
Dua ratus prajurit berkumpul di mansion. Mereka berbaris rapi dengan mengenakan armor dan senjata lengkap. Berbeda dengan prajurit biasa, ini adalah sekumpulan prajurit elit county yang terdiri dari 100 knight, 30 lancer, 30 marksman, 15 reaper, 10 saber, 15 wizard. Saat ini, county mengalami masa-masa sensitif akibat penyerangan di mansion milik count beberapa hari lalu.
Para penyusup itu dipercaya telah melarikan diri ke Hutan Le Chant. Memang dulunya Hutan Le Chant adalah hutan liar. Namun semenjak Kota Fertihall dibangun dan mengalami pengembangan secara terus-menerus, Hutan Le Chant mengalami penyusutuan dan perlahan di kelilingi oleh perumahan penduduk. Kemudian ketika benteng kota dibangun, praktis Hutan Le Chant berada di dalamnya.
Hutan ini tidak pernah digundulkan karena secara pribadi para count antar generasi konsisten untuk melindungi hutan ini. Alasannya adalah hutan ini sangat cocok untuk pelatihan dan berburu. Sehingga hutan ini menjadi hutan lindung yang berisikan magic beast tingkat rendah dan menengah.
Karena para penyusup yang melarikan diri ke dalam Hutan Le Chant masihlah berada di dalam benteng Kota Fertihall maka secara nyata, para prajurit melakukan patroli besar-besaran di seluruh kota untuk melakukan pengawasan dan kesiagaan tingkat tinggi. Tidak hanya itu, adanya jam malam kepada masyarakat hingga penutupan perbatasan county juga diberlakukan.
Para prajurit ini dikumpulkan atas satu misi besar yakni anti-Terorisme yang diberlakukan oleh count. Telah terjadi diskusi antara count dengan beberapa petinggi militer, kepemimpinan prajurit akan langsung berada dalam komando anak kedua count yaitu Jared. Namun apa yang mereka tidak duga adalah kehendak anak pertama yang ingin ikut dalam operasi serangan ini.
Clara sangat khawatir dengan keselamatan anaknya terutama karena Alex baru saja melewati masa-masa kritis. Sayangnya, sebanyak apa pun Clara mencoba untuk menenangkan Alex, sebanyak itu pulalah Alex akan mempertahankan pemikirannya.
Clara yang menyerah untuk meyakinkan Alex kini beralih kepada Harol. Namun siapa sangka, Harol malah menyetujui keikutsertaan Alex. Harol memiliki anggapan bahwa sebagai anaknya tentu saja Alex memiliki sifat yang sama dengannya. Ia menganggap Alex ingin memberantas orang-orang yang menyerangnya dengan tangannya sendiri layaknya seorang warrior sejati. Bukankah itu bagus, selain itu Alex dapat mengumpulkan pengalaman nyata. Walau Alex terluka parah tetapi para priest mengatakan karena ini hanyalah luka fisik dan telah disembuhkan oleh mantra tingkat 6 maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
NEEIGHT!
Suara kuda bergema di seluruh halaman. Para prajurit yang telah menunggangi kuda mereka pergi setelah Count Harol selesai melaksakan peresmian operasi.
Harol yang melihat para prajurit berkuda yang mulai berlari meninggalkan halaman mansion hanya dapat menghela napas. Dia yakin dengan dikumpulkannya semua prajurit elit county, misi akan berakhir dengan kesuksesan. Dari laporan yang ia dapat dari Alen menyebutkan bahwa markas para penjahat berada di dekat Kota Fertiparte. Jika mereka pergi dari Fertihall ke Fertiparte dengan menggunakan kuda, kemungkinan mereka akan sampai dalam waktu sehari.
"Tuan Count."
Seorang pelayan wanita mendatangi Harol dengan wajah cemas. Harol tahu bahwa pelayan ini adalah salah satu pelayan Clara. Ini membuat Harol menjadi sangat gugup tentang berita yang akan ia dengar.
"Ada apa?"
__ADS_1
Walau Harol masih dengan wajahnya yang angkuh, tetapi hatinya cemas.
"Tuan Count, Nyonya Clara menolak untuk makan. Dia mengatakan bahwa dia tidak akan makan sampai Tuan Muda Alex kembali."
Kepala Harol akhirnya sedikit rileks. Dia khawatir Clara akan melakukan hal yang lebih buruk. Syukurlah itu hanya mogok makan tetapi bukan berarti ini hal baik. Jika Alex kembali terlalu lama, bukankah artinya Clara bisa mati kelaparan? Sekarang bukan saatnya untuk diam, setidaknya dia harus bisa membujuk Clara untuk tidak mogok makan.
"Baiklah, baiklah. Aku akan ke sana. Pimpin jalan."
"Baik, Tuanku."
***
Alex memutuskan untuk ikut dalam penyerangan ini hanya karena satu hal. Dia tidak memercayai Jared akan memprioritaskan keselamatan Merry dan Alpha. Walau Alex tidak tahu apakah kedua anak itu masih hidup, tetapi selama kebenaran belum terungkap dia lebih baik memilih memberikan asumsi bahwa keduanya masih bernyawa.
Alex sedikit melirik ke belakangnya. Saat ini Alex sedang menaiki kuda sambil memboncengi Ryana.
Ryana sama sekali tidak tahu mengendarai kuda, selain itu sebenarnya dia juga tidak ikutserta dalam operasi ini. Walaupun kuil memberi bantuan dengan mengirim 10 priest dan 40 paladin, jika bukan karena Alex yang ingin bergabung, dia tidak akan dapat ikut.
