
Seorang penunggang kuda dengan penuh rasa percaya diri mengibarkan bendera Kerajaan Artchania ke di lokasi perang.
Walaupun ia sendiri, ia tidak takut dengan serangan nyasar. Sebaliknya, ia berteriak dengan penuh keberanian kepada kedua pihak yang saat ini sedang bertempur.
"Hentikan perang! Hentikan perang!"
"Atas nama Sri Paduka Yang Maha Mulia Raja Theodore II, Kerajaan Artchania memerintahkan kepada Otilia dan Canadia untuk menghentikan peperangan!" lanjutnya.
Tentu saja teriakan orang itu membuat para prajurit yang mendengarnya ragu terutama ketika nama mulia raja disebutkan dengan penuh percaya diri.
Tak berselang lama setelah kehadiran pembawa pesan itu, dari ujung pandang setiap orang, terlihat konvoi besar yang bergerak mendekat.
***
Di lapangan terbuka yang lapang, ribuan orang berkumpul.
Mereka terdiri dari para prajurit pembebasan Otilia, prajurit setia Peter, dan para prajurit Canadia.
Di hadapan mereka, seorang pria muda dengan penuh karisma duduk dengan penuh wibawa.
Prince Henry Francois Gregorius Augustus, salah satu dari tiga pangeran telah datang di County Otilia. Ia adalah orang yang memimpin konvoi pasukan kerajaan dari ibukota ke Otilia atas nama menegakkan perintah legislasi dari House of Parliament.
Saat ini baik Peter, Clotildy, maupun seluruh petinggi militer berlutut dan menundukkan pandangan di hadapan sang pangeran.
"Berdasarkan titah perintah Yang Maha Mulia Raja Theodore II Yang Amat Dikasihi Tuhan, Sri Baginda yang diilhami oleh keputusan dalam House of Parliament telah menyadari bahwa perang saudara Otilia dan campur tangan dari Canadia adalah hal yang amat merugikan negara, maka dengan kebijaksanaan dari Keagungan Tuanku memerintahkan untuk menghentikan Perang Saudara Otilia dan memerintahkan kepada subjeknya yang setia, March of Canadia untuk menahan diri dan menarik para pasukannya dari wilayah Otilia," ucap pangeran.
Kedua dengan patuh mengiyakan ucapan sang pangeran.
Berdasarkan ucapan pangeran, kedua belah pihak menyadari bahwa sesuatu telah terjadi di ibukota.
Bagi Clotildy ini adalah berita baik karena mereka akhirnya menang dan dapat kembali merebut county.
Namun bagi Peter ini adalah perintah buruk karena selain ia kalah ini juga pertanda bahwa sudah pasti ia akan diseret ke pengadilan atas tuduhan kejahatan perang.
Sayangnya ia tidak bisa gegabah sekarang.
Di hadapannya saat ini ada seorang pangeran yang di kanan kirinya berdiri para bangsawan agung.
Para bangsawan itu utamanya terdiri dari koalisi Norchaster dan Sandwealth.
Duke of Norchaster, Count of Great Manest, Count of Hildalion, Count of Artheven, dan Count of Bluemon.
__ADS_1
Sementara para bangsawan agung dari koalisi Sandwealth dihadiri oleh Count of Yorksall, Count of Otilia dan perwakilan dari Sandwealth, Sintheny, Granadia, Morhust, dan Fertiphile.
Ini lebih dari setengah bangsawan agung yang dimiliki kerajaan.
Peter melirik Philip, Count of Otilia. Ia adalah ayahnya sekaligus orang yang membantunya diam-diam. Sayangnya Philip justru membuang muka.
Peter menyadari tidak ada yang bisa membantunya saat ini. Ia telah kalah.
Semua pihak pada akhirnya menandatangani sebuah dokumen yang dikenal sebagai Perjanjian Revouille berisi mengenai perdamaian Perang Saudara Otilia yang ditandatangani oleh seluruh pihak yang berseteru. Serta Kejahatan Perang Canadia terhadap pendudukannya di Otilia dan Yorksall.
***
Revouille, County of Otilia.
