
Meredanya perang antara Kerajaan Ibeltia dan Kerajaan Artchania dengan hasil kemenangan bagi Artchania dan gencatan senjata sampai waktu yang belum ditentukan nyatanya tidak mengakhiri semua konflik.
Konflik ini melebar tidak hanya berputar pada musuh eksternal negara tetapi juga internal.
Di ibukota Kerajaan Artchania, Archentioch.
Di salah penginapan mewah milik pangeran pertama, William Frederic Charteris Augustus sedang diadakan pertemuan rahasia.
Ini adalah pertemuan yang langka karena untuk pertama kalinya dua pewaris resmi untuk takhta mahkota kerajaan yakni pangeran pertama dan pangeran kedua secara resmi bertemu.
Pangeran Kedua, Henry Francois Gregorius Augustus, seseorang yang baru-baru ini mendapatkan prestasi sebagai sang pangeran yang membawa perdamaian dalam fief war yang terjadi di Otilia.
Namun sayangnya prestasi itu sepertinya tidak cukup untuk menyaingi prestasi dari Pangeran William sebagai seorang pahlawan yang memenangkan perang.
Selain mereka berdua terdapat beberapa bangsawan lain yaitu:
Ketua Koalisi Sandwealth, Duke Benedictus Flavius Sandwealth;
Ketua Koalisi Norchaster, Duke Louis Edouard Norchaster;
Kepala Keluarga Fertiphile, Harol Kazastian Fertiphile;
Kepala Keluarga Otilia, Philip Enrique Marchelon;
dan bangsawan agung lain yang berada pada dua koalisi itu yakni Count of Sintheny, Count of Granadia, Count of Yorksall, Count of Bluemon, Count of Artheven, Count of Great Manest, dan Count of Hildalion.
"Senang bertemu dengan Tuan-tuan sekalian, terutama kepada adinda yang tercinta My Royal Highness Prince Henry dan My Royal Highness Duke of Norchaster," ucap Pangeran William dengan sopan.
"Saya juga merasa terhormat dapat bertemu dengan Kakanda dan My Royal Highness Duke of Sandwealh serta seluruh lords sekalian. Saya juga mengucapkan selamat kepada Kakanda yang telah memenangkan perang dan sudi mengundang kami setelah melakukan perjalan jauh untuk kembali ke ibukota," balas Pangeran Henry dengan senyum sopan yang serupa.
"Pencapaian saya tidak lebih baik daripada prestasi Adinda yang mampu mendamaikan dua wilayah besar. Selamat kepada Adinda yang berhasil melakukan itu."
Pangeran William berbicara mengenai perdamaian antara Canadia dan Otilia yang dimediasi oleh Pangeran Henry secara langsung.
Walaupun kedua kubu ini sering berkonflik satu sama lain tetapi ketika berada pada meja perundingan mereka akan menyapa dengan sopan terlepas perdebatan panjang di parlemen nantinya.
"Saya merasa sangat kagum dengan Kakanda yang telah berhasil mengumpulkan begitu banyak bangsawan agung. Ini merupakan langkah yang baik."
Walaupun Henry berkata dengan hangat tetapi di dalam hatinya dia penuh kemarahan. Itu karena dia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kemampuan kakaknya untuk dapat memanggil lebih dari setengah bangsawan agung berkumpul di satu tempat yang sama.
__ADS_1
Ini bukanlah suatu pencapaian yang mudah. Dari dua belas bangsawan agung yang diundang oleh William, hanya satu bangsawan agung yang tidak datang.
Hanya Count of Morhust yang tidak hadir bahkan sama sekali tidak menunjuk wakilnya yaitu Regis. Namun itu tidak masalah karena ketidakhadirannya telah lama diketahui oleh semua orang disebabkan kesibukan governor sekarang yakni Regis yang mengurus daerahnya setelah lama ditinggal akibat baru saja kembali dari fief war.
Itu berarti saat ini terdapat sebelas bangsawan agung yang kini berkumpul. Jumlah ini sudah lebih dari setengah bangsawan agung di kerajaan.
Untuk pertemuan dengan jumlah bangsawan agung sebanyak ini yang memegang voting dalam House of Parliament, maka hanya ada satu faktor penyebab itu semua mungkin terjadi.
Menjatuhkan kabinet!
Dengan menggabungkan seluruh anggota koalisi Norchaster dan Sandwealth maka itu akan menghasilkan rasio 12:6. Jumlah tersebut lebih dari cukup untuk memakzulkan perdana menteri dan membubarkan eksekutif.
Namun eksekusinya lebih sulit daripada teori.
Sejak awal kedua duke memiliki kepentingan dan pandangan politik yang berbeda.
Dalam jangka panjang, kedua duke ini mendukung dua pangeran yang berbeda sebagai raja berikutnya. Maka apa yang menyatukan mereka saat ini adalah kepentingan jangka pendek.
Semua bangsawan dan kedua pangeran menyadari instabilitas nasional terjadi semenjak kekuasaan eksekutif dipegang oleh para marquess. Fief war yang merata yang dialami oleh hampir seluruh wilayah dan lemahnya diplomasi negara yang menyebabkan meletusnya perang dengan kerajaan tetangga menunjukkan ketidakbecusan orang-orang itu memegang ranah pemerintahan.
"Jadi sepertinya kita memiliki pandangan yang sama dengan apa yang terjadi kepada negara sekarang. Jadi saya harap Adinda dan My Royal Highness Duke of Norchaster dapat menarik dukungan dan membatalkan nota kesepahaman dengan pemerintah," ucap Pangeran William.
