Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 24


__ADS_3

" Hoammmmm”. Gadis itu baru bangun dari tidurnya. Dia merenggakan otot-otot tangannya sembari duduk. Tidak pernah lupa ritual paginya. Duduk melipat kedua tangannya, memejamkan mata lalu mengucap syukur.


“ Terima kasih Tuhan, aku masih boleh hidup hari ini. Aku akan menggunakan waktu yang Engkau berikan ini dengan sebaik-baiknya manusiaku”. Lirihnya, tidak terasa air mata jatuh lagi dipelupuk mata gadis itu.


“ Aku harus kuat”. Ucapnya memegang dadanya yang terasa begitu sesak dan terasa menusuk sangat dalam.


Air matanya tak berhenti menetes kala mengingat rasa sakit yang menyiksa tubuhnya. Hidup sebatang kara dan harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya kini menderita kanker ganas yang harus dilawannya disisa hidupnya.


Setelah cukup puas menangis gadis itu baru sadar


“ Apa aku sudah sampai di Jerman. Ini rumah siapa?”. Gumamnya bingung sambil melihat sekelilingnya dengan seksama. Berusaha mengumpulkan nyawa dan ingatannya kenapa dia bisa sampai dikamar yang bukan miliknya ini. Matanya langsung berhenti berjelajah saat memandang kearah sofa.


“ Tuan Fillipo”. Gumamnya langsung menutup mulutnya.


“ Jadi sekarang aku berada dirumahnya?”. Ucap Fitri lagi sambil dengan mata melebar sempurna dan mulut yang terbuka lebar


“ Tapi kenapa dia tidur di sofa, atau jangan-jangan”. Pikiran nya sudah traveling kemana-mana dia segera memeriksa dirinya dan membalikkan badannya.


“ Ahh bajuku masih utuh. Tuan Fillipo juga tidak mungkin melakukan hal yang tidak baik padaku”. Ucapnya sambil tersenyum memandang Tuan nya, lalu dia turun dari ranjang membawa selimut dan mendekati Fillipo, dengan seksama Fitri melihat wajah tampan nan menawan itu tampak lebih tampan seribu kali lipat saat dia tertidur pulas.


“ Terima kasih Tuan sudah menjagaku”. Ucapnya sambil menyelimuti Fillipo yang tertidur diatas sofa. Dan pelan dan hati-hati dia menyelimuti Fillipo


“ Aku akan menyiapkan sarapan untukmu. Kau harus sering-sering sarapan pagi, suapaya tidak sakit seperti aku”. Ucapnya lagi pelan sambil menatap wajah Tuan nya. Wajah sedih nya lebih terlihat jelas


“ Kau tahu? Menjadi seseorang yang penyakitan itu sungguh lah menderita, duniamu terbatas yang ada dibenakmu adalah kematian saat harapan kesembuhan tak lagi ada”. Ucapnya menghembuskan nafasnya pelan. Raganya sudah sangat rapuh dengan segala kondisinya. Gadis itu sangat pintar menyembunyikan kesedihannya dengan berbagai cara.


Setelah selesai menyelimuti Tuan nya, gadis itu segera menuju kamar mandi. Seperti kebiasaannya setiap pagi dia akan mandi dan berendam didalam shower selama beberapa menit untuk menghapus air matanya agar terkikis bersama air yang berjatuhan.


Ternyata dari tadi Fillipo sudah bangun dia hanya berpura-pura tidur agar gadis itu tidak terganggu.


“ Apa yang dia katakan? Apa dia sakit? Sakit apa?”. Batin Fillipo masih sambil memejamkan matanya


Gadis itu keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian rapih. Sebelum nya dia terlebih dahulu merapikan ranjang Tuan nya, menyusun bantal-bantal dengan rapih agar sang empu kamar tidak marah. Sebab gadis itu tahu jika Tuan nya sangat displin masalah kebersihan. Lihat saja kamarnya begitu rapih, meskipun sudah bertahun-tahun kamar itu tidak dihuni. Tapi Mommy Piranda tetap menyuruh pelayan merapikan kamar putranya.


