
Rain bangun lebih pagi hari ini. Yah, dia sebenarnya selalu bangun tepat waktu tetapi untuk hari ini dia bangun lebih cepat dari biasanya.
Dia sudah menyiapkan perbekalan selama pelatihan. Tuannya memerintahkan untuk menyiapkan perbekalan makanan dan set senjata dan bahkan perlengkapan untuk camping layaknya para adventurer.
Mereka berdua berangkat pagi setelah keduanya sarapan.
Mereka melewati beberapa desa dengan menggunakan gerobak sapi warga setempat sebagai alat transportasi. Namun ketika semakin mendekati hutan, mereka memilih untuk berjalan kaki.
Sebenarnya hutan ini cukup jauh dari desa tempat Alex tinggal. Setidaknya butuh waktu setengah hari untuk sampai jika menggunakan kereta. Namun karena ini adalah hutan terbesar dari hutan di sekitarnya dan kemungkinan berisi makhluk supranatural yang lebih berbahaya, maka ini adalah tempat yang cocok untuk berlatih.
Rain berpikir mereka akan melakukan perburuan layaknya ketika kegiatan hunting yang dilakukan oleh count untuk memperingati hari terbentuknya aliansi Fertiphile.
Namun dia salah, keduanya hanya pergi di pinggiran hutan. Mereka bahkan cenderung memilih jalan yang aman.
Kemudian dia melihat tuannya berhenti.
"Di sini sepertinya cocok. Pohon-pohon di sini tidak terlalu berdekatan."
Tuannya menurunkan tas bawaannya ke tanah. Rain juga melakukan hal yang serupa.
Kemudian tuannya duduk di sebuah batu yang tidak terlalu besar. Dia kemudian memanggil Rain.
"Rain kemarilah."
Rain mendekat kemudian berdiri diam di depan tuannya.
"Rain, apa yang kamu pikirkan?" tanya Alex.
"Maaf Tuan?"
"Aku bertanya, ketika kita akan pergi, apa yang kamu bayangkan? Apa kamu berpikir kita pergi mencari para demihuman seperti goblin atau orc? Atau mungkin berburu magic beast?"
Rain tidak menjawab secara tegas. Namun dia menganggukkan kepalanya dengan sedikit ragu.
"Yah, mungkin ini tidak sesuai dengan ekspektasimu. Kita tidak akan melakukan itu," ucap Alex.
"Sebaiknya kamu duduk," sambung Alex.
Rain duduk bersila di tanah. Tanahnya tidak lembab jadi tidak terlalu masalah.
"Rain dengar. Ini adalah rahasia antara kamu dan aku. Bahkan bawahanku tidak ada satupun yang tahu. Apa aku bisa mempercayaimu?"
Rain terkejut ketika tuannya mengatakan itu. Dia langsung mengangguk.
"Tuanku, saya akan menyimpan rahasia ini bahkan walaupun nyawa taruhannya."
"Jangan terlalu tegang gitu. Jadi yah, ini rahasia tapi jika sampai ini mengancam nyawamu kamu tidak perlu sampai harus berkorban."
Alex diam sesaat. Kemudian dia melanjutkan.
"Rain, apa kamu tahu potensimu?"
Rain menjawab dengan ragu.
"Tuan pernah berkata bahwa saya berpotensi sebagai ahli pedang yang hebat."
Alex tertawa kecil. Ini bukan dia menghina tetapi dia mengapresiasi ingatan bawahannya ini.
"Yah, kamu tidak salah. Namun aku akan memberi tahu lebih detail. Rain, kamu berpotensi. Jika aku mengatakan bahwa kamu dapat menjadi seorang hero dengan potensimu apa kamu akan percaya?"
Rain hampir melompat karena terkejut. Bagaimana tidak, posisi hero bukanlah posisi sembarangan. Jika menggunakan hierarki kuil sebagai analoginya, maka hero disetarakan dengan saint.
Hero adalah orang pilihan dewa. Mereka terlahir ketika dunia jatuh pada kegelapan. Ketika peradaban umat tidak hanya manusia tetapi semua peradaban humanoid lainnya dan hingga peradaban demihuman mengalami ketidakseimbangan akibat perbuatan demonoid.
