Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 65


__ADS_3

***Kau takkan tahu betapa pentingnya kebersamaan, sebelum merasakan betapa menyakitkannya perpisahan. Karena orang yang sudah mengalami hal tersebut akan menghargai betapa pentingnya menjaga sesuatu yang dimiliki, sebelum menghilang dan pergi......


SELAMAT MEMBACA***....


Sementara ketiga pasangan Kakak beradik itu, hanya menyaksikan kemesraan antara Sean dan Fitri. Terblesit iri dihati mereka melihat pasangan Kakak beradik yang terlihat saling menyangi. Sementara hubungan Kakak beradik mereka sangat datar, bahkan untuk saling berbicara saja mereka jarang. Fillipo yang memang memiliki sikap dingin tak pernah menunjukkan kepeduliannya pada Pearce padahal dia sangat menyangi adik bungsunya itu.


Dhanny, yang memang disibukkan oleh pekerjaannya dirumah sakit jarang sekali membagi waktu bersama Dea, dan kebetulan Dea juga melanjutkan study S2 nya di Amerika, jadi hubungan mereka sedikit dingin karena jarangnya pertemuan.


Sementara Lucas, sejak ia memutuskan ikut Fillipo ke Indonesia, jadi jarang bertemu dengan Luna, namun komunikasi kedua Kakak adik ini selalu terjalin dengan baik. Lucas, memang sangat menyangi Luna dan hubungan mereka sangat lah hangat, namun tidak sehangat Sean dan Fitri.


Berbeda dengan Sean dan Fitri. Kedua Kakak beradik yang lama terpisah ini, bagaimana menemukan mutiara didalam tumpukkan jerami. Mereka sangat menghargai kebersamaan. Sean yang pernah kehilangan Fitri, tentu menjaga adiknya dengan baik. Tidak ada hal yang lebih penting didunia ini selain Fitri. Bahkan ia rela kehilangan segalanya demi Fitri. Begitu juga dengan Fitri, gadis yang terbiasa hidup sebatang kara saat menemukan sang Kakak dan Daddy nya, begitu menghargai mereka berdua. Fitri sangat menyangi kedua pria itu, sebab bagi Fitri mereka adalah segala nya. Tidak ada yang lebih berharga didunia ini selain Sam dan Sean.


Sean dan Fitri langsung tersadar bahwa bukan hanya mereka saja diruangan itu. Reflek Fitri melepaskan pelukkannya


"Hehhe maaf, lupa". Ucap Fitri cenggegesan. Dari tadi mereka terus memperhatikan dirinya dan Sean.


"Hmmmm". Deheman Pearce memecahkan keheningan.


Sean menuntun Fitri duduk disofa dan ikuti oleh Dea, Pearce dan Luna. Semua perlakuan Sean tak lepas dari pandangan Fillipo. Entah kenapa hatinya panas saat Sean memperlakukan Fitri dengan istimewa seperti itu?


Fitri berjalan kearah Dhanny dan ikuti oleh Dea "Kak Dhanny". Sapa Fitri.


Mata Dhanny berkaca-kaca saat meihat gadis yang ia rindukan ada didepannya. Rasanya dadanya begitu sesak dan sakit melihat gadis ini, gadis yang pernah ia lukai karena keegoisannya sendiri.


"Maaf". Lirih Dhanny sambil menunduk, ia malu pada gadis didepannya ini.


Fitri duduk dibrangkar Dhanny, luka ditubuh pria ini cukup memperhatinkan.


Glepppppp


Fitri langsung memeluk Dhanny. Pria yang sudah mau menemaninya dalam suka maupun duka, pria yang ia anggap seperti Kakak sendiri, pria yang membuatnya tersenyum kala sedih melanda. Ada kerinduan didalam hatinya.


Dhanny yang mendapat pelukkan dari Fitri, hanya terdiam mematung tak bisa diungkapkan rasa bahagia dihatinya. Ia bahagia sangat bahagia, gadis ini kembali memeluknya seperti waktu dulu. Gadis ini kembali memberinya kehangatan meskipun hanya dianggap sebagai Kakak.


