Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 128


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.....


Sean dan Fitri memasuki ruang meeting, sedangkan Boy dan Merry mengekor dari belakang.


Merry benar-benar terlihat gugup, bahkan keringat terlihat jelas didahinya. Bukan karena apa, tapi tatapan Sean yang tak seperti biasa kepadanya. Merry menebak jika Sean tahu bahwa dirinya adalah penyusup yang dibayar oleh Mars.


Sampai diruang meeting, tampak para petinggi perusahaan sudah menunggu dengan duduk dikursi masing-masing.


Semua mata tertuju pada Sean dan Fitri. Para pria terkagum-kagum dengan kecantikan wajah Fitri, lebih tepatnya terlihat imut dan menggemaskan. Sedangkan para wanita terpikat dengan wajah tampan Sean, meskipun aura nya dingin tapi tak menghilangkan karisma seorang Sean.


Fitri duduk disamping Sean. Gadis itu tampak tenang dan bahkan tersenyum manis kepada semua orang yang ada diruang meeting.


"Selamat siang semuanya". Sapa Sean memulai meeting.


"Siang Tuan". Balas mereka serentak dan kompak.


"Baiklah, hari ini kita akan membahas tentang kerjasama dengan De Wilson Corp!". Ucap Sean menatap kearah seorang pemuda berwajah tampan yang duduk diujung meja.


"Baiklah, kepada Tuan Wilson silahkan untuk mempresentasikan data anda". Perintah Sean sopan kepada pria itu.


Pria itu berdiri dengan gagah, sambil berjalan kearah layar infokus yang terhubung dengan laptop miliknya.


"Terima kasih semuanya, saya akan mempresentasikan rencana proyek yang akan kita bangun". Tangannya memegang robot yang menjadi kendali kursor yang terpampang dilayar monitor.


Pria tampan pemilik perusahaan De Wilson Corp menjelaskan dengan detail rencana kerja dan proyek yang akan mereka bangun.


Fitri, gadis itu menyimak dengan baik. Telinganya begitu cekatan dan otaknya sangat cepat tanggap terhadap apa yang dijelaskan. Jika orang biasa, tentu tidak paham dan menganggap ini adalah kerja sama biasa yang biasa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pada umumnya. Namun, Fitri mengambil kesimpulan bahwa proyek itu memindahkan saham Sean ke perusahaan De Wilson Corp. Benefit yang didapat oleh perusahaan akan jatuh ke tangan De Wilson Corp.


"Maaf Tuan, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan kerja sama ini". Ucap Fitri angkat suara ditengah Tuan De Wilson Corp membuat semua yang berada di ruangan menoleh padanya


"Ada apa Ce?". Tanya Sean mengerjitkan keningnya


"Ada apa Nona?". Tanya Tuan De Wilson Corp.


Fitri berdiri, dan tentu saja Tuan De Wilson Corp membelalakkan matanya. Dia adalah Mars.


"Jadi ini gadis jenius itu". Gumamnya


"Maaf Tuan Mars, kami tidak bisa melanjutkan kerja sama ini. Kami akan memganganti nilai investasi yang anda keluarkan". Ucap Fitri tenang dan santai. Sean pria itu juga hanya diam mendengarkan, jadi inilah yang dikatakan oleh Fitri untuk mengikuti permainan mereka.


"Maaf, Nona apa saya boleh tahu alasan anda tidak melanjutkan kerjasama dengan kami?". Tanya Mars sopan dan tersenyum ramah, walaupun hatinya sudah ingin mencekik gadis.


"Tidak ada alasan lain". Sahut Fitri "Baik meeting kita cukup sampai disini, karena saya rasa tidak ada lagi yang perlu dijelaskan". Ucap Fitri.


Mars mengepalkan tangannya, hingga buku-buku tangannya memutih. Rencana nya untuk menghancurkan perusahaan Sean gagal.

__ADS_1


"Tuan Mars, silahkan tutup presentasi anda". Tintah Fitri dan dia duduk kembali.


"Ayo Kak, kita kembali ke ruangan". Sean hanya mengikut keinginan Fitri.


Semua orang masih bingung mematung tak terkecuali Mars. Bahkan mata elang Mars menangkap bayang Fitri dengan rencana untuk membunuh gadis itu.


"Lihat saja nanti, aku akan menghabisi mu". Batin Mars.


Sean dan Fitri kembali keruangan mereka, Boy dan Merry mengekor dibelakang. Boy bertanya-tanya dalam hati kenapa Nona Muda-nya membatalkan rencana kerja mereka? Padahal keuntungan yang didapat dari kerjasama ini sangat besar.


Sedangkan Merry, wanita itu hanya bisa menunduk dengan ketakutan. Merry tak menyangka jika dia akan ketahuan dengan dokumen yang dia berikan pada Sean.


"Kak Boy, tolong panggilkan Kak Merry kesini". Tintah Fitri.


"Baik Nona". Boy keluar dari ruangan Sean dan memanggil Merry.


"Ce, ada apa sebenarnya?". Tanya Sean yang masih bingung.


