
"Oh ... Dewa, mengapa Engkau merebut anakku? Tahukah Engkau, bagaimana aku mencintainya semenjak pertama kali ia membuka matanya hingga Engkau menutup matanya untuk terakhir kalinya."
Seorang wanita tua bersimpuh di hadapan para prajurit kerajaan. Ia memeluk jasad anak laki-lakinya yang telah kaku tak lagi bernyawa. Di hadapan para prajurit dan para pendeta, ia terus menangis melampiaskan duka yang telah menyayat hatinya. Kini buah hatinya tak lagi ada dunia ini.
Saat ini Alex telah memimpin pasukan yang ditugaskan untuk mengisolasi Canadia terkhusus Kota Hadalon. Ia memimpin lima puluh empat ribu prajurit yang diberikan oleh kerajaan. Walaupun jumlah itu terdengar fantastis tetapi kenyataannya para prajurit itu berasal dari institusi yang berbeda. Bahkan sebenarnya dari total jumlah pasukan tersebut, kerajaan bukan satu-satunya pihak yang mengirim pasukan. Diketahui setidaknya kuil mengirim 6.000 paladin dan 10.000 pendeta baik tingkat serkon hingga priest; Serikat Penyihir mengirim 5.000 penyihir mereka dengan aneka jenis penyihir dimulai dari wizard, alchemist, hingga shaman; Serikat Petualang mengirim 3.000 petualang mereka dengan mayoritas adalah plat iron dan silver[1]; Para bangsawan dari Koalisi Norchaster-Sandwealth telah mengirim total pasukan sebanyak 10.000; dan prajurit dari kerajaan sendiri sebanyak 20.000 orang. Tentu saja walaupun Alex diangkat sebagai komandan tertinggi selama operasi ini, masing-masing kelompok prajurit memiliki pemimpin mereka pula. Umumnya pengelompokkan itu berdasarkan darimana atau dari fraksi mana para prajurit itu berasal. Misalkan paladin yang merupakan prajurit dari kuil maka kepemimpinan untuk seluruh kelompok paladin dimiliki oleh salah seorang yang diangkat oleh otoritas kuil.
Namun terlepas dari segala fraksi prajurit itu, mereka harus memberikan sumpah kesetiaan terhadap Alex yang telah diamanahkan sebagai komandan tertinggi bagi 54 ribu orang ini.
Alex melihat lencana komandan di lengannya. Ini adalah lencana yang diberikan oleh pihak royalty kepada Alex sebagai bukti mandat untuk memimpin misi ini.
Apa sebenarnya yang paling diantisipasi oleh pemerintah adalah penolakan yang dilakukan oleh Marquess Canadia. Mereka sangat khawatir jika Canadia mengerahkan pasukan pribadinya untuk melakukan pemberontakan terhadap titah raja. Itu sebabnya negara mengerahkan lebih dari lima puluh ribu tenaga manusia untuk menunjukkan superioritasnya. Namun ketika Alex dan rombongan pasukan memasuki Canadia dan melakukan blokade di seluruh jalan-jalan utama, bahkan mengepung Hadalon, tidak ada respon dari Rumah Canadia.
Akibatnya semua progress berjalan sangat mulus. Bahkan Alex berani membagi pasukannya menjadi lima divisi. Divisi-divisi itu mewakili wilayah-wilayah di Canadia dengan Hadalon sebagai titik originnya. Jadi terdapat divisi yang pergi ke titik utama (Hadalon), barat, timur, utara, dan selatan dari Wilayah Canadia. Mereka diperintah untuk membatasi seluruh akses jalan dan memblokade seluruh kota-kota serta pemukiman di luar Hadalon. Terdapat lima divisi yang masing-masing berjumlah variatif, mulai dari 8.000 sampai 15.000. Tentunya semua divisi itu dibentuk dari setiap fraksi institusi keprajuritan yang ada.
Divisi yang ada di Hadalon adalah divisi utama yang berjumlah 15.000 prajurit dari berbagai fraksi. Divisi ini pula dikomandoi secara langsung oleh Alex tanpa rantai komando di bawahnya.
Hah ... sial, desah Alex.
Alex kembali memasukkan lencana itu ke sakunya. Dia saat ini menunggangi kuda dan dilengkapi dengan pakaian aneh.
Saat ini baik Alex maupun para prajurit yang berada di depan yang langsung melakukan kontak dengan rakyat dan lingkungan sekitar Hadalon mengenakan pakaian pengap.
__ADS_1
Itu seperti pakaian medis abad pertengahan dengan jubah hitam pengap, sarung tangan yang kaku, dan masker yang menutupi seluruh wajah dan kepala. Pakaian ini selain pengap, ini juga berat. Secara umum, fungsi dan bentuknya hampir menyerupai baju hazmat. Oh iya, bahkan kuda pun mengenakan masker medis.
