THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
ALLIANCE(3)


__ADS_3

Suara gelas berdenting.


Aroma alkohol bertebaran pub.


Diantara berbagai kelompok, terdapat sebuah kelompok yang cukup heboh. Mereka terdiri dari 6 orang.


Arlenne memaksa semua orang di sini untuk mabuk.


"Hahhh ... sial!! Para Nightorb bajingan!"


Arlenne bergumam dengan wajahnya yang memerah. Dia bahkan sudah tidak dapat duduk dengan tegap.


"Hei, jangan minum lagi," ucap Barnard.


"Diam Pak Tua. Aku masih belum mabuk."


Barnard hanya dapat menghela nafas.


Kini semua orang di kelompok Orion telah berada pada titik terendah dari karir mereka.


Sampai sekarang reward yang seharusnya mereka dapatkan dari Nightorb atas jasa membersihkan false dungeon masih belum diberikan.


Alasan dari pihak perusahaan sendiri adalah mereka saat ini sedang menghadapi masalah.


"Sial, aku tidak peduli mereka mau bangkrut atau tidak. Kita hanya meminta bayaran!


Kini giliran Lilac yang mengeluh.


Dia sudah sedikit mabuk.


Berkat belum adanya bayaran, mereka kini mau tidak mau harus menghemat pengeluaran. Akibatnya, Lilac tidak bisa keluar dalam hiruk pikuk dunia malam untuk melampiaskan kebutuhannya akan pria tampan.


"Bahkan kini kita tidak bisa keluar," keluhnya lagi.


Namun tidak hanya masalah mengenai pembayaran yang belum tuntas, kini mereka harus menghadapi proses hukum yang melelahkan.


Bersamaan dengan pemberitaan penemuan false dungeon, sebuah tuntutan dilayangkan kepada klien mereka, Nightorb Corp. atas tuduhan yang cukup serius. Jadi orang-orang yang berada di sekitar tempat lokasi kejadian dipanggil oleh Otoritas Keamanan untuk dimintai keterangan.


Setelah munculnya surat panggilan dari Otoritas Keamanan County of Fertiphile, mereka kini dilarang untuk keluar dari kota demi alasan hukum. Akibatnya mereka tidak bisa mengambil quest yang berada di luar gerbang kota. Diperparah dengan quest di dalam kota sangat sedikit dan terkesan hanya untuk plat rendah. Misalnya saja quest untuk menangkap tikus, mencari kucing, dan menjaga toko.


Tidak mungkin party dengan platinum dengan ketua mereka sebagai seorang orichalcum tidak mungkin mengambil quest seperti itu.


Jadi secara jelas pendapatan mereka sekarang berkurang.


Barnard sudah berusaha menjauhkan kelompoknya dari semua masalah ini, tetapi mereka masih kena getahnya.


Kini mereka juga mendapat panggilan lain yaitu langsung dari Interim Governor saat ini, siapa lagi jika bukan orang yang mereka temui di dungeon.

__ADS_1


Mereka telah mendengar desas desus mengenai anak tertua count dan Barnard mengkonfirmasi itu setelah melihat seberapa naifnya anak bangsawan itu memasuki dungeon hanya dengan dua orang. Jelas jika party-nya tidak tidak melakukan raid pada hari itu juga, dia percaya bangsawan bodoh itu telah mati di dalam dungeon.


"Jadi besok kita harus menemui Governor?" tanya Cilvy.


"Iya, kita akan bertemu Alex," ucap Lilac.


Berbeda dengan Barnard yang tidak terlalu optimis, Lilac justru menantikan pertemuan ini. Bisa dibilang mengingat dia akan bertemu kembali dengan Alex membuatnya dapat menghilangkan sedikit ketidaknyamanannya.


"Paman, jangan terlalu khawatir. Alex mungkin akan memberikan hadiah. Dia bukan orang jahat!"


Walaupun Lilac sudah mendengar berbagai kabar burung mengenai Alex, dia tidak terlalu mempercayainya. Bahkan jika itu benar, itu tidak masalah yang penting Alex good-looking.


"Benar, apa yang kau khawatirkan Pak Tua?"


Sementara itu Vyn yang mengambang di sekitar Barnard juga tidak kalah antusias.


