THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
DOOM(3)


__ADS_3

Diantara kumpulan awan badai itu sebuah retakan dapat terlihat. Retakan itu dengan cepat semakin membesar hingga membelah langit malam yang suram. Tidaklah salah menyebut itu retakan layaknya sebuah cangkang telur yang telah retak.


Sylv dapat merasakan energi luar biasa kuat yang keluar dari celah retakan itu.


Tubuhnya gemetar. Ia hanya mematung dan tak dapat berpikir apa pun.


Menyaksikan kekuatan yang maha dahsyat itu menunjukkan dirinya.


Sepasang tangan raksasa muncul dari celah retakan itu. Tangan raksasa itu memperlebar celah retakan yang ada di langit.


Dari celah yang semakin melebar itu, Sylv dapat melihat dunia yang tidak pernah ia temui sebelumnya.


Dunia di mana hanya terdapat kegelapan yang jauh lebih legam daripada gelapnya malam. Kegelapan yang memancarkan hawa kematian dan dari sana, ia melihat sebuah sosok muncul.


Sosok itu adalah sebuah makhluk dengan sepasang tanduk gelap di kepalanya dan memiliki tiga pasang sayap hitam di tubuhnya


"!!"


Apa itu?!


Dari celah kegelapan itu, sosok misterius itu baru saja menampakkan wujudnya. Wujudnya yang cantik  sebenarnya sangat kontras  dengan hawa kematian yang ia pancarkan.


Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku!


Untuk sesaat Sylv menggigil ketakutan. Tubuhnya tidak dapat bergerak sesuai dengan kehendaknya. Ketakutan telah menguasai dirinya dan semua ketakutan itu berasal dari entitas yang ada di hadapannya.


A-apa itu demon? pikir Sylv.


Tubuh Sylv bergetar ketakutan. Seumur hidupnya, ia hanya bertemu dengan satu demon dan makhluk itu memiliki energi yang sangat menakutkan. Namun sosok yang sepertinya adalah demon wanita ini memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat.


Demon wanita itu menatapnya dengan tatapan merendahkan. Itu seperti melihat seekor serangga yang dapat mati kapanpun.


"Berlutut."


"!!"


Tubuh Sylv berlutut tiba-tiba mengikuti perintah makhluk itu. Ia tidak bisa menggerakan tubuhnya. Seolah tubuhnya ini bukan lagi miliknya.


Makhluk itu dapat berbicara dengan bahasa yang dimengerti oleh Sylv. Namun yang lebih mengejutkan adalah makhluk itu sama sekali tidak berteriak tetapi suaranya dapat didengar oleh Sylv seolah makhluk itu berbicara di dekatnya.


"S-siapa kau!" teriaknya.


Sylv berusaha melepaskan diri dari dominasi kekuatan makhluk itu tetapi itu tidak memberikan perubahan apa pun.


Makhluk itu masih berada di langit dan mengawasi Sylv dari atas. Ia kemudian mengangkat kedua tangannya seperti sosok iblis yang menyambut para penghuni neraka.


Retakan yang berada di langit perlahan menghilang kemudian awan badai yang berada di langit mulai berputar dengan mereka sebagai titiknya. Suara guntur dan angin membuat suasana semakin mencekam.


"Wahai manusia yang telah kehilangan jalan! Dengarlah ...."


Suara demon itu mengejutkannya. Sylv yang berusaha melepaskan diri dari pengaruh kekuatan makhluk itu terdiam. Ia lantas  hanya mampu melihat makhluk itu. Makhluk kegelapan itu sangat berbeda dengan sebelumnya, seolah terlihat jauh lebih kuat.  Matanya mengeluarkan sinar merah dan tubuhnya diselimuti energi gelap.


"!!"


Makhluk itu berbicara dengan lantang dan terkesan agung. Suaranya seolah memberi efek gema sehingga menambah ketegangan yang terjadi.


"Aku Ainuhrim, Ruler Overseer of Underworld  menghukummu! Engkau tidak lagi pantas sebagai pengikut cahaya, engkau tidak pantas menjadi pengikut kebajikan, engkau tidak pantas berada di dunia ini."