"Menjauh kalian iblis!"
"Pegang dia!"
Ini masihlah pagi hari tetapi tak jauh dari tempat Alex berada, sekelompok orang yang sepertinya baru saja berhasil kabur dari gerbang Kota Hadalon saat ini ditangkap oleh para prajurit yang tentunya mengenakan pakaian pengap itu. Mereka akan ditangkap dan dikumpulkan di dalam sebuah kamp konsentrasi yang dikelola secara independen oleh kuil. Kamp itu tidak terlalu jauh kota dan ukurannya pun cukup besar dengan sistem keamanan ketat yang dijaga oleh para paladin.
"Jangan sentuh anakku!"
Wanita tua yang memeluk jasad anaknya yang telah meninggal akibat wabah terus melakukan perlawanan. Tubuh tuanya yang renta terus berjuang untuk melindungi tubuh anaknya yang tak lagi bernyawa itu. Ia memeluk anaknya yang telah kaku itu seolah anaknya itu tidaklah meninggal tetapi hanya tidur lelap di pangkuannya.
Namun tentunya para prajurit tidak akan membiarkannya dengan mudah. Karena tidak mau bekerjasama, pada akhirnya para prajurit mulai melakukan kekerasan.
Setelah itu, mereka secara paksa mengambil jasad anak itu, memaksa sang wanita tua untuk melepas kepergian putranya.
"Tidak! Lepaskan, tolong jangan ambil putraku!"
Wanita tua itu bersimbah akan air mata. Tubuhnya telah bersimpuh di tanah dan ditahan oleh dua prajurit. Dia hanya bisa menangis meratapi jasad anaknya yang dibawa pergi.
Untuk mencegah penularan wabah dari mayat, kuil menyarankan untuk mengumpulkan seluruh mayat penderita wabah lalu membakar mereka. Ini tidak lain sebagai pencegahan.
__ADS_1
Kemudian baik wanita tua itu dan orang-orang yang berhasil ditangkap pada akhirnya diseret ke kamp konsentrasi. Nasib mereka sepenuhnya akan tergantung pada kebijakan kuil.
Alex melihat semua drama itu di depan matanya. Ia bahkan sama sekali tidak berkedip. Sebagai archdeus yang menguasai Underworld dan Empty, Alex atau nama aslinya adalah Sheol telah terbiasa melihat segala penderitaan, kesedihan, dan kekerasan yang terjadi di Neraka. Mereka yang disiksa di sana tentunya adalah jiwa-jiwa yang memang telah dinyatakan pantas untuk masuk ke Neraka berdasarkan sidang anumerta di Hereafter. Jadi ketika terjadi penindasan kepada orang-orang yang kabur dari Hadalon yang dilakukan oleh para prajurit, Alex sama sekali tidak menghentikan mereka dan hanya menatap semua yang terjadi begitu saja. Tidak ada rasa iba di hatinya. Jika para pangeran dan perdana menteri melihat tatapan Alex saat ini, mereka akan sangat bangga dengan pilihan mereka karena orang ini memang sangat pantas mengurusi misi yang tidak berperikemanusiaan ini.
Setelah semua huru hara itu mereda, Alex memutuskan untuk pergi ke pos para penyihir. Ia pergi dengan ditemani oleh beberapa prajurit yang menjadi ajudan dan pengawalnya.
Itu adalah pos yang letaknya tidak jauh dari tenda komando.
Sesampainya di sana, ia lantas melepas masker dan baju hazmatnya itu. Para prajurit yang mengikutinya juga melakukan hal yang serupa. Ia juga disambut oleh seorang penyihir senior.
"My Lord, senang bertemu dengan Anda."
Alex mengangguk. Lalu ia bertanya kepada penyihir itu.
"Bagaimana? Apa kalian sudah berhasil menggunakan alat itu?"
"Ah, iya Tuan. Sekarang prosesnya sudah 70%. Jika progresnya terus stabil seperti ini, kami akan dapat menyalakan Eagle Sensing nanti malam."
Penyihir tua berbicara dengan Alex adalah pemimpin batalion penyihir dari Serikat Penyihir yaitu Warfoy Deneth Eraleon. Ia adalah penyihir yang memiliki spesialisasi sebagai sorcerer.
Alex mengangguk. Lantas ia pun pergi memasuki tenda terbesar di pos para penyihir. Pos para penyihir terdiri dari banyak tenda yang dibangun beraneka ukuran dan tujuan. Tenda terbesar adalah pusat kontrol sekaligus tempat dimana salah satu item sihir tingkat tinggi berada.
__ADS_1
Note:
[1] Tingkatan petualang (Dari paling rendah ke tertinggi): Copper >> Iron >> Silver >> Gold >> Platinum >> Mythril >> Orichalcum >> Adamantite (Sumber: The Archdeus Vol. 2: Listen Here(4))