Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 101


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA....


*Dor dor dor


Dor dor dor


Dor dor dor*


"Arggrrrhhh".


"Argghhhh".


"Srettttttt".


"Srettttttt".


Suara peluru, dan bunyi sayatan serta rintihan begitu menggema saling bersahutan satu sama lain. Mayat manusia tergeletak bak ikan kepanasan yang sedang jemuran dipantai. Sungguh seperti membunuh bintang yang seakan tak berarti apa-apa.


Fillipo, Zean dan Zaen sedang bertarung habis-habisan. Mempertahankan wilayah timur milik mereka yang ingin dikuasai oleh Mafia lain. Tentu saja mereka tidak akan membiarkan hal itu.


*Dor dor dor dor


Dor dor dor dor


Dor dor dor dor*


Tembakan beruntun itu mampu menghabiskan nyawa seratus orang. Mereka saling serang menyerang hingga tanpa sisa dan tak bersisa.


Zean menyerang dengan membabi buta. Tentu Zean tidak terima jika daerah itu direbut oleh orang lain. Bagaimana pun daerah itu adalah kerja keras Pedrosa dan Zean tidak akan membiarkan orang lain merebutnya begitu saja.


Zaen melakukan hal yang sama, bahkan pria yang satu ini membunuh sangat kejam mencari siapa yang sudah berani membuat masalah dengannya. Sayang sekali ketua Mafia yang menyerang benar-benar tak menampakkan diri, sepertinya sengaja untuk memancing emosinya.


"Wily, Edward, Leo.... Bereskan semua nya". Perintah Zean saat mereka sudah berhasil mengepung dan mengalahkan ratusan orang itu.


"Baik Tuan". Sahut ketiganya kompak dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuannya.


Zean, Zaen dan Fillipo menghabisi mereka dan tanpa tersisa satupun. Namun tak ada tanda-tanda dalang dibalik semuanya.


"Kembali". Mereka pun segera masuk kedalam mobil.


Fillipo segera melepas jaketnya yang sudah dilumuri oleh darah "Apa kau yakin itu BTOB King?". Tanya Fillipo pada Zean.


"Ya.. hanya Arthur yang selalu mengusik ku". Jawab Zean juga yang melepaskan jaketnya

__ADS_1


"Kurasa bukan!! Itu hanya peralihan kita dan Arthur menjadi tameng". Timpal Zaen yang ikut dalam pembicaraan.


"Lalu siapa?". Tanya Fillipo.


"Siapa lagi kalau bukan Dokter Dhanny". Celetuk Zaen


"Aku yakin ini semua adalah bagian dari rencananya. Mengadu domba Black Glorified dengan BTOB King". Sambung Zaen.


Fillipo dan Zean langsung menatap kearah Zaen "Bagaimana kau bisa tahu?". Tanya Zean bingung.


"Kau lupa Kak, jika aku ini jenius sama seperti Fitri. Hanya saja aku dibawahnya, hahahaa". Ucap Zaen sambil tertawa keras.


Zean mengendus kesal, dia serius tapi kembarannya itu justru sempat-sempatnya bercanda


"Kau ini.....".


"Setelah ini apa yang akan kita lakukan?". Tanya Zean.


"Tidak ada!". Sahut Fillipo "Ikuti saja permainannya". Jawab Fillipo lagi.


Mereka pun kembali ke Mansion. Leo dan Fillipo kembali ke perusahaan Wilmar yang ada di Amerika. Sedangkan Zean kembali ke perusahaannya bersama Willy. Zaen kembali ke Markas untuk membereskan semua yang belum tuntas.


Zaen masuk kedalam Markas diikuti oleh Edward, semua anggota menunduk memberikan hormat pada sang Tuan.


"Hmm, bagaimana Edward?". Tanya Zaen sambil mendudukkan pantatnya disofa


Zaen tersenyum smirk "Hmmm, apa Zean dan Fillipo tahu hal ini?". Tanya Zaen


"Tidak Tuan!!! Informasi ini sangat rahasia karena Dokter Dhanny begitu licik untuk bersembunyi". Jelas Edward "Sepertinya setelah ini Dokter Dhanny akan kembali ke Indonesia, untuk melanjutkan rencananya". Timpal Edward memberikan beberapa data pada Zaen.


Zaen memincingkan matanya menatap Edward


"Dari mana kau bisa tahu semua ini?". Tanya Zaen curiga "Bahkan aku sudah mencarinya sejak kemarin?". Lanjut Zaen.