"M-Memangnya siapa kau yang berani mengatakan itu?! Akulah yang menentukan itu semua! Bahkan jika kau iblis sekalipun, kau  tidak akan pernah bisa mengalahkanku. Rrrraaaaar!"


Sylv dengan sekuat tenaga menyemburkan serangan energi dari mulutnya. Berbeda dengan sihir, serangan ini betul-betul mana murni yang dijadikan sebagai serangan.


*Boom!!


Ledakan hebat terjadi. Seolah bom telah jatuh. Dengan perasaan yakin, Sylv percaya bahwa makhluk itu telah binasa oleh serangan hebat itu.


"T-Tapi kenapa awan itu belum hilang juga?"


Sylv memandang langit yang masih ditutupi awan gelap.


"!!"


Ia masih di sana?!


Sylv masih melihat demon wanita di sana. Makhluk itu tidak terluka sedikitpun. Ia masih mengangkat kedua tangannya di atas dan butiran cahaya muncul dari telapak tangan makhluk itu.


Butiran-butiran cahaya putih itu berputar di atas langit. Mereka terus terbang ke atas hingga akhirnya sampai ke pusat pusaran badai awan gelap di langit. Butiran-butiran cahaya putih itu saling menyatu dan membulat, mereka seolah berkumpul setelah dikepung oleh awan gelap.


"A-apa itu?"


Sylv bertanya dengan takut tetapi makhluk itu sama sekali tidak memberikan jawaban apa pun. Ia masih menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi.


Sylv yang masih berlutut akibat kekuatan makhluk itu. Ia melihat ke langit dimana  butiran cahaya yang banyak itu kini telah berubah menjadi satu bola raksasa yang mengeluarkan cahaya putih. Bola raksasa itu mengeluarkan kilatan-kilatan yang begitu banyak.

__ADS_1


Tiba-tiba bola putih raksasa itu seolah mengeluarkan akar putih dan merembet di awan gelap. Ini terlihat seperti jaring laba-laba yang menempel di jas hitam. Perlahan berbagai lingkaran sihir dengan rune dan bentuk berbeda muncul di atas langit.


"Itu!?"


Bahkan walaupun Sylv bukanlah ranger, ia dapat merasakan energi yang sangat mematikan dari benda yang dibuat oleh makhluk itu. Namun semua terlambat. Sejak awal makhluk itu tidak ingin melepasnya begitu saja.


K-Kekuatan para Dewa! M-Mustahil!! Apa makhluk ini adalah demon? Bahkan para ketua- tidak, bahkan para demon yang kutemui tidak memiliki kekuatan sehebat ini.


Terdapat lebih dari 20 lingkaran sihir di atas sana dengan sebuah lingkaran sihir terbesar pada bola putih raksasa. Dari dalam masing-masing lingkaran, muncul sebuah bola batu berapi.


"Aaaaaaaaar!!"


"Tidak! Tidak! Kumohon hentikan!"


"Ampuni aku!"


Sylv berusaha meminta maaf setelah menyaksikan kemunculan bola-bola api raksasa itu. Kini ia tahu bahayanya.


Bola-bola api itu pun meluncur lurus ke bawah dengan apik. Lalu ledakan seperti bom atom pun terjadi.


*BOOOOOOOM!!


kini tanah tempatnya bertarung dengan Alex sudah menjadi lubang raksasa yang menganga seukuran 500 m. Setidaknya serangan itu menciptakan kawah hingga 500 m yang merubah landscape kota.


Makhluk itu melihat ke bawah. Namun makhluk itu terlihat tidak senang.


"Dia melarikan diri," gumamnya.


Ia kemudian melihat Alex yang terbaring di tanah.


Alex sama sekali tidak terluka dengan serangan barusan padahal Alex berada pada titik serangan. Itu karena makhluk kegelapan ini telah memberikan perlindungannya kepada Alex sehingga serangannya tadi sama sekali tidak memberikan dampak apapun kepada pria itu.


Makhluk itu lantas perlahan mulai turun dari langit. Ia mendekati Alex kemudian berlutut di dekatnya.


Makhluk itu menyentuh wajah Alex dengan sentuhan kecil. Seolah takut membuat Alex bangun.


"Tuan ...  bangunlah."


Lingkaran sihir muncul di sekitar Alex dengan memancarkan api  biru dan bersama dengan kemunculan energi gelap.