Tentu masing-masing bangsa memiliki sebutan tersendiri tetapi semua humanoid yaitu manusia, elf, dan dwarf, bahkan beastman sepakat menyebut orang pilihan tersebut sebagai hero.
Walaupun Rain tidak pernah mengenyam pendidikan formal apapun, tetapi hero sangat terkenal, semakin terkenalnya mereka memiliki cerita rakyat masing-masing. Jadi bagaimana mungkin Rain tidak mengenal apa yang dimaksud dengan hero.
__ADS_1
Namun untuk dapat mencapai posisi seperti itu ....
Rain keringat dingin. Jika ini orang lain dia bisa menganggap ini hanyalah candaan tetapi yang berbicara adalah tuannya, seorang yang tidak pernah mengucapkan lelucon seperti ini.
"Santai saja. Aku tahu kamu terkejut. Jadi kita tidak usah terlalu terburu-buru."
Alex menarik napas. Dia menunggu Rain lebih stabil.
Setelahnya, Alex berdiri kemudian berjalan beberapa langkah sebelum kembali memandang Rain.
"Jadi Rain. Dengarkan aku. Apa yang kukatakan sebelumnya adalah salah satu alasan kenapa kita pergi jauh dari villa. Aku tidak mau ada orang lain yang mendengar. Namun untuk alasan utamanya adalah ini."
Alex merentangkan kedua tangannya. Tiba-tiba pergerakan udara di atas kedua telapak tangannya.
Di telapak tangan kanan dari Tuannya, Rain bisa melihat sesuatu seperti api tetapi memiliki warna yang jauh lebih merah. Sementara di telapak tangan lainnya, dia melihat pancaran bola cahaya berwarna biru.
"Tuan ..."
"Apa kamu tahu keduanya?" tanya Alex.
"Tidak Tuan, saya tidak tahu."
Rain tidak berbohong. Dia sama sekali tidak tahu apa yang ada di kedua tangan tuannya. Dia berpikir bahwa itu adalah sihir.
Alex hanya mengangguk paham. Kemudian kedua benda di masing-masing tangannya menghilang. Dia kembali menurunkan tangannya lalu menjelaskan dengan singkat.
"Rain, apa yang ada di tangan kananku adalah energi yang disebut aura. Kamu tentu sudah tahu. Itu adalah energi yang banyak dimiliki oleh kesatria. Itu sebabnya tuanmu sebelumnya mampu menendang pedangmu hingga patah hanya dengan menggunakan kaki. Kemudian di tangan kiriku tadi adalah energi yang disebut sebagai mana. Kamu tentu sudah tahu juga, mana adalah sumber energi yang digunakan para penyihir untuk melempar sihirnya."
Tuan sebelumnya yang dimaksud Alex adalah Regis. Regis adalah tuannya Rain sebelum akhirnya Rain diberikan kepada Alex.
Rain sebenarnya tidak suka mendengar nama mantan tuannya itu. Namun karena Alex menjelaskan dengan serius dan tanpa ada sarkasme sedikit pun, Rain hanya mengangguk mengerti. Tuannya sudah lama menjelaskan keberadaan kedua energi itu kepadanya. Namun ini pertama kalinya dia melihat wujud kedua energi itu.
"!!"
Rain tiba-tiba teringat perkataan tuannya.
"Benar. Sebenarnya semua orang punya kedua energi itu di tubuh mereka. Namun kebanyakan orang hanya mampu memanfaatkan salah satu saja. Sementara jika mereka yang mampu menggunakan dua energi secara bersamaan mereka disebut duofons[1]. Hmm ... apa kamu pernah mendengar seorang assassin yang mampu melempar bola api dan menggunakan teknik bela diri sekaligus? Atau mungkin pernah mendengar seorang archer mampu menggunakan mantra api untuk membuat panah api? Itu adalah contoh duofons dan mereka sangat sedikit mungkin hanya 1% dari pengguna energi yang ada."
