THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
SPRING(1)


__ADS_3

Hari demi hari terus berlalu, bulan demi bulan terus berlanjut, dan tidak terasa musim demi musim telah berganti.


Sekarang adalah musim semi, musim yang dalam Kepercayaan Hexatheisme dianggap sebagai awal baru dan musim pertama yang diberkahi oleh Dewa Elirael  (Dewa Matahari) setelah Dewa Cearael (Dewa Kegelapan) memberi Musim Penghapusan Dosa (Musim Dingin) bagi seluruh makhluk hidup.


Tidak terasa pula kini Alex telah berumur 16 tahun. Semua telah berubah ....


Alex kini terlihat telah memiliki tinggi 182 cm atau bertambah 6cm dari tahun sebelumnya yang memiliki tinggi 176 cm. Selain itu tubuhnya juga terlihat jauh lebih kekar. Bentuk otot di dada, perut, dan lengannya jelas terlihat dengan proporsi ideal.


Namun demikian ada satu hal yang tidak berubah dari Alex, yaitu ....


"Dimana Tuan Muda Alex?"


Seorang pelayan wanita yang membawa nampan dipenuhi makanan bertanya pada seorang pelayan wanita yang lebih muda.


"Aku tidak melihatnya keluar dari kamar. Mungkin dia masih tidur," jawab pelayan yang lebih muda.


Pelayan wanita yang membawa nampan hanya bisa mengeluarkan napas pasrah. Dia seharusnya tau itu. Sebagai salah satu pelayan senior di mansion, tidak mungkin dia tidak tahu kebiasaan tuan muda tertua.


Setelah mengucapkan terimakasih kepada pelayan yang lebih muda, pelayan yang lebih tua itu kembali berjalan. Kali ini dia langsung menuju kamar Alex.


Namun tidak sempat mengetuk pintu kamar, seorang pelayan pria berambut silver dengan tinggi 162 cm datang.


"Ada apa?"


Pelayan pria itu bertanya kepada sang pelayan wanita.


"Anu, Nyonya Clara memberikan ini kepada Tuan Muda."


Walau pelayan wanita ini jelas lebih tua dari pelayan pria ini tetapi ia merasa sangat gugup. Jelas saja, pelayan wanita ini hanyalah pelayan reguler sementara pelayan pria adalah pelayan pribadi Tuan Muda Alex. Jadi secara hierarki posisinya lebih rendah dari sang pelayan pria.


"Berikan padaku. Aku yang akan menyerahkannya."


"Baik!"


Pelayan wanita itu memberikan nampan yang penuh dengan makanan kepada pelayan pria dengan sopan. Setelah itu dia pun pergi dengan canggung.


Pelayan pria tidak memperdulikannya. Dia kemudian mengetuk pintu kamar sang tuan muda. Namun tidak ada jawaban.


Pelayan pria ini sebenarnya memiliki kunci cadangan kamar Alex. Dia biasanya sering menggunakannya untuk membangunkan atau menemui Alex jika terdapat kondisi penting.


Pelayan pria itu memutuskan untuk masuk ke kamar dengan menggunakan kunci tetapi ternyata kamar itu tidaklah terkunci. Akhirnya sang pelayan pria memutuskan untuk langsung masuk.


Di dalam kamar dia melihat sebuah ranjang luas dengan kanopi yang didominasi warna emas dan putih.

__ADS_1


Di atas kasur tertidur pulas seorang pria tinggi dan berkulit gandum. Padahal sang surya telah lama terbit tetapi pria ini masih tertidur. Lebih tepatnya pria bernama Alex ini kembali tidur setelah sarapan.


Pelayan pria itu memutuskan untuk meletakan makanan itu di meja yang biasanya digunakan sang tuan muda untuk makan.


Pelayan itu mendekati ranjang sang tuan. Dia ragu membangunkan sang tuan. Sebagaimana dia selalu membangunkannya, sesering itu pulalah dia mendapat sesi konseling 1 sks.


Namun tiba-tiba Alex membuka matanya. Mata merah darahnya memantulkan cahaya mentari sehingga membuatnya lebih bersinar.