Dia akan kembali melihat seorang manusia yang memiliki jiwa yang amat kuat.


Membayangkan dia bisa memegang dan memeluk orang itu diam-diam lalu mengendus aroma jiwanya, Vyn tidak bisa tidak birahi.


"Oh ya ampun ... Andaikan aku bertemu dengan orang itu sebelum kau! Aku rela melakukan apa pun."


Vyn mengatakan itu dengan jujur. Ketika hubungan partner yang setara dalam kasus kali ini adalah Barnard dan Vyn yang terjalin dalam kekuatan dari pengguna supranatural, salah satu diantara mereka tidak bisa memutuskan kontrak. Itu membutuhkan persetujuan dengan kedua belah pihak.


Barnard hanya bisa diam sambil mendengar keluhan dua wanita yang berasal dari dua ras berbeda ini terus mengomel.


"Jangan minum terlalu banyak dan jangan pulang terlalu larut."


Barnard memutuskan untuk pergi terlebih dahulu. Dia membawa istri tercintanya, Atlya yang juga kelihatannya sedikit mabuk.


***


Pada hari berikutnya mereka pergi ke tempat Governor sebagaimana yang telah disepakati.


Arlenne harus diobati oleh Atlya sebelum pergi, hal itu karena efek mabuknya yang sangat kuat sampai membuatnya sakit kepala dan mual ketika dia bangun tadi pagi.


Ini bukan pertama kalinya party Orion bertemu dengan bangsawan agung sekelas count. Sebagai party petualang yang berplat platinum, mereka kerap mendapatkan quest dari para bangsawan sebelumnya sehingga ketika mereka melihat mansion ini, mereka tidak terlalu terkejut.


Setelah disambut oleh kepala pelayan, keenam orang itu dibawa ke ruang pertemuan.


Namun yang sedikit mengejutkan adalah ketika mereka masuk, mereka melihat tiga orang duduk sama rendah.


Idealnya dalam ruangan seperti ini, ketika bertemu dengan seorang bangsawan, akan ada seseorang yang memiliki kedudukan tertinggi yang dapat dikenali dengan posisi dia duduk dan sebagainya. Hal itu mengidentifikasikan bahwa orang tersebut adalah lord di wilayahnya.


Namun saat ini ada tiga orang yang justru memiliki kedudukan yang terlihat setara.


Lalu siapa kedua orang di samping sang Governor? Apakah ketiganya adalah anak-anak count? pikir Barnard.

__ADS_1


Dalam etika, idealnya mereka akan menyapa para bangsawan terlebih dahulu dengan mengalamatkan gelar para bangsawan tersebut. Namun masalah timbul jika mereka tidak tahu bangsawan mana yang mereka panggil. Kesalahan dalam pengalamatan gelar akan sangat berpengaruh pada hidup rakyat jelata. Walaupun sebagai petualang, mereka tidak terlalu takut tetapi tetap saja lebih baik menghindari sebisa mungkin benturan dengan para bangsawan.


Namun untunglah, alih-alih membuat mereka menyapa para tuan yang ada di sini, sang kepala pelayan menjadi orang yang berbicara.


"Tuanku Governor, Tuan Muda Morhust dan Nona Muda Otilia, hamba dengan penuh kerendahan hati menjunjung keagungan-keagungan Tuan-tuan dan Nona sekalian. Terberkatilah keagungan yang berada di ruangan ini. Sebagaimana sabda dari Tuanku Yang Teramat Mulia, saya mempersembahkan kepada My Lords dan My Lady  kehadiran para petualang yang telah engkau  perintahkan kepada hamba untuk didatangkan."


"My Lords."


"My Lords."


Para petualang itu membungkuk kepada ketiga bangsawan agung yang berada di sini. Mereka tidak berlutut sehingga menunjukkan bahwa mereka adalah petualang yang tidak terikat pada keharusan untuk takluk kepada otoritas kebangsawanan.


Seorang bangsawan pria yang duduk di tengah dan memiliki ukuran tubuh terbesar diantara bangsawan lainnya menganggukan kepala.


Tentunya party Orion tahu siapa ini, dia adalah sang Governor, putra tertua Fetiphile dengan nama panggilan yaitu Alex.


