
SELAMAT MEMBACA..........
Lucy membuka matanya yang terasa berat. Seluruh tubuhnya serasa remuk redam.
"Lucy". Joana langsung mengenggam tangan sepupunya itu.
"Na". Pandangan Lucy masih kabur.
"Sayang". Dea langsung memeluk putrinya. Betapa dia merasa ketakutan ketika melihat Lucy yang bersimbuh darah.
"Dimana yang sakit sayang?". Cecar Dea mantap putrinya.
Lucy menggelleng "Tidak ada Mom". Lucy melihat sekitarnya seperti mencari seseorang "Mom, Kak Zeva?". Tanya Lucy. Dia baru ingat bahwa Kakak sepupunya itu harusnya bersamanya
Dea dan Joanna saling melihat dan terdiam. Sampai saat ini kabar tentang Zevanya belum juga ada perkembangan. Mereka sudah menelusuri seluruh dunia untuk mencari Zevanya. Namun tetap jejak kakinya saja tak terlihat
Myron, Zehemia, Zehekiel dan Fillipo sempat menggila. Bahkan sekarang Fillipo ikut dirawat dirumah sakit karena stress memikirkan putrinya. Hati Ayah mana yang takkan sakit jika kehilangan putri satu-satunya. Kejadian itu selalu mengingatkan Fillipo pada istrinya. istrinya menghilang dengan cara yang sama. Jika waktu itu Fitri memang kabur karena ketakutan. Maka berbeda dengan Zevanya yang diculik oleh orang yang tidak bisa mereka deteksi.
Zehemia sampai frustasi. Pria kembar tiga itu menangis setiap hari memikirkan adiknya. Entah bagaimana kabar adiknya? Apakah dia sudah makan? Apakah dia bisa makan tanpa disuapi? Karena Zevanya yang manja membuat Zehemia sangat merindukan adik nya itu.
Zehekiel juga terlihat rapih. Meski begitu dia dan Zehemia tetap kompak menjaga Ayah nya dirumah sakit yang badannya sedang drop saat ini. Zehekiel merasa bersalah karena tidak bisa menjaga adiknya. Harusnya sebagai seorang Kakak dia yang menjaga dan melindungi adiknya.
Myron pria yang satu ini semakin dingin. Setiap hari dia tidak berhenti mencari Zevanya. Dia tidak peduli apapun yang terjadi dia harus menemukan gadis itu.
__ADS_1
"Ze". Lirih Myron. Saat ini dia sedang berada di jet pribadi miliknya. Dia berangkat ke Korea Utara barangkali disana ada jejak keberadaan Zevanya.
"Bagaimana kabarmu disana? Apa kau baik-baik saja? Aku merindukan mu Ze. Aku, aku ingin bertemu denganmu. Aku ingin memeluk mu. Aku merasa, aku cinta padamu". Tanpa Myron sadari air mata jatuh dipipi nya. Seumur hidup dia tak pernah mengisi kecuali ketika lahir. Tapi saat ini dunianya benar-benar hancur. Dia merasa kehilangan separuh dari jiwanya.
Perjalanan yang cukup memakan waktu itu. Menghantarkan Myron ke Korea Utara. Dia langsung turun
"Triple L". Myron terkejut ketika melihat ketiga Mutan itu ada disana.
"Selamat datang Tuan". Sapa mereka membungkukkan badan memberi hormat kepada Myron
"Sejak kapan kalian disini?". Tanya Myron
"Mari Tuan ikut kami". Bukannya menjawab ketiga Mutan itu malah mengajak Myron masuk.
"Selamat datang Tuan Muda". Sapa mereka.
Myron hanya merespon dengan anggukan saja.
Myron mengikuti ketiga Mutan yang berjalan didepannya. Mereka menuju ruang kerja Mars yang dulu. Villa ini memang mewah hanya terdapat satu bangunan di pulau tersebut. Villa yang Mars bangun tak main-main, karena villa ini menyimpan banyak kenangan yang tak bisa Mars lupakan.
"Ada apa?". Tanya Myron pada ketiga Mutan itu.
"Ini Tuan". Ketiga Mutan itu menunjukkan layar laptop yang dipegang oleh Louis.
__ADS_1
"Sanghai?". Gumam Myron.
"Iya Tuan. Nona Muda Zevanya dibawa ke sana oleh Dave William".
Mata Myron membulat sempurna ketika mendengar penjelasan Louis.
"Dave William".
"Iya Tuan".
"Dari mana kalian tahu?". Tanya Myron.
"Nona Zevanya sudah memasang alat pelacak di kalung yang dia pakai. Sehingga kami bisa mendeteksi keberadaan Nona". Jawab Liam mewakili.
"Baik kita kesana".
"Baik Tuan".
Myron melangkah lagi meninggalkan Villa itu. Setidaknya sekarang dia merasa tenang karena keberadaan Zevanya sudah diketahui.
**Bersambung....
LoveUsomuch ❤️**
__ADS_1