Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 115.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA...


Seorang wanita cantik tengah turun dari pesawat, kacamata hitam bertengker di hidung mancungnya. Dress selutut berwarna merah maron meletsk ditubuhnya yang mirip gitar Spanyol.


Ia berjalan dengan anggun, tangannya yang satu digunakan untuk menyeret koper. Sementara tangannya yang satu menenteng tas munggil miliknya.


Semua mata tertuju pada wanita itu, sangat cantik dan dewasa dengan wajah yang tampak penuh dengan polesan make-up. Senyum licik tergambar dibibir seksinya.


Brakkkkkkk


Tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang membuat tas ditangannya jatuh dan kopernya terlepas.


"Maaf, maaf". Ucap pria itu membantu mengambil tas wanita tersebut.


"Tidak apa-apa". Senyum wanita itu.


"Kak Lucas". Batinnya menatap pria yang ada didepannya.


Lucas mengerjitkan keningnya heran, melihat gadis itu menatapnya dengan intens.


"Nona, baik-baik saja?". Lucas melambaikan tangannya kearah mata wanita itu.


"Ahhh, i-iya". Wanita itu gegelapan. Entah kenapa dia gugup saat melihat wajah tampan Lucas padahal sudah biasa. Tapi karena baru pertama kali ini dia melihat Lucas memakai baju kaos oblong berwarna putih tulang dengan celana jeans berwarna merah.


"Apa kita saling kenal Nona?". Tanya Lucas heran, kenapa wanita itu menatapnya seperti itu? Apakah terpesona? Tidak mungkin, Lucas saja sama sekali tidak tertarik pada wanita yang ada didepannya ini.


"I-iya". Dia masih menjawab dengan gugup


"Kalau begitu saya permisi Nona!". Lucas beranjak meninggalkan wanita itu dengan wajah dinginnya sambil memasukkan tangannya ke saku celananya. Entah apa yang dilakukan pria itu di Bandara?


Wanita itu menatap kepergian Lucas. Entah apa yang dia rasakan? Kenapa jantungnya berdetak hebat saat melihat pria itu? Padahal dia sudah biasa bahkan hampir setiap hari bertemu pria tadi, tapi kali ini jantungnya tak bisa diajak kerja sama.


"Kenapa jantungku berdebar saat melihat Kak Lucas? Tidak mungkin aku menyukai Kak Lucas. Yang kusukai itu Kak Fillipo dan hanya Kak Fillipo". Batinnya tersenyum smirk.


Wanita itu menaiki taksi yang sudah dia pesan lewat aplikasi, untuk sementara ia akan bersembunyi di Apartement milik Kakaknya.


Drt drt drt drt


Ia meronggoh tas munggilnya mencari benda pipih yang sedari tadi berbunyi.


"Hallo Kak".

__ADS_1


"Apa kau sudah sampai?".


"Aku baru sampai Kak".


"Bagus, lakukan tugasmu dengan baik dan jangan sampai melakukan kesalahan apalagi membuat mereka curiga". Timpalnya "Nama barumu Maria, sesuai dengan identitas yang sudah ku rubah". Lanjutnya.


"Iya Kak". Ia menghela nafas kasar.


Wanita itu menatap jendela, tatapan nya kosong entah apa yang dipikirkan olehnya.


"Aku akan segera menghancurkanmu dan mengambil nya dari sisimu. Lihat saja nanti". Wanita itu tersenyum devil berharap rencananya akan berhasil


Sampai di Apartement ia segera masuk dan membawa koper. Apartemen itu terlihat sangat mewah dan terawat, maklum Kakaknya seorang Dokter pastinya sangat menjaga kebersihan.


Sebenarnya ada Mansion mewah milik keluarganya tapi demi penyamarannya ia rela tinggal di Apartemen sementara waktu sampai rencananya berhasil.


Ia tersenyum puas saat melihat tempat tinggal yang begitu nyaman.


"Hallo Mom". Sapa nya ditelpon saat Mommy menelpon.


"Iya". Sahutnya "Aku ikut Kakak di Indonesia. Mommy tidak perlu khawatir aku dan Kakak baik-baik saja". Sambungnya.


Wanita itu merebahkan tubuhnya diatas kasur king size milik Kakaknya. Sudah hampir lima tahun Apartemen ini kosong, tapi selalu dirawat dengan baik sehingga bersih tanpa ada satu pun debu.


