
Sementara para bangsawan sedang sibuk dengan diri mereka ataupun kelompok masing-masing, para petinggi kuil pula memiliki kepentingan tersendiri.
Semua perwakilan kuil yang turut membantu perang ini berkumpul di St. Ariella Presbhenon. Namun selain dari High Priest of Leiceshire dari St. Ariella Presbhenon, hanya terdapat tiga high priest lain yang berkumpul. Sementara perwakilan kuil lainnya hanya diwakili oleh jabatan setingkat priest ataupun kapten dalam komando paladin.
Ketiga high priest itu adalah
High Priest of Haderborg , Country of Morhust;
High Priest of Gorsgabat, County of Sintheny; dan
High Priestess of Fertihall, County of Fertiphile.
High Priest of Leiceshire, Olaf Aquinas Sandwealth adalah orang yang bertanggung jawab dalam pertemuan ini.
Berbeda dengan spektrum politik kaum bangsawan yang sangat kentara, arah kebijakan dan pandangan dari pemimpin-pemimpin kuil Hexatheisme di Kerajaan Artchania terlihat lebih fluid. Namun bukan berarti mereka adalah orang suci yang tidak memiliki kepentingan.
Entah itu birokrasi, aristokrasi, maupun teokrasi sebagai pemasok komoditas publik dalam setiap tindakannya selalu dimotivasi oleh kepentingan pribadi. Aktor-aktor negara ataupun agen dalam suatu organ memiliki preferensi kekuasaan politik maupun keuntungan material sehingga preferensi tersebut akan dicapai dalam proses tawar menawar melalui kepentingan langsung ataupun kepentingan tidak langsung.
Namun demikian, dengan nama besar yang dimiliki oleh Organisasi Keagamaan Hexatheisme, segala bentuk gejolak politik hanya akan terjadi di balik layar. Itu sebabnya dibandingkan kaum bangsawan yang saling menyerang satu sama lain, para pemimpin kuil biasanya akan saling memanfaatkan.
"Your Excellencies, saya sangat senang Your Excellencies dapat berkumpul. Saya tidak akan berbicara panjang lebar. Tujuan dari perkumpulan ini tidaklah berhubungan dengan perang tetapi mengenai nubuat yang telah diwasiatkan oleh rasul kita," ucap Olaf.
Apa yang dimaksud adalah sebuah interpretasi astrologi yang terjadi hampir setahun yang lalu yakni Chthonic Era.
__ADS_1
Chthonic Era merupakan interpretasi yang paling masyhur yang telah berhasil dilakukan oleh para pendeta. Mereka beranggapan konstelasi bintang yang menunjukkan 'Chthonic' tidak bisa diartikan secara literal tetapi dibutuhkan pemahaman yang lebih implisit. Maka mayoritas sepakat bahwa Chthonic yang dimaksud adalah akan adanya suatu masa yang penuh kekacauan. Sementara sebagian kecil sepakat bahwa Chthonic yang dimaksud adalah petanda kiamat atau dalam arti lain gerbang neraka telah terbuka lebar dan apinya akan menyerang dunia.
"Para pontifex telah mengadakan konsili di Sacrorum dan sampai saat ini hasil dari konsili belum diumumkan. Namun telah tersabar di antara para bangsawan maupun pedagang mengenai hal ini," lanjut Olaf.
Pada awalnya interpretasi mengenai Chthonic disembunyikan oleh otoritas kuil tetapi hal tersebut pada akhirnya mulai bocor dan informasi simpang siur mulai bertebaran.
"Ini akan menjadi hal serius terutama bagaimana kekuasaan temporal memandang hal ini," ucap Olaf.
"Ah aku mengerti. Itu artinya banyak diantara bangsawan yang berusaha melepas diri secara diam-diam dari pengaruh kuil?" tanya High Priest of Haderborg.
"Itu benar. Namun seperti yang diharapkan mereka tidak berani secara terang-terangan."
Persekutuan Kuil Hexatheisme atau Pontificia dengan nama formalnya Holy Templar of Pontificia adalah institusi keagamaan terbesar di dunia. Dalam membentuk kekuasaan dan pengaruhnya, mereka membentuk persekutuan dengan seluruh kuil yang menyembah dewa dalam ajaran hexatheisme.
