
Barony of Alexandreia
Setelah semua urusan Alex di ibukota selesai, entah itu masalah pembelian budak hingga pembelian rumah, dia dan bawahannya memutuskan kembali ke tempat tinggalnya.
Alex yang telah kembali ke wilayahnya tepatnya salah satu wilayah miliknya. Dia kini memiliki memiliki wilayah lain yang lebih luas. Walaupun demikian saat ini pusat pemerintahan dinasti masih berada di Barony of Alexandreia.
Jadi dimulai dari hari ini mereka akan memindahkan pusat pemerintahan dan ekonomi ke Hadalon, ibukota dari County of Alexandreia.
Adapun status Barony of Alexandreia akan dibahas kembali mengenai statusnya yakni entah akan tetap berstatus barony atau menjadi bagian dari integrasi County of Alexandreia. Namun sepertinya melihat dari pragmatisme yang ada, status barony ini akan diubah menjadi sebatas 'town'. Hal itu karena untuk mencegah kebingungan oleh sebagian pihak karena county dan barony milik Alex sama-sama menyandang nama Alexandreia. Rencananya Barony of Alexandreia akan menjadi Alexanderburg, sebuah kota kecil yang secara administrasi di bawah yuridiksi county.
Jadi bisa dibilang sekarang Barony of Alexandreia adalah sebuah eksklave[1] dari entitas yang lebih besar bernama County of Alexandreia.
Saat ini para pelayan sedang mengemas barang-barang tuan mereka yang akan dibawa ke Hadalon. Sementara tuan mereka sendiri sedang berada di ruang tamu karena saat ini dia sedang mengobrol dengan beberapa orang.
Bersamaan dengan keberangkatan Alex menuju Hadalon, para petualang dari party Orion juga akan segera pergi dari daerah ini. Sudah saatnya mereka berpisah.
Rain dan Alven yang juga berada di ruang tamu tidak bisa menahan kesedihan mereka. Bagi keduanya, para petualang itu adalah sosok guru yang sempurna.
Alven yang masih bocah tidak bisa menahan tangisannya dan secara refleks memeluk Atlya, salah satu petualang wanita di kelompok ini. Bisa dibilang dibandingkan yang lain karena Atlya adalah satu-satunya magic caster tipe arcane, dia lah yang paling sering mengajari Alven.
"Huhuhu ... Kakak, apa kita bisa bertemu lagi," tangis Alven.
Atlya mengelap air mata yang tumpah di pipi anak itu. Lalu dengan senyum lembutnya, ia berbicara kepada Alven.
"Tentu saja, Tuan Muda. Suatu hari nanti kita akan kembali bertemu. Namun sebelum itu,Tuan Muda harus banyak berlatih, oke."
Alven mengangguk mendengar ucapan Atlya.
Sementara di waktu yang bersamaan, Urien dan Rain juga sedang mengobrol dengan serius. Walaupun secara teknis Barnard adalah petualang yang mengajari Rain tetapi Urien adalah orang yang paling sering berlatih dengannya. Selain itu dengan usia mereka yang tidak terpisah jauh membuat kedua orang itu telah membentuk rasa pertemanan.
"Ingat bodoh, kamu harus banyak berlatih. Jangan malas," ucap Urien.
"Tentu saja. Dipertemuan kita berikutnya, aku akan mengalahkanmu," ucap Rain.
__ADS_1
"Hahahaha ... aku menantikan itu!"
Obrolan perpisahan mereka pun diakhiri dengan salaman ala para petualang.
Alex yang melihat semua orang merasa sedih karena perpisahan ini. Jadi dia hanya bergumam.
"Sepertinya kedua orang itu sudah sangat dekat dengan para petualang."
"Huaa!! Selamat tinggal pria tampan! Aku akan selalu mengingatmu."
Sementara itu, dari makhluk yang berbeda, sebuah spirit bernama Vyn berputar-putar di sekitar Alex. Dia terus menangis dan memeluk Alex.
Sebagai spirit, dia tidak bisa dilihat oleh orang lain kecuali Alex dan Barnard. Barnard adalah partner dari spirit itu jadi dia hanya bisa berusaha berbisik diam-diam kepada Vyn untuk tenang. Sementara Alex yang merupakan inkarnasi archdeus, dengan [Eyes of Esoteric] miliknya dapat melihat kekacauan yang dibuat oleh spirit itu.
"Tuanku."
Lilac secara diam-diam mendekati Alex. Kemudian dia berbicara dengan pria itu.
"Tuanku, terima kasih sudah merawat kami."
