
Halo, author di sini, terima kasih sudah terus membaca THE ARCHDEUS. Sekarang THE ARCHDEUS telah kembali rilis dengan Volume ke-2-nya. Semoga terhibur ya,
Selamat membaca ....
Kota Fertihall, ibukota dari County of Fertphile. County ini merupakan salah satu daerah terkuat yang terletak di Kerajaan Artchania. County ini dipimpin oleh seorang count, dan count itu memiliki tiga orang anak.
Salah satu anak count itu telah mengangkat dua orang anak, salah satunya adalah aku, Alven. Anak adopsi kedua oleh putra tertua dari Count of Fertiphile.
Aku melihat mentari bersinar terang pada hari pertama musim semi. Udara dingin masih tetap berhembus dengan penuh semangat. Salju putih masih terhampar luas sejauh mata memandang. Ini tidak hanya awal dari sebuah musim tetapi ini adalah perjalanan hidupku yang baru.
Alven Clovis Alexandreia, sekarang itulah namaku.
Dulu aku hanya dipanggil berdasarkan nomor yang tidak memiliki makna apa pun.
Alpha, A-25, atau apa pun namanya kini tidak ada lagi.
Sekarang hanya ada Alven, nama baru yang diberikan oleh seorang Tuan Muda dari keluarga bangsawan besar.
Aku telah diangkat menjadi anaknya dengan menanggung beban keluarga baru bernama Alexandreia.
Pada awal musim semi, aku dan Merry bermain salju bersama-bersama. Ini adalah salju terakhir tahun ini. Aku menjadi sedikit melankolis karena ini pertama kalinya aku menyukai benda dingin dan putih ini.
Sementara Marry kelihatan cukup serius membuat tulisan di lapisan salju, aku membangun sebuah boneka salju yang cukup besar. Berbeda denganku, Marry tidak terlalu pandai menulis maupun membaca. Sementara aku sudah menguasai kedua materi itu.
Pada hari berikutnya, aku bersama dengan Kak Rain mencoba berlatih beberapa hal telah diajari oleh Tuan Alex. Berbeda dengan Merry, aku masih belum berani memanggil Tuan Alex dengan panggilan ayah.
Ketika Tuan Alex datang, ia langsung memeriksa hasil perkembangan kami. Jika ada diantara kami yang tidak mengalami peningkatan, maka kami akan terus mengulang pelatihan yang sama sampai kami berdua berhasil.
Untunglah pada hari ini kami berdua telah mencapai harapan Tuan Alex.
Kemudian Tuan Alex mulai memberikan materi baru.
Apa yang kami berdua pelajari adalah hal-hal yang berhubungan dengan sihir. Namun ini bukanlah pelajaran terapan. Kami hanya mengenal pengantar yang sangat dasar dari ilmu sihir seperti teori dan dan sejarah dari sihir.
Namun berbeda denganku, Kak Rain memiliki lebih banyak tugas. Selain belajar mengenai sihir, ia juga dituntut untuk dapat menguasai ilmu berpedang.
__ADS_1
Hal itu terkadang membuatku bingung dan sedikit berkecil hati.
Mengapa aku tidak diajari ilmu berpedang juga?
Namun Tuan Alex masih tetap menolak dan hanya menyuruhku untuk terus membaca.
Kamu lebih baik menguasai ilmu sihir daripada ilmu pedang, begitulah ucapnya padaku.
Suatu hari, Tuan Alex mengajak kami ke pedesaan. Tempatnya cukup jauh dari kota. Butuh beberapa hari untuk sampai ke sini.
Rumah di pedesaan terlihat jauh lebih sederhana dari yang berada di kota.
Kereta yang kami naiki terus bergerak masuk.
Dari jendela kereta, aku bisa melihat para masyarakat desa mulai melakukan aktivitasnya. Karena ini adalah awal musim semi, mereka mulai menggarap lahan dan menanam biji-bijian maupun tunas.
Dalam melakukan tugas itu, dalam satu lahan bisa terdiri dari beberapa orang.