"Maafkan aku Kak Dhanny, hiks". Isak Fitri memeluk Dhanny. Ia dapat melihat betapa rapuh nya pria yang sudah lama ia kenal ini.


"Kakak yang harus minta maaf sama kamu". Dhanny membalas pelukkan Fitri dan ikut terisak bersama gadis itu. Mereka berdua saling bertangisan.


Dea yang melihat hal itu ikut terharu. Ia sangat tahu bagaimana cintanya Dhanny pada Fitri, tapi sepertinya perasaan itu tidak akan terbalas. Sebab Dea bisa melihat di mata Fitri bahwa ia menyangi Dhanny hanya sebagai seorang Kakak dan tidak lebih.

__ADS_1


Fitri melepaskan pelukkan Dhanny "Sudah Kak jangan menangis, nanti air mata Kakak kering". Celetuk Fitri. Dhanny yang tadi menangis tiba-tiba terhenti mendengar ucapan Fitri.


Ia mengacak rambut Fitri dengan gemes nya "Kau ini bisa saja". Senyum Dhanny. "Terima kasih ya sudah memaafkan Kakak". Ucap Dhanny tulus


Fitri tersenyum dan menggenggam tangan Dhanny "Maafkan Fitri Kak, karena Fitri sudah membuat Kakak seperti ini. Fitri berjanji tidak akan mengulangi nya lagi". Ucap Fitri tulus.


Dhanny tersenyum "Kakak yang harus minta maaf sama kamu". Ucap Dhanny merasa malu pada dirinya sendiri.


Lalu Fitri mengedarkan pandangannya pada Fillipo, sedari tadi pria dingin itu menatapnya dengan intens dan sendu.


"Kak Sean, boleh tidak aku pinjam temanmu sebentar?" Pinta Fitri, Sean hanya terkekeh sungguh lucu sekali adiknya ini. Tadi menangis karena rindu, sekarang dia tersenyum hanya meminta meminjam Fillipo.


"Boleh sayang". Balas Sean. Sean duduk disofa sambil memperhatikan adiknya yang berpindah-pindah brangkar. Diruang VVIP tersebut sengaja dibuat empat brangkar untuk keempat pria yang terluka itu.


Fitri berjalan kearah Fillipo. Ia mengembangkan senyum manis. Wajah pria itu terdapat jahitan seperti sayatan belati.


"Tuan". Fitri duduk ditepi brangkar Fillipo.


Fillipo menatap Fitri. Lagi-lagi ia tak bisa menahan perasaannya saat melihat gadis pertama yang berhasil masuk kedalam hatinya.


"Ada apa dengan wajahmu?". Fitri meraba wajah Fillipo yang terdapat bekas jahitan. Fillipo tak bergeming, ia masih terdiam menatap dengan jelas wanita yang ia cintai ini.


Fitri memperhatikan bekas jahitan itu "Hilang deh tampanmu Tuan". Celetuk Fitri. Berhasil membuat Fillipo terkekeh dengan perkataan gadis itu.


Fitri langsung meraba saku celananya, mengambil benda pipih itu lalu mencari sebuah nama di ponselnya.


"Hallo Paman. Boleh kah kirim nomor ponsel kedua putra kembarmu itu?". Ucap Fitri ditelpon.


"Untuk apa? Apa yang akan kau lakukan pada kedua putraku? Jangan bilang kau akan membuatnya jantungan?". Cecar pria diseberang sana yang tidak lain adalah David.


"Aku tidak memerlukan pertanyaanmu Paman!!! Cepat kirimkan nomornya dalam waktu satu menit, kalau tidak ponsel Paman akan kubuat meledak seperti Markas Winner King". Ancam Fitri "Atau Paman akan kupindahkan ke benua Antarika". Ancam Fitri lagi.


Sementara mereka yang mendengar obrolan Fitri tercenggang dengan ucapannya. Sean hanya menggeleng kepala sambil terkekeh.


