
SELAMAT MEMBACA.....
“Bagaimana keadaan Zeva Son?”. Tanya Pearce pada putra nya. Wanita paruh baya itu juga ikutan panic dan sangat panic jika Zevanya sampai terluka.
“Dia baik-baik saja Mom. Biarkan dia istirahat”. Sahut Dean.
Pearce menghela nafas “ Iya Son”. Sahut Pearce.
Diruang keluarga tampak Sean, Zean, Zaen, Dhanny dan Lucas. Sedangkan Yoshua dan Yoel sudah pulang sedari tadi. Mereka ikut mengamankan putri mereka. Sedangkan Zoalva menghilang tiba-tiba. Entah kemana perginya pria itu, saking sibuknya tidak ada yang menyadari.
Sherly, Joanna dan Lucy langsung diamankan oleh para wanita. Mereka membawa putri mereka kedalam kamar masing-masing karena takut jika ada serangan balik. Sedangkan para wanita menemani putri mereka.
“Siapa sebenarnya yang berani melakukan ini?”. Desah Sean memijit pelipisnya. Ada lagi munsuh yang harus mereka hadapi.
“Apa mungkin ini Cut Silent?”. Gumam Zean yang masih bisa didengar oleh yang lainnya.
“Bisa jadi”. Sahut Zaen “Sebenarnya siapa yang memimpin Cut Silent ini?. Sepertinya dia orang yang cukup kuat. Tidak semua anggota Mafia berani menyerang Mansion itu”. Timpal Zaen lagi.
“Apa mungkin masih ada munsuh dimasa lalu yang belum terselesaikan?”. Tanya Dhanny menimpali. Dokter yang dulunya sangat berprestasi itu, kini ikut menjadi penasaran.
“Entahlah, aku rasa tidak”. Sahut Zean menghela nafas berat .
“Apa para putra kita sudah menyelidiki siapa Cut Silent?”. Lucas ikut menimpali. Dia cukup penasaran siapa Cut Silent itu. Luke sering membahas tentang kelompok Mafia yang satu ini.
Zaen menggeleng “Jangankan mereka. Aku saja kesulitan mencari tahu siapa sebenarnya pemimpin barunya. Aku yakin jika ini bersangkutan dengan Park, Michael dan James”. Jelas Zaen.
“Lalu apa yang akan kita lakukan?”. Sambung Dhannya. Dia cukup penasaran.
“Ikut menyelidiki dan mencari tahu. Terutama kenapa dia menginginkan Zevanya”. Sahut Zean.
__ADS_1
Kelima pria paruh baya itu masih terlihat bergumam dengan pikiran masing-masing. Berusaha memecahkan masalah dengan apa yang baru saja terjadi. Yang membuat mereka tak habis pikir apa motif nya ingin membunuh Zevanya. Setahu mereka setelah kejadian dua puluh lima tahun yang lalu tidak ada lagi munsuh yang berkeliaran.
Sedangkan didalam kamar Sherly, ada Lucy dan Joanna disana. Christy, Elizabeth, Dea dan juga Luna yang menemani putri mereka.
“Lun, dimana Grace?”. Tanya Christy. Sebelum kejadian tadi Grace tidak terlihat.
“Dia kembali kebutik”. Sahut Luna menarik nafas dalam. Dia juga merasa ada yang aneh dengan putrinya itu tak biasanya Grace mau menginap kebutiknya.
“Butik?”. Beo Christy, Elizabeth dan Dea.
“Apa yang dia lakukan disana Lun?”. Tanya Dea penasaran “Apa tidak bahaya dia keluar malam-malam begini?”. Sambung Dea lagi.
“Dia memutuskan tinggal disana beberapa bulan ini, karena ada proyek yang harus dia selesaikan dengan cepat”. Sahut Luna menjelaskan. Meski dia merasa ada yang disembunyikan putrinya itu.
“Kau tidak selidiki Luna. Apa kau tidak takut jika terjadi sesuatu pada putrimu?”. Sambung Elizabeth
“Grabielle sudah menyelidiki ini semau, memang benar jika Grace sedang mengembangkan proyeknya”. Jawab Luna.
Sedangkan Joanna, Sherly dan Lucy juga tak kalah panic. Ketiga gadis itu sempat menangis.
“Apa Kak Zeva baik-baik saja?”. Tanya Sherly memeluk Joanna.
“Kak Zeva pasti baik-baik saja”. Joanna berusaha menenangkan Sherly. Sherly memang paling dekat dengan Zevanya. Dia paling muda diantara yang lainnya. Dia juga masih berstatus seorang mahasiswi di universitas ternama. Dia seorang model muda yang cukup terkenal.