Setelah selesai, Fitri langsung keluar dari kamar dan menutup pintu kamar itu dengan pelan dan hati-hati.


“ Apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu?”. Ucap Fillipo langsung duduk dan kembali melamun


“ Apa dirimu benar-benar sakit? Tapi kenapa kau menyembunyikannya dibalik wajah ceriamu itu?”. Ucap Fillipo lagi. Matanya terbata-bata dan mulai berkaca-kaca membayangkan sesuatu terjadi pada gadis itu.


“ Apapun yang terjadi aku akan selalu ada untukmu dan menjagamu selalu”. Ucapnya lagi bermonolog sendiri.


Fitri turun dengan pelan. Permandangan rumah yang sangat menakjubkan dan luar biasa indah, seperti sorga yang memiliki bangunan mewah yang membuat siapapun akan terkagum-kagum.


“ Selamat pagi Nona”. Sapa seorang pelayan ramah.


“ Pagi juga kak”. Sambut Fitri dengan tersenyum


“ Tidak perlu memanggil saya dengan panggilan kak Non, panggil saja saya Kelly, kepala pelayan disini”. Senyum Kelly.


“ Ahh, baiklah Kelly. Perkenalkan aku Fitri. Senang berkenalan denganmu”. Ucap Fitri sambil mengulurkan tangannya kea rah Kelly. Namun Kelly tak menyambut dia hanya menunduk dengan hormat.


“ Senang berkenalan dengamu Nona”. Ucap Kelly sambil menundukkan kepalanya dan member hormat.


“ Kenapa kau tidak menyambut uluran tanganku Kelly?”. Tanya gadis itu dengan wajah kecewanya dan mulut yang berkerut

__ADS_1


“ Maaf Nona, saya hanya merasa tidak pantas menyambut uluran tangan Nona”. Sahut Kelly


“ Aisshhh, kau ini ada-ada saja. Memang nya kau pikir aku siapa? Aku ini hanya sekretaris Tuan Fillipo saja. Jadi tidak perlu terlalu hormat padaku”. Ucap Fitri dengan gaya kesalnya. Di saat wanita lain sangat suka diperlakukan seperti seorang ratu berbeda dengan Fitri yang merasa risih jika diperlakukan begitu.


“ Maaf Nona. Tapi Nyonya besar Piranda mengatakan kalau anda calon menantunya”. Jawab Kelly yang langsung saja membuat Fitri mengangga lebar.


“ Calon menantu? Maaf Kelly boleh aku tahu Nyonya Piranda itu siapa?”. Tanya Fitri yang bingung mendengar nama Piranda dan mengatakan bahwa dia calon menantunya


“ Nyonya Piranda, Mommy nya Tuan Fillipo Nona”. Sahut Kelly dengan sopannya.


“ Tunggu dulu!!! Kenapa Nyonya Piranda mengatakan aku calon menantunya?”. Tanya Fitri yang masih bingung dengan pernyataan Kelly.


“ Karena semalam Tuan Fillipo mengendong anda Nona saat anda tertidur. Jadi Nyonya Piranda mengira bahwa anda kekasih Tuan!!!”. Jelas Kelly.


“ Ahhh, benarkah? Dia mengendongku, kenapa dia tidak membangunkanku saja?”. Tanya Fitri bingung. Wajahnya sudah memerah merona menahan malu karena dengkuran suaranya keras dan menganggu tuannya


“ Kelly, aku bukan kekasih Tuan aku hanya sekretarisnya saja. Bisa kau jelaskan pada Nyonya Piranda nanti? Aku tidak ingin dia salah paham”. Ucap Fitri lagi dengan nada yang masih bingung


“ Iya Nona”. Sahut Kelly sopan


Tanpa mereka sadari diatas tangga ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka dan dia adalah Nyonya besar Piranda, Mommy Fillipo.