Itu karena pada awalnya kedua koalisi ini menyadari bahwa kekuatan yang dimiliki oleh koalisi Sandwealth terlalu besar dan juga dalam proporsi anggota parlemen, Sandwealth adalah koalisi dengan anggota terbanyak. Selain itu, Norchaster dulunya memandang Sandwealth sebagai musuh yang jauh lebih berbahaya daripada para marquess.
Sehingga untuk mencegah terjadinya parlemen gantung[1] dan krisis politik, maka Norchaster dan para marquess sepakat untuk memperkokoh posisi blok pemerintah dengan menolak usulan menjatuhkan pemerintah yang setiap kali diusulkan oleh Sandwealth.
Namun sekarang, dua anggota Sandwealth yaitu Otilia dan Yorksall baru saja mengalami kerugian besar akibat fief war. Selain itu, Sandwealth sendiri mengalami kerugian yang tidak kalah banyak setelah menjadi tempat perang Ibeltia-Artchania terjadi. Maka ini adalah momen dimana Koalisi Sandwealth berada pada kondisi terlemahnya.
Bahkan jika Pangeran William memiliki popularitas yang jauh lebih tinggi sekarang tetapi tidak dapat menutupi melemahnya koalisi yang mendukungnya.
Tentu saja semua orang menyadari hal itu.
Bahkan Sandwealth pun tidak terkecuali. Itu artinya kedepannya ia akan lebih banyak mengandalkan posisi Pangeran William alih-alih power yang dimilikinya sendiri.
Walaupun ini adalah pengorbanan yang ia sendiri berikan tetapi Duke Sandwealth tidak memperhitungkan kondisi Yorksall dan Otilia yang memburuk kemudian penolakan Fertiphile dan Morhust dalam memberikan bantuan ekonomi.
Sehingga jika memorandum kesepahaman berhasil terbentuk antara koalisi Norchaster dan Sandwealth besar kemungkinan posisi eksekutif akan dipegang oleh pihak Norchaster. Sehingga jika memisahkan siapa pemenang dan siapa yang kalah maka Pangeran William dan Norchaster lah yang akan menjadi pemenangnya sementara Pangeran Henry dan Sandwealth akan berada sebagai pihak yang kalah.
***
__ADS_1
Harol baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan para bangsawan dan pangeran.
Ini merupakan hal yang melelahkan terutama ketika ia baru saja sampai ke county tetapi harus berangkat ke ibukota akibat panggilan seorang pangeran.
Saat ini dia sedang menikmati waktu luang dengan seorang bangsawan lain di lounge dari penginapan mewah tempat mereka sebelumnya mengadakan pertemuan.
Bangsawan ini adalah Count of Yorksall.
Walaupun berada pada satu koalisi yang sama, Harol dan Count of Yorksall tidak memiliki banyak kerjasama dan interaksi sebelumnya.
Namun ketika pertemuan itu selesai, Yorksall mengambil inisiatif untuk mengobrol padanya.
Namun berbeda dari ekspektasi Harol yang berpikir kalau mereka akan membahas mengenai bisnis ataupun politik, Yorksall justru bercerita mengenai Alex.
"Tuan Count, Anda sangat luar biasa mampu membesarkan anak sehebat Alex!"
Yorksall berbicara dengan penuh semangat seolah Alex adalah anaknya sendiri.
"Tuanku, bisa Anda memberitahu saya mengapa Anda sangat tertarik dengan anak saya?" tanya Harol.
"Ah benar ... Tuan, Anda harus tahu ketika Alex berada di parlemen, dia berhasil membuat sesi ketiga penuh dengan lemparan argumen! Tidak hanya itu, walaupun aku tidak melihatnya secara langsung tetapi aku mendengar Alex dan anak dari Morhust telah membuat kerjasama dengan Norchaster sehingga tuntutan yang dilayangkan oleh aku dan Otilia berhasil diterima," ucap Yorksall dengan sangat riang.
"Kerjasama dengan Norchaster? Jadi apa mungkin itu sebabnya kenapa dalam pertemuan ini pihak Norchaster menjadi terlihat lebih tenang?" tanya Harol.
Sulit dipercaya bagi Harol. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kedua duke (Sandwealth dan Norchaster) adalah rival yang sangat sengit sehingga sangat sulit untuk mendamaikan mereka. Jadi tentu saja Harol terkejut dengan keberhasilan Pangeran William sebagai mediator dan menciptakan MoU[2].
"Oh iya, Tuan Count ...."
Count Yorksall tiba-tiba menjadi gugup dan sedikit malu. Dia kemudian melanjutkan pertanyaannya.
"Aku mendengar Alex belum bertunangan kan, apakah mungkin untuk mempertunangkan anak perempuanku dengan dia?"
Sementara Yorksall yang bertanya dengan canggung tetapi penuh dengan antusias, Harol yang mendengar masalah pertunangan menjadi murung.
Harol ingat bahwa anaknya saat ini mengalami impotensi. Sayangnya dengan banyak sekali kejadian dan perilaku Alex sendiri yang menolak bekerjasama untuk kesembuhan penyakitnya membuat Harol kepikiran kapan anaknya bisa segera sembuh.
Note:
[1] Parlemen Gantung: kondisi yang menggambarkan keadaan suatu parlemen saat tidak ada partai politik atau gabungan partai politik tunggal yang memperoleh jumlah mayoritas dalam parlemen.
__ADS_1
[2] MoU (Memorandum of Understanding)/Nota kesepahaman: dokumen legal yang berisi persetujuan dua pihak atau lebih mengenai suatu perkara.