THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
FIEF WAR(2)


__ADS_3

Kota Honore merupakan kota utama di wilayah barat dari Otilia. Kota ini sebenarnya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan Ibukota County of Otilia, Revouille.


Populasi Kota Honore diperkirakan sebesar 7.000 jiwa, jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan Kota Revouille yang memiliki populasi 61.300 jiwa. Dengan jumlah yang sedikit itu, pertahanan kota tentunya tidak terlalu maksimal. Dinding yang menjadi pertahanan kota hanya dibentuk dari bongkahan batu yang disusun bahkan ada pula sebagian yang terbuat dari kayu.


Saat ini 3.200 prajurit baru saja keluar dari gerbang kota. Mereka semua menuju ke utara.


Tentunya sebagai pewaris dari gelar countess, Clotildy memimpin seluruh pasukan. Adapun Alex dan Regis hanya menjadi kelompok independen yang memimpin pasukan dalam jumlah kecil. Namun demikian dengan adanya berbagai orang hebat di kelompok tentu saja tidak ada yang meremehkan.


Wilayah utara adalah kawasan yang saat ini belum terjamah sepenuhnya oleh pasukan musuh.


Namun demikian cepat atau lambat daerah tersebut akan segera jatuh. Alasan Clotildy memimpin pasukan ke utara alih-alih ke selatan, itu karena jika dibandingkan dengan kawasan utara, konsentrasi pemukiman di kawasan utara jauh lebih banyak daripada selatan.


Kawasan selatan belum terlalu mengalami eksplorasi secara mendalam semenatara kawasan utara walaupun tidak semaju wilayah barat ataupun timur tetapi kawasan utara dapat dikatakan memiliki ekonomi yang cukup kokoh.


Setelah beberapa hari melakukan marching, mereka sampai pada sebuah pemukiman. Itu adalah town .


Namun saat ini kota tersebut terlihat berbeda.


Benteng kayu dan gerbang tersebut telah rusak. Selain itu bendera kebangsawanan Otilia yang seharusnya berkibar di menara pengawas kini digantikan oleh bendera asing.


Dalam kondisi saat ini mereka sadar bahwa kota itu telah jatuh ke tangan musuh.


Clotildy memimpin rapat di sebuah tenda komando yang dihadiri oleh para bangsawan termasuk Otto dan bahkan Barnard.


"My Lord, saya menyarankan untuk memberikan serangan pada malam hari. Melakukan serangan pada petang akan menimbulkan korban yang tidak sedikit. Tidak hanya itu, kita juga tidak tahu apakah di kota itu terdapat tawanan perang atau tidak," ucap Otto.


Otto memiliki pengalaman perang yang cukup banyak. Sarannya tentu sangat berharga dan patut untuk dipertimbangkan.


"Saya setuju dengan ucapan Sir Fertiphile. Serangan malam jauh lebih efektif jika kita menyerang terutama dengan jumlah prajurit kita yang terlalu sedikit," ucap Regis.


Baik Regis dan Otto memiliki pengalaman dalam perang tentunya dengan kedua orang itu memiliki pandangan yang sama, maka seharusnya saran Otto dapat dengan mudah diterima.


"My Lords, saya izin bertanya. Jika penyerangan di malam hari bertujuan untuk mengurangi resiko, maka bukankah kita memiliki para petualang? Terlebih para petualang tersebut memiliki peringkat yang cukup tinggi untuk kalangan mereka."


Sebagai seorang bangsawan, Victor menganggap derajat petualang tidaklah setara dengan dia yang merupakan bangsawan. Sehingga bahkan ketika dia menyebutkan para petualang , dia tidak menggunakan gelar penghormatan apa pun. Bahkan ketika itu menyangkut mereka, dia tidak melirik Barnard yang merupakan ketua petualang di sini. Dia hanya memandang para bangsawan agung seperti Clotildy, Regis, dan Alex.


Ada keheningan dalam ruangan ini.


Mereka bukannya tidak mau menggunakan para petualang tetapi mereka memiliki sebab untuk tidak menggunakannya atau tepatnya tidak dapat menggunakannya.