“ Kau tidak salah pilih Po. Dia benar-benar gadis yang baik. Saat wanita lain akan memanfaatkan situasinya, justru dia berkata sejujurnya. Mommy yakin dia wanita yang tepat untukmu”. Batin Piranda sambil tersenyum lebar


“ Kelly boleh aku pinjam dapurnya?”. Tanya Fitri sambil melihat-lihat arah masuk kedapur


“ Nona mau apa?”. Tanya Kelly bingung


“ Ya mau masak lah Kelly. Masa iya mau mandi”. Ketus Fitri yang terlihat sangat lucu. Kelly langsung terkekeh melihat wajah Fitri


“ Hehe, Nona mau makan apa biar pelayan disini yang memasaknya?”. Tanya balik Kelly.


“ Mari Nona ikut saya”. Ajak Kelly sembari berjalan menuju dapur Mansion mewah itu. Dengan hati gembira Fitri mengikuti langkah Kelly, seakan melupakan rasa sakitnya.


“ Ini Nona”. Tunjuk Kelly saat sampai ke dapur.


“ Wow, dapurnya saja seperti hotel bintang lima. Aku semakin tidak sabar ingin memasak”. Gumamnya sambil melirik-lirik area dapur.


“ Hehe, silahkan Nona”. Senyum Kelly. Menurut Kelly Fitri sosok yang menyenangkan dan lucu.


“ Apa semua bahan masakkan lengkap Kelly?”. Tanyanya sembari membuka lemari kulkas dimana sudah tersedia berbagai sayuran segar.


“ Semuanya lengkap Nona”. Sahut Kelly.


“ Hmmm, biasa Tuan Besar dan Nyonya Besar sarapan apa Kelly?”. Tanya Fitri lagi, sambil mengeluarkan beberapa sayuran dari lemari pendingin itu.


“ Sandwich dan roti bakar Non”. Sahut Kelly.


“ Hmmm, apa ada nasi Kelly?”. Tanya Fitri lagi kali ini dia sambil memotong sayuran.


“ Ada Nona”. Sahut singkat Kelly.


“ Hmm, baiklah aku akan memasak nasi goring hari ini, dengan telur mata sapi, dan tumisan brokoli”. Semangatnya sambil memotong-motong sayuran.


“ Saya bantu ya Nona”. Tawar Kelly dan beberapa pelayan lainnya.

__ADS_1


“ Tidak perlu Kelly! Kau istirahatlah”. Senyum Fitri masik asyik memotong sayuran.


“ Tapi Non….”.


“ Lebih baik bersihkan meja makannya saja Kelly. Aku yang akan memasak semuanya”. Ucap Fitri penuh penekanan.


“ Baiklah Non”. Ucap Kelly mengalah dan langsung memerintahkan beberapa pelayan untuk merapikan meja makan serta menyusun piring-piring dengan rapih.


Tiga puluh menit kemudian, masakkan Fitri sudah tersaji dengan sempurna. Aroma nasi goreng begitu tercium dengan sempurna dihidung para pelayan membuat cacing yang didalam perut mereka berteriak meminta. Makanan pun tersusun dengan begitu rapih dan sangat banyak, gadis itu selain jenius memang memiliki bakat memasak yang luar biasa. Hobby memasaknya tak perlu diragukan, seleranya sangat mengunggah.


“ Selamat pagi Tuan dan Nyonya Besar!!!”. Sapa seluruh pelayan dengan hormat. Sementara Fitri diam mematung


“ Selamat pagi”. Balas Daddy Philip dan Mommy Piranda.


Philip dan Piranda pun duduk dengan manis dikursi meja makan.


“ Selamat pagi Nyonya”. Sapa Fitri lembut.


“ Selamat pagi juga sayang, kenapa kau masih berdiri? Ayo duduk”. Ucap Piranda sambil menuntun gadis manis itu duduk dikursi meja makan. Fitri tertegun mendengar Piranda memanggilnya dengan panggilan sayang.