"Berhenti mengerjai Paman David Ce". Tegur Sean sambil tertawa kecil. Sudah bisa pastikan sekesal apa pria yang menjadi sahabat Daddy nya itu.


"Tenanglah Kak Sean Paman David tidak akan marah, paling hanya kesal, hahha". Sahut Fitri.


David masih bisa mendengar ucapan gadis itu karena telponnya belum ditutup "Baiklah Paman akan kirim". Kesal David langsung mematikan ponselnya. Ia mengumpat gadis itu dengan kesal dan terus mengerutu. Sam kembali mentertawakan David, sahabatnya selalu kalah telak jika berbicara dengan putrinya.

__ADS_1


Ting


Sebuah notifikasi masuk kedalam ponsel Fitri. Dengan cepat ia memeriksa ponselnya.


"Tuan, boleh kah ku menelpon seseorang?". Tanya Fitri.


Fillipo tersenyum dan mengangguk. Fitri tertegun melihat senyum manis pria itu. Ahh sangat tampan sekali.


Fitri pun menelpon nomor yang baru saja dikirim David.


"Hallo Kak Yosh ini aku Fitri". Suara cempreng itu berhasil mengalahkan bunyi toa


"Ce, pelan-pelan. Jangan teriak-teriak". Ucap Sean sambil berjalan kearah brangkar Fillipo membawa sebotol air mineral untuk adiknya.


"Kak Sean, Fitri sedang telpon jangan diajak bicara dulu". Kesal Fitri. Kakaknya itu selalu saja suka mengganggunya.


"Kak Yosh, bolehkah kalian membantuku lagi?". Pinta Fitri "Tenang saja Kak, akan kuajarkan kalian buat bom nuklir". Tawar Fitri lagi.


"Iya Fitri, katakan apa yang bisa Kakak bantu?". Suara lembut diseberang sana. Yoshua sejak mengenal Fitri menjadi pribadi yang hangat dan lembut, pengaruh gadis itu begitu besar baginya.


"Kak bisakah kau racikkan obat untuk menghilangkan bekas luka diwajah?". Ucap Fitri "Aku akan mengirimkan nama bahan-bahan yang diperlukan. Kakak hanya perlu membuatnya saja!! Bagaimana Kak bisakah?". Tanya Fitri.


"Tentu Fitri!! Kakak akan segera meraciknya". Ucap Yoshua.


"Terima kasih Kak". Ucap Fitri "Aku akan menutup telponnya. Kakak jaga diri baik-baik, bonus untuk Kak Yosh dan Kak Yoel akan segera kuberikan". Lanjut Fitri lagi.


"Iya Fitri". Balas Yoshua. Setelah lama berbincang Fitri pun menutup telponnya.


"Ce, minum dulu". Sean membuka botol air mineralnya dan membantu Fitri meminumnya "Lain kali, jangan teriak-teriak kalau telpon, kasihan orang yang dengar suara emas kamu". Ejek Sean yang berhasil membuat Fitri cemberut.


"*Pria ini sangat perhatian pada adiknya. Bagaimana kalau pada pasangannya? Apakah dia juga akan perhatian begitu?". Batin Luna yang memperhatikan Sean. Dari tadi pria itu seperti berhasil menarik perhatiannya.


"Andai hubunganku dan hubungan Kak Fillipo seperti mereka pasti aku sangat bahagia". Batin Pearce juga yang ikut memperhatikan mereka.


"Bolehkah aku iri pada gadis kecil ini? Dia dicintai oleh pria tampan dan disayangi oleh Kakak nya yang tampan juga". Batin Dea. Jujur Dea iri, Fitri memang gadis yang pantas mendapatkan kebahagiaan tersebut*.


"Tuan, tenanglah luka diwajahmu akan segera hilang". Senyum Fitri.


Fillipo tak bergeming ia menatap gadis itu dengan sendu "Bolehkah aku memelukmu lagi?". Pinta Fillipo. Sean tersenyum mendengar ucapan Fillipo ia tahu jika Fillipo mencintai adiknya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2