Itu karena para petualang yang bersama dengan mereka dipanggil atas nama Alex sehingga yang mampu memerintah para petualang itu adalah Alex. Namun karena Alex tidak mengatakan apa pun maka tidak ada yang membahasnya.


Jadi bisa dibilang walaupun Victor tidak menyadarinya, dia secara tidak langsung adalah orang yang berhasil mengangkat beban di dalam hati semua orang terutama Clotildy.


Alex yang selama ini diam akhirnya berbicara.


"Para Petualang yang terhormat merupakan orang-orang yang paling kuat di legion ini atau dapat dikatakan mereka adalah tim elit dari para prajurit di sini. Jika kalian menggunakan tim terbaik kalian dalam awal perang itu sama saja memberitahukan kartu truf yang kalian miliki."


Regis dan Otto menganggukan kepala mereka yang berarti mereka memiliki pemikiran serupa.


Victor juga hanya diam tidak memberi balasan apa pun.

__ADS_1


Jadi dengan tidak adanya penolakan dan saran lain, maka semua orang sepakat untuk melakukan serangan kejutan pada malam hari.


Town of Hurlbarch, County of Otilia


Sebuah serangan dijalankan pada malam yang gelap gulita.


Sebuah anak panah tertancap pada kepala seorang penjaga.


Serangan lain mengarah pada lainnya.


Namun sayangnya serangan tersebut bukannya tidak meninggalkan jejak.


Walaupun hanya diserang menggunakan panah, tetapi suara teriakan dari korban tetap menggema.


Seorang prajurit menyadari ada yang tidak beres.


Ketika dia berada di menara penjaga, dia menyadarinya.


Para penjaga yang seharusnya berdiri tegak di depan gerbang kini telah terbaring tak bergerak di tanah.


Dengan penuh kepanikan, dia memukul lonceng peringatan.


"Lebih cepat dari yang kupikirkan."


Barnard yang mengawasi dari jauh melihat kepanikan musuh. Perlahan, di setiap sisi kota mulai terang dengan cahaya obor.


Pada saat ini pasukan penyerang yang merupakan pasukan pembebas dari Otilia mulai menyerang dalam jumlah masif.


Kebanyakan dari mereka hanyalah pasukan non-kelas dan bahkan hanyalah partisan.


"Paman, apa mereka akan berhasil?"


Lilac yang berdiri di sampingnya bertanya.


Walaupun pertanyaan itu terkesan memiliki kekhawatiran tetapi di wajahnya ia terlihat tidak terlalu peduli.


"Itu tergantung bagaimana Nona Muda Otilia mengatur prajuritnya. Sangat disayangkan Governor dan Tuan Muda Morhust tidak terlalu memperdulikan serangan ini. "


"Jadi apakah artinya para Lord ingin menguji kemampuan sang Nona dalam perang?"


Barnard tidak menjawab secara eksplisit. Namun dia setuju dengan perkataan Lilac.


Ketika dia berada di tempat rapat sebelumnya, para bangsawan agung khususnya Alex terlihat tidak terlalu tertarik dalam serangan ini. Mungkin Regis masih sedikit peduli dengan memberikan beberapa saran. Namun ia tidak melangkah lebih jauh.


Barnard mengalihkan pandangannya ke tempat di mana para bangsawan agung berada. Selain Clotildy, dia dapat melihat bahwa Regis dan Alex hanya berdiri diam. Bahkan ia secara tidak sengaja melihat Regis menguap.


Sungguh, mereka terlalu eksplisit untuk menguji Nona Muda.


Dalam kondisi ini Barnard dapat membuat kesimpulan bahwa sepertinya Alex dan Regis ingin melihat seberapa kompetennya sekutu mereka ini. Jika Clotildy gagal dalam serangan ini, besar kemungkinan tidak artinya bagi kedua bangsawan agung itu untuk membantu.


Door! Door! Door!

__ADS_1


Gebang kota sedang didobrak dengan menggunakan batang kayu yang cukup besar.


