THE ARCHDEUS

THE ARCHDEUS
ALEX THE PIOUS(4)


__ADS_3

Pertemuan dengan perdana menteri pada akhirnya berakhir dengan baik setidaknya dalam pandangan Alex.


Tentu saja atas kerja keras Alex salam menjadi pemimpin militer dalam misi isolasi Canadia dan menjadi seorang Interim Governor di Canadia serta atas kerjasama Alex dalam mencegah monopoli kuil terhadap research mengenai wabah, Alex akan mendapat sangat banyak hadiah dan pembayaran yang bisa membuatnya tidak perlu memikirkan uang untuk seumur hidupnya.


Ketika Alex melihat jumlah nol pada kertas kontrak pembayaran, ia tidak bisa tidak tersenyum lebar.


Sayangnya likuiditas dari pembayaran itu tidak sebentar. Setidaknya perdana menteri harus memberikan laporan pengeluaran itu dalam anggaran tahun depan yang harus disetujui oleh parlemen. Jadi jika menghitung kemungkinannya paling lambat seluruh dana itu cair setahun atau dua tahun kemudian tentu dengan asumsi negara tidak melakukan penundaan pembayaran.


Setelah pembicaraan membosankan itu selesai, Alex dan Rain kembali ke penginapannya. Berbeda dengan Alex yang puas melihat kertas perjanjian di tangannya, Rain justru puas dengan oleh-oleh yang diserahkan oleh staf kepadanya. Itu adalah bungkusan makanan manis dalam jumlah besar. Sepertinya Rain sudah mulai tertular kebiasaan Alex yang seorang sugar craving.


Setelah pertemuan dengan perdana menteri, seharusnya mereka nantinya akan dipanggil untuk menjumpai sang raja. Namun berdasarkan ucapan perdana menteri kepada Alex sebelumnya, sepertinya pertemuan Alex dengan raja akan ditunda. Penyebabnya tak lain adalah isu pengangkatan Alex sebagai penguasa baru Canadia ternyata telah menjadi sebuah resolusi di parlemen.


Baik itu Norchaster, Sandwealth, dan pandangan dari House of Spiritual telah membulatkan resolusi untuk mendukung keputusan itu.


Pada akhirnya acara penghargaan Alex sebagai orang yang berjasa untuk menghentikan wabah akan ditunda dan dilaksanakan bersamaan dengan penobatan Alex selaku penguasa baru atas wilayah Canadia.


Kemungkinan besar itu tidak akan memakan waktu lama karena wilayah Canadia adalah wilayah yang sangat strategis dan syarat akan nilai ekonomi yang tinggi. Pihak royalty pasti akan semakin ditekan jika mengambil terlalu banyak waktu sementara pihak oposisi yaitu para marquess tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melobi sang raja.


Namun terlepas dari itu semua pada akhirnya Alex tidak terlalu memusingkan hal itu. Entah dia akan menjadi bangsawan agung yang menguasai Canadia atau tidak, bagi Alex menjadi seorang baron sudah lebih dari cukup. Ia juga tidak akan kehilangan apa pun jika pengangkatannya sebagai penguasa feodal wilayah Canadia dibatalkan.


Setelah yakin bahwa mereka tidak memiliki pertemuan atau kesibukan apa pun di ibukota, seminggu setelahnya mereka memutuskan untuk kembali ke wilayah mereka, Barony of Alexandreia. Dibutuhkan waktu kurang lebih dua minggu untuk sampai dari Archentioch ke Alexandreia.


Untuk membuat perjalanan mereka efektif, Alex pergi ke guild petualang dan ke beberapa guild pedagang untuk melihat apakah ada yang akan melakukan perjalanan yang searah dengan mereka.


Pada awalnya Alex tidak terlalu optimis karena bagaimanapun Alexandreia adalah barony kecil yang pasti tidak terlalu dilirik oleh pedagang besar. Namun siapa yang sangka, mereka mendapat informasi bahwa salah satu guild pedagang sedang berencana untuk pergi ke Alexandreia.


Setelah negosiasi harga dan lain-lain, para pedagang itu sepakat untuk menerima Alex dan Rain dalam konvoi mereka. Tentunya mereka juga harus membayar iuran salah satunya adalah biaya pengawalan dari guild petualang.


***

__ADS_1


Barony of Alexandreia


Hari ini mansion kembali sibuk. Justin selaku kepala pelayan terlihat sangat serius dan terus meneriaki para pelayan lain.


"Dimana berkas yang kusuruh kalian ambil!?" teriak Justin sambil menunjuk beberapa pelayan yang berdiri sambil menundukkan kepala.


Sementara Justin memarahi tiga orang pelayan muda, para pelayan lain berlalu lalang sambil membawa berbagai berkas dan dokumen.


Semua kesibukan ini terjadi akibat perintah Alex yang ingin melakukan audit kepada seluruh institusi Alexandreia, entah itu anggaran rumah tangga dari dinasti ataupun laporan keuangan perusahaan Alexandreia Investment.