Dia mengedipkan mata beberapa kali sebelum akhirnya terfokus pada pelayan pria yang berdiri diam di depannya.


"Justin? Ada apa?"


Alex menguap sebelum akhirnya mengangkat tubuh atasnya.


"Tuan, Nyonya Clara memberikan kue untuk Anda."


Pelayan bernama Justin itu menjawab dengan kaku. Walau mereka telah lama bersama tetapi sifat kakunya masih tetap ada.


"Begitukah? Apa itu dari resep barunya?"


"Hamba rasa demikian, Tuanku."


"Hmm ...."


"Hmm ... ini manis."


Alex sangat menyukai makanan manis. Kurang dari lima menit semua makanan itu habis. Ia kemudian meminum teh yang juga telah tersedia di meja.


"Tidak buruk, ini enak," ucap Alex.


"Iya Tuan. Nyonya memang sangat pandai memasak."


Alex hanya mengangguk. Ketika musim dingin berlangsung, apakah itu budak, rakyat jelata, ataupun bangsawan, semua kegiatan luar rumah terhenti. Semua orang hanya tinggal di rumah selama musim dingin berlangsung.


Memanfaatkan makanan yang telah lama disimpan untuk melangsungkan hidup dan menghangatkan tubuh dari tungku api ataupun magic item. Selama itu, orang ekstrovert mau tidak mau menjadi introvert dan orang introvert jelas semakin nolep.


Jika dipikir-pikir musim dingin adalah musim yang paling disukai Alex karena selama tiga bulan itu dia hanya tidur, makan, dan boker seperti babi.


Hah ... yah memang seharusnya aku turun ke dunia ini menjadi babi saja.


Alex mengangguk dalam hati ketika memikirkan rencana kedepannya apabila ia akan turun kembali ke Univorsum.


"Tuan, apa Anda tidak ingin keluar? Sekarang adalah hari pertama musim semi. Nona Merry dan Tuan Muda Alven sedang bermain di luar," ucap Justin.

__ADS_1


Merry dan Alven diadopsi oleh Alex ketika musim panas. Itu artinya sudah sekitar 8 bulan mereka diadopsi. Alven adalah nama baru yang dimiliki Alpha.


Tidak seperti Merry, pengadopsian Alven ternyata lebih mudah. Mungkin karena Harol masih memiliki perasaan bersalah kepada Alex dan kedua anak itu. Sementara Clara jelas akan selalu setuju apa pun permintaan Alex.


Kini Alpha memiliki nama baru yaitu Alven Clovis Alexandreia. Artinya saat ini dia adalah anggota Keluarga Alexandreia dan menjadi anak tertua jika mengikuti usia. Tentunya berita pengadopsian Alven yang berselang tak lama setelah pengadopsian Merry kembali menjadi buah bibir untuk masyarakat county. Banyak yang berpikir bahwa Alven adalah anak haram lain dari Alex. Apalagi dengan rumor bahwa Alex dan Regis selalu bermain dengan para wanita di rumah bordil memperkuat anggapan itu. Sehingga banyak yang percaya bahwa Alven ataupun Merry adalah anak dari seorang pelacur yang telah digunakan oleh Alex.


Namun semua suara itu tentunya dibungkam karena House of Fertiphile telah mengeluarkan pernyataan bahwa kedua anak itu berasal dari rakyat jelata dan tidak memiliki hubungan darah dengan Keluarga Fertiphile. Ini memang tidak semuanya benar. Status Merry yang berasal dari budak dan status Alven (Alpha) yang berasal dari spesimen lab tidak dipublikasikan. Hal ini karena buruknya latar belakang mereka sehingga pada akhirnya mereka pun dinyatakan oleh House of Fertiphile sebagai yatim piatu yang diadopsi oleh Alex.


Namun banyak yang tidak mempercayai berita ini. Pasalnya, hal ini terlalu jarang mengingat para bangsawan memiliki harga diri yang tinggi. Mereka tidak mungkin membagi status kebangsawanan mereka dengan sangat mudah terutama Alex yang dipandang sebagai bangsawan sampah oleh masyarakat. Untungnya apapun itu, pernyataan dari House of Fertiphile bersifat resmi dan tidak ada yang berani melanggarnya.