Edward menunjukkan satu informasi pada Zaen yang membuat pria itu tercenggang


"Fitri...".


"Iya Tuan! Nona Fitri yang memberikan semua data ini pada saya. Nona juga mengatakan untuk tidak memberitahu siapapun kecuali anda". Ucap Edward


"Kenapa dia tidak mau memberitahu Ayah dan Daddy? Atau Sean dan Zean, Fillipo juga?". Cecar Zaen tak puas.


"Karena Nona Fitri ingin mengikuti permainan Dokter Dhanny, Tuan". Jawab Edward "Nona Fitri percaya pada anda, karena anda bisa mengontrol emosi dan bisa beracting seperti Nona Fitri". Jelas Edward lagi.

__ADS_1


Zaen hanya tersenyum mendengar penjelasan Edward. Ya dia dan Fitri memiliki banyak kesamaan, selain jenius Zaen juga bukan tipe orang gegabah dan tentu nya bisa mengendalikan emosi nya dalam kondisi apapun sehingga tidak membahayakan dirinya.


Zaen juga tipe pria yang sangat cerewet sama seperti Fitri, tapi dia tetap tenang menghadapi segala masalah. Kesamaannya dengan sang adik memang sungguh terlihat, hanya saja Zaen tidak sejenius Fitri. Jika masalah IT dia bisa diandalkan tapi tidak dengan merakit senjata api.


"Ahhhh, aku jadi merindukan adikku". Senyum Zaen. Lalu ia meronggoh saku celananya dan mengambil benda pipih itu lalu mencari nama kontak adik tersayangnya.


"Hallo Kak Zaen tertampan". Sapa suara cempreng diseberang sana.


Zaen terkekeh "Hmm, hallo juga adik Kakak paling cantik sedunia". Goda Zaen.


"Kakak bicara terlalu suka jujur, kan Fitri jadi malu, hahha". Celoteh suara Fitri.


"Hmmm, Fitri sudah makan? Sebentar lagi Kakak pulang. Fitri mau makan apa? Biar nanti Kak Zaen masakin ya. Kan jadwal nya Kak Zaen jagain Fitri". Ungkap Zaen sambil membayangkan wajah adiknya.


"Ahhh benarkah? Kakak pulang sekarang, Fitri ingin kita masak bersama". Suruh Fitri semangat.


"Baiklah, tunggu Kakak". Balas Zaen. Setelah lama mengobrol sambil saling berbicara dengan canda tawa, Zaen pun mematikan sambungan telponnya.


Zaen tersenyum dan betapa bangganya memiliki adik seperti Fitri. Gadis itu selalu saja membuatnya merasa nyaman dan bahagia.


Dikantor Wilmar. Fillipo sedang menyenderkan punggungnya sambil menatap layar ponsel dan tersenyum seperti orang gila. Lalu ia melakukan video call pada nomor kontak yang ia namai "My Little Girl"


"Sayang sudah makan?". Tanya Fillipo sambil tersenyum menatap wajah yang ada dilayar ponselnya.


"Sudah Tuan". Senyum gadis itu


"Kapan kau akan berhenti memanggilku Tuan?". Tanya Fillipo kesal.


"Sampai kita bertukar, aku menjadi tulang rusukmu dan kau menjadi tulang punggung ku". Goda gadis itu yang berhasil membuat Fillipo tersipu dengan wajah merona seperti tomat masak.


"Hmm, apa kau sudah siap Little Girl?". Goda Fillipo sambil terkekeh.


Fitri hanya tertawa dan tidak bisa menjawab. Ahh betapa bahagianya Fitri bertemu dengan pria setampan dan sebaik Fillipo. Pria dingin yang selalu membuatnya jantungan karena tatapan dingin namun sekarang pria itu menjadi bucin tingkat dewa. Bahkan tingkat keposesesifan pria tersebut sangatlah tinggi.


Fillipo hanya menunjukkan rasa cinta nya pada Fitri. Gadis itu adalah gadis pertama yang berhasil membuat jantungnya berdebar.


**Bersambung....


Kebayang enggak sih cowok dingin dan pendiam tiba-tiba bucin sama kamu???


Ciahhh pasti bahagianya pake banget, semoga aja pembaca setia author dapetin cowok ke gitu ya🤭 hahha.


Yuk ikuti terus ceritanya....

__ADS_1


GBU...


LOVEUALL**....


__ADS_2