
Alex dan Rain saat ini sedang bersembunyi diam di balik semak-semak.
Alex mengerutkan keningnya.
"Tuan, Ada apa ?" tanya Rain.
Alex tidak merespon. Dia hanya menatap lurus pada sebuah gua yang tak jauh dari tempat mereka berada.
Apa aku harus melakukannya? pikir Alex.
Melihat Rain begitu polos tidak mengerti bahkan tidak tahu mengenai gua itu membuat hati Alex sakit.
Sial, dia benar-benar tidak tahu!
Jika ini orang lain, Alex pasti tidak akan memerdulikannya tetapi bagi seseorang yang telah berada di bawah sayapnya, dia tidak boleh membiarkan kepolosan bawahannya ini justru menjadi penyebab kematian mereka.
Maka Alex pun memberikan mantra kepada dirinya sendiri.
"[Anosmia]."
Mantra tingkat 2 yang mampu mengurangi indera penciuman. Ini sebenarnya mantra debuff. Mantra ini banyak digunakan untuk menghadapi para ranger yang mengandalkan penciuman misalnya scout atau beberapa jenis assassin dengan kelas thief dan spy. Namun pada kasus sekarang, mantra ini merupakan mantra yang paling sesuai.
[Anosmia] pada sihir tingkat ke-4 akan berevolusi menjadi [Coryza] dan pada puncak evolusi sihir yaitu tingkat 6, 8, dan 10 akan menjadi [Rhisillness], [Rhisneumonia], dan [Acute Pneumonia].
Alex berdiri dengan sedikit goyah.
"Tunggu sebentar Rain."
Alex memberikan mantra yang serupa kepada Rain.
"Oke, dengan begini kita tidak akan muntah."
"Tuan?"
Rain bingung dengan apa yang dilakukan tuannya. Kemudian dia melihat tuannya berjalan ke dalam sebuah gua. Tentu saja Rain mengikutinya hingga tidak berselang lama, dia melihat tuannya menggali tanah lalu membawa bongkahan tanah lembek itu.
"Jangan berdiri saja, ikuti apa yang kulakukan."
Rain mengikuti apa yang dilakukan Alex. Kemudian keduanya keluar dengan tumpukan tanah hitam di pelukan mereka masing-masing.
Oh sial, ini bau sekali!
Bahkan dengan mantra debuff , Alex masih bisa mencium aroma kotoran ini. Sebagai archdeus yang telah turun ke dunia, Alex memiliki rata-rata indera yang jauh lebih sensitive daripada orang lain. Tentu selain pengelihatannya yang sangat tajam, Alex juga memiliki penciuman yang luar biasa akurat.
Namun dia bersabar.
Ini semua demi mengembangkan bawahannya yang bodoh ini.
"Rain, lumuri tubuhmu dengan ini."
"Ha?"
Sebelum Rain sempat bertanya, Alex telah melumuri tubuhnya dengan semua tanah yang telah mereka bawa. Sehingga Rain pun melakukan hal yang serupa.
"Tuan, apa ini?"
Rain yang tidak tahu apa yang telah dilumuri di tubuhnya akhirnya bertanya tanpa dosa.
Alex yang menahan aroma tidak sedap di tubuhnya pada akhirnya mengalah dan memberitahu Rain dengan penuh ketabahan.
"Kita sedang mandi kotoran goblin. Apa kamu puas?"
"Apa?!"
Rain berteriak kaget. Namun ketika dia mengendus tubuhnya, sama sekali tidak ada bau yang tercium.
"Tapi aku tidak mencium bau apa pun, Tuan."
"Tentu saja! Menurutmu mantra apa yang sudah aku berikan kepadamu sebelumnya?!"
__ADS_1
Alex agak sedikit meninggikan suaranya ketika menjelaskan. Tentu saja dia kesal, melihat bagaimana dia telah berkorban untuk bisa membuat bawahannya berkembang tetapi bawahannya yang bodoh ini masih tidak mengerti apa-apa.
"Oh ... tapi untuk apa kita memakai kotoran goblin, Tuan?" tanya Rain.
"Sudah, ikuti saja. Mungkin kamu tidak akan mendapat kesempatan kedua. Oh iya Rain, kumpulkan semak-semak dan dedaunan. Kita akan cosplay menjadi rumput laut."
***
"Nah, jadi seperti yang kamu lihat, walaupun gua ini gelap dan penuh batu. Namun sebenarnya gua ini adalah makhluk hidup. Jadi bisa dibilang saat ini kita, dan monster-monster di dalam gua sedang tamasya di perut makhluk raksasa."