Kemenangan Otilia dalam perang saudara memberikan kebanggaan dan prestasi terhadap dinasti itu.
Countess of Otilia, Euginie memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu county-nya terutama kepada Fertiphile dan Morhust yang diwakili oleh Alex dan Regis.
Ini adalah kemenangan diplomasi ketiga county itu.
Sayangnya selebrasi ini bukanlah acara besar. Disebabkan Otilia mengalami kerugian yang tidak sedikit selama perang dan masih meletusnya perang Kerajaan Archania-Ibeltia membuat pihak Otilia membuat acara seremoni yang terkesan sederhana.
Acara ini dihadiri oleh seluruh bangsawan agung maupun perwakilan mereka yang mendukung Otilia dan Yorksall.
"Dalam menghadapi perang ini, saya Euginie de'Pauline Otilia, Countess of Otilia, dengan berkat rahmat Para Dewa Yang Maha Kuasa, dan Izin Yang Maha Mulia Raja Theodore II Yang Dikasihi Tuhan, saya mengangkat kedudukan Alexander Ivanov Fertiphile, putra dari Harol Kazastian Fertiphile sebagai penguasa baru Wilayah Ducoumont dan akan dikenali sebagai Baron Alexander of Alexandreia."
Ucapan Euginie dibalas oleh tepuk tangan seluruh orang yang hadir.
Ini adalah berita besar karena salah satu putra dari Count Fertiphile kini diangkat menjadi seorang baron oleh bangsawan agung. Karena baron adalah bangsawan tingkat rendah sehingga biasanya pengangkatannya tidak membutuhkan kehadiran pihak kerajaan. Namun karena Pangeran Henry masih berada di sini maka secara langsung upacara ini diresmikan oleh pihak kerajaan.
Sebelumnya, Euginie mendapat saran dari suaminya untuk memberikan gelar baron kepada Alex karena telah memberikan partisipasi nyata selama perang.
Ide itu tentunya mendapat sambutan baik. Selain itu sebelum pengumuman tentu saja mereka telah bertanya kepada Alex mengenai kesediaannya dalam mendapat gelar baron.
Alex mendapat wilayah atau barony yang bernama Ducoumont. Wilayah ini dulunya dikuasai oleh seorang baron yang berpihak kepada Peter. Namun semenjak kemenangan Otilia, seluruh bangsawan rendah yang berpihak kepada Peter secara resmi dilucuti gelar dan hak mereka oleh Otilia selaku Bangsawan Agung. Jadi sebagaimana tradisi, wilayah Ducoumont akan berubah nama menjadi wilayah Alexandreia yang menunjukkan bahwa wilayah itu kini dikuasai oleh dinasti baru yaitu Dinasti Alexandreia dan Alex sendiri akan menjadi bapak pendiri dinasti itu.
Pada akhirnya lima wangsa bangsawan rendah yang berpihak kepada Peter mendapat hukuman digantung sampai mati dan dinasti mereka pun dihancurkan.
Alex mendapat salah satu wilayah bekas barony itu.
Walaupun ketika pengumuman mengenai pengangkatannya, wajah Alex hanya memberikan senyum tipis tetapi dalam hatinya dia tidak bisa tidak memberikan senyum lebar.
__ADS_1
Sejak awal ini adalah rencananya. Ia dan Philip telah melakukan kesepakatan diam-diam. Dalam perjanjiannya, Alex akan menutup kesalahan dan pengkhianatan Philip terhadap Otilia dan juga akan memberikan saran kepada Euginie untuk keringanan hukuman kepada Peter. Awalnya Peter akan mendapat hukuman mati tetapi dengan berbagai cara terutama ketika Alex mengaitkan pandangan publik terhadap Otilia mengenai tindakan mereka yang dengan sengaja menghukum mati seorang putra tertua supaya dinasti matriarkinya dapat terus bertahan tentu saja akan sangat buruk jika didengar. Jadi pada akhirnya Peter mendapat hukuman rumah seumur hidup.
Ini hanyalah perjanjian yang hanya diketahui oleh beberapa orang yaitu Alex, Philip, Otto, dan Regis.