Setelah dua minggu perjalan menuju Alexandreia, esoknya Alex segera memerintahkan untuk melakukan audit besar-besaran. Tentu saja senyum ceria dari para bawahan yang sebelumnya menyambut Alex dengan suka cita kini harus hilang digantikan oleh wajah lelah dan suram setiap orang.


Hampir semua orang begadang demi mencari, menyusun, dan memeriksa kembali semua dokumen yang ada.


Alex saat ini sedang berada di ruangan kerjanya dengan tumpukan kertas yang menjulang tinggi. Itu adalah dokumen-dokumen yang harus dibaca oleh Alex.


Untuk laporan keuangan Alexandreia Investment juga terlihat sangat baik. Namun ada yang mengganjal dalam pikiran Alex.


Mengapa mereka tidak melaksanakan perintahku? pikir Alex.


Alex menyadari portofolio investasi dari Alexandreia Investment tidak menunjukkan sektor yang ia perintahkan untuk dimasuki.


Alex pun bertanya kepada Justin mengenai hal itu.


"Tuanku, presdir mengatakan mereka membutuhkan kehadiran Tuanku dalam rapat dewan direksi untuk dapat mengeksekusi perintah yang Tuanku berikan," ucap Justin.


*Boom!


Justin terkejut ketika melihat Alex meninju meja hingga pecah. Sebenarnya Alex juga terkejut dengan kekuatannya itu karena ia sudah memastikan tinjunya itu tidak memiliki kekuatan aura tetapi bahkan dengan kekuatan fisik semata sudah mampu merusak meja kerjanya. Alex cukup menyesal karena itu adalah meja mahal yang sudah ia beli. Rasa marahnya sempat lenyap dan digantikan rasa sedih.

__ADS_1


Namun Justin yang tidak menyadari perubahan suasana hati Alex hanya menganggap Alex sedang murka.


"Bukankah aku sudah memerintahkan kepada kalian untuk melakukan apa yang aku perintahkan? Atas dasar apa kalian berani menentang hal itu?" ucap Alex tanpa ekspresi.


"Maaf Tuanku, saya sudah berusaha untuk mendesak presdir melaksanakan perintah Tuanku. Namun presdir dengan ide dan pandangannya sendiri merasa perintah Tuanku terlalu beresiko jika dilakukan secara gegabah," balas Justin.


Alex menghela napas karena mendengar jawaban Justin. Pada akhirnya ia menenangkan dirinya dan memutuskan untuk berbicara seperti biasa.


"Justin segera hubungi presdir dan seluruh jajaran direksi. Beritahukan ke mereka bahwa aku tuan mereka, memerintahkan untuk segera datang ke mansion esok hari untuk bertemu denganku."


"Baik Tuanku."


Walaupun Justin menjawab dengan tenang tetapi dalam hatinya ia sangat bersemangat. Itu karena ia yakin dewan direksi pasti akan dimarahi oleh Alex. Sangat jarang Justin mendengar Alex marah dan melakukan konseling 3 sks kepada orang lain selain dia.


Mampus kalian, pikir Justin.


Besoknya ketika hari masih pagi dan orang-orang baru saja memulai aktivitas mereka, seperti perkataan Alex, semua dewan direksi dari perusahaan Alexandreia Investment telah sampai di mansion.


Semua orang itu berada di ruangan luas dengan banyak meja dan kursi. Ini adalah salah satu ruangan serba guna milik mansion yang umumnya sering digunakan apabila ada rapat dalam skala besar.


Sebenarnya seluruh dewan direksi cukup antusias. Itu karena mereka sebelumnya belum pernah bertemu dengan Alex. Pengangkatan seluruh direksi terjadi ketika Alex masih berada di Canadia. Sehingga semua hal yang berhubungan dengan kebijakan Alex akan selalu diwakili oleh Justin sebagai perantara.


Clark Edgar Glouchria sang Presiden Direktur Alexandreia Investment juga tidak terkecuali. Dia juga belum pernah bertemu secara langsung dengan Alex. Ia hanya mendengar rumor tentangnya ketika ia masih bekerja di Morhust. Baru-baru ini dia dan semua orang telah mendengar bahwa tuan mereka telah mendapatkan title sebagai sang saleh atau Alex the Pious. Tentu itu sudah lebih dari cukup untuk memancing semua orang bertemu dengan Alex. Mereka penasaran tentang seseorang yang bahkan diakui oleh kuil.


Mereka tidak lama untuk menunggu karena setelah semua direksi hadir, Alex yang ditemani Justin memasuki ruangan rapat. Alex duduk di kursi pimpinan rapat.


Semua orang mengintip Alex karena penasaran. Namun rasa penasaran dan antusias setiap orang harus lenyap karena ketika rapat dimulai, kata pertama yang dikeluarkan Alex tidak lain adalah sumpah serapah dan hinaan kepada semua orang.


"Dasar kalian semua tidak berguna!" teriak Alex.

__ADS_1


__ADS_2