Lilac yang telah bertemu dengan Alex beberapa kali menjadi sangat takjub ketika dia bertemu dengan Alex kali ini.


Ini untuk pertama kalinya bagi Lilac melihat otoritas yang dimiliki oleh Alex, dia belum pernah merasakan dominasi sebesar ini sebelumnya.


"Para Petualang, Kami telah bersemayam menunggu kedatangan kalian. Untuk menghemat waktu, Kami; Lords kalian memanggil kalian yang telah melihat Keagungan Kami yang kemudian Kami amanatkan kepada kalian dan kalian pertanggungjawabkan kepada Kami  untuk  ikut serta dalam Fief War  yang terjadi antara wilayah  Otilia dan Canadia."


Ini bukan pertama kalinya bagi Alex menggunakan royal 'we'. Sebagai seorang archdeus, Alex akan selalu berbicara menggunakan pluralis majestatis sebagai pengganti dari pronoun orang pertama (aku/saya). Namun karena terlalu terbiasa, ketika dia diminta untuk kembali menggunakan royal 'we' dengan posisinya sebagai seorang bangsawan yang berbicara kepada rakyat jelata, dia mungkin secara tidak sadar menyebabkan gap yang lebih jauh antara superior dan inferior.


Bahkan Regis dan Clotildy yang berada di sampingnya merasa bulu kuduk mereka merinding. Bagi keduanya, bahkan mereka kesulitan menggunakan royal 'we' karena itu harus membutuhkan momentum dan susunan kalimat tepat. Jika mereka salah pada pemilihan kata dan kalimat, penggunaan majestic plural akan terkesan lebay.


Tentu saja, efek dari penggunaan 'bahasa istana' tersebut dapat dirasakan oleh para petualang. Namun sebagai orang yang bebas, mereka masih cukup berani untuk mengatakan sesuatu.


"My Lord, saya memohon maaf sebelumnya tetapi berdasarkan aturan guild, para petualang dilarang ikut serta dalam perang antara bangsawa, antar kerajaan manusia, ataupun perang yang dilatarbelakangi feodal lainnya," ucap Barnard.


"Kami tahu dan karenanya Kami isytiharkan kepada kalian secara perorangan tanpa mengikutsertakan guild kalian untuk kalian menghadap Keagungan Kami dan kemudian untuk mengikuti sabda Kami agar kalian melindungi wilayah yang dimana Kami panggil akan dia, bumi yang mereka pijak dan langit yang mereka junjung Tanah Otilia dan wilayah-wilayah taklukannya."


Secara singkat, Alex mengatakan bahwa ini adalah quest independen yang tidak terikat oleh aturan guild sehingga tentu saja guild tidak akan bertanggung jawab karena quest ini terjalin atas perjanjian langsung antara pihak klien dan petualang tanpa mengikutsertakan pihak ketiga yaitu guild.


Barnard sebenarnya tidak terlalu suka untuk ikut campur dalam perang antar bangsawan karena itu berarti mereka akan digunakan sebagai alat hegemoni para bangsawan. Jadi dia berusaha menolaknya secara halus dengan berbagai alasan.


"Tapi Tuanku, saya dan kelompok saya  tidak pernah mengikuti fief war dan tidak bisa pula pergi dari kota ini."


Barnard menggunakan larangan bepergian sebagai alasan yang cukup kuat.


"Kami pula mengetahui hal itu karenanya Kami anugerahkan kepada kalian untuk dapat berangkat sesegera mungkin meninggalkan kota Kami karena Kami benarkan itu kepada kalian."


Oh sial, mengapa aku bisa lupa, orang-orang ini bisa mengutak-atik hukum sesuka dengkul mereka, pikir Barnard.


Akan sulit bagi Barnard untuk dapat keluar dari ini semua. Alasan utama adalah ketika bangsawan, apalagi ini adalah tiga bangsawan memanggil para petualang untuk menawarkan sebuah misi, itu sebenarnya bukan tawaran tetapi berupa perintah. Jadi akan mustahil menolak perintah itu tanpa mengangkat senjata.


Jadi pada akhirnya dia melirik kepada semua anggota party-nya dimana mereka juga mengerti masalah ini. Lalu kemudian Barnard menunduk ke hadapan Alex dan dua bangsawan lain.

__ADS_1


__ADS_2