THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
HUNTING(4)


__ADS_3

Dies Natalis Aliansi  Fertiphile yang ke-22 tahun merupakan bentuk perayaan tahunan yang selalu di laksanakan di County of Fertiphile. Aliansi ini dipimpin oleh Count of Fertiphile dan beranggotakan beberapa bangsawan tingkat rendah.


Di House of Fertiphile pada pagi harinya, kumpulan kereta mewah telah terparkir rapi di lapangan. Semua bangsawan yang sealiansi telah datang satu persatu. Para lords bersama dengan ladies memasuki mansion dengan wajah berseri.


Selain bangsawan terdapat beberapa tamu undangan seperti para pedagang, anggota kuil, cendekiawan, dan tokoh-tokoh militer.


Para tamu disambut oleh sang count dan countess. Adapun Clara hanyalah seorang selir sehingga ia tidak bisa berdiri berdampingan dengan Harol. Jadi walau dengan perasaan sedikit iri di hatinya ketika melihat Harol dan Liana berdiri berdampingan, ia masih tersenyum. Setidaknya anaknya masih tetap di sisinya.


Clara memalingkan wajahnya untuk melihat Alex.


"...."


Bukannya dia tadi berdiri di sini?


Clara bingung kenapa anaknya yang sangat tinggi itu hilang dari pandangan. Padahal sedetik yang lalu mereka masih berdiri bersama.


"Ayah, ini manis! Ayah, coba!"


Clara melihat sosok gadis kecil dengan gaun merah muda sedang asik menggigit sebuah permen yang terbuat dari potongan apel yang diolesi madu kemudian ditusuk menggunakan stik sehingga dapat dimakan seperti permen tangkai.


Madu adalah komoditas langka di kerajaan ini. Kebanyakan madu diimpor dari negara-negara di Laurentia Tengah seperti Kekaisaran Artemice.


Tangan gadis kecil yang tidak memegang tangkai permen apel menggenggam erat tangan seorang pria muda yang putih dan tinggi. Gadis kecil itu sangat protektif dan tidak mau berpisah sedikitpun dengan ayahnya.


Clara hanya bisa tersenyum masam. Memikirkan anaknya sekarang sudah punya keluarga sendiri dan suaminya sedang sibuk bermesraan dengan istri kedua, sekarang apakah lebih baik bagi dia mendaftar ke panti jompo?


***


Kegiatan berburu dilakukan pada siang hari, tepatnya setelah acara pertemuan pagi telah selesai.


Area Perburuan adalah hutan yang terletak tak jauh dari mansion. Kediaman House of Fertiphile memang tidak berada di tengah kota tetapi cukup dekat dengan daerah hutan. Alasannya sederhana, lahan di hutan masih luas dan subur sehingga nyaman untuk membangun mansion besar dan sejuk.


Dalam perburuan, Alex berpartisipasi. Ini tepatnya ia dipaksa untuk ikut. Objek buruan bisa apa saja tetapi telah diinformasikan bahwa yang dianggap paling berharga kali ini adalah magic beast bernama Red Urours.


Dari pihak House of Fertiphile, Harol dan ketiga putranya akan berpartisipasi. Mereka akan berburu dengan memimpin tim masing-masing. Selain mereka, para bangsawan lain juga berpartisipasi. Kebanyakan dari mereka berburu dengan prajurit atau kesatria mereka daripada berkelompok dengan sesama bangsawan. Itu karena bagi mereka, kegiatan berburu adalah ajang untuk memamerkan kemampuan tempur mereka. Apalagi di sini banyak tamu wanita yang menghadiri acara pertemuan sebelumnya.


Sebelum Alex pergi, ia akan berpamitan dengan Clara dan Merry. Selain kedua wanita itu ternyata Lacey dan Ryana juga ada.


"Ayah ...."


Alex menerima sebuah sapu tangan hijau dengan motif bunga yang telah dirajut oleh Merry.


Bedasarkan infromasi yang Merry dapat, ternyata terdapat sebuah kebiasaan ketika sang suami atau orang tua pergi untuk berperang atau berburu, para anak perempuan ataupun istri akan memberikan sapu tangan yang dirajut sebagai jimat keselamatan. Karena itulah, Merry ingin membuatnya tetapi sayangnya, dia tidak tahu menjahit. Untunglah dalam acara ini Ryana dan Lacey hadir sehingga mereka membantunya.


"Ini cantik, apa Merry yang membuatnya?"