“ Kelly, kenapa masakkan hari ini berbeda?”. Tanya Philip melihat menu berbeda yang tersedia, biasanya ada sandwich, roti bakar dan susu kental yang segar.


“ Maaf Tuan, saya yang memasak semua ini”. Ucap Fitri sambil menunduk. Philip dan Piranda saling melihat satu sama lain.


“ Hmmm, kau memasak semuanya? Apa aku boleh mencobanya?”. Ucap Philip memecahkan keheningan.


“ Hmmmm”. Suara dingin itu datang. Siapa lagi kalau bukan Fillipo. Tanpa basa basi dia langsung duduk disamping gadis itu yang masih diam mematung. Fitri belum siap melihat reaksi mereka saat makanan itu tiba dimulut mereka.


“ Selamat pagi semua”. Suara cempreng nan manja dari Pearce adik bungsu Fillipo.


“ Pagi juga sayang”. Balas Piranda.


“ Waahhhh, kayaknya enak nihhh”. Ucap Pearce sambil mengerak-gerakkan hidungnya. Lalu menarik kursi dan dia ikut bergabung dengan keluarga besar itu.


“ Hei, perkenalkan aku Pearce, adik kak Fillipo. Senang berkenalan denganmu!!!”. Ucap Pearce berkenalan dengan Fitri, sambil mengulurkan tangannya


“ Saya Fitri Non, senang berkenalan dengan anda”. Sambut Fitri dengan senyum manis andalannya.


“ Berarti aku panggil kak Fitri saja. Kak Fitri pacarnya kak Fillipo kan?”. Tanya Pearce dengan begitu bersemangatnya. Membuat Fitri jadi salah tingkat dan pastinya bingung.


“ Bukan Nona, saya hanya sekretaris tuan saja”. Senyum Fitri merendah dengan begitu sopan.


“ Ahhh, kau ini jangan panggil aku Nona, panggil saja Pearce calon adik ipar mu,, heheh”. Ucap Pearce langsung mendapat tatapan dari sang kakak. Fitri hanya bingung sekaligus malu, jangankan menjadi kekasih tuan nya menjadi sekretaris nya saja sudah bersyukur. Mana mungkin Fillipo menyukai gadis seperti dirinya, begitulah pemikiran Fitri.


“ Sudah ayo kita makan!!! Seperti nya masakkan ini enak sekali”. Ucap Philip sambil mengambil makanan dan meletakkannya dalam piringnya. Fitri mengambilkan makanan untuk Fillipo, tentu saja semua mata melihatnya, apalagi makanan yang diambilnya lebih banyak sayuran dari pada nasi, sebab semua orang tahu jika Fillipo tidak suka sayuran.


“ Silahkan Tuan”. Senyum Fitri tanpa dosa dan tanpa sadar jika seluruh mata menatapnya. Anehnya Fillipo tak menolak. Philip dan Pirand saling melihat dengan senyum. Mereka sangat bahagia dengan karakter Fitri yang peduli terhadap Fillipo.


“ Tuhan terima kasih untuk makanan hari ini. Biarlah makanan ini menjadi sumber kekuatan bagi tubuh kami, amin”. Ucap Fitri. Satu keluarga itu tercenggang dengan ucapan gadis itu, pertama kalinya mereka makan dengan berdoa, biasa nya langsung makan dan saling mengacuhkan jangankan untuk berdoa mengenal Tuhan saja mereka tidak.


Ditambah lagi makanan yang berbeda dari gadis itu.


“ Fitri, kenapa makananmu berbeda dari kami?”. Tanya Piranda lembut.


“ Maaf Nyonya, saya tidak bisa makan makanan sembarangan”. Ucap Fitri sopan.

__ADS_1


“ Makanan kakak lezat sekali. Nanti ajarkan aku memasaknya ya kak”. Ucap Pearce sambil mulutnya penuh dengan makanan dan terlihat lucu sekaligus menggemaskan.


Suasana meja makan hening hanya ada suara sahutan dari sendok dan garfu yang saling memadu bertabrakkan satu sama lainnya.


__ADS_2