Lucy juga ikutan sedih. Jika sampai Zevanya tertembak, dia tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi pada Fillipo, Zehemia dan Zehekiel. Dia yakin jika ketiga pria itu akan memberontak hebat dan menyerang serta membunuh siapa pelakunya.
Kenny, melajukan mobilnya. Dia cukup takut mendengar apa yang terjadi pada Zevanya. Namun, dia juga berharap jika gadis itu terluka. Kenny masih menaruh dendam pada Zevanya tentang kejadian direstourant tempo lalu. Entah kenapa perasaan jengkel dan kesalnya masih saja pada gadis itu.
Kenny sampai di Mansion mewahnya, dia memarkir mobil digarasi Mansionnya. Kenny langsung masuk kedalam.
__ADS_1
“Darimana saja?”. Tanya Yoshua menatap putrinya tajam. Dari tadi dia panic mencari dimana Kenny. Apalagi setelah kejadian penembakkan di Mansion Ranlet Flint membuat Yoshua takut jika putrinya kenapa-napa.
Kenny memutar bola matanya malas “Ada apa?”. Seru Kenny ketus. Hubungan Ayah dan anak ini sudah lima tahun merengang. Kematian David dan Athala membuat Yoshua jengkel pada putrinya. Putrinya salah satu penyebab kedua orangtuanya meninggal.
“Apa yang ada dipikiranmu Kenny? Daddy mengkhawatirkanmu”. Sentak Yoshua geram karena Kenny selalu membuatnya emosi.
“Sejak kapan Daddy peduli padaku? Bukankah Daddy membenciku, karena menyebabkan Grandfa dan Grandma meninggal?”. Kenny menatap Ayahnya dengan sinis.
“Tutup mulutmu Kenny. Jangan pernah mengukit itu lagi”. Yoshua menunjuk wajah putrinya dengan amarahan.
“Sayang, jangan terlalu keras dengan putri kita”. Candy mengelus punggung suaminya untuk meredakan emosinya yang mulai membuncah dan pecah.
Yoshua menghela nafas, emosinya seketika reda saat sang istri mengelus punggungnya. Candy selalu mampu membuatnya tenang dan nyaman.
Sedangkan Kenny memutar bola matanya malas. Keluarganya tak pernah damai dari dulu. Apalagi sejak kematian Kakek dan Neneknya.
Kenny melenggang pergi meninggalkan kedua orangtuanya. Dia menulikan telingannya saat Candy berteriak memanggil namanya. Bagi Kenny dia tidak perlu menghargai kedua orangtuanya. Dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orangtuanya sejak lima tahun silam. Jujur dia iri melihat orang yang memiliki keluarga hangat dan harmonis, sedangkan dia selalu ditinggalkan sendirian di Mansion mewahnya.
Yoel dan Zoe, mendengar pertengkaran Ayah dan anak itu. Mereka menghela nafas kasar. Suasana Mansion ini makin hari makin dingin. Ditambah lagi Zoalva yang juga dingin sedingin es. Namun kadang-kadang putranya itu bisa juga bersikap hangat.
Zoe mengenggam tangan suaminya. Dia tahu jika Yoel sangat sedih melihat kondisi keluarganya.
“Apa kau sudah memaafkan Kak Yoshua?”. Tanya Zoe pada suaminya.
Yoel melirik istrinya “Sulit Honey. Tapi aku berusaha. Aku hanya tidak bisa melupakan bagaimana dia memperlakukan putra kita. Kau tahu kan gara-gara itu, putra kita menjadi dingin seperti ini”. Ucap Yoel menyenderkan punggungnya.
Zoe mengelus dengan lembut lengan suaminya “Tapi bukan berarti kau juga harus menaruh dendam Honey. Kau harus menjadi pendamai untuk mereka berdua. Kak Yoshua hanya merasa kehilangan saja. Tapi sebenarnya dia juga menyanyangi Zo. Kau juga tidak boleh terus menyalahkan Kenny, saat itu dia belum dewasa saja. Apa kau tidak kasihan padanya?”. Zoe berusaha menasehati suaminya. Dia juga tak ingin terus tinggal dirumah yang penghuninya tidak saling sapa.
Yoel menatap istrinya, lalu tersenyum hangat “Akan aku coba”. Ucap Yoel. Zoe memeluk Yoel dengan lembut. Dia tahu jika suaminya ini masih sulit melupakan kejadian lima tahun yang lalu.
__ADS_1
Bersambung.....
LoveUsomuch ❤️