Tidak terasa kami berhenti di sebuah bangunan.
Bangunan ini terlihat lebih besar dan mewah daripada rumah-rumah di desa tetapi terlihat jauh lebih sederhana daripada mansion yang kami tinggali sebelumnya.
Sementara itu aku masih tetap belajar dengan serius.
Buku yang harus kubaca menjadi lebih banyak dan lebih sulit dipahami.
Aku kadang merasa ini terlalu berarti bagiku.
Namun aku tidak bisa menyerah. Aku telah diberikan kehidupan baru jadi aku setidaknya harus bisa membuat Tuan Alex tidak merasa menyesal karena telah mengadopsiku.
Ada satu hal yang membuatku bingung yakni ketika Kak Rain yang kemampuannya tiba-tiba tumbuh dengan sangat cepat.
Sebelumnya dia pergi bersama dengan Tuan Alex selama beberapa hari. Ketika kembali ia tiba-tiba mengurung diri di kamar.
Kadang aku mengintipnya dan melihat ia sedang bermeditasi selama berjam-jam.
__ADS_1
Mungkin orang lain tidak bisa melihatnya tetapi entah mengapa aku dapat merasakan perubahan udara di sekitar kamarnya menjadi lebih hangat dan lambat.
Jika ini aku yang dulu, mungkin aku tidak akan tahu apa yang terjadi. Namun aku sudah membaca berbagai buku dan buku yang telah kubaca memberiku informasi bahwa perubahan udara tersebut disebabkan oleh mana.
Aku sadar bahwa kemajuanku sangatlah lambat dan aku terus tertinggal dari yang lain.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan.
Aku sadar lambatnya pertumbuhanku telah membuatku terus tertekan. Aku ingin meminta bimbingan lebih intens dari Tuan Alex. Namun sayangnya sebelum aku bertanya, Tuan Alex dipanggil ke ibukota. Kini aku hanya bisa berlatih secara otodidak.
Aku tahu Tuan Alex adalah orang yang sibuk sehingga dia terkadang tidak memiliki waktu untuk mengurus pelatihanku.
Aku saat ini berada di tengah tumpukan buku. Suatu hari, Tuan Alex membuatkan sebuah perpustakaan pribadi yang berisi berbagai jenis buku terkhusus mengenai ilmu sihir.
Dari situlah literasi mengenai sihir semakin banyak aku pelajari dan pahami.
Namun demikian bukan berarti aku mengerti semua konten yang berada di buku. Tidak jarang aku harus menemui Tuan Alex untuk menjelaskannya.
Sayangnya Tuan Alex saat ini tidak berada di sini.
Bahkan walaupun sepertinya aku telah menguasai beberapa hal dasar mengenai sihir tetapi aku sama sekali masih belum dapat menggunakannya.
Sepertinya memang benar, praktek jauh lebih sulit daripada teori.
Merasa tertekan, aku memutuskan untuk keluar sembari menghirup udara pedesaan yang sangat segar.
Ini adalah daerah yang tidak penuh dengan hingar bingar seperti di kota.
Tidak buruk untuk tinggal di sini.
Tak jauh dari rumah, aku melihat berbagai tanaman sihir yang telah tumbuh dengan sangat baik.
Dulu tanaman-tanaman ini bahkan sama sekali tidak memiliki kecambah, sekarang mereka sudah tumbuh cukup lebat tinggi. Aku yakin Tuan Alex akan senang melihat pertumbuhan tanamannya ini.
Menurut buku yang kubaca, semua tanaman sihir memiliki efek yang berbeda-beda sehingga dapat diolah menjadi berbagai hal seperti obat-obatan ataupun makanan.
__ADS_1
Selain itu, setiap tanaman memiliki tingkatannya masing-masing. aku tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Tuan Alex kepada semua tanaman ini tetapi aku yakin ini semua memiliki tujuan tersendiri.
Untuk menghilangkan penat, aku pula memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar. Melihat hamparan pepohonan dan beberapa serangga di pedesaan. Sayangnya sekarang rumah menjadi lebih sunyi.