Makhluk itu bangkit lalu. Ia melihat Alex yang masih terbaring di tanah selama beberapa detik sebelum menghilang di depan Alex.


***


Di dalam hutan rindang yang gelap berlokasi cukup jauh dari Hadalon, Sylv yang baru saja berhasil kabur dari maut kini bisa menghela nafas lega.


Di sebelahnya, dr. Plague berbicara dengannya dengan nada panik. Ketika ia menemukan Sylv sedang berduel dengan seseorang, ia juga menyaksikan kemunculan sosok makhluk itu. Makhluk yang muncul dari kegelapan.


Sama halnya dengan Sylv, dr.Plague juga tidak dapat menggerakan tubuhnya seolah ia ditekan oleh kekuatan yang tak terlihat.


"Aku juga tidak tahu. Siapa yang menduga monster itu akan muncul tepat di depanku!?"


"Apa makhluk itu demon? Bagaimana dia bisa muncul di tengah kota!" teriak dr. Plague.


"Lupakan. Setidaknya kita tidak harus bertemu dengannya."


Sylv masih dapat merasakan kalau kakinya masih gemetaran. Dia baru saja merasakan sensasi akan segera mati.


"Untung saja aku menyelamatkanmu," ucap dr.Plague.


Sylv tidak menjawab. Ia hanya menatap dr.Plague dengan tatapan dingin.


dr.Plague baru saja menggunakan magic scroll yang berisi [Teleportation] untuk memindahkan dirinya dan Sylv. dr.Plague sebenarnya bisa menggunakan [Teleportation] tetapi ia hanya dapat  menteleportasikan dirinya sendiri. Saat ini kekuatan sihirnya masih belum cukup untuk menteleportasi lebih dari satu orang.


"Sekarang bagaimana?" tanya Sylv.


"Tidak ada cara lain. Kita harus mundur dan memberitahukan apa yang terjadi kepada atasan. Kamu sebaiknya mengumpulkan semua amygdala-mu jika tidak ingin dibersihkan kerajaan ini," balas dr.Plague.


"Tidak perlu, aku masih dapat membuat mereka lagi. Tidak buruk membuat kota ini menjadi kota penuh undead kan?" ucap Sylv sambil tersenyum menakutkan.


"Dasar gila. Hmm … sepertinya buff-mu sudah mulai menghilang. Sulit dipercaya. Bagaimana kamu bisa mendapat tubuh sebesar itu? Apa karena orang yang kamu lawan?"


"Ah, ya, darahnya membuatku sekuat ini. Sayang sekali aku tidak bisa membawanya."


Sylv melihat tubuhnya sudah mulai kembali ke ukuran semula. Ia menghela napas kecewa karena ini untuk pertama kalinya dia dapat mendapatkan kekuatan sebesar itu.


"Begitu kah? Sepertinya aku kehilangan sampel percobaan yang berharga," ucap dr.Plague.


Suara gagak tiba-tiba terdengar diikuti oleh hembusan angin dingin.


"!!"


"Aku merasakan ada yang tidak beres," bisik Sylv.

__ADS_1


dr. Plague tidak menjawab tetapi ia mengangguk.


Di sana! 


Kedua orang itu melihat pada satu titik yang sama. Mereka merasakan kedatangan seseorang.


Suara langkah kaki terdengar semakin mendekat.


Dari balik hutan yang gelap, kedua orang itu melihat sosok yang familiar di depan mereka.


"Sepertinya manusia rendahan seperti kalian cukup pandai melarikan diri."


Makhluk itu adalah sosok yang tadi mengeluarkan serangan yang mengerikan.


"Sial! Bagaimana dia menemukan kita?" teriak dr. Plague.


dr. Plague yakin dia telah menggunakan [Teleportation] di titik yang sangat jauh dari Hadalon. Jadi seharusnya mustahil bagi monster itu untuk mengejar mereka.


"B-bagaimana mungkin."


Sementara itu, Sylv terlihat pucat. Walaupun ia saat memiliki kekuatan luar biasa berkat Alex, tetapi ia sangat yakin tidak dapat melawan makhluk ini.


Aku tidak punya magic scroll lagi. Jika pada kasus terburuk maka aku harus memprioritaskan keselamatanku sendiri, pikir dr.Plague.


