
Lenastronople, dulunya merupakan kota benteng yang menjadi salah satu kota dengan pertahanan terkuat tidak hanya di County of Otilia, tetapi bahkan di Kerajaan Artchania. Sayangnya seiring meluasnya kerajaan dan perubahan kekuasaan region menyebabkan pertahanan kota kurang mengalami perkembangan dan perawatan. Dulunya kota ini adalah bagian dari sebuah duchy yang bernama Duchy of Stuartogenet. Namun semenjak wangsa Otilia berhasil merebut tampuk kekuasaan regional dari wangsa terdahulu yakni House of Stuartogenet, ditambah dengan pengukuhan sebagai sebuah county, pada akhirnya Lenastronople secara perlahan kehilangan statusnya sebagai kota terkuat. Adapun Duchy of Stuartogenet pada akhirnya runtuh dan pecahan wilayahnya kini adalah County of Otilia, County of Yorksall, dan sebagian besar wilayah timur dari March of Canadia.
Namun kini kota bersejarah itu telah berubah menjadi lautan api yang membara.
Pada akhirnya sang benteng tua harus kembali jatuh.
Viscount Lambert Lu'Cois Arlouise adalah salah satu pengikut dari count saat ini. Ia dipercaya memimpin sekitar 2.500 pasukan reguler dari county.
Lambert memiliki kelas sebagai seorang eques.
Eques berarti seorang warrior yang menggunakan mana. Berbeda dengan knight yang menggunakan aura. Walau eques dan knight sama-sama diartikan sebagai ksatria, tetapi eques memiliki keistimewaan tersendiri. Dikarenakan role dari seorang magic warrior lebih langka daripada warrior bahkan dari seorang magic caster sekalipun, sehingga class eques ataupun class dari role magic warrior lainnya selalu dikejar-kejar oleh pihak royalty, noble , atau bahkan guild.
Untuk informasi, keluarga Arlouise adalah keluarga yang terbentuk dari pernikahan salah seorang pihak Keluarga Otilia dan Keluarga Stuartogenet. Keluarga ini terbentuk sebagai solusi dari ketegangan antara dua keluarga bangsawan besar ini walaupun pada akhirnya keluarga Stuartogenet harus hancur akibat invasi Keluarga Canadia yang dibantu oleh Keluarga Otilia, Yorksall, dan Norchaster. Kehancuran dari Keluarga Stuartogenet yang merupakan salah satu wangsa bangsawan terbesar tentu saja mengguncang kerajaan. Padahal House of Stuartogenet telah mendapat bantuan dari wangsa besar lainnya seperti Fertiphile, Whitesburg, Sintheny, dan Sandwealth.
Lambert berusaha untuk tetap berdiri tetapi luka di tubuhnya bahkan menyulitkannya bernapas. Saat ini ia dikelilingi oleh ratusan mayat yang tergeletak tak bernyawa. Ratusan rumah terbakar, dan teriakan kemalangan di sana sini terus bergema.
Ini adalah kekalahannya ....
Lambert menatap dengan penuh kebencian terhadap enam sosok yang berada di depannya. salah satu sosok memegang sebuah bilah pedang yang ditutupi oleh es sementara yang lainnya menggunakan pedang gelap yang tidak diketahui identitasnya.
Suhu di sekitar sosok itu sangat dingin, bahkan menyebabkan adanya embun dan kabut es di sekitar sosok itu.
"Guru, kau tidak menyangka bahwa aku bisa menangkan?"
Sosok dengan pedang es itu mengejek Lambert dengan tatapan menghina.
Sosok itu tidak lain adalah Peter, otak dari semua serangan ini.
"Guru, awalnya aku ingin melepaskanmu. Namun aku lebih penasaran jika aku mengirim kepalamu kepada wanita itu, menurutmu bagaimana ekspresinya?"
Lambert menggertakan giginya. Dia tidak menjawab. Namun Peter tidak memerlukan jawabannya.
"Yah ... kamu sudah terlalu tua untuk menjadi prajurit bukan? Apa kau memiliki kata-kata terakhir, Guru?"
"Diam!"
Lambert menghunuskan pedangnya sambil membaca sebuah mantra.
"[Slash of Power Strike]!"
Lambert menancapkan pedangnya ke tanah. Pada detik berikutnya, tanah mengalami gempa hebat menyebabkan tanah di sekitar Lambert pada radius 20 meter terbelah seperti jaring laba-laba dengan Lambert sebagai pusatnya.
