Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 7. S2


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA......


Mars dan Merry sedang membereskan barang-barangnya, karena Mars akan kembali ke Korea Utara untuk melihat kondisi Villa yang sudah lama tidak dia kunjungi. Sejak dua puluh lima tahun lamanya dia tidak mengunjugi Villa yang banyak menyimpan kenangan itu.


“Apa akan lama Dad?”. Tanya Myron pada Mars yang sedang membantu Merry memasukkan beberapa barang kedalam kopernya.


“Tidak Son. Mungkin sekitar satu atau dua bulan karena Daddy ingin merenovasi beberapa taman disana”. Sahut Mars


“Apa Myron mau ikut?”. Tawar Merry pada putranya sambil tersenyum lembut.


Myron menggeleng “Tidak Mom. Masih banyak masalah perusahaan yang akan aku atasi”. Jawab Myron dengan wajah datarnya.


Merry mengangguk paham. Putranya ini sungguh dingin tak ada obatnya. Jangan kan pada orang lain pada keluarganya sendiri saja sikapnya tak berubah, entah meniru sifat siapa putranya itu? Karena Mars tidak sedingin itu dulu waktu masih muda.


“Sudah siap Mom, Dad?”. Tanya Myra masuk kedalam kamar kedua orangtuanya.


“Sudah sayang”. Jawab Merry sambil menutup kopernya.


“Kak, Myra pamit ya. Jangan rindu-rindu Myra ya”. Goda Myra menatap Kakak nya dengan senyuman mengejek.


Myron memutar bola matanya malas, jangankan rindu mungkin bersyukur karena tidak suka mendengar kemanjaan adiknya yang membuat kepala nya pusing menghadapi sifat Myra.


“Tidak akan”. Jawab Myron ketus.


“Kakakku”. Myra berhambur memeluk Myron.


Myron memberontak, bahkan badan pria itu sudah gatal-gatal karena selain OCD dia juga mengindap Gynopobia dan Mispobia, atau alergi terhadap lawan jenis.


“Jauh-jauh My, kau ini sungguh menyebalkan”. Myron mendorong adiknya, dia bahkan menutup mulutnya karena tidak mampu ingin muntah.


“Ckkkk, Kakak keterlaluan”. Gerutu Myra kesal. Dia ingin seperti Zevanya yang manja pada Kakak nya, sedangkan dia merasa aneh dengan Kakak nya yang sangat alergi wanita.


“Sudah-sudah, ayo”. Sergah Merry tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat kedua anaknya.


“Dad”. Myra mengadu manja pada Mars, dia kesal sekali dan ingin menangis bukan karena apa, tapi sedih kenapa Kakak nya bisa menderita penyakit aneh itu.


“Iya sayang”. Mars mengandeng tangan putrinya untuk berjalan keluar kamar. Sedangkan Myron membawa koper kedua orangtuanya.


Disana semua anggota keluarga sudah menunggu kecuali para anak lelaki mereka seperti Zehemia, Zehekiel, Johhanes, Grabielle, dan Shawn. Karena mereka sedang mengurus masalah markas. Serta Grace, Sherly dan Joana karena mereka juga melaksanakan aktifitas masing-masing. Sedangkan si jenius Zevanya, dia selalu santai seperti Boss tak pernah menyibukkan dirinya seperti yang lain.


“Apa Paman dan Bibi akan lama disana?”. Tanya Zevanya saat mereka sedang berada diruang keluarga.

__ADS_1


“Tidak sayang, hanya satu atau dua bulan saja”. Jawab Merry tersenyum hangat melihat Zevanya. Zevanya sangat cantik bahkan dia paling tercantik dari antara yang lainnya, namun penampilannya sangat sederhana dan terkesan cuek dan tomboy.


“Apa kau yakin ingin kembali kesana?”. Tanya Fillipo pada Mars, karena Mars memang pernah berkata bahwa dia tidak ingin kembali kesana. Karena tempat itu menyimpan sejarah hidup Mars, dan setiap kali mengingat wajah-wajah orang yang dia sayangi dia akan merasa sedih kembali.


Mars menarik nafas dalam “Iya, aku ingin melihat tempat itu sudah sangat lama aku tidak kesana”. Sahut Mars dengan nafas berat.


“Rara, juga ikut Paman?”. Tanya Zevanya, dia yang memiliki jiwa kepo.


“Iya Kak Zeva, aku ingin ikut bersama Daddy dan Mommy. Apa Kak Zeva mau ikut?”. Tawar Myra menggoda gadis itu. Myra sangat menyukai Zevanya yang canik dan juga pintar.


Zevanya berdecih “Andai bisa jauh dari kedua Kakak tampanku itu pasti aku ikut”. Jawab Zevanyanya ketus. Fillipo terkekeh mendengar jawaban putrinya.


Sean, Zean dan Zaen ikut tersenyum. Lagi-lagi dan lagi mereka teringat pada adiknya Fitri.


