
SELAMAT MEMBACA.....
Fitri cekikikan melihat layar laptopnya. Ia yakin mereka pasti pusing tujuh keliling melihat komputer mereka hangus dan terbakar.
"Ck, mereka tidak menyerah". Gerutu Fitri saat melihat kembali ada virus yang mencoba membobol sistem pertahanan nya. Gadis itu dengan gampang melawan menciptakan virus baru.
"Cepat, loggin akun kalian. Pastikan loggin nya setelah aku memasukan virus baru dlaptop kalian". Perintah Fitri.
Lagi dan lagi mereka hanya bisa menurut saja, tanpa mengerti apa yang mereka lakukan.
Kembali Fitri tersenyum saat lawannya tak muncul. Fitri yakin jika komputer mereka sudah hangus, kali ini Fitri tak main-main ia membuat sistem keamanan untuk perusahaan Glorified, Ranlet Flint dan Wilmar dengan sistem keamanan baru yang mana tidak akan bisa diretas oleh orang lain kecuali dirinya sendiri yang membuka sistemnya.
"Selesai". Fitri menekan tombol enter tanda peperangan nya telah selesai. Ia tersenyum puas.
"Ck, kau membuat Pamanmu ini pusing saja". Gerutu David menutup laptopnya. David berkali-kali menghela nafas berat.
"Berhenti menggerutu Paman, tugasmu belum selesai". Ucap Fitri jenggah.
Yoshua, Yoel, Luna dan Pearce juga ikut menutup laptop mereka. Mereka sama-sama bingung dan tidak mengerti tapi tetap saja menuruti keinginan Fitri.
Fitri kembali teringat pada orang yang pernah ia temui di Mall, tatapan orang itu tak biasa. Fitri meretas rekaman CCTV disana, dia bisa menangkap wajah orang yang terlihat mencurigakan.
"Sepertinya aku pernah melihat orang ini, dimana ya? Tidak mungkin didalam mimpi kan?". Gumamnya yang masih bisa didengar oleh Yoshua, Yoel, David, Luna dan Pearce.
"Aku harus mencari tahu identitas nya". Fitri kembali mengotak-atik laptopnya.
"Cih, ternyata dia Tuan Mars, ketua Mafia Black Shinee". Gerutu Fitri "Apa dia pemilik perusahaan De Wilson Corp? Bukankah perusahaan ini sedang bekerjasama dengan Kak Sean. Aku harus menyelidikinya!". Tangan munggilnya terus saja berselancar dikeyboar laptop.
Luna sampai mengangga tak percaya. Luna memang tahu jika Fitri jenius, tapi dia tidak pernah melihat langsung. Bahkan Luna hampir jantungan melihat tangan Fitri yang seperti mesin jahit saking cepatnya.
"Paman, apa kau mengenal siapa Tuan Mars?". Tanya Fitri.
David menaikkan kedua alisnya "Tidak". Sahut David "Kenapa?". Timpal nya lagi.
"Ini semua ulah dia". Sahut Fitri
"Apa kau mengenal Tuan Mars, Luna, Pearce?". Tanya Fitri pada kedua wanita itu. Fitri curiga jika Luna dan Pearce juga mengenal pria itu.
Luna dan Pearce menelan salivanya kasar mendengar pertanyaan Fitri "I-iya". Sahut keduanya gugup. Mars adalah mantan teman ranjang mereka sama seperti Zean. Karena mereka mengikuti Dea tentu mereka juga terlibat.
"Apa kalian tahu dia siapa?". Tanya Fitri lagi.
Luna dan Pearce menggeleng dengan polosnya "Ck, kalian ini payah sekali! Dia adalah ketua Mafia Black Shinee. Mafia paling ditakuti di Negara ini". Jelas Fitri.
"APA?". Teriak kelima orang itu bersamaan. Tentu saja mereka tahu siapa Black Shinee, salah satu kelompok Mafia yang kejam. Mereka juga memperdagangkan organ manusia, dan obat-obat terlarang seperti Sabu-Sabu, Nikotin dan Ganja dan jenis Narkoba lainnya dan mereka juga menjual senjata ilegal. Pemerintah bahkan tak berani turun tangan hanya untuk sekedar menegur karena kelompok Mafia ini lebih kejam dari Mafia lainnya, tidak pernah terdengar sejarah ada orang bisa mengalahkan mereka.
"Kagetnya biasa saja!". Sindir Fitri "Kalian ingin membuat telingaku tuli saja". Kesal Fitri dengan wajah cemberut nya. Sambil mengusap telingannya.
Yoshua menelan salivanya kