THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
MORHUST(6)


__ADS_3

Butuh dua hari bagi mereka untuk kembali ke Haderborg. Sesampainya di mansion, Alex dikejutkan oleh Merry yang berlari sambil menangis ke arahnya. Kurang dari seminggu mereka terpisah akibat Alex pergi ke tambang mengakibatkan kesedihan mendalam bagi gadis kecilnya.


Hampir seminggu Merry tidak melihat wajah ayahnya dan tidak tidur bersama ayahnya. Ia merindukan kehangatan ayahnya. Dia takut dan tidak mau tidur sendirian di kamar yang luas dan gelap.


"AYAAHHH!! Hiks ... hiks ... Ayah!"


"Cup ... cup, tenang, oke. Ayah sudah kembali. Jangan menangis lagi."


Alex menenangkan gadis kecil yang berada di pelukannya. Gadisnya ini terus menangis dan tidak mau melepaskan diri dari pelukannya.


Untuk menghibur Merry, mau tidak mau Alex harus menemaninya seharian. Merry memaksanya untuk menemaninya makan hingga tidur bersama. Untuk sesaat Alex merasa bahwa sifat manja anaknya membuatnya lelah tetapi dia menikmatinya karena mengingatkannya ketika masa-masa ia merawat kedua archdeus lain.


Kalau dipikir-pikir apa aku cocok menjadi Dewa Pengasuh Anak?


Alex tertawa geli ketika memikirkan title sebagai sang Dewa Pengasuh tertulis bersebelahan dengan title God of Unlife-nya. Ini jelas suatu ke-absurd-tan.


Yah ... kurasa itu tidak mungkin.


Gadis kecilnya tertidur lelap sambil memeluk pinggang Alex.


Alex hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Merry. Ia mengelus rambut putrinya dengan pelan dan konstan.


Hmm ... rambutnya halus dan harum. Sepertinya samponya memang bagus. Yah, ini bagus. Jadilah gadis kecilku yang cantik kemudian menikahlah dengan pria yang haruslah kaya, tampan dan baik hati. Hah ... investasi kecilku yang imut, rawatlah ayahmu ini, oke!


Tok ... tok ... tok ....


Ketukan pelan muncul dari balik pintu kamar. Alex sudah mengunci pintu sehingga dia harus membukanya. Dengan pelan, Alex melepaskan cengkraman kecil yang memeluknya. Kemudian Alex turun dari kasur dan mengambil kunci.


Alex kemudian membuka sedikit pintu untuk melihat orang yang berada di luar. Orang itu adalah Regis yang memasang senyum. Alex punya firasat dengan senyum bodoh itu.


"Hei, Alex ikut aku," bisik Regis.


"Apa kau ingin nyari pelacur lagi?"


"Yup! Ayo, mari kita pergi."


"Hah, tidak. Aku mengantuk. Pergilah sendiri."


Alex hendak menutup pintu tetapi lengannya dicengkram oleh Regis.


"Ayolah, kumohon."


Suara Regis memelas dan wajahnya yang sedih seperti anjing yang telah diusir dari rumah. Sulit dipercaya seorang tyran seperti Regis harus mencoba memelas kepada seseorang.


"Tidak."


Sayangnya Alex tidak terpengaruh.


Eh, bukannya Alex seorang yang belok? Benar juga, aku baru sadar, pikir Regis.


"Kumohon, Alex aku bisa menyediakan 'khusus' untukmu."


"Tidak."


Alex memang sangat susah dibujuk. Bagi Regis, ia sangat ingin mengajak Alex untuk mencari hiburan malam. Keberadaan Alex sangat mencolok bahkan di antara orang-orang tampan sekalipun. Kulitnya putih dan tidak ada jerawat ataupun minyak berlebih di wajahnya jelas menunjukkan kualitas yang berbeda di antara pria lain. Bahkan Regis yang dianggap memiliki wajah papan atas masih malu ketika membandingkan dirinya dengan Alex. Ia menganggap keberadaan Alex pasti akan menarik para wanita yang bahkan paling berkelas sekalipun. Selain itu, dia ingin menujukkan Surga Dunia kepada Alex.


Regis telah lama berniat untuk menjadikan county-nya sebagai pusat hiburan dewasa seperti prostitusi, judi, dan minuman keras nomor satu di kerajaan. Targetnya adalah dia ingin Sektor Hiburan Dewasa menyumbang >40% dari pendapatan county. Ia tidak mau terlalu bergantung pada Tambang Skviannya yang saat ini menyumbangkan pendapatan 74%.


"Bisakah kamu pergi sendiri?"


Alex masih bertanya dengan acuh tak acuh kepada Regis. Ia tahu orang ini tidak mudah menyerah.


"Tidak. Kumohon wahai Alex yang hebat. Kamu yang paling hebat, tampan, dan pintar di dunia. Dengan wajahmu yang sesempurna ini, dirimu akan menjadi pusat perhatian."


"Berhenti menyanjungku. Itu tidak akan berhasil."


"Kawanku Alex. Kau adalah yang paling sempurna di dunia ini. Ikutlah denganku, kumohon Alex yang hebat. Keberadaanmu akan membawa kedamaian bagi diriku."

__ADS_1


Sebuah fakta yang mengejutkan bagi Regis. Selama ia berteman dengan Alex selama bertahun-tahun, ia menyadari bahwa temannya ini sangatlah narsis.


Mengetahui fakta konyol itu, selama bertahun-tahun Regis akan menyanjung Alex agar temannya ini mengikutinya dan itu akan selalu berhasil.


***


Jens Evosale Hillrianople saat ini sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 15. Sebelumnya ia telah melakukan Upacara Kedewasaan di Presbhenon of Haderborg. Ia putra kedua dari Viscount Hillrianople yang merupakan bagian dari Aliansi Count Morhust. Selain County of Morhust, terdapat 3 viscounty dan 10 barony yang berada di aliansi. Walau dalam politik nasional County of Morhust, County of Fertiphile, dan Duchy of Sandwealth berada pada satu kubu yang sama, tetapi pada tingkat daerah mereka juga sering mengalami konflik. Itu sebabnya untuk menjaga kedaultannya, County of Morhust membentuk aliansi kecil yang beranggotakan bangsawan rendah seperti baron dan viscount yang secara lokasi dekat dengan County of Morhust. Mereka harus melakukan itu terutama untuk membatasi hegemoni Duchy of Sandwealth yang semakin kuat di Timur Tenggara Kerajaan.


Jens berusaha membentuk relasi sosial dengan semua anak yang berada di Aliansi Morhust. Ia mengundang mereka ke rumah bordil untuk merayakan umurnya yang ke 15 tahun. Sungguh mengejutkan semuanya hadir. Itu pasti karena putra tertua Count Morhust, Regis akan hadir sehingga semua orang ingin menunjukan wajah mereka.


Jens menyewa satu salah satu ruangan luas di lantai 2. Sama seperti tempat hiburan malam lainnya, penyinaran di ruangan ini cukup remang. Rumah bordil ini adalah rumah bordil terbaik di county, bahkan menjadi yang terbesar di kerajaan. Terdiri dari empat lantai dan satu lantai bawah tanah. Pada lantai pertama digunakan sebagai lobi, pub dan pijat, lantai dua sebagai lounge, dan pesta premium, sementara lantai 3 dan 4 digunakan sebagai private room. Adapun untuk ruang bawah tanah digunakan bagi para tamu yang menginginkan hubungan sadistic-masochis atau hardc*re.


"Wow! Aku baru pertama kali melihat ini!"


"Dia imut!"


Teman-teman Jens melihat dua sosok perempuan non-human yang hanya memakai pakaian dalam. Keduanya memiliki telinga dan ekor anjing. Salah satu sosok adalah seorang anak gadis yang bahkan dadanya belum tumbuh sementara yang lain adalah seorang wanita dewasa ber-oppai. Mereka bukanlah manusia melainkan makhluk demihuman dengan jenis beastman.


"Keduanya adalah anggota baru kami, Tuan. Mereka baru dua minggu di sini," ucap seorang pelacur.


Para pelacur yang masuk ke ruangan ini memakai pakaian minim yang bahkan terkesan hanya membalut tubuh mereka dengan hanya dengan tali hitam. Mereka menyajikan berbagai jenis alkohol dan makanan.


Tawa dari para lelaki yang hadir bergema dengan riang. Masing-masing di antara mereka memiliki satu hingga dua wanita sexy. Adapun Jens, ia merentangkan tangannya untuk memeluk dua wanita di kanan dan kirinya.


Sementara itu dua beastman hanya menuangkan minuman tetapi masih ada kekakuan digerakan mereka.


Jens melirik beastman dewasa. Ia baru pertama kali melihat seorang beastman sehingga ia sangat penasaran. Semakin ia melihatnya, semakin ia tertarik dan menganggap mereka sangat sexy, terutama karena telinga dan ekor.


"Kemarilah."


Jens melepaskan pelukannya di kedua wanita dan merentangkan tangannya ke arah beastman dewasa.


Beastman dewasa itu hanya mengangguk. Ia berjalan dengan kepala tertunduk dan tanpa memiliki emosi apa pun di wajahnya.


Ia duduk dalam pangkuan Jens dan kemudian memeluknya.


Empuk, seperti yang diharapkan, pikir Jens.


"Apa sakit?''


Beastman itu menggelengkan kepalanya tetapi wajahnya sudah sangat merah.


"Gerakan pinggulmu."


Ah ... kimochi, aku tidak sabar merusaknya, pikir Jens.


"Wah ... kalian udah mulai aja."


"Tuan Regis!"


Jens dan semua tamu menyambut kedatangan Regis dari pintu. Regis berjalan masuk kemudian di belakangnya, sosok yang sedikit lebih tinggi muncul.


"Dia ...."


Semua orang tidak tahu siapa orang ini.


"Oh, maaf aku belum perkenalkan, ini adalah Alex, putra tertua dari Count Fertiphile."


"!!!"


Semua orang terkejut. Mereka tidak pernah membayangkan satu anak bangsawan agung lain datang ke pesta mereka.


"Tuan Muda Tertua Fertiphile."


Jens menurunkan beastman dari pelukannya dan memberi salam dengan hormat kepada Alex kemudian diikuti oleh tamu lain. Karena mereka belum akrab dengan Alex, sehingga salam mereka mengikuti kaidah kebangsawanan.


Alex hanya mengangguk dengan memasang ekspresi acuh tak acuh.

__ADS_1


Dosa, dosa, dosa, DOSA dimana-mana. Sial, kenapa kalian ingin sekali masuk neraka?!


Ini bukan pertama kalinya dia masuk ke rumah bordil. Tentu saja semua pengalamannya berasal dari ajakan Regis. Namun sampai sekarang dia masih perjaka!


Di lantai satu udah dosa, sekarang di sini juga. Kenapa banyak sekali sih calon penghuni neraka?


"Hei Alex, ayo duduk."


Alex mengangguk mendengar ucapan Regis. Keduanya pergi ke tempat terpisah. Regis duduk di tengah-tengah pesta sementara Alex pergi ke pinggiran.


"....."


Semua orang bingung kenapa Alex duduk ke sana.


Jens ingin menawarkan agar Alex duduk di dekat mereka tetapi Regis keburu berkata.


"Jangan. Dia memang seperti itu. Sebaiknya jangan ganggu dia."


Regis tahu setiap kali dia menyeret sahabatnya itu ke rumah bordil, sahabatnya akan berusaha menjauh. Sebanyak apa pun Regis mengajaknya ke tengah pesta, sebanyak itulah sahabatnya menolak.


"Hmm ...."


Fokus Regis beralih ke budak beastman yang berlutut di depan Jens.


"Bagaimana menurutmu? Aku membelinya jauh-jauh dari Gredonia Empire. Itu langsung ditangkap oleh Manchuria Empire, jadi bukan yang diternak," ucap Regis.


"Dia kelihatannya bagus tetapi masih kaku, Tuan Regis," ucap Jens.


"Ho? Apa kau ingin mencobanya?" tanya Regis.


"Iya, di akhir pesta aku akan membawanya ke lantai tiga."


Jens memberi senyuman penuh makna sementara Regis hanya mengangguk mengerti.


"Bagus, hei kalian, kemari!"


Regis memanggil dua pelacur yang masih berdiri sambil memberi tarian hot di tengah ruangan.


Keduanya langsung pergi kedua sisi Regis dan memberinya pelukan.


"Aku berencana ingin membeli elf. Apa menurutmu mereka akan laku?"


Mata Jens langsung menyala. Sebenarnya dia jauh lebih tertarik dengan elf daripada beastman ataupun manusia.


"Itu pasti! Siapa orang yang tidak tertarik dengan makhluk cantik itu!" ucap Jens penuh semangat.


"Begitukah?"


Regis tersenyum. Dia memang sudah meminta bawahannya untuk membeli budak elf yang digunakan sebagai pelacur. Rumah Bordil ini adalah salah satu dari sekian banyak rumah bordil miliknya sehingga ia sangat senang jika tempat ini untung.


Puas dengan fantasinya, ia menoleh untuk melihat Alex yang hanya duduk sendirian sambil minum bir.


Dia bahkan minum bir seperti minum air putih.


"Kyaa!"


Teriakan tiba-tiba telah mengejutkan semua orang. Secara naluri semua orang mengarahkan pandangan ke sumber suara. Teriakan itu berasal dari beastman kecil yang saat ini dipeluk oleh salah satu tamu. Tenyata wilayah pundaknya telah diberi ****** sehingga meninggalkan memar merah.


"Cih!"


Kehilangan minat, orang yang memangku gadis beastman melemparnya hingga beastman itu jatuh terduduk di tanah.


Beastman dewasa itu hanya bisa menatapnya dengan penuh kesedihan. Dia tidak pernah menyangka bahwa hidupnya dan gadis beastman yang merupakan adiknya sendiri harus berakhir menjadi budak **** di rumah bordil.


Mata gadis beastman itu sudah berkaca-kaca. Ia menahan tangisnya dan berusaha bangkit.


Ia hanya berdiri diam di sana dengan kepala tertunduk. Ia menunggu para klien yang memanggilnya tetapi mereka semua seolah tidak melihatnya. Para klien ini masihlah anak muda yang kebanyakan berfantasi dengan sosok wanita dewasa dengan oppai yang gede. Hanya beberapa yang tertarik dengan anak-anak. Adapun yang awalnya tertarik kini teralihkan akibat godaan para wanita sexy.

__ADS_1


"Kemarilah."


Siapa sangka, orang yang selama ini diam seperti seorang introvert memanggil gadis beastman.


__ADS_2