Peter nyaris kehilangan keseimbangannya. Dia dengan cepat melompat menjauh dari AoE serangan. Adapun kelima orang di belakangnya telah lama menghilang menghindari serangan itu.
Namun ini belum selesai.
Ketika Lambert kembali menarik pedangnya, dari bawah tanah aliran lava tiba-tiba tercipta.
__ADS_1
Namun lava itu tidak menyebar melainkan mengelilingi pedang milik Lambert.
[Slash of Power Strike] adalah magic skill yang dapat disetarakan dengan magic tingkat 5. Serangan ini adalah tipe elemen dengan elemen api, tanah, dan udara sebagai elemen dasar. Penggabungan antara elemen api dan udara menyebabkan terciptanya pusaran api yang mengelilingi pedang Lambert.
Lambert mengayunkan pedangnya yang menyebabkan lava tersebut meluncur ke arah Peter seperti serangan seekor ular.
Dengan panik Peter membuat perisai yang terbuat dari es tetapi es tersebut langsung hancur dan menguap. Bagaimanapun mustahil baginya untuk menghalau mantra tingkat 5 hanya dengan mantra tingkat 3.
*BOOM!
Sebuah siluet jatuh dari atas langit tepat di depan Peter.
Siluet itu adalah sosok wanita yang mengenakan full armor gelap. Ia adalah salah satu dari sosok yang berada di belakang Peter sebelumnya.
Ia dengan lihai menghalau serangan lava hanya dengan gerakan tangan. Serangan itu terhalang seolah ada dinding tak kasat mata yang melindungi dua orang di belakangnya. Bahkan ia sama sekali tidak terdengar mengucapkan mantra.
Sosok lainnya yang juga menggunakan full armor serta pedang gelap kembali muncul.
Lambert tidak tahu siapa kelima orang yang berada di pihak Peter. Namun ia dapat memastikan bahwa orang-orang ini sangat kuat. Merekalah yang menyebabkan ia tidak dapat menyerang Peter.
Wanita yang mengenakan full armor itu mengangkat kedua tangannya ke langit.
Lambert telah kehilangan banyak mana tidak dapat berbuat banyak. Namun ia tidak ingin mundur. Walau ia tidak tahu apa yang diperbuat wanita itu tetapi ia tidak boleh lengah.
*KREERROAAKKKKK!!!
"Itu!!"
Teriakan nyaring sosok itu menarik perhatian semua orang. Bahkan prajurit yang saling bertarung secara tidak sadar berhenti dan bengong menyaksikan sosok makhluk dari langit itu turun.
*KREERROAAKKKKK!!!
*KREERROAAKKKKK!!!
*KREERROAAKKKKK!!!
*KREERROAAKKKKK!!!
Empat sosok serupa muncul tak lama setelah sosok makhluk sebelumnya.
"Wyvern!" gumam Lambert.
Kelima sosok itu memiliki sepasang sayap hitam dan kuat, kulit dipenuhi sisik, mulut yang dihiasi oleh taring. Tubuh mereka menyerupai reptil raksasa dengan panjang dari kepala hingga ekor ialah 5 meter dan ketika mereka melebarkan kedua sayap, masing tubuh mereka memiliki lebar dua kali dari panjang badan.
***
Ravouille, Ibukota County of Otilia
__ADS_1
Sosok seorang wanita dengan pedang yang tergantung di pinggangnya terus berjalan dengan murung.
Wanita itu memiliki rambut ikal berwarna coklat dengan panjang hanya mencapai tengkuk lehernya.
Tidak terasa dia telah berhenti di sebuah pintu, ia tanpa mengeluarkan banyak tenaga mendorong pintu itu.
Di dalam, seorang wanita dengan rambut pirang hanya meratap melalui jendela kaca. Ia melihat para pejalan kaki yang berlalu-lalang sepanjang jalan.
"Nona Clotildy."
Clotildy D'Magnarie Otilia, putri tertua dari count dan countess Otilia. Ia memiliki rambut pirang panjang yang terlihat bersinar dan halus. Bulu matanya yang panjang dan kulitnya yang seputih salju. Namun yang paling mencolok adalah pupil matanya yang berwarna biru langit.
"Joan."
Clotildy mengalihkan pandangannya kepada pengawal terbaik sekaligus sahabatnya, Joan de Rosse Orbelin. Wajah Clotildy sama sekali tidak menunjukkan emosi apapun tetapi sebagai sahabat yang telah bersamanya dari kecil hingga sekarang, Joan tahu bagaimana perasaan sahabatnya saat ini.