“Ya sudah kalian hati-hati”. Ucap Zaen memeluk Mars “Jika ada sesuatu jangan sungkan meminta bantuan”. Timpal Zaen lagi.


“Terima kasih Zaen”. Senyum Mars.


“Hati-hati Mars”. Zean juga ikut memeluk Kakak angkatnya itu. Mars sudah seperti Kakak kandung dan mereka sepahaman dan sepemikiran.


“Iya Zean”. Balas Mars.


“Mars, jika butuh apa-apa hubungi saja bocah-bocah nakal itu ya”. Sean juga mengucapkan kata hati-hati.


“Paman, aku akan menemani Kak Ron mengantar Paman dan Bibi ke bandara”. Seru Zevanya “Dad, boleh ya?”. Zevanya merayu Fillipo dia memeluk lengan Ayahnya dan tidak lupa jurus andalannya yaitu puppy eyes yang membuat siapa saja luluh.


“Ck, kau ini”. Fillipo mengacak rambut putrinya gemes “Zeze yakin mau ikut mengantar Paman Mars?”.


Zevanya mengangguk “Iya Dad”. Senyum Zevanya ceria.


“Iya boleh. Nanti siang Kak Hem dan Kak Iel akan menelpon Zeze, ingat jangan lupa diaktifkan ponselnya”. Pesan Fillipo, dia sangat menjaga putri satu-satunya itu.


“Siap Pak Komandan”. Zevanya memberi hormat dengan tangan yang dia letakkan diujung pelipihnya. Mereka terkekeh, kecuali Myron yang datar bak tembok.


“Kak Merry hati-hati ya”. Christy memeluk Merry.


“Terima kasih Christy”.


“Kak Merry kabarin kalau sudah sampai”. Elizabeth juga ikut memeluk Kakak Iparnya itu.


“Terima kasih Eliza”. Senyum Merry.

__ADS_1


“Kak Merry, ini untuk bekal nanti”. Luna menyerahkan rantang nasi pada Merry.


“Terima kasih Luna”. Merry menyambut dari tangan Luna sambil memberikan pelukkan hangat pada adik Iparnya.


“Ya sudah ayo berangkat”. Ajak Mars


“Dad, Zeva berangkat. Daddy jangan lupa makan siang, Zeva mau langsung ke galeri nanti”. Zevanya mengecup punggung tangan Fillipo dan kedua pipi Ayahnya.


“Iya sayang, nati Daddy telpon ya”. Fillipo membalas dengan kecupan sayang di kening putrinya.


Myron dan Zevanya mengantar Mars, Merry dan Myra ke bandara. Myron menyetir mobil sendiri, karena asistennya sedang mengurus masalah perusahaan.


Diperjalanan Zevanya seperti menjadi music bagi mereka yang tidak pernah berhenti berbicara.


“Paman Mars, apa Villa Paman itu bagus?”. Tanya Zevanya penasaran.


Mars tersenyum “Sangat bagus. Apa Zevanya mau kesana nanti?”. Tanya Mars tersenyum hangat.


“Mau, mau mau. Kalau diizinkan sama Kak Hem dan Kak Iel”. Sahut Zevanya


Merry hanya menjadi pendengar yang baik, dia terus saja tersenyum mendengar ocehan-ocehan yang keluar dari bibir munggil Zevanya.


“Kak Zeva, bulan depan Myra ada fashion show di New York, apa Kakak bisa hadir?”. Pinta Myra pada Zevanya.


Zevanya tampak berpikir “Boleh, nanti apa aku boleh ajak Kak Hem dan Kak Iel?”.


Myra langsung tersenyum sumringgah mendengar nama Zehemia, dia menyukai Kakak sepupunya itu “Tentu saja boleh Kak”. Ucap Myra dengan semangat.


Dibangku kemudi, Myron hanya mendengarkan dan focus menyetir. Dia tak memberi respon atau menanggapi ucapan orang-orang yang ada dibelakangnya.


“Son”.


“Iya Dad”. Sahut Myron melihat kearah Mars “Apa Daddy butuh sesuatu?”. Mars menggeleng.


“Tidak”. Ucap Mars tersenyum “Jika ada masalah dengan Markas, segera hubungi Daddy atau Paman Arthur”. Pesan Mars.


“Baik Dad”. Ucap Myron.


Zevanya dan Myra masih saja berisik dibangku penumpang. Entah apa yang kedua gadis itu bicarakan. Mars sampai menggeleng mendengar ocehan-ocehan Myra dan Zevanya. Padahal Merry bukan tipe wanita yang berisik, malah terkesan pendiam dan begitu juga dengan Mars yang memang dingin dari dulu, namun sifat Myra sungguh berbanding terbalik dari kedua orangtuanya. Entah sifat siapa yang dituruni gadis itu.


**Bersambung........

__ADS_1


LoveUsomuch ❤️**


__ADS_2