Ryana, Justin, dan Rain berada pada di bawah komando Alex sehingga secara de jure mereka tidak termasuk pasukan yang berada di bawah kepemimpinan Jared. Selain itu, Alex juga dipercayakan untuk memimpin 20 dari 100 knight.
"T-tidak ... aku tidak apa-apa Tu- Alex."
Ryana masih belum terbiasa memanggil Alex dengan nama langsung. Selain itu, jarak keduanya yang terlalu berdekatan membuat Ryana semakin gugup. Jantungnya semakin berdetak bertalu-talu. Ia terkadang harus mencubit tangannya sendiri untuk mencegahnya melakukan tindakan yang tidak-tidak terhadap Alex. Ini sangat berbahaya, jika terdapat stimulus yang jauh lebih vulgar lagi, ia tidak tahu apakah dia dapat tetap menahannya.
"Kita akan melewati kawasan penduduk, mungkin akan ada debu yang berterbangan atau bau yang tidak sedap, tolong bertahanlah."
__ADS_1
"?"
Ryana bingung dengan perkataan Alex. Ryana sudah sering ke pasar dan rumahnya berada di tengah kota sehingga ia menganggap tidak ada yang buruk dari kota ataupun pusat penduduk. Sayangnya Alex memiliki pemahaman yang berbeda. Selama dia berada di tempat yang memiliki banyak rumah ataupun di pasar, terlepas dari kota apa pun bahkan ibukota kerajaan sekalipun, Alex menemukan satu fakta yang menjijikan. Ia menyadari bahwa buruknya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan membuat tidak ada yang sadar bahwa lingkungan yang mereka tinggali memiliki bau pesing bahkan tak jarang berbau busuk.
Walau Alex tidak memperdulikannya tapi bukan berarti ia tidak memikirkannya. Terkadang ia sering melihat banyak orang yang akan buang air kecil bahkan air besar sekalipun di pinggir jalan. Walau memang penyebab utamanya adalah masalah pendidikan kebersihan, tetapi lebih dari itu ternyata masyarakat jelata hampir semuanya tidak memiliki toilet di rumah. Sehingga tak jarang mereka akan membuang hajat di tempat seperti gang, halaman, atau bahkan di trotoar.
Pawai militer yang diikuti oleh 200 prajurit ber-role dan sekitar 1.000 prajurit non-role memenuhi jalan raya Kota Fertihall. Walau ini bukanlah perang, tetapi melihat dari frekuensi penyerangan terhadap mansion dan laporan mata-mata yang menyatakan bahwa markas musuh memiliki aktivitas bersenjata yang kuat, maka jauh lebih baik bergerak dalam kuantitas dan kualitas militer yang mumpuni. Selain pasukan dari Fertihall, nantinya pasukan dari Kota Fertiparte akan ikut serta. Sayangnya karena itu hanya kota kecil, maka pasukan yang dapat dikumpulkan kurang dari 200 orang dan semuanya adalah prajurit non-role.
Para warga yang melihat bendera dan pawai militer bergegas memberi jalan. Para penjual kaki lima dan penjual keliling bergegas mengumpulkan barang jualan mereka agar tidak terinjak-injak oleh kuda.
"Woow!!"
"Keren!"
Anak-anak yang melihat dari trotoar ataupun dari jendela rumah memiliki mata yang berbinar kagum. Banyak di antara mereka bermain pedang atau ber-cosplay menyerupai sosok ksatria. Karena pusat kota sangat ramai dan juga sebagai bentuk kembanggaan, pawai militer berjalan dengan pelan. Para ksatria membusungkan dada mereka sambil tetap mengatur kecepatan kuda.
Tak sedikit gadis-gadis muda melempar bunga di sepanjang jalan seolah ini adalah prosesi perang dengan negara lain.
Jared yang berada di barisan paling depan membusungkan dadanya. Seperti yang diduga oleh Liana, ini adalah momen yang tepat untuk membuat Jared menonjol. Sehingga ia pun meminta Harol agar dapat memberikan posisi komando prajurit elit kepada Jared.
Adapun Alex, dia berada setelah barisan komando langsung Jared. Ia hanya memimpin 20 knight, tetapi dengan tampilan visualnya yang tinggi dan mengenakan armor yang memantulkan cahaya mentari seharusnya tidak ada yang meragukannya. Sayangnya nama Alex telah lama rusak dengan sebutan sampah sehingga tidak ada yang bersorak kagum padanya.
Alex tidak terlalu peduli akan hal itu tetapi prajurit di bawah komandonya tidak demikian. Bagi Ryana, Justin, dan Rain ini membuat mereka marah tetapi sebagian besar knight yang berada di bawah kepemimpinan Alex merasa bahwa ini adalah hal yang memalukan. Bagi mereka yang merupakan knight, untuk dipimpin oleh sosok menyedihkan seperti Alex jelas sebagai sebuah penghinaan terhadap bakat yang telah lama mereka asah.
Telepas dari itu, tidak ada kekacauan yang mengganggu pawai untuk keluar gerbang kota. Setelahnya, hanya ada jalanan kosong dan berbatu. Karena ini adalah misi yang sangat bergantung dengan waktu, para kuda dipaksa untuk berlari secepat mungkin. Jika tidak, dengan jumlah prajurit yang cukup besar ini, ada kemungkinan mata-mata musuh menyadari keberadaan mereka. Walau sebenarnya para prajurit dari Fertiparte telah dikirim untuk memblokir jalur pelarian para musuh tetapi bisa saja mereka memiliki jalan rahasia yang tidak diketahui.
__ADS_1