Merry menggelengkan kepalanya.


"Merry dibantu Kak Ryana dan Kak Lacey."

__ADS_1


Sesaat Lacey mengalami batuk kecil.


Kenapa kamu beritahu adik kecil?!


Lacey tentu saja malu. Jika seseorang memberitahukan bahwa dia sedang merajut sebuah sapu tangan bersama seorang anak untuk diberikan kepada seorang hot daddy seperti Alex, orang-orang bisa salah paham.


Namun ternyata rasa malu Lacey tidak sebesar yang dimiliki Ryana. Kini wajah Ryana berwarna seperti tomat. Ia mendapat suatu kesimpulan yang aneh dari ucapan Merry.


Karena aku membantu membuatnya bukankah berarti sapu tangan itu bisa jadi hadiah cinta? kyaaa! >///<


Sulit dipercaya wanita seanggun Ryana bisa sangat gugup menghadapi Alex. Kegugupannya ini sangat terlihat di mata Lacey dan Clara. Mungkin Clara merasa itu tidak masalah karena ia menganggap Ryana adalah wanita yang baik. Sayangnya Lacey merasa khawatir. Walaupun Ryana mengatakan ia sama sekali tidak memiliki pikiran aneh-aneh kepada Alex, bahkan sampai mengatakan ketika ia lebih dekat dengan Alex, pikiran kotornya sangat jarang muncul. Namun tetap saja dia khawatir.


Alex memasukkan sapu tangan ke saku celananya. Ia kini telah memakai armor ringan yang menutupi dadanya sehingga satu-satunya tempat dimana dia menyimpan barang adalah saku celana atau tas kecil di pinggangnya.


"Ayah hati-hati."


Alex mengangguk. Kemudian ia mengelus rambut Merry dan mencium kening gadis kecilnya.


"Ibu, aku pergi."


Alex kemudian mengucapkan kata perpisahan kepada Clara.


Clara yang merasa terharu melihat anaknya kini telah dewasa langsung memberikan pelukan.


Bahkan tingginya sudah jauh di atasku. Dia memang sudah dewasa, pikir Clara.


"Hati-hati anakku."


Setelah berpisah dari pelukan Clara, kini secara implusif Ryana berjalan di hadapan Alex.


"Tuan Alex, tolong berhati-hati. Aku berdoa kepada para dewa agar kamu tetap selamat."


"Tentu, terimakasih Nona Ryana."


Semenjak perjalanan mereka ke ibukota, hubungan antara Ryana dan Alex semakin dekat. Bahkan kini mereka sudah menyapa dengan memanggil nama depan masing-masing.


Eh, tunggu, bukankah ini seperti mendoakan suami agar selamat di medan perang?


Siapa sangka Ryana bisa memiliki pemikiran seperti itu.


Yah, ini memang bukan perjalanan ke medan perang, tetapi bagi para wanita itu, kepergian Alex akan memberikan kekhawatiran dalam hati mereka semua.


***


Alex memimpin kelompok yang terdiri dari 3 knight, 1 marksman, dan seorang slave (Rain). Selain Rain, keempat orang ini adalah prajurit county yang diberikan oleh Harol kepada Alex selama berburu. Adapun Alex, ia membawa sebuah magic bow dan magic sword. Walaupun ia tidak memiliki class sebagai marksman, tetapi ia masih dapat memanah tanpa membutuhkan skill khusus.


Hutan yang mereka gunakan sebagai tempat berburu bernama Forest of Le Chant.  Karena hutan ini adalah hutan muson, jarak antar pohon cukup jauh sehingga memungkinkan berburu dengan menggunakan kuda.


Alex tidak berniat berburu Red Urours sehingga ia ingin berburu di sekitar pinggiran alih-alih di pedalam hutan. Namun sayangnya kelompoknya tidak memiliki pemikiran serupa. Semua orang terlihat optimis dan bersemangat terutama Rain dan seorang archer yang memiliki class marksman bernama Rockie .

__ADS_1


Rockie menggunakan panah sebagai senjata utamanya. Selain itu, sebagai satu-satunya ranger di kompok ini, ia juga berperan sebagai navigator.


"Tuan, di 200 meter ke depan ada seekor magic beast. Dilihat dari jejak kakinya, ini adalah seekor herbivora," ucap Rockie.


"Woww!!"


Para knight sangat bersemangat.


"Apa kalian ingin memburunya?" tanya Alex.


"Ya, Tuan!"


"Hah ... baiklah, mari kita buru."