Untuk menjaga kekuasaan temporal yang mereka miliki Pontificia sepakat untuk membangun negara teokrasi absolut yang dikenal sebagai Great Yizantine Theocracy State. Dengan adanya kekuasaan dan pengaruh dari institusi kuil dan institusi negara (Yizantine) ditambah, Pontificia juga memiliki pengaruh langsung terhadap seluruh negara dengan status negara saints seperti Holy Saintica Iberal Commonwealth dan Holy Saintica Agustia State. Jika setidaknya terdapat 7 negara saints maka Pontificia memiliki tujuh negara sekutu. Ini menjadikan mereka sangat super power. Bahkan negara dengan status kekaisaran akan berpikir dua kali untuk melawan mereka. Saat ini terdapat lima kekaisaran dan enam negara dengan status setara kekaisaran. Dua dari lima kekaisaran menyatakan kesetiaan mereka terhadap sang Maximus Pontifex. Dampaknya tentu seluruh negara kecil sekitar kekaisaran juga melakukan hal yang sama. Kerajaan Artchania juga tidak terkecuali.
Jadi jika terdapat bangsawan lokal yang ingin memberontak dari institusi kuil maka mereka harus berpikir seribu kali. Ini tidak hanya mereka akan melawan kekuatan nasional dari kerajaan tetapi akan melawan kekuatan multinasional dari Pontificia.
Saat ini pengaruh Pontificia tersebar luas di Laurentia Barat, sebagian di Laurentia Selatan, dan sebagian kecil di Laurentia Tengah dan timur. Sementara Laurentia Utara adalah tanah yang tidak dapat dimasuki oleh Pontificia akibat adanya institusi agama lain yang cukup kuat.
"Jadi pada poin yang dimaksud oleh Anda apakah kita harus menggunakan berita ini untuk membuat orang-orang itu keluar?"
Kali ini yang bertanya adalah High Priestess of Fertihall.
__ADS_1
"Itu tidak salah tetapi saya berpikir untuk melakukan sesuatu yang tidak hanya berhenti pada investigasi. Bagaimanapun orang-orang yang tidak lagi percaya akan kuil dan dewa adalah orang-orang yang tidak mengerti akan kasih sayang dewa kepada mereka. Maka bukankah seharusnya kita harus mengistirahatkan orang-orang seperti itu dengan baik? Kita tidak mau orang-orang itu menyebar pemahaman mereka sehingga membuat semakin banyak orang yang tidak lagi memandang kita sebagai otoritas spiritual dan temporal di dunia manusia ini."
Para high priest setuju akan hal itu. Bahkan Feodora, sang High Priestess of Fertihall juga merasa itu tidaklah salah. Jangan sampai orang-orang menjadi semakin jauh dari jalan ilahi. Lebih baik tanaman rusak harus dipisahkan dari tanaman sehat supaya penyakitnya tidak menular.
"Namun bagaimana kita melakukannya?" tanya salah satu priest.
"Dengan usia raja yang semakin uzur, para pewaris mulai bersaing, dan para bangsawan mulai saling menyikut satu dengan yang lain. Apakah mungkin ini adalah kondisi yang diberikan oleh dewa untuk mempermudah jalan kita?" ucap Olaf.
Para anggota rapat terdiam. Tidak ada yang menjawab pertanyaan retoris itu. Namun semua orang sepakat dengan apa yang dikatakan Olaf.
"Perang ini mungkin adalah sebuah pertanda dari datangnya Chthonic Era. Namun lebih dari itu, ini adalah sebuah peristiwa dimana dewa memberi kita kesempatan untuk jauh lebih baik. Saat ini beberapa bangsawan agung dan penerusnya ada di kota ini. Terlepas dari koalisi politik, mereka akan bersama melawan kerajaan asing. Namun bagaimana jika dalam kondisi perang itu banyak bangsawan yang gugur sebagai martir. Namun siapa yang tahu bahwa para martir itu sebenarnya adalah orang -orang yang menghina kuil dan dewa kita."
"High Priest of Haderborg menyetujui perkataan High Priest of Leiceshire."
"High Priest of Gorsgabat menyetujui perkataan High Priest of Leiceshire."
"High Priestess of Fertihall menyetujui perkataan High Priest of Leiceshire."
Selain para high priests, para priest ataupun ketua paladin dari masing-masing kuil juga memberikan pandangan yang serupa.
Mungkin bagi orang luar yang tidak mengerti apa-apa, pertemuan antara tokoh agama adalah alternatif setelah mereka muak dengan politik bangsawan yang busuk. Namun sebenarnya keduanya tidaklah ada bedanya.
Di ruangan itu, hawa haus akan darah dapat dicium dengan jelas.
__ADS_1