"Nona, jenazah Lord Lamberth telah dimakamkan. House of Arlouise akan segera memilih lord berikutnya. Anda diminta untuk hadir ...."
Joan tidak melanjutkan ucapannya ketika ia melihat nonanya telah mengerutkan kening.
Clotildy sama sekali tidak ikut dalam prosesi pemakaman gurunya. Itu bukan karena dia tidak mau ikut tetapi ia takut ketika menghadiri upacara pemakaman itu, dia mungkin akan menangis.
Jika ini adalah gadis biasa pada umumnya mungkin tidak akan menjadi masalah. Namun Clotildy sedikit istimewa. Ketika ia dilahirkan dia sama sekali tidak menangis. Bahkan seumur hidupnya ia hanya menangis dua kali yaitu ketika ia berumur 8 tahun yang pada saat itu kucing kesayangannya mati dan saat 13 tahun ketika neneknya menghembuskan napas terakhir. Saat ini umurnya menginjak 18 tahun sehingga seharusnya dia sudah menikah atau bertunangan. Namun karena latar belakang Otilia yang cukup unik di kalangan masyarakat patriarki menyebabkan ia masih tetap single.
Kembali ke persoalan menangis, yang aneh adalah sehari setelah tangisannya akan ada kejadian mengerikan terjadi. Misalnya sehari setelah kematian kucingnya, besoknya seluruh kucing jantan di Kota Ravouille mati tanpa sebab yang jelas. Kedua, sehari setelah kematian neneknya, seluruh ibu yang mengandung di Ravouille keguguran.
Kuil pun akhirnya percaya dan menganggap bahwa tangisan Clotildy akan menyebabkan keenam dewa murka (Dewa dalam ajaran Hexathesime). Semenjak itu, dengan berbagai sugesti di sana sini akhirnya Clotildy pun terbiasa untuk menahan air matanya.
Jika boleh jujur, dia sangat sedih dan marah saat ini. Dia marah pada dirinya sendiri yang tidak pergi ke medan perang. Namun lebih dari itu, dia membenci kakak kandungnya sendiri yang telah mengkhianati keluarga dan justru bergabung kepada Marquess Canadia.
Perang antara Otilia dan Canadia terjadi saat musim semi. Ini jelas menjadi awal yang sangat buruk. Sementara seluruh fief wars yang terjadi antar bangsawan secara otomatis berhenti akibat musim salju yaitu demi mencegah kehabisan stok logistik, justru Otilia dan Canadia mengumumkan fief war.
Penyebabnya adalah tuduhan House of Canadia yang menuduh House of Otilia membakar salah satu gudang gandum milik March of Canadia yang berbatasan dengan County of Yorksall. Walau belum terbukti tetapi telah menjadi casus belli.
Untuk informasi, sebelum musim dingin terjadi, March of Canadia dan County of Yorksall saling berperang satu sama lain. Yorksall secara de jure berada dalam satu koalisi parlemen dengan Otilia, Fertiphile, dan Morhust. Namun ketika fief war terjadi, tidak banyak bantuan diberikan. Pada akhirnya Yorksall harus mengaku kalah dengan dibuktikan berupa menandatangani perjanjian damai dan membayar harga tidak sedikit apabila mereka tidak ingin dilenyapkan oleh Canadia.
Namun agresi Canadia tidak berhenti setelah sukses menaklukkan Yorksall. Kali ini pandangan marquess beralih ke tetangga County of Yorksall yaitu County of Otilia.
Sayangnya County of Otilia tidak dalam keadaan stabil saat itu. Penyebabnya tidak lain adalah pecahnya perang saudara antar anak count.
Selagi Clotildy diam dalam duka yang menyayat hatinya, Joan mendekat. Kemudian dia berlutut layaknya ksatria tepat di depan Clotildy. Dari tas pinggangnya, dia mengambil sebuah gulungan dan menyerahkannya kepada Clotildy.
"Nona, Lady memberikan perintah."
Tanpa ekspresi, Clotildy mengambil gulungan itu tanpa membacanya. Kemudian dia kembali memandang jendela kaca sambil bergumam.
"Aku harap suasananya akan tetap sama ketika aku kembali."
__ADS_1
Clotildy jelas tahu apa isi gulungan ini.
Beberapa hari yang lalu ia dipanggil oleh ibunya untuk mencari bantuan dari luar. Tepatnya perintahnya adalah mencari dukungan dari bangsawan agung sekoalisi, tentu saja ia harus mendatangi counties lainnya terutama counties tetangga seperti County of Fertiphile dan County of Morhust.