Alex pasrah, setidaknya dia tidak berburu Red Urours yang terkenal agresif.


Kelompok itu kembali bergerak. Kuda-kuda yang mereka tunggangi berjalan dengan hening.


Kurang dari setengah jam, mereka akhirnya menemukan target. Itu adalah magic beast  bernama Rangifer Snowalker yang menyerupai rusa berukuran 1,5 meter tetapi tanduknya diketahui tercipta dari es abadi yang tidak akan mencair di teriknya mentari. Selain itu, tubuh magic beast ini berwarna putih seperti salju. Rangifer Snowalker dikategorikan sebagai  magic beast tingkat middle class dan terkenal dengan hembusan napasnya yang dapat membekukan apa pun pada jarak kurang dari 10 meter. Namun magic beast ini sering diburu karena tanduknya yang cantik.


Pada jarak kurang dari 100 meter, tiga knight berpisah dari kelompok. Mereka pergi ke titik-titik yang telah ditentukan. Tujuannya adalah untuk memblokir jalan kabur buruan.


Mata Alex juga cukup tajam sehingga ia dapat mengetahui letak magic beast itu setelah diberitahukan.


Ia menarik busurnya, mengarahkan anak panah ke target kemudian menembaknya. Sebenarnya banyak orang di kelompok Alex kecuali Rain yang meragukan kemampuan Alex. Mereka tahu tuan mereka bukanlah seorang marksman, selain itu, ia masih baru dalam berlatih martial art. Para knight menyarankan untuk melakukan pemburuan jarak dekat seperti menggunakan pedang daripada panah.


Namun Alex menolaknya. Ia jelas tidak mau mengeluarkan keringat hanya untuk mengejar hewan buruan. Belum lagi resiko ia terjatuh atau menabrak pepohonan. Itu pasti sangat tidak nyaman. Alex sudah cukup menderita dengan segala masalah yang ada, seperti gigitan nyamuk. Namun tidak semua di hutan ini buruk, setidaknya dengan pepohonan yang rimbun sehingga matahari tidak terlalu menyengat dan juga udaranya cukup segar.


Jadi setelah anak panah ditembakan, cukup mengejutkan bahwa anak panah itu memang mengarah tepat ke target, sayangnya buruan mereka adalah magic beast bukan hewan normal.


Rangifer Snowalker mengetahui ada bahaya, dengan cepat ia menutupi seluruh tubuhnya dengan armor es yang tiba-tiba tercipta. Es itu menutupi badan hingga lehernya. Ini adalah skill  khusus milik spesies Rangifer Snowalker yang dikenal sebagai [White Cloack of Tarandus] (Species Magic). Bahkan skill ini dapat membendung sihir tingkat 3, [Fireball].


Anak panah itu langsung terjatuh ke tanah setelah menyerang armor es. Bahkan tidak ada bekas kerusakan di armor yang menunjukkan seberapa kuatnya es itu.


Namun itu bukanlah tembakan sebenarnya. Dari jalur tembakan yang serupa, kali ini sebuah anak panah yang mengandung aura berwarna hijau meluncur dan menyerang Rangifer Snowalker.


Boom!!


Armor itu langsung mengalami keretakan.


"Sial!"


Rockie merasa tidak puas dengan serangannya.


"Serang!" teriak Alex.


Ketiga knight menyadari tembakan Rockie gagal menjatuhkan buruan. Mereka langsung keluar dari persembunyian dan pergi menyerang menggunakan kemampuan berpedang mereka.


Rangifer Snowalker bukanlah hewan penakut. Terutama jika itu adalah pejantan, ia akan menyerang lawannya.

__ADS_1


Rangifer Snowalker menggunakan ultimate skill-nya bernama [Rangifer Breath](Species Magic). Kekuatannya setara dengan sihir tingkat 4, [Ice Field] tetapi dengan AoE yang lebih kecil hanya 10 meter, berbeda dengan [Ice Field] yang bahkan mampu membekukan objek hingga 13 meter. Namun keunggulan dari skill ini ialah bersifat continue yang berarti akan aktif hingga 5 menit ke depan jika ia terus menghembuskan napas bekunya tanpa jeda. Sialnya lagi, skill ini akan tetap bekerja bahkan bila Rangifer Snowalker berlari sehingga di sepanjang jalan yang ia lalui akan dipenuhi oleh lapisan es. Itulah alasan kenapa dia diberi nama sebagai snowalker.


__ADS_2