"Wow, kau sangat menyeramkan," ucap Regis
Setelah acara itu selesai, Regis dan Alex mengobrol empat mata di salah satu kamar di mansion.
"Tapi bagaimana kau bisa berpikir sejauh itu?" tanya Regis.
"Entahlah, siapa yang tahu semua bisa seperti ini."
Alex sama sekali tidak memberitahu idenya. Padahal itu sebenarnya sederhana, Jika melihat konteks perang di Otilia, itu awalnya dimulai oleh perang saudara sebelum berakhir dengan fief war. Jadi sudah pasti terdapat perseteruan internal di Otilia.
Ide Alex semakin sukses berkat kehadiran Philip yang kebetulan adalah pihak yang berseberangan dengan Otilia sehingga ia dapat dengan lancar menjalankan idenya.
“Hmm … tapi ini bukan seperti dirimu,” ucap Regis.
“Apa maksudmu?” tanya Alex.
“Maksudku, kau bukanlah orang yang tertarik pada sesuatu seperti kekuasaan. Namun sekarang, kau tiba-tiba termotivasi mengikuti perang bangsawan karena ingin mendapat gelar baron.”
Apa yang dikatakan Regis tidaklah salah. Sepanjang yang dia tahu, Alex bukanlah orang yang suka dengan hal-hal seperti politik ataupun suksesi warisan. Namun tindakannya yang keluar dari karakternya membuat ini semua menjadi aneh.
“Oh, kau tidak perlu bingung. Aku menginginkan title ini bukan karena aku haus dengan kekuasaan tetapi yah kau tahu, mungkin sebagai asuransi. Cepat atau lambat aku akan diusir dari county jadi sebelum itu terjadi sebaiknya aku harus memiliki tempat tinggal lain, bukan.”
Dikarenakan Alex sama sekali tidak tertarik dengan suksesi warisan keluarganya, maka cepat atau lambat ia pasti akan diusir oleh count berikutnya yaitu salah satu dari dua saudaranya. Terlebih dengan hubungan keluarganya yang rumit, Alex tidak bisa berharap banyak terhadap dinasti itu kedepannya. Itu sebabnya jauh lebih baik bagi Alex untuk memiliki wilayah sendiri. Setidaknya dia bisa mengambil jarak dari keluarganya sekarang dan tidak terlalu bergantung kepada mereka.
Regis mengangguk paham. Lalu ia tiba-tiba teringat sesuatu.
"Oh iya, aku dengar kau akan bertemu dengan Duke of Norchaster hari ini?" tanya Regis.
"Aku tidak tahu kenapa, tetapi aku punya firasat buruk. Berhati-hatilah," lanjutnya.
"Yah, walaupun aku tidak tahu apa yang mungkin terjadi tetapi jelas aku akan selalu berhati hati."
Alex kemudian pergi menuju tempat duke.
Berbeda dengan mereka, duke lebih memilih menginap di penginapan mewah di ibukota county alih-alih di mansion milik Otilia. Kemungkinan karena memang Otilia dan Norchaster berada pada koalisi politik yang berbeda sehingga keduanya secara tidak langsung membuat jarak.
Alex dengan dipimpin oleh pelayan dari Rumah Norchaster segera pergi ke kediaman duke tersebut dengan rombongan kereta kuda mewah. Ia sampai di penginapan itu. Bentuknya memang cukup mewah dan layak ditempati oleh seorang bsangsawan.
__ADS_1
Alex pada saat itu tidak tahu menahu mengenai apa yang akan didapati ketika sampai ke sana. Jika saja kemampuannya sebagai Yang Maha Tahu masih tetap dapat ia miliki di tubuh manusia ini, dia pasti tidak akan ke sana karena ketika Alex berbincang dengan Duke Norchaster untuk pertama kalinya, sang duke tiba-tiba berkata kepadanya dengan pertanyaan yang berbahaya.
"Aku tidak pernah tahu seorang ahli pedang seperti Fertiphile memiliki seorang anak yang mampu menguasai ilmu sihir."