Alex menjelaskan kepada Rain mengenai seluk beluk, rahasia, dan sejarah dari makhluk yang bernama Kvislnidhogg.
Saat ini keduanya telah memasuki gua yang merupakan false dungeon. Tentunya mereka tidak langsung masuk begitu saja masuk.
Terlebih dahulu, setelah melumuri tubuh mereka dengan kotoran goblin, mereka lalu mengikat rerumputan dan dedaunan ke tubuh mereka. Sehingga mereka terlihat seperti seorang tentara yang sedang berkamuflase di hutan. Kemudian mereka membawa obor api yang dibuat dari getah pohon tertentu lalu digulung pada ujung sebuah tongkat kayu.
"Hei yang di sana, apa yang sedang kalian berdua lakukan."
"!!!"
Rain kaget ketika mendengar raungan aneh yang muncul di lorong gua lain.
"Oh halo pak. Kami pendatang baru dari hutan."
Alex menjawab dengan ramah.
Saat ini Alex sedang menyapa sesosok makhluk berkulit hijau. Makhluk itu tidak terlalu tinggi sekitar 4'7. Yup, makhluk ini adalah goblin jantan.
Bagi Rain, komunikasi antara tuannya dan goblin itu tidak lebih dari raungan monster. Namun dia mengingat pesan tuannya untuk tetap diam ketika monster muncul.
"Hohoho pendatang baru ternyata. Bagus-bagus, hmm ... makhluk jenis apa kalian?"
"Kami dikenal sebagai Kelpman. Anda bisa memanggil saya Patar, dan ini adalah adik saya, Sponskar."
"Baik, baik, kalian berdua adalah makhluk yang tampan."
Alex mengucapkan terima kasih pada pak goblin itu. Dia melihat goblin tersebut yang awalnya ingin mendekat tiba-tiba bergerak mundur dengan perlahan. Bahkan goblin pun akan merasa jijik dengan aroma kotorannya sendiri. Tentu saja sama halnya dengan manusia, goblin tidak akan dapat membedakan perbedaan setiap kotoran. Asalkan aroma busuk maka itu adalah kotoran terlepas makhluk apa yang mengeluarkannya.
Oh sungguh goblin yang baik, pikir Alex.
Alex merasa senang dengan goblin yang satu ini. Jadi dia mulai mengobrol dengan si goblin. Walaupun Sheol yang merupakan archdeus mengalami nerf besar-besaran ketika dia turun ke dunia sebagai Alex, tetapi sebagai archdeus, Alex masih tetap bisa berbicara atau berkomunikasi dengan berbagai spesies makhluk. Hal itu berkat salah satu dari tiga skill yang masih tersisa dari Alex yaitu [Link of Specieses]
"Apa yang sedang bapak lakukan?" tanya Alex.
"Oh, aku sedang menunggu istriku melahirkan. Sebentar lagi dia akan melahirkan anak ke-7."
Goblin itu menunjuk ke sebuah ruangan yang cukup besar dan terlihat cukup banyak rumput dan dedaunan yang digunakan sebagai alas lantai.
"Semoga semua berjalan dengan selamat."
Alex berkata dengan tulus kepada goblin itu. Tentu saja goblin itu meraung yang bermaksud mengucapkan terima kasih.
"Kalian bisa memanggil aku Powpow. Maaf jika menyinggung sebelumnya tapi apakah kalian adalah makhluk yang tidak bisa melihat dalam gelap?"
Goblin yang bernama Powpow bertanya dengan sedikit ragu. Dia takut menyinggung perasaan kedua makhluk ini. Namun dia tidak bisa tidak bertanya ketika melihat obor yang dipegang oleh dua makhluk ini.
"Iya, kami adalah demihuman yang selalu berjalan pelan di rerumputan pada siang hari jadi kami mengalami kesulitan untuk melihat di malam hari."
Powpow mengangguk kemudian dia memberikan saran.
"Sebaiknya jika kalian ingin tinggal, aku sarankan untuk pergi agak dalam. Ambil belokan kiri dan seterusnya sampai bertemu di perlimaan ambil lorong yang paling kanan. Di situ ruangannya tidak terlalu gelap karena terdapat jamur yang bercahaya dan juga di sana terdapat cukup banyak batu mana dan buah-buahan."
Sambil menjelaskan, goblin itu memberi arahan dengan tangannya. Tentu saja Alex mendengar dengan seksama.
Setelah mengucapkan terima kasih, Alex dan Rain pergi mengikuti arah jalan yang telah dikatakan Powpow.
Ketika tidak ada monster, Alex akan bertanya kepada Rain tentunya dengan bahasa manusia.
"Jadi bagaimana?"