Setelah Alex dan Justin selesai berbicara, Alex pun akhirnya setuju untuk keluar.


Setidaknya waktu tidurnya sudah cukup sehingga tidak masalah baginya untuk menghirup udara baru di hari pertama musim semi ini.


"Huh ... dingin."


Walau telah berganti musim tetapi masih terdapat tumpukan salju dan udara masih belum sepenuhnya menghangat. Alex menggunakan mantel untuk menghangatkan dirinya.


"Ayah! Ayah!"


Dari jauh, dua sosok sedang berlari ke Alex dengan kecepatan penuh. Salah satunya adalah seorang gadis bernama Merry dan lainnya adalah seorang bocah lelaki bernama Alven. Keduanya masih menggunakan pakaian musim dingin.


Merry melesat layaknya torpedo yang meluncur ke pelukan Alex.


"Ayah! Ayah! Salju!"


Kedua tangan Merry menggenggam sebongkah salju putih kemudian meletakkannya di pipi Alex.


Merry tertawa senang ketika ayahnya terkejut dengan rasa dingin yang datang tiba-tiba.


Alex hanya tersenyum dengan sifat kekanak-kanakan gadisnya. Ia lalu membelai kepala anaknya dengan lembut.


Sementara itu, Alex merasakan kaki celananya dicubit oleh capit kecil. Ia melihat sekilas seorang bocah lelaki di sampingnya yang menunduk malu sambil menggenggam kaki celana Alex.


Dengan tinggi mereka yang terpaut jauh, Alex menunduk lalu merangkul anak lelaki itu sebelum kemudian menggendongnya.


Sekarang dua bocah kecil ini berada dalam pelukan Alex. Sangat beruntung bahwa Alex kini sedikit rajin berlatih sehingga kekuatan fisiknya semakin kuat. Jadi berat kedua anak ini bukanlah masalah baginya.


"Apa kalian bersenang-senang?"


Wajah kedua anak ini terlihat memerah karena suhu dingin tetapi senyuman dari wajah mereka justru menunjukkan perasaan hangat. Dulu ketika Merry masihlah seorang budak, dia sangat benci dan takut dengan musim dingin. Itu karena setiap hari matahari yang selalu menemaninya tidak pernah terlihat dan ditambah dengan suhu dingin di kandang kuda membuatnya sering terserang flu.


Tidak ada bedanya dengan Alven, ia juga tidak menyukai musim dingin. Ketika Alven masih seorang Alpha (A-25), setiap kali ia menyentuh dan merasakan dinginnya salju, ia akan teringat dengan mayat dingin teman-temannya yang telah menjadi korban eksperimen. Baik Merry dan Alven sama-sama membenci musim dingin dan salju tetapi sekarang mereka tidak ingin kedua benda itu pergi.

__ADS_1


Siapa sangka kehangatan keluarga yang tidak terikat oleh darah ini menjadi tontonan menarik bagi para penghuni mansion, khususnya para pelayan wanita. Mereka melihat dari balik jendela dan tidak bisa tidak kagum dengan keharmonisan keluarga itu. Terutama ketika melihat tuan muda mereka yang merupakan seorang sampah yang tersenyum kepada kedua anak itu. Secara tidak sadar para pelayan wanita mulai memiliki penilaian berbeda terhadap tuan muda sampah ini. Dulunya mereka merasa jijik karena tuan muda ini lemah dan terlihat seperti sampah yang sering keluar-masuk rumah bordil bersama dengan teman sepersampahannya (Regis). Namun kini, para pelayan yang masih belum menikah mulai berpikir untuk mencari calon suami yang terlihat seperti Alex. Bahkan para pelayan yang telah menikah sempat memiliki pemikiran untuk selingkuh dengan pria seperti Alex. Namun apa pun itu, mereka terlihat terpesona dengan sosok yang sebelumnya mereka hina.


__ADS_2