Para knight yang berada dibawah komando Clotildy mencoba untuk melakukan defensif terhadap serangan yang berusaha menghancurkan pasukan pendobrak.


Serangan itu berlangsung cepat.


Setelah gerbang kayu pada akhirnya jebol, serangan menjadi lebih mudah.


Seperti yang diduga, di tempat pasukan musuh yang memiliki kelas tidak terlalu banyak sehingga penaklukkan kota dapat berlangsung dengan mulus.


Pada akhirnya bendera musuh diturunkan dan bendera kebangsawanan Otilia berkibar di setiap sudut kota.


Serangan telah berakhir dan kemenangan berada di tangan Otilia.


Secara berkala, para prajurit mulai mencari para tawanan perang.


Mereka pergi menyusuri setiap gudang dan rumah.


Mereka menemukan beberapa orang. Sebagian besar adalah penduduk yang terus bertahan. Sementara para prajurit kemungkinan besar telah dihabisi.


Namun terdapat satu tawanan yang mengejutkan semua orang.


Diantara para tawanan lain, dia terlihat jauh lebih baik dari yang lain.


Ketika Clotildy datang melihatnya, dia tidak bisa tidak berteriak.


"Viscount Breakssex!"


Pria yang disebut sebagai bangsawan hebat itu kini terlihat pucat dan tidak sehat. Namun dia tidak memperdulikan kondisi tubuhnya. Ketika ia melihat Clotildy, dia langsung berteriak dengan penuh keputusasaan.


"Nona Muda! Anda akhirnya kembali!"


Viscount berdiri dari kursinya, Dia dengan penuh semangat dan antusias memanggil nama Clotildy


"Viscount , Tenangkan dirimu. Pulihkan dirimu terlebih dahulu."


"Tidak Nona! Kita harus segera pergi! Kita harus kembali ke tempat Countess!"


Teriakan itu jelas mengejutkan semua orang. Terutama ketika mereka mendengar kabar burung dari setiap pedagang yang mereka temui.


"Viscount ... A-apa maksudmu? Bukankah Revouille telah jatuh? Bukankah artinya ibuku sudah ...."


"Nona, itu tidak benar. Countess selamat! My Lady sekarang berada di viscounty saya. Sekarang kita harus kesana untuk mengumpulkan serangan balasan. Selama Anda dan My Lady masih hidup, akan selalu ada harapan untuk kembali membangun Wangsa Otilia."


Viscount tidak menunda waktu, dia dengan singkat menceritakan kejadian malam sebelum penyerangan terjadi di Kota Revouille.


"Malam itu seluruh kota berada dalam kekacauan, para warga membakar dan menjarah pasar. Yang Mulia Countess pergi untuk melihat kejadian itu. Saya saat itu sedang memeriksa persediaan senjata di gudang sehingga saya tidak bersama dengannya ketika itu sehingga saya tidak tahu detailnya tetapi saya dapat mendengar ledakan luar biasa besar di luar bahkan sampai membuat gempa kecil kemudian beberapa saat kemudian Yang Mulia Countess muncul entah dari mana di hadapan kami."


Viscount menjelaskan dengan detail pada malam itu.


Kondisi countess yang terlihat sangat buruk.

__ADS_1


"Jadi kami sadar bahwa musuh telah berhasil memasuki kota dan dengan keadaan Yang Mulia Nyonya-ku Countess yang tidak baik-baik saja, saya dan beberapa bangsawan lainnya  memutuskan untuk membawa Yang Mulia Countess dan melarikan diri dari kota. Namun dalam perjalanan, kami dikejar oleh musuh. Jadi pada saat itu, demi keselamatan Nyonyaku, saya pun menghadapi mereka untuk mengulur waktu."


Clotildy dan lainnya hanya bisa diam dan terus mendengar cerita sang viscount tanpa ada seorang pun dari mereka yang memotong pembicaraan. Melalui perkataan viscount Breakssex, mereka menyadari bahwa perang kini telah memasuki kondisi yang benar-benar buruk.


__ADS_2