Rain terkejut mendengar penjelasan tuannya. Kemudian tersadar jika pengguna multienergi atau disebut sebagai duofons sangat sedikit bukankah apa yang ditunjukkan tuannya sebelumnya adalah penggunaan aura dan mana?
"Tuan, itu berarti Anda adalah ... seorang duofons?"
Alex tidak menjawab tetap hanya membalas dengan senyum.
"Tuan, Anda luar biasa!!"
Rain berteriak gembira ketika mendapat konfirmasi itu. Matanya berbinar penuh kekaguman.
"Well, kamu jangan terlalu terkejut begitu. Bagaimana jika aku mengatakan kamu sebenarnya bisa menggunakan kedua kekuatan itu?"
"..."
Rain terdiam.
Suana tiba-tiba membeku dan canggung.
Alex hanya tersenyum lembut.
Sementara Rain ... dia kehilangan kemampuan bicaranya. Matanya menjadi tidak fokus. Tangannya bergetar. Kemudian dari mulutnya, dia seperti bergumam sesuatu.
A-apa? Aku bisa menggunakan mana dan aura?
Rain terdiam seperti patung tetapi otaknya terus mencerna perkataan tuannya.
"Hei, jangan diam saja."
Dengan langkah kaki Alex yang besar. Hanya butuh beberapa langkah saja dia sudah berada di belakang Rain kemudian memukul punggungnya.
__ADS_1
Rain kaget setelah merasakan sentuhan pukulan itu. Dia kembali tersadar lalu menoleh melihat tuannya yang berdiri di belakangnya.
"T-tuan, apa yang Anda katakan itu-"
Pertanyaan Rain dipotong oleh ucapan Alex.
"Iya benar. Kamu juga bisa menjadi seorang duofons. Itu sebabnya aku berencana melatihmu sebagai seorang magic warrior. OKe, sekarang duduk dulu dan atur nafasmu. Jangan terkejut lagi."
Alex membawa Rain ke batu yang sebelumnya ia duduki. Ia meminta Rain untuk duduk di sana. Sementara sedang menunggu Rain menenangkan diri, Alex berjalan-jalan sebentar mengitari tempat mereka berada.
Setelah keadaan Rain stabil, Alex duduk di depannya dengan sebuah potongan kayu yang telah diambil sebelumnya sebagai tempat dudukannya.
"Jadi Rain, singkatnya kamu sama sepertiku. Kamu adalah seorang duofons. Itu sebabnya aku membawamu ke sini. Aku tidak mau rahasiaku dan kamu sebagai duofons diketahui oleh orang lain."
"Saya mengerti Tuan."
Rain mengangguk dengan serius.
"Kamu harus tau. Pelatihan seorang duofons sangat berbeda dan sulit dibanding pengguna energi tunggal. Itu karena kita harus mampu memaksimalkan efek dari energi yang kita gunakan. Terkadang kita harus memilih apakah kita menggunakan komposisi seimbang antara mana dan aura, atau kita membuat salah satu energi lebih dominan dari energi lainnya. Itu sebabnya duofons seperti eques dan paladin lebih mendalami penggunaan mana daripada aura karena kebanyakan tidak sanggup menggunakan keduanya secara seimbang. Selain itu, kita juga harus mengerti tujuan dan batasan yang kita miliki. Tujuan penggunaan energi untuk memaksimalkan efek dan batasannya adalah seberapa banyak beban yang mampu ditahan oleh tubuh kita."
Alex menjelaskan secara sederhana mengenai penggunaan mana dan aura kepada Rain. Bagaimanapun Rain tidak pernah mendapat pendidikan mengenai kedua energi tersebut sehingga dia harus menjelaskan secara lebih ringkas dan sangat sederhana.
Jika membahas mengenai penggunaan aura dan mana secara lebih akademis, itu akan membahas mengenai pilihan seorang individu dalam menciptakan efek dari penggunaan kombinasi antara aura dan mana.
Penggunaan dua energi tersebut dapat diaplikasikan secara grafis dengan menggunakan kurva isoquant[2]. Kurva tersebut sangat bermanfaat untuk menggambarkan berbagai kombinasi aura dan mana yang dibutuhkan untuk menciptakan efek yang sama. Jadi bisa dikatakan bahwa aura dan mana adalah input sementera efek seperti destruksi adalah output.
