap percobaan pertama menanam telah gagal.
Tetap saja ada harga yang harus dibayar untuk semua ini...
Huh ... uang ku yang berharga harus hilang begitu saja.
Namun ada satu hal yang Alex juga lupa.
Bagaimana menjelaskan darimana dia mengetahui bahan yang tepat untuk menanam magic plant ini?
***
Ravouille, Ibukota County of Otilia
Siang hari yang terik dengan nyanyian para burung dan sorakan semangat para prajurit mewarnai bumi. Hari yang indah ini sayangnya merupakan kontradiksi dari keadaan County of Otilia saat ini.
Eugenie de'Pauline Otilia, countess yang saat ini sedang bertakhta.
Berbeda dengan jajaran wangsa bangsawan yang ada di Kerajaan Archania, pemimpin county of Otilia menganut sistem matrilineal. Selain itu, nama dinasti dari County Otilia atau wangsa yang digunakan sebenarnya adalah nama founding mather yaitu House of Firenzia. Hal ini berbeda dengan wangsa bangsawan lain yang memberi nama dinasti mereka dengan mengikuti nama daerah yang mereka kuasai.
Hal tersebut merupakan kebijakan Dinasti Utama yaitu Dinasti Augustus yang bertakhta pada singgasana monarki. Tujuannya untuk menciptakan eksklusivisme pada setiap wangsa bangsawan. Sehingga pada idealnya semua wangsa bangsawan hanya akan menguasai tanah awal mereka dan tidak melakukan ekspansi wilayah ataupun kudeta terhadap kerajaan. Namun pada kenyataannya hal tersebut sama sekali tidak membantu.
Fief war pada kenyataanya semakin intens terjadi. Penggunaan nama wilayah sebagai nama dinasti sebut saja seperti House of Fertiphile dan House of Morhust tidak lebih dari tradisi belaka.
Namun kondisi yang agak istimewa berlaku pada County of Otilia.
Sebagaimana yang diuraikan sebelumnya, County of Otilia merupakan satu-satunya wilayah yang dikuasai oleh seorang matriark. Sehingga apabila terjadi perubahan sebut saja kejadian yang bahkan merupakan hal sepele dapat berubah menjadi berita besar.
Hal itu disebabkan oleh peradaban masyarakat yang bersifat misoginistik dan patriarkis. Sehingga jika ada kejadian sebut saja seperti ini:
BREAKING NEWS: COUNTESS OF OTILIA, MATRIARCH OF OTILIA, RESMI MENGGUNAKAN FIRENZIA HELENA DE'CHARLE SEBAGAI NAMA WANGSA YANG BERTAKHTA PADA COUNTY OF OTILIA
Pasti banyak kalangan yang kebakaran jenggot.
Misalnya:
"Dasar wanita, beraninya keluar dapur!"
__ADS_1
"Ampuni kami dewa. Kini para wanita tidak menjalankan perannya untuk merawat bayi. Ini pertanda kiamat!"
"Apa? Matriark Otilia mengganti nama wangsanya mengikuti nama pendiri dinasti mereka? Apa mereka ingin menyaingi Dinasti Augustus yang agung ini?!"
Eugenie mendengar para pembesar wilayahnya dari pejabat militer hingga sipil di aula. Namun dia tidak suka atmosfer di ruangan ini.
Semua orang terlihat terlalu apatis.
Yah, walaupun county dipimpin oleh dinasti dari jalur ibu tetapi tetap saja 95% pejabatnya adalah pria. Bahkan sebenarnya semua dinasti bangsawan rendah dari viscount ke bawah adalah dinasti patrilineal.
Singkatnya supremasi wanita dari seorang matriark tidak lebih dari kontradiksi dari semua orang yang ada.
Mereka ingin dinasti ini jatuh!
Eugenie mengetahui ini tetapi dia tidak bisa bertindak.
Dia tidak dapat melakukan apa pun.
Dia juga tahu, setiap tahun dinastinya terus melemah. Ditambah dengan interaksi masyarakat antar region telah menyebabkan paham patriarki yang merupakan paham paling umum bagi masyarakat menjadi semakin umum di wilayah Otilia.
"Nyonya Matriark, kita harus segera menarik mundur prajurit dari Kota Lyouse secepatnya."
Seorang pejabat militer dengan berbagai lencana di dadanya berbicara dengan yakin dan penuh percaya diri.
Lyouse merupakan kota benteng layaknya Lenastronople. Walau kota itu tidak terlalu kuat tetap saja ini merupakan basis pertahanan yang penting.
"Tidak mungkin! Apa maksudmu kita harus menyerahkan kota itu begitu saja tanpa perlawanan?"
Seorang pejabat militer lain menyanggah.
"Tidak bukan seperti itu. Kita akan melakukan rencana bumi hangus. Itu adalah satu-satunya rencana yang paling ideal. Dengan jumlah prajurit dari Pangeran Peter dan pasukan Canadia, ini jauh lebih banyak dari jumlah prajurit yang kita miliki. Kita harus mengurangi jumlah mereka," balas pejabat militer tersebut.
Pihak lain diam dan menganggap bahwa itu rencana tidak buruk.
Namun selain itu, tidak ada lagi yang menyanggah rencana tersebut.
Eugenie merupakan seorang eques yang mendapat pendidikan dari Akademi Militer Kerajaan. Tentunya dia tahu strategi militer.
Memang rencana membumihanguskan kota jauh lebih mudah tetapi pada realisasinya, Kota Lyouse berada pada topografi humus yang sangat cocok untuk pertanian. Selain itu, sekarang bukanlah musim dingin, kini sudah memasuki musim semi sehingga walaupun pihak lawan gagal melakukan penyerangan, mereka masih bisa mundur dengan mudah dan kembali ke Lenastronople secepatnya.
Eugenie yakin mereka sengaja ingin membuat wilayah ini jatuh.
Ia juga curiga bahwa casus belli sangat berkaitan dengan orang-orang ini.
Penyerangan tiba-tiba saat musim dingin. Dengan menyerang kota yang memiliki prajurit yang sedikit dan kebetulan Lambert memimpin region pada saat itu.
Jangan-jangan!
__ADS_1
Tiba-tiba pintu aula terbuka lebar dan seorang gadis dengan gaun merah berdiri di depan pintu.