THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
PRE-DISASTER(1)


__ADS_3

Hadalon, March of Canadia


Seorang pria bernama Berth berjalan di gang gelap pada malam hari. Gang itu sempit hanya berdiameter sekitar semeter. Dia melewati gang itu karena itu merupakan jalur tercepat untuk sampai rumah.  Berth harus menempuh berkilo meter untuk sampai ke bar terdekat. Hal itu membuat dia depresi. Setelah minum dan berfoya-foya, dia akhirnya pergi pulang. Dengan keadaan mabuk, Berth berjalan dengan terhuyun-huyun.


"Sial ... aku terlalu mabuk."


Berth merasa kepalanya sangat berat. Ia memutuskan untuk sementara duduk bersandar di dinding.


"Ohh ... apa aku bisa pindah, ya?" gumamnya.


Berth mengingat kenangan ketika ia masih bersama istri dan anaknya. Mereka hidup dengan normal, hingga penyakit aneh menimpa anak dan istrinya. Penyakit itu merenggut seluruh keluarganya. Tidak ada yang tersisa, sejak itu dia pun terus melepas emosinya dengan minum minuman keras.


Merasa cukup lama duduk, Berth akhirnya memutuskan untuk berdiri. Dia kembali berjalan kaki menuju rumah. Disebabkan oleh gang yang gelap, terkadang ia meraba-raba daerah sekitar.


Ia bisa saja kembali dengan selamat seperti biasanya. Namun kali ini berbeda. Ketidak-hoki-annya sungguh mengenaskan. Berth tiba-tiba diserang dari belakang. Ia dipukuli oleh sesuatu yang tumpul pada bagian punggung leher atau lebih tepatnya ia dipukul oleh pegangan pisau. Pukulan itu sangat keras, seolah membuat tulang lehernya retak. Seketika Berth terjatuh dan langsung pingsan.


Dari kegelapan yang pekat, seorang berjubah gelap dengan tudung hitam yang menutupi wajahnya kembali muncul. Orang itu terlihat lebih pendek dari Berth. Dia dengan santainya menyeret Berth dengan menarik baju orang itu.


Orang itu berjalan dengan santai, melewati beberapa simpang jalan yang gelap dan sepi. Tentu saja, di jam sekarang tidak mungkin ada orang yang keluar dari rumah. Orang berjubah hitam itu pun sampai di sebuah rumah besar bertingkat dua. Dulunya rumah itu adalah milik seorang pedagang. Namun kini tidak lagi dihuni oleh pemiliknya. Orang berjubah itu masuk dengan santai, seolah ia adalah pemilik baru tempat ini. Ketika masuk ke rumah, suasananya sangat gelap. Namun orang itu tidak merasa kesusahan seolah ia dapat melihat.


"Ini yang ke-18."


Orang berjubah itu melihat pria yang sebelumnya ia seret. Ia lalu membuka jubahnya dan melepas tudungnya. Kemudian terlihatlah wujud seorang gadis berambut pendek berwarna pirang di balik gelapnya jubah yang ia pakai. Gadis itu pergi duduk ke tempat favoritnya, di tumpukan para mayat.


Perlahan, Berth kembali sadar.


Namun apa yang dia lihat sungguh pemandangan yang sangat mengerikan.


Dia saat itu tidur di antara tumpukan mayat kaku di lantai.


Berth berusaha bangkit dengan panik. Sayangnya tubuhnya terikat. Tidak hanya itu, mulutnya juga disumpal.


Dengan seringai menakutkan, dia bergumam seolah tidak berbicara kepada Berth


"Tahukah kamu? Sebentar lagi Kalian akan menjadi bonekaku."


Gadis itu terdiam sesaat ketika melihat korban barunya.


"Huh ... melihatmu aku teringat sepertinya aku hanya mendapat setumpuk orang lemah. Sayang sekali Nox memaksaku menahan diri."


Gadis itu seolah telah lama menahan diri. Jika tidak, maka tidak dapat dibayangkan kerusakan apa yang mungkin dia berikan kepada kota ini.


Gadis itu mulai mencari sesuatu.


Ia mengambil sebuah gergaji di atas meja yang kotor.


Terlihat jelas gergaji itu masih dikotori oleh tumpahan darah kering.

__ADS_1


"Apa kamu pernah melihatnya? Ini disebut sebagai gergaji tulang."


Berth terus menangis memohon pertolongan. Dia meronta-ronta seperti ulat yang kepanasan.


Air mata ketakutan terus keluar dari matanya.


"Haha .... selamat menikmati."


"AAARRRGGG!!"


***


Peperangan Kerajaan Artchania dan Kerajaan Ibeltia yang telah berlangsung selama satu musim pada akhirnya telah menunjukkan akhir.


Dengan seri pertempuran panjang di Duchy of Sandwealth sebagai medan perang, Kerajaan Artchania berada di atas awan setelah memenangkan sederet pertempuran.


Hal itu tidak hanya karena jumlah dan kualitas prajurit mereka yang lebih superior daripada pasukan Ibeltia, tetapi juga dibantu dengan pengetahuan kondisi alam medan perang yang lebih baik.