Hal itu sangat penting karena jika seorang duofons gagal menciptakan kombinasi input yang tepat akan berpengaruh pada tingkat output yang dihasilkan, dimana jika kita mengasosiasikan mana sebagai M, aura sebagai A, dan efek sebagai output , kita dapat membuat persamaan matematisnya yang berasal dari fungsi produksi yaitu output \= f(A,M).
Sehingga dari kemiringan kurva isoquant itu akan ada yang disebut sebagai delta atau marginal substitusi[3] input X terhadap Y, vice versa. Dimana secara matematis dimisalkan tingkat substitusi mana terhadap aura adalah:
Marginal Substitusi \= ΔA/ΔM ....... (1)
Tentu saja selain harus mengetahui komposisi yang sesuai antar energi untuk menghasilkan output, harus juga dipahami bahwa terdapat batasan yang harus dihadapi oleh seorang duofons yakni adalah daya tahan tubuhnya dalam mengendalikan energi.
Daya tahan tubuh itu terbatas. Tidak hanya duofons bahkan pengguna energi tunggal juga akan memiliki batasan yang mampu mereka tanggung dalam menggunakan energi.
Jika kasusnya adalah duofons, kita dapat mengaplikasikan daya tahan tubuh sebagai constraint. Dimana secara grafis, kita dapat menggunakan kurva isocost[4] sebagai ilustrasinya. Dengan menggunakan kurva itu, kita dapat menjelaskan berbagai kombinasi aura dan mana dalam suatu daya tahan tubuh yang sama.
Dengan menganalogikan daya tahan tubuh sebagai sebuah biaya, kita dapat mengaplikasikan kombinasi 'biaya' dari mana dan aura ke dalam fungsi biaya yang secara matematis adalah
Biaya Total \= αA +βM
Dimana α dan β adalah tingkat biaya yang dibutuhkan pada masing-masing input.
Kemudian dari kemiringan kurva Isocost didapati dengan mengetahui rasio 'biaya' dari mana atau aura yang merupakan terapan dari rasio harga, yaitu:
Δbiaya \= β/α ....... (2)
Dan tidak hanya memperhitung masalah kombinasi yang tepat dalam suatu 'cost' yang sama. Seorang duofons juga harus mampu berpikir secara pragmatis yaitu bagaimana dia mampu bertarung secara maksimal dengan meminimalkan rasa lelahnya.
Pada konteks demikian, dia harus dapat meminimalkan rasa lelahnya dengan mengkombinasikan kurva isoquant dan isocostnya dalam suatu titik temu yang tepat. Sehingga dengan menggunakan persamaan (1) dan (2) akan dapat dijelaskan melalui persamaan minimalisasi biaya yaitu:
ΔA/ΔM \= β/α ....... (3)
Tentu saja Alex tidak mungkin menjelaskan semua hal ini kepada Rain yang tidak memiliki latar belakang pendidikan. Sehingga dia hanya menjelaskan dengan sangat singkat.
Alex tahu ini akan sulit karena Rain tidak memiliki daya teori yang kuat. Namun dia yakin, dengan tekad Rain yang kuat, dia pasti dapat membuat insting yang tepat dalam mengkombinasikan kedua energi itu secara maksimal dengan meminimalkan penggunaan daya tahan tubuhnya.
Note:
duofons[1]: Seseorang yang mampu menggunakan dua energi (mana dan aura). Untuk penjelasan lebih lengkap, Baca: ARCHPEDIA: INTRODUCE ABOUT ROLES.
isoquant[2]: Sebuah Kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi input (Modal & Tenaga Kerja) yang akan menghasilkan output (barang atau jasa) dalam jumlah yang sama.
marginal subtitusi[3]: marginal rate of technical substitution merupakan pengurangan salah satu input ketika satu unit input lainnya ditambah dengan asumsi output adalah konstan (tetap).
isocost[4]: kurva yang menggambarkan kombinasi input yang memberikan biaya sama.
__ADS_1