"Sylv, sadarlah! Jika kau ingin selamat, serang monster itu!" teriak dr.Plague


dr.Plague mengeluarkan sebuah lentera kecil dari dalam jubahnya. Itu adalah lentera bernama Plagos' Lantern.


"Keluarlah plagos!"


Plagos' Lantern adalah sebuah relic class magic item.  Item itu mampu menyimpan para spirit dalam jumlah tertentu. Banyaknya spirit yang disimpan tergantung dari kekuatan penggunanya.


Setelah teriakan dr.Plague, Plagos' Lantern mulai memancarkan cahaya kemudian puluhan bahkan ratusan spirit bernama Plagos mulai bermunculan. Plagos adalah spirit yang menyebarkan wabah yang disebut black death. Wabah itu telah menyebar di seluruh Hadalon dan beberapa kawasan sekitarnya.


Seluruh Plagos itu terbang ke langit malam. Mereka berputar di sana layaknya  segerombolan singa yang mengepung mangsanya.


"...."


Sosok yang bernama Ainuhrim itu tidak merespon apa pun. Dia hanya diam memperhatikan semua yang baru saja terjadi.


"Sialan kau Sylv! Kenapa diam saja, cepat serang dia!?" teriak dr.Plague.


"T-tapi-" ucap Sylv dengan ragu.


"Kau ingin kita berdua mati!? Aku akan memberimu buff. Jadi serang saja iblis itu!"


Dengan tubuh gemetaran, Sylv berlari dengan dilengkapi dua pisau miliknya mengarahkan serangan kepada Ainuhrim.


"[Evil's Energy]!" teriak dr.Plague


Itu adalah sihir tingkat 5, [Evil's Energy]. Mantra itu adalah mantra tipe buff yang mampu meningkatkan regenerasi tubuh hingga 150%, meningkatkan cepatan serangan 70%, meningkatkan AoE 40%, dan memberikan tambahan damage sebesar 70%.


Sylv dapat merasakan energi besar mengalir di tubuhnya. Kedua pisau yang dia pegang memancarkan aura yang sangat besar. Dia tanpa ragu memberikan tebasan kepada Ainuhrim.


Namun serangannya ditahan dengan tangan kosong.


"Sial!"


Sylv berusaha menarik pisaunya agar terlepas dari cengkraman Ainuhrim tetapi bahkan pisau yang ditangkap Ainuhrim itu sama sekali tidak bergerak.


"!"


Ainuhrim menyerang Sylv dengan tangan kosong. Nyaris saja, Sylv berhasi menghindari dengan melompat menjauh.


Salah satu pisau Sylv kini berada di tangan Ainuhrim. Namun alih-alih menggunakannya, ia melempar pisau itu ke tanah. Ini adalah sebuah provokasi seolah dia dapat melawan mereka dengan tangan kosong.


Serangan lain datang. Kali ini para plagos yang berada di langit satu per satu terbang ke arah Ainuhrim dengan memberikan serangan mereka.


"[Black Gehenna]!"


Selagi para plagos mengalihkan fokus Ainuhrim, dr.Plague mengambil kesempatan itu untuk melancarkan serangan.


[Black Gehenna] adalah mantra tingkat 4 itu menghasilkan serangan berelemen kegelapan. Ledakan terarah pada Ainuhrim. Merasa bahwa serangannya efektif, dr.Plague tersenyum dibalik topengnya tetapi untuk hanya sementara karena hanya dengan satu tangan Ainuhrim kembali bisa menghentikannya dengan mudah.


"Apa?!"


dr.Plague dibuat gila dengan apa yang terjadi. [Black Gehenna] adalah serangan andalannya tetapi itu ditahan hanya dengan tangan kosong. Tidak hanya dia, bahkan Sylv juga terkejut.


"Lenyaplah," ucap Ainuhrim.


Kali ini adalah giliran Ainuhrim.


Ainuhrim berbicara dengan santai tetapi hanya dengan satu kata yang ia ucapkan, seluruh plagos tiba-tiba hancur dan berubah menjadi asap hitam.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin!?"


Baik itu Sylv dan dr.Plague berteriak bersamaan.


__ADS_2