"Ini Kak". Fitri menyerahkan satu dokumen pada Sean.


Sean mengambil dokumen itu matanya membulat sempurna saat melihat isi dari dokumen nya


"Ce, ini...".


"Itulah alasan kenapa Fitri membatalkan kerjasama". Jelas Fitri sambil memijat kepalanya "Sebentar lagi Tuan Mars, akan balas dendam Kak Sean siap-siaplah". Seru Fitri


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?". Tanya Merry sambil menunduk.


Sean tak bergeming dia menatap Merry dengan tajam. Tangannya terkepal, sekretaris yang sudah menemaninya selama tiga tahun belakangan tega menghiantinya dan bekerjasama dengan orang lain untuk menghancurkan perusahaan Sean.


Fitri, juga menatap Merry dengan tajam. Ini pertama kalinya Fitri terlihat begitu marah, bukan karena apa jika saja dia tidak meretas rekaman CCCTV kantor Sean, sudah dipastikan jika perusahaan Ranlet Flint bangkrut dan ditahan oleh Negara karena tertangkap melelalang senja ilegal.


"Kak Boy, bawa Kak Merry ke Markas. Hubungi Kak Zaen untuk memberinya pelajaran. Temukan keluarganya, berikan kompensasi". Ujar Fitri. Sean dan Boy menatap Fitri dengan heran, apalagi Sean ini pertama kalinya Sean melihat Fitri begitu marah. Biasanya adiknya ini memiliki sikap yang mudah memaafkan orang lain.


"Baik Nona". Sahut Boy.


"Tolong, maafkan saya Nona. Saya terpaksa melakukannya". Merry bersujud dikaki Fitri "Saya mohon Nona". Ujar Merry memegang kaki mereka.


"Kakak melakukannya hanya demi uang, tapi Kakak tidak memikirkan bagaimana nasib Kakak kedepannya. Mungkin Kakak bisa mebodohi Kak Sean, tapi Kakak tidak bisa membodohi aku. Aku tahu siapa Kakak. Kakak melakukannya bukan hanya karena uang tapi Kakak melakukannya karena Kakak cinta pada Tuan Mars". Merry membeku saat mendengar ucapan Fitri, darimana gadis kecil ini tahu


"Maafkan saya Nona". Merry masih menunduk dengan Isak tangis nya "Saya melakukan nya demi anak yang ada di dalam kandungan saya". Pengakuan Merry sontak membuat Fitri, Sean dan Boy terbelalak. Bahkan Fitri tak menyangka akan hal ini.


Fitri memejamkan matanya, ada rasa tidak tega dihatinya. Tapi bagaimana pun, dia harus menghukum Merry.


"Kak Boy, cepat bawa Kak Merry ke Markas". Perintah Fitri.

__ADS_1


"Baik Nona". Boy menyeret Merry tanpa memperdulikan Merry yang memberontak.


Kini Sean dan Fitri sama-sama terdiam. Kedua Kakak beradik itu sejenak menjernihkan pikiran mereka.


"Ce, terima kasih sudah membantu Kakak". Ucap Sean menarik Fitri kedalam pelukkannya.


Fitri menerima pelukkan Sean dan melingkarkan kedua tangannya ketubuh kekar milik Sean.


"Sudah tugas Fitri Kak". Senyum Fitri.


Ditempat lain.


Mars pulang dengan wajah merah padam. Semua menjadi sasaran kemarahannya


"Ahhh dasar brengsekkkk". Mars memukul meja kerjanya dengan kuat hingga tangannya mengeluarkan darah.


"Ini semua gara-gara Merry, arghhhh". Teriak Mars suaranya memenuhi ruangan. Nial dan yang lainnya hanya menunduk takut menjadi pelampiasan kemarahan Mars.


"Nial, cepat panggil Merry kesini, wanita sialan itu harus diberi pelajaran". Tintah Mars


"Maaf Tuan, Nona Merry sudaj ditangkap dan dibawa ke Markas Black Glorified". Sahut Nial.


Rahang Mars semakin mengeras, bahkan tatapan wajahnya terlihat begitu menyeramkan.


Bugh bugh bugh bugh


Mars memukul satu persatu anak buahnya.


"Dasar kerja tidak becus". Bentak Mars pada anak buahnya yang sudah babak belur akibat pukulan maut.


"Aku tidak mau tahu, kalian harus tangkap gadis kecil itu dan bawa kehadapanku". Tegas Mars.


"B-baik Tuan". Segera mereka keluar meninggalkan Mars dan Nial yang masih terlihat emosi.


Rencana Mars untuk menghancurkan perusahaan Sean gagal, hanya karena ulah gadis kecil yang sudah merusak segalanya.


"Kita lihat saja, gadis kecil aku akan menguliti tubuhmu". Ucap Mars dengan tatapan sinis.


**Bersambung....


Guys minta dukungan nya donk🙏


like dan komen serta vote nya jangan lupa ya. Jika ada saran dan masukkan juga boleh...


GBU..

__ADS_1


LoveUall**...


__ADS_2