Perang ini secara resmi memasuki masa gencatan senjata. Mungkin untuk masa damai masih belum dapat tercipta dalam waktu dekat.


Namun ini sudah lebih dari cukup untuk menciptakan pamor yang sangat besar bagi Pangeran William.


Prince William adalah komando tertinggi dari pasukan Artchania dalam perang ini.


Dia adalah tokoh kunci yang telah menyelamatkan banyak desa dan kota di Duchy of Sandwealth.


Dengan lawan yang dideskripsikan sekeji itu, prestasi Pangeran William melonjak  dan jauh lebih terkenal dari sebelumnya.


Ketika konvoi kemenangan mereka yang berlangsung di Leiceshire, ibukota Duchy of Sandwealh, semua orang dari berbagai kalangan bersorak dengan penuh kebahagiaan.


Pangeran William menjadi pemimpin dalam konvoi ini tampil dengan sangat menonjol. Ia mengenakan magic armor khusus dengan level legacy  class yang menunjukkan derajatnya yang berasal dari kalangan keluarga istana.


Setelah perang panjang dan gencatan senjata sampai waktu yang belum di tentukan, semua orang bisa bernapas lega.


Namun demikian ada pula yang masih menangis penuh duka.


Dalam perang ini tidak sedikit prajurit harus gugur sehingga membuat duka yang amat mendalam bagi keluarga mereka. Selain itu, setidaknya terdapat 1/5 kalangan bangsawan yang gugur.


Ini adalah jumlah yang sangat banyak. Walaupun rata-rata adalah para bangsawan rendah tetapi ini juga kerugian yang amat besar bagi negara.


Namun terlepas dari semua kebahagiaan dan kesedihan yang ada, terdapat sesuatu yang tidak bisa dihindari.


Para bangsawan dengan status kepala keluarga harus kembali ke wilayah masing-masing. Itu berarti Harol yang merupakan tokoh penting dalam perang ini akhirnya bisa kembali ke wilayahnya.


Tentu saja kedatangan Harol dan para prajuritnya kembali ke county-nya disambut dengan sangat meriah.


Walaupun kondisi county-nya yang tidak terlalu baik akibat inflasi yang tinggi dan kegagalan panen yang tidak sedikit, tetapi kondisi ini jauh lebih baik daripada daerah tetangga seperti Otilia dan Sandwealth yang terkena dampak langsung dari perang maupun fief war.

__ADS_1


Kedatangan Harol jelas disambut langsung oleh Alex selaku interim governor.


Harol telah mendengar segala pencapaian yang dilakukan oleh anaknya.


Tidak hanya memenangkan fief war dan menjadi perwakilan Otilia di parlemen, kini anaknya juga mendapat gelar baron.


Harol tidak bisa tidak bangga dengan segala pencapaian itu. Apalagi orang yang mendapat segala ketenaran tersebut adalah anak sulungnya yang terkenal sebagai seorang yang menyedihkan dan aib bagi Keluarga Fertiphile.


"Nak, kamu melakukan hal yang sangat baik."


"Terima kasih ayah," ucap Alex.


Kini kedua orang itu berada di kantor.  Jika sebelumnya kantor ini digunakan sebagai kantor kerja dari Alex sebagai interim governor, sekarang kantor ini kembali ke pemilik aslinya yaitu Harol selaku seorang count.


Harol duduk di kursi kerjanya sementara yang lain berdiri dengan tegap.


Tidak hanya Alex tetapi semua petinggi wilayah juga ada. Itu termasuk Kepala Keamanan County yaitu Otto.


"Yah, ini tidak buruk. Kalian berhasil merawat daerah ini dengan baik."


Harol membaca semua laporan yang ada termasuk laporan mengenai tingkat inflasi dan neraca perdagangan, dan pengeluaran pemerintah.


Walaupun kegiatan ekspor/impor menunjukkan tren penurunan dan meningkatnya utang daerah karena pengeluaran daerah yang membengkak tetapi berkat kebijakan fiskal ekspansif yang mereka lakukan telah berhasil setidaknya mencegah krisis dan instabilitas terjadi.


"Terima kasih, Tuanku."


Semua orang di ruangan itu memberikan terima kasih kepada Harol berkat pujiannya.


"Tuan Count, tolong terima ini."


"Apa ini?"


Harol terkejut dengan lembaran dokumen yang diberikan Alex kepadanya. Tidak hanya itu, Harol lebih terkejut dengan ucapan formal yang disampaikan anaknya. Sangat jarang mendengar Alex memanggil Harol dengan panggilan count.


Harol membaca semua dokumen itu dengan cepat. Namun ia terkejut.


"!!"


"Apa ini?!"


Suara Harol yang keras membuat semua orang kaget. Padahal beberapa menit yang lalu, Harol berbicara dengan riang.


"Itu adalah gaji saya yang belum dibayar. Saya harap Tuan Count segera membayar gaji saya selaku Interim Governor."


Kedatangan Harol di Fertiphile juga menandakan bahwa status Alex sebagai interim governor juga berakhir. Sayangnya karena dia pergi ke Otilia selama fief war, dia tidak sempat mengambil gajinya sebagai interim governor selama beberapa bulan.


"...."

__ADS_1


__ADS_2