
Ketika seorang pelayan yang tali kehidupannya hanya bergantung pada pekerjaannya dan dihadapkan pada saat sulit dimana dia harus dimarahi atau dilupakan, maka mayoritas dari mereka akan memilih pilihan pertama. Jika mereka dimarahi karena kegagalan mereka, maka setidaknya ketidaksenangan sang tuan akan terlampiaskan melalui amarahnya. Namun jika tuannya tidak mengatakan sepatahkatapun maka itu adalah pertanda yang paling mereka takuti seolah cuaca tenang sebelum badai. Bagi para pelayan, apabila pekerjaan mereka diambil alih oleh tuan mereka, maka itu pertanda bahwa sang tuan telah mempertanyakan profesionalisme bawahannya.
[Aku yang akan memandikannya].
Mungkin bagi kebanyakan orang khususnya pria, itu hanyalah pernyataan ambigu yang memiliki maksud lain tetapi bagi Alex ucapannya itu sesuai dalam arti harfiah tanpa ada maksud implisit lain. Dia sejak awal menganggap tubuh manusia tidak ada menariknya seolah melihat simpanse atau monyet tanpa bulu.
"Justin, panggil para pelayan, perintahkan mereka membawa air, bak, dan semua alat mandi kemari."
"Baik, Tuan Muda."
Justin ragu tetapi ia seperti biasa hanya perlu melaksanakan perintah. Bagaimanapun dia sadar bahwa tuannya tidaklah bodoh.
Adapun pelayan wanita itu dia hanya jatuh berlutut. Tubuhnya lemas dan pandangannya mengarah ke tanah. Dia tidak berani bicara ataupun mengangkat kepalanya.
Bagaimana jika ini didengar tuan count dan nyonya?
Tentu saja akan timbul konsekuensi baginya. Bagaimana mungkin pelayan membiarkan tuannya melaksanakan pekerjaan seperti ini. Bahkan walaupun Harol cukup apatis tetapi ia bukanlah seseorang yang akan membiarkan kejadian yang hina ini lepas begitu saja. Pelayan ini yakin dia akan kehilangan pekerjaannya. Dia ingin meminta maaf tetapi tekanan psikologis dari Alex membuatnya tidak berani sama sekali.
Tidak lama, Justin dan beberapa pelayan wanita serta pria datang. Para pelayan wanita membawa alat-alat mandi seperti baju ganti, handuk, wewangian, potongan-potongan akar, dan gel alami yang berguna untuk sabun dan sampo. Sementara para pelayan pria membawa beberapa ember air hangat, bak kayu bundar setinggi perut dan sebuah meja kecil untuk meletakan semua perlengkapan.
Para pelayan pria mulai memasukkan air hangat dari ember-ember kayu ke bak. Sementara wanita mulai menyusun semua perlengkapan mandi di meja.
Alex mengangguk puas ketika semua setelah selesai.
"Mari buka bajumu."
Alex secara pribadi melepas pakaian budaknya. Di sekujur tubuh gadis telanjang itu, khususnya daerah lipatan seperti selangkang, leher, dan ketiak terdapat lingkaran hitam bernama daki yang hidup dengan makmur. Selain itu aroma tidak enak langsung menyebar ke ruangan.
Alex sebenarnya terganggu dengan baunya tetapi ia menahannya.
Adapun gadis itu menyalahartikan prilaku Alex. Karena tingginya hanya sepinggang Alex, gadis kecil itu dengan mudah memegang area ************ tempat masa depan Alex berada.
Semua orang terkejut melihat ini. Mereka berpikir apakah sang tuan akan melakukan 'itu' kepada anak kecil? Lalu pertanyaan berikutnya, apakah mereka boleh tetap berada di kamar ini jika mereka memang melakukannya? Mereka masih belum diperintahkan pergi.
"Kenapa kamu melakukannya?"
Alex hanya mengangkat salah satu alisnya. Suaranya tenang tetapi dia sebenarnya sangat kaget.
"T-tuan sebelumnya selalu memerintahkan ini."
Gadis itu menjawab dengan ragu dan malu-malu. Ia masih menggenggam 'masa depan' Alex dan ia sadar, itu cukup besar.
"Begitukah? Kalau begitu mulai sekarang kau tidak perlu melakukannya."
"B-baik." Gadis kecil itu melepaskan pegangannya dari 'itu' Alex dan ia berdiri dengan ragu serta wajahnya menghadap ke lantai.
Alex tidak memperhatikan sikap pemalu anak itu. Sebaliknya, dia melihat daerah ************ gadis itu.
Di sekitar bibir kelamin gadis itu terdapat bercak ruam yang sangat merah dan itu terlihat cukup bengkak.
Alex bertanya kepada budaknya sambil menunjuk daerah itu.
"Apa masih perih?"
Gadis itu mengikuti arah telunjuk Alex sebelum ia mengangguk.
Alex menyadari daerah itu adalah sumber utama dari bau tidak sedap ini. Alex tidak bisa tidak kesal ketika ia melihat seorang anak di bawah umur harus mengidap viginitis tanpa pengobatan apa pun. Dia menduga pemilik sebelumnya adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk kasus ini.
"Baiklah, aku akan membantumu mandi."
Alex menggulung lengan kemejanya dan segera membawa gadis kecil itu ke bak hangat. Dia dengan perlahan mulai menggosok kulit gadis itu. Dibantu beberapa gel yang berasal dari magicplan peringkat rendah, perlahan kotoran di tubuh gadis itu mulai terlepas. Leher, ketiak, wajah, punggung, perut, dada, paha, dan semua daerah vital gadis itu tidak luput dari sentuhan Alex. JIKA ini remaja lain tentu mereka akan mengambil kesempatan tetapi ini Alex-_-
__ADS_1
Alex kemudian menggunakan gel lain sebagai sampo. Dia mengosoknya di kepala anak itu. Busa pun mulai bermunculan dan jatuh ke air. Gadis itu secara perlahan mulai menikmati semua pelayanan diberikan Alex. Dia bermain-main dengan gelembung di air.
Gadis itu untuk pertama kalinya melepaskan tawa bahagia. Untuk pertama kalinya dia merasa nyaman dipegang oleh seorang lelaki. Gadis itu mengangkat wajahnya menatap Alex yang masih meng-creambath rambut budak kecilnya.
Gadis itu tersenyum ketika melihat wajah tuannya. Tuannya ternyata adalah orang yang baik.
"Turunkan kepalamu. Jangan sampai matamu terkena busa."
♤♤♤
Gadis kecil itu pun selesai mandi.
"Wow!!"
Setelah ia dikeringkan dengan handuk dan diberi pakaian, gadis itu menatap pantulan dirinya sendiri di cermin.
Cantik!
Wajahnya dan kulitnya terlihat lebih cerah dan rambutnya juga tidak lagi kusut.
Gadis itu menggunakan gaun cerah berwarna kuning dan putih.
"Apa kamu menyukainya?" tanya Alex.
Gadis itu mengangguk bahagia.
Para pelayan yang berada di ruangan kaget dengan perubahan tampilan gadis itu. Sebelumnya ia hanya terlihat seperti kotoran berjalan tetapi kini dia sudah terlihat seperti bunga yang akan mekar.
"Ah ... benar juga. Aku belum tahu namamu."
Senyum di wajah gadis itu menghilang. Selain Alex, para pelayan juga penasaran dengan nama anak ini. Mereka bertanya-tanya dalam hati.
Gadis itu takut jika ia mengatakan namanya maka tuannya sekarang yang merupakan seseorang yang baik hati akan menunjukkan ekspresi jijik.
"Ada apa? Apa kamu tidak punya nama?" tanya Alex.
Gadis itu tidak tahu cara berbohong dan ia juga tidak cukup berani melakukannya. Mereka terus menunggu sampai gadis itu berani bicara.
Suasana sunyi hanya karena untuk mendengar nama gadis ini. Adapun gadis ini merasa tidak nyaman karena suasana yang betul-betul terfokus padanya.
Untunglah Justin menyadari ketakutan gadis itu. Perlahan dia mendekati Alex dan berbisik kepadanya.
Alex mengerutkan kening karena dia tidak menyadarinya.
Jadi ada kemungkinan nama budaknya adalah sesuatu yang jorok.
Alex menatap gadis itu sebelum ia bertanya.
"Apa namamu diberikan oleh mantan tuanmu?"
Gadis itu mengangguk.
"Apa kamu tidak ingat nama yang diberikan oleh ibumu?"
Sekali lagi gadis itu mengangguk. Ia sama sekali tidak ingat ibunya pernah memberinya nama.
"Apa kamu ingin aku memberimu nama?"
"!!"
Gadis itu kaget dengan pertanyaan tuannya. Apakah mungkin dia dapat diberi kesempatan untuk itu? Nama baru yang terdengar lebih baik? Tetapi bagaimana jika namanya malah jauh lebih buruk?
__ADS_1
Tidak, tuan ini adalah orang yang baik.
Walau ia hanya berjumpa pada tuannya beberapa kali, tetapi ketika ia merasakan bagaimana tuannya menyentuhnya dengan hati-hati dan pelan, gadis itu tahu bahwa tuannya sangat peduli padanya. Dia juga harus memberikan kepercayaannya kepada tuannya.
Gadis itu mengangguk setuju.
Alex berpikir:
Aku awalnya ingin menjadikannya orang merdeka setelah ia dewasa tetapi melihat para pelayanan ini mengurusnya, mungkin anak ini tidak akan bertahan.
Alex tidak bisa setiap saat mengawasi para pelayan merawat budak ini. Jika dia secara pribadi memutuskan untuk betul-betul merawatnya secara intens, kemungkinan Clara akan membayangkan hal yang tidak-tidak mengenai hubungan dia dan budaknya.
Ketakutan dan kekhawatiran Clara memang tidak bisa disalahkan karena budak yang merupakan gadis di bawah umur yang tidak dapat digunakan sebagai pekerja ataupun petarung hanya dapat dianggap sebagai objek pelampiasan birahi.
Adapun jika gadis ini dimerdekakan oleh Alex, maka selanjutnya apa? Apakah dia akan hidup di jalanan sebagai orang yang merdeka dan mencari nafkah pada saat dia masih berumur 7 tahun?
Apakah dia akan dilatih sebagai pelayan Rumah Fertiphile? Namun bahkan jika dia adalah orang yang merdeka, dia tidak akan diterima karena ia tidak memiliki nama belakang (nama keluarga). Identitasnya akan dipertanyakan dan ia bisa saja dituduh sebagai mata-mata atau orang dalam pelarian.
Cara paling tepat untuk tetap menjaga kehidupan kecil ini adalah dengan membuat identitas baru. Hanya ada satu metode yang muncul di pikiran Alex.
"Alih-alih menjadikanmu budakku, mungkin aku harus mengadopsimu."
"!!"
Para pelayan itu kaget.
"Tuan!"
Justin panik dengan ucapan Alex. Bukankah itu berarti tuannya akan menjadi seorang ayah? Ayah yang belum pernah menikah?
"Justin, ini adalah kehendakku. Aku tidak ingin kau melanggarnya."
"T-tapi Tuan-."
"Justin! Ingat batasanmu."
Justin terdiam ketika Alex memberi pernyataan yang tidak dapat diganggu gugat.
"Aku tidak ingin budak," ucap Alex.
Gadis itu panik. Apa mungkin dia akan dibuang dari tempat ini? T-tapi ini tempat yang bagus. Gadis itu berusaha memohon kepada tuannya untuk tidak mengusirnya.
"Aku tidak ingin kamu menjadi budakku. Aku ingin kamu menjadi anakku."
Semua orang membeku atas daulat ini. Ini adalah pernyataan berani bagi seseorang yang baru berusia 15 tahun.
(Note: Bagi manusia di sini, usia 15 tahun sudah dianggap dewasa).
"A-ayah?"
Gadis itu ragu. Bukankah jika dia adalah anak tuannya berarti tuannya adalah ayah. Artinya tuan\=ayah?
Alex tidak memerdulikan kebingungan gadis itu. Dia melanjutkan ucapannya.
"Hari ini, aku akan menjadi ayah baptismu. Kamu akan membawa namaku sebagai nama belakangmu. Mulai hari ini identitasmu sebagai budak telah mati, sekarang kamu telah terlahir sebagai anakku. Putri pertamaku yang kuberinama Merry Itziel Alexandreia!"
"Daulat Tuanku."
Para pelayan termasuk Justin membungkuk hormat ketika mendengar pernyataan tuan mudanya. Ini telah menandakan kelahiran satu cabang keluarga baru dari Keluarga Fertiphile.
Keluarga Alexandreia.
__ADS_1