Karena kelelahan wanita itu pun memejamkan matanya dan terbang ke alam mimpi.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Dhanny tersenyum puas saat mendengar kabar bahwa Dea sudah sampai ke Amerika untuk melanjutkan rencana mereka.


"Hahha, sebentar lagi mereka akan pecah dan saat itulah aku akan turun sebagai pahlawan bagi Fitri". Ucapnya menggellengar sambil menatap ponselnya dimana ada foto Fitri dan dirinya disana.


"Fitri, Fitri. Sebentar lagi kau akan jadi milikku. Aku sudah menyiapkan pulau pribadi untuk kita berdua. Aku akan menikahimu dan memilikimu seutuhnya". Dia tersenyum licik.


"Otak jeniusmu, tak mampu mengetahui rencana mu karena aku tahu kau tidak akan punya kemampuan untuk melacak ku, hahahah". Tawa bagai hantu yang begitu menyeramkan


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Fillipo dan Leo baru saja sampai ke Bandara Internasional Amerika. Perjalanan bisnis yang memakan waktu satu Minggu itu membuat Fillipo kelelehan. Ia harus menyelesaikan masalah perusahaan yang ada di Jerman.


Fillipo sudah tak sabar bertemu Fitri, gadis yang tak pernah hilang dari pikirannya. Gadis yang membuatnya tak bisa fokus bekerja. Saat di Jerman satu jam sekali Fillipo melakukan video call hanya untuk mendengar suara gadis manis itu. Ahhh mendengar suaranya saja membuat hati Fillipo bergetar hebat, seakan ingin lepas dari tempatnya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Fillipo terus saja tersenyum. Sungguh ia tak sabar untuk segera sampai di Mansion mewah keluarga Ranlet Flint.


Leo hanya bisa menggeleng kepala melihat tingkah Tuan-nya. Baru kali ini Tuan-nya seperti orang gila saat merindukan seseorang. Selama di Jerman Fillipo setiap hari uring-uringan, apalagi saat melihat foto Fitri bersama ketiga Kakak nya yang tengah jalan-jalan di Mall membuatnya semakin panas dan cemburu. Akhirnya Leo yang jadi pelampiasan karena Fillipo marah-marah tanpa sebab.


Mobil Leo sampai dikediaman keluarga Ranlet Flint. Fillipo dengan tidak sabarnya langsung turun untuk bertemu sang kekasih dan pujaannya hatinya.


Fillipo langsung disambut tatapan tajam dari kelima pria berbeda usia. Tiga diantaranya kembar tidak identik dan dua lagi pria paruh baya yang cukup Fillipo kenal.


"Selamat siang, Paman dan Calon Kakak Ipar". Sapa Fillipo ramah.


Sean, Zean dan Zaen memutar bola matanya malas dan malah mencibir Fillipo.


"Cih, calon Kakak Ipar". Cibir Zaen kesal.


"Silahkan masuk Nak Fillipo". Ajak Sam ramah dan mempersilahkan Fillipo masuk.


Mereka duduk di ruang tamu Mansion mewah Sam.


"Kak Popo". Pekik Fitri langsung berlari menghampiri Fillipo.


"Sayang jangan lari-lari". Tegur kelima pria itu bersamaan saat melihat putri kecil mereka berlari kearah Fillipo.


Fillipo berdiri dan tersenyum menyambut pelukkan sang kekasih "Rindu?". Tanya Fillipo memeluk Fitri dengan erat.


Fitri mengangguk dan tersenyum. Entah kenapa dia juga jadi bucin dan ingin sekali dekat-dekat pria itu padahal awalnya dia biasa saja, tapi setelah ditinggal satu Minggu oleh Fillipo. Fitri benar-benar merasakan yang namanya rindu. Benar kata orang kalau rindu itu berat.


"Duduk yuk". Fillipo menuntun Fitri duduk disofa.


Ketiga pria kembar itu tampak cemberut saat melihat adik kesayangan mereka bermanja-manja pada pria lain.


Sedangkan Sam dan Pedrosa hanya bisa menggelengkan kepalanya saat menatap ketiga putra kembarnya. Raut wajah mereka sangat sama bahkan Sam saja bingung kenapa ketiga putranya itu benar-benar kompak jika berbicara tentang putri kesayangan mereka.


**Bersambung.......


Ikuti terus ya guys....


jangan lupa tinggalkan jejak untuk author ya...


GBU...


LoveUall**.....

__ADS_1


__ADS_2