__ADS_1
"Tuan, Anda luar biasa. Jadi selama ini Anda bisa berbicara dengan goblin?!"
Rain menatap dengan kagum. Semakin dia mengetahui kemampuan tuannya, semakin ia merasa bahwa tuannya adalah orang yang sangat luar biasa. Kini dia merasa aneh mengapa banyak orang di mansion selalu mengatakan tuannya adalah sampah.
"Yah, tapi ini rahasia kita berdua, oke."
"Baik Tuan. Tentu saja hamba akan merahasiakannya, hamba berjanji."
Semakin dalam keduanya masuk, semakin banyak makhluk yang mereka temui.
Selain goblin, mereka juga bertemu dengan demihuman lain seperti ratfolk yang merupakan demihuman berbentuk tikus, Chriproman yaitu demihuman berbentuk setengah kelelawar dan sering dianggap kerabat jauh dari vampire, dan bahkan hingga Entoman yaitu demihuman berbentuk setengah serangga. Namun mereka tidak menemukan demihuman yang lebih umum seperti orc dan troll.
Selain itu, mereka juga bertemu dengan beberapa magic beast yaitu Migntnetric Wolf, Phantom Snake, dan demihuman kecil seperti Silver Mole.
"Tuan, mengapa tempat ini terasa ..."
Alex menjawab sebelum kalimat Rain selesai.
"Terasa damai? Yah, ini sebenarnya tidak terlalu umum. Mungkin makhluk-makhluk di sini sudah lama menetap di dalam tubuh Kvislnidhogg jadi mereka sudah membagi teritori masing-masing."
Ini memang yang paling mungkin. Kebanyakan monster-monster yang bertarung di dalam false dungeon adalah makhluk yang sedang berebut teritori. Bagaimanapun tubuh Kvislnidhogg adalah wilayah yang kaya sehingga dimanapun mereka tinggal, selama itu adalah tubuh Kvislnidhogg, mereka akan mendapat manfaat tidak sedikit. Jadi alih-alih terus bertarung, bagi para monster yang telah tinggal lama, mereka akan dengan sendiri memiliki wilayah masing-masing. Bahkan cenderung berbagi dengan makhluk lain.
Ini sangat berbeda dengan kondisi monster di dungeon asli yang dimana monster cenderung agresif satu sama lain. Hal itu disebabkan tidak meratanya sumber daya yang ada pada dungeon asli.
Mereka pun sampai pada tempat yang dibicarakan Powpow.
Itu adalah tempat yang penuh dengan batu mana dan jamur yang terus mengeluarkan cahaya. Batu-batu mana itu menjulang tinggi dan memantulkan cahaya dari jamur sehingga membuatnya menyerupai kristal.
"Wow ...."
Rain sangat kagum dengan tempat ini.
Sementara Rain sedang terbengong dengan menikmati keindahan yang ada, Alex mengamati ternyata ada tumbuhan lain di sini.
Banyak magic plant tingkat menengah dari tingkat C sampai B ada di sini. Alex melihat sebuah tanaman yang menyerupai pohon anggur. Buahnya pun mirip seperti anggur tetapi memiliki warna seperti es dan mengeluarkan hawa dingin. Alex memetiknya dan mencoba memakannya.
Rasa dari magic plant ini sangat luar biasa manis.
Ini tidak hanya memiliki rasa yang nikmat, tetapi Alex juga merasakan adanya peningkatan mana yang dia terima.
Jadi tanaman ini memiliki efek yang baik untuk mana.
Alex tidak membuang biji dari tanaman itu. Dia menyimpannya di kantongnya. Alex juga memetik beberapa anggur itu dan juga mengumpulkan bebuahan lain.
Kemudian, Alex tidak sengaja menemukan sebuah benih tanaman yang baru tumbuh.
Rain yang telah puas melihat keindahan juga mengumpulkan buah seperti yang dilakukan Alex.
Dia mencoba memakan buah yang menyerupai apel.
Tidak ada rasa? pikir Rain.
"Apa yang kamu makan?"
Alex khawatir bawahannya ini memakan sesuatu yang salah.
"Tuan, saya memakan ini."
Rain menunjuk buah yang dia makan.
"Oh."
Alex mengetahui buah itu. Buah itu memiliki manfaat untuk membersihkan racun yang telah lama bersarang di tubuh.
Yah ini adalah tanaman medis.
"Rain, jika kau ingin memakan sesuatu, jangan coba makan sembarangan. Beritahu aku dulu."
"Baik, Tuan."
__ADS_1
"Ngomong-ngomong ini tempat yang sempurna untuk tinggal. Baiklah, sudah kuputuskan. Kita akan tinggal di sini sekarang."