Lilac membungkuk kepada Alex dengan canggung.
"Hmm ... ada apa? Ini seperti bukan kamu yang selalu bersemangat," ucap Alex.
Alex ingat kesan pertama dia bertemu dengan Lilac. Wanita itu adalah orang yang berani dan cenderung berbicara apa adanya. Namun kini dia justru berbicara sopan kepada Alex.
Mata Lilac sedikit memerah dan kelopak matanya sedikit bengkak. Sepertinya ia baru saja menangis tadi malam.
"Tidak, tidak, maafkan diriku yang dulu. Aku masih terlalu muda saat itu," ucap Lilac.
Alex hanya tersenyum dan tidak membalas ucapan Lilac. Bahkan ketika wanita itu berusaha untuk berbicara sopan, dia terlihat masih menggunakan kata informal. Sungguh lucu menurut Alex.
"Ah, Tuan, aku ingin memberikan ini padamu."
__ADS_1
Alex menyerahkan sebuah kertas seukuran telapak tangan dengan ketebalan seperti kartu kepada Alex. Kertas itu sedikit transparan di beberapa bagian dengan warna dasar biru laut dan motif seperti ukiran berada di kertas ini.
"Terima kasih," ucap Alex.
Apa yang diberikan oleh Lilac adalah sebuah talisman. Namun itu bukanlah talisman biasa. Berdasarkan ucapan Lilac, talisman itu adalah talisman pelindung yang mampu menahan serangan dari mantra tingkat empat kebawah.
Maka sudah seharusnya ini adalah item tingkat high class item.
"Tapi bukankah ini terlalu berharga untuk diberikan kepadaku?" tanya Alex setelah mendengar penjelasan Lilac.
"Ah tidak, tidak, justru hadiah ini tidak sebanding dengan pemberianmu kepada kami," ucap Lilac.
Harus jujur memang apa yang diberikan Alex kepada mereka selama beberapa tahun terakhir sangat besar. Terutama bayaran mereka yang sangat tinggi dan tidak pernah telat. Sekarang bahkan mereka sebenarnya bisa pensiun tanpa khawatir kehabisan uang berkat bayaran yang dikirim Alex selama ini.
Namun sebagai petualang sejati, semua orang di sini ingin melakukan penjelajahan. Mereka ingin menjelajahi setiap sudut dunia, mengenal orang-orang baru, dan menemukan rahasia yang belum pernah terbongkar. Inilah idealisme seorang petualang.
Setelah Lilac memberikan talisman itu, dia kemudian segera menjauh. Baginya, sangat sulit untuk tetap berada di dekat Alex.
Lilac menyadari bahwa cinta terkadang menjadi sangat menyakitkan. Dia belum pernah seputus asa ini. Menyukai seorang pria dari dua dunia yang berbeda, seorang pria yang memiliki segala dengan mansion yang megah lagi mewah, sementara dia hanyalah seorang petualang yang tidur beralaskan bumi dengan langit menjadi atapnya. Dia menyadari bahwa mustahil mereka dapat bersama. Baginya rasa sakit karena perpisahan jauh lebih baik daripada menyimpan cinta sepihak yang takkan pernah terbalaskan. Mungkin ini adalah karma baginya yang selalu mempermainkan perasaan pria.
Setelah Barnard sebagai ketua dari Party Orion mengucapkan salam perpisahan kepada Alex dan orang-orang di mansion, akhirnya para petualang itu pergi. Mereka kembali melanjutkan petualangan mereka.
Alex meminjamkan kepada mereka sebuah kereta kuda yang langsung berangkat ke ibukota kerajaan. Kereta kuda itu cukup besar karena selai untuk menampung para petualang, itu juga bisa membawa barang-barang mereka seperti magic equipment dan persediaan makanan. Ini sebagai rasa terima kasih karena sudah membantunya.
Kereta itu pun akhirnya berangkat meninggalkan lingkungan mansion yang kini sepi.
Setelah kereta kuda yang membawa para petualang itu tidak lagi terlihat, Alex menatap Alven dan Rain yang masih sedih. Kedua orang ini memang memiliki ikatan emosional dengan para petualang.
"Jika kalian masih sedih, maka menangislah. Jika sudah selesai, segera bereskan barang-barang kalian karena kita akan segera berangkat ke Hadalon," ucap Alex.
Note:
eksklave[1] adalah daerah dalam wilayah suatu negara yang secara geografis terpisah sepenuhnya dipisahkan dari daerah utama wilayah negara tersebut oleh wilayah-wilayah dari satu atau beberapa negara asing
__ADS_1