
Kasus Warren dan Burren kali ini telah memasuki ranah di Pengadilan Umum Negara. Itu adalah lembaga pengadilan tertinggi yang mengurusi hal ihwal mengenai kasus yang dialami oleh para rakyat jelata di kerajaan.
Di hadapan media, ahli hukum mereka mengatakan ingin mencari keadilan untuk orang-orang yang tertindas di hadapan hukum yang tidak adil ini.
Namun tentu saja, dengan banyaknya kasus di kerajaan yang saat ini terjadi, apa yang kini dialami oleh Warren dan Burren tidak masuk dalam berita terpanas di negara ini. Seluruh berita menyiarkan tentang pemakzulan perdana menteri dan terpilihnya Norchaster sebagai perdana menteri baru.
Kedua bersaudara itu telah kehilangan banyak asetnya. Apalagi semenjak perusahaan mereka yang telah resmi dipailitkan oleh pengadilan. Saat ini mereka masih berada di bawah masa tahanan Pengadilan Umum Rendah di Wilayah Fertiphile.
Jika sebelumnya mereka sering menginap di penginapan mewah yang sering dikunjungi oleh para bangsawan, kini mereka harus mendekam di tahanan yang penuh dengan orang-orang jorok dan kasar. Belum lagi makanan yang terlihat menjijikan.
Ngomong-ngomong soal petualang, Burren telah menyadari bahwa mereka telah ditinggalkan oleh Guild Petualang cabang Fertiphile. Sepertinya Guild dan Rumah Fertiphile telah melakukan lobi yang saling disetujui oleh kedua belah pihak.
Proses kasasi yang ditinjau oleh Pengadilan Umum Negara memang terkesan lambat bahkan seolah-olah disengaja untuk diperlambat. Terutama ketika ini memiliki kepentingan dengan seorang bangsawan agung.
Bahkan bila seluruh hakim anggota di pengadilan umum negara adalah orang yang jujur dan adil, itu bukan berarti mereka dapat mengadili secara adil, tepat, dan benar. Walau secara hierarkis kedudukan antara Pengadilan Umum Negara dan Pengadilan Kebangsawanan setara, pada kenyataannya Pengadilan Kebangsawanan memiliki kekuasaan untuk membatalkan putusan Pengadilan Umum Negara jika hal tersebut berkaitan dengan kepentingan bangsawan.
Saat ini baik Warren dan Burren tidak lagi memikirkan perjalanan kasus mereka. Mungkin mereka juga telah menyadari bahwa ini adalah pertempuran yang tidak mungkin bisa dimenangkan.
Kedua orang itu kini hanya diam di balik jeruji besi masing-masing seolah sudah siap menunggu waktu eksekusi dari pengadilan.
Suatu hari Warren dan Burren dibawa untuk menemui pengacara mereka.
Pengacara yang telah menunggu di ruang pertemuan hanya menundukkan pandangan dengan wajah kusam.
Ketika kedua saudara itu duduk, dia dengan sopan menyapa keduanya dan langsung memberitahukan perkembangan kasus mereka.
"Tuan Burren dan Tuan Warren, permohonan kasasi Anda ditolak oleh Pengadilan Umum Negara dengan alasan bertentangan dengan hukum."
"...."
Kedua bersaudara itu hanya diam. Namun pandangan mereka masih tetap melihat sang pengacara dengan tatapan kosong.
"Saya juga tahu ini sangatlah mengecewakan tetapi kita bisa-"
__ADS_1
Sebelum pengacara itu selesai bicara, Warren memukul meja dengan kencang.
"Hahahahaha ...."
Tiba tiba ia tertawa bebas seolah semua yang tidak terjadi bukanlah sesuatu yang buruk.
"Sampai kapan ... sampai kapan kalian harus menyuruhku untuk tenang!? Kalian selalu mengatakan itu! Tenang, kita bisa melakukannya. Jangan khawatir, kita pasti menang. Kini kau mengatakan aku juga harus tenang?! Untuk apa aku mempercayai ucapan kalian?!"
Warren tiba-tiba mencengkram kerah pengacaranya.
Dengan panik pengacara itu berdiri dan berusaha melepaskan cengkraman orang itu.
"Tolong!"
Pengacara itu berteriak panik. Namun Burren yang masih duduk hanya diam seolah tidak peduli.
Sebaliknya Warren dengan penuh semangat masih tetap mencengkram kerah pengacaranya.
Mendengar suara teriakan dari dalam ruangan itu, para penjaga segera masuk dan memisahkan mereka.
Warren dan Burren secara paksa diseret kembali ke jeruji besi mereka. Sementara pengacara itu menatap keduanya dengan ngeri seolah baru saja diserang oleh orang gila.
Seiring berjalannya waktu kondisi mental keduanya semakin tidak stabil. Namun walaupun demikian, mereka tidak bisa lepas dari eksekusi mati yang telah ditetapkan. Pada akhirnya, berdua akan meregang nyawa dengan digantung di depan umum di alun-alun Kota Fertiphile atas sebuah dosa karena telah menghina seorang bangsawan.
***
Fertihall, Ibukota County of Fertiphile.
Saat ini Fertiphile akan membuat sebuah perayaan besar. Itu adalah pesta aristokrat untuk mengapresiasi prestasi Alex yang kini telah mendapat title sebagai seorang baron. Walaupun acara itu telah ditunda sebelumnya karena alasan krisis ekonomi yang terjadi, tetapi pada akhirnya karena Harol telah kembali ke daerahnya dan ia juga merasa sangat bangga dengan pencapaian Alex, ia pun memutuskan untuk tetap mengadakan acara itu sebelum musim dingin terlepas kondisi county-nya saat ini.
Ia mengundang seluruh bangsawan yang berasal dari aliansinya. Mereka semua adalah parang bangsawan lokal dengan gelar viscount dan baron.
Semuanya adalah Viscount of Levensille, Viscount of Catenburg, Viscount of Alchera, Viscount of Chanstel, Viscount of Rayself, Baron of Garnitia, Baron of Tivrial, Baron of Lanyard, Baron of Estrianople, Baron of Faihacea, Baron of Milchera, Baron of Adenburg, Baron of Sorchield, Baron of Charwings, Baron of Lessiurg, dan Baron of Gargerint.
__ADS_1
Selain itu Harol juga mengundang seluruh bangsawan agung yang berada di koalisi Sandwealth dan Norchaster. Ini mungkin adalah acara pertemuan besar karena untuk pertama kalinya dua koalisi ini bisa bertemu di acara seperti ini.
Alex tidak bisa berbuat banyak.
Dia sebenarnya tidak mau acara untuk peringatan title-nya sebagai seorang baron harus semeriah ini. Apalagi dia sudah berkali-kali bepergian di luar daerahnya. Jika terus seperti ini anggarannya bisa membengkak.
Apalagi aku masih belum memiliki pendapatan tetap, pikir Alex.
Saat ini kekayaan Alex utamanya berasal dari hadiah fief war yang diberikan Otilia dan Yorksall. Dia tidak bisa mengharapkan dividen dari Skavian dapat menutupi semua pengeluarannya.
Cepat atau lambat Alex harus memiliki sumber pendapatan tetap.
Maka dengan itulah dia berharap perusahan keuangannya dapat tumbuh dan berkembang.
Namun apa yang dapat dia lakukan. Ini adalah acara yang dibuat oleh kedua orang tuanya untuknya. Akan sangat memalukan bagi Alex jika tidak datang.
Sepertinya aku memang masih belum bisa lepas dari Fertiphile, pikir Alex.
Entah itu ketergantungan terhadap impor barang pertanian ataupun ikatan keluarga yang masih cukup kuat, walaupun Alex adalah kepala keluarga Alexandreia, ia tetaplah anggota dari Dinasti Fertiphile. Kecuali jika Harol telah turun takhta dan gelar count berikutnya diserahkan kepada Jared maupun Hazel, barulah Alex dapat betul-betul bebas dari ikatan keluarga Fertiphile.
Alex kembali masuk ke keretanya.
Kereta kuda yang ditunggangi Alex pergi dengan hanya dua kereta lain. Satu kereta diisi oleh setidaknya lima prajurit sementara kereta lainnya diisi oleh para pelayanan.
Ini adalah jumlah yang sangat rawan tetapi kini Alex percaya dengan kemampuannya sekarang setidaknya jika harus mengecualikan kemungkinan ia akan menghadapi warrior sekuat Harol atau diserang oleh penyihir yang mampu menguasai mantra tingkat 6 keatas,
Sepanjang mata memandang, Alex melihat banyak rumah warga yang direnovasi. Renovasi ini adalah salah satu kebijakan Alex untuk mempersiapkan warganya menghadapi musim dingin. Kebijakan ini diutamakan kepada warga yang memiliki rumah yang memang tidak layak huni.
Sepanjang perjalanan semua warga memberikan sorak-sorak dan pujian kepada Alex. Walaupun Alex berada di kereta kuda, ia masih dapat mendengar sorakan dari setiap orang terlepas dari usia ataupun jenis kelamin.
"Long Live the Baron!"
Itulah sorakan yang terus bergema di Baron of Alexandreia selama beberapa waktu terakhir. Sorakan itu terus didengungkan hingga kereta kuda Alex tak lagi terlihat dari pandangan orang. Siapa sangka, orang-orang dulunya hidup dengan penuh ketakutan dan kepasrahan kini hidup dalam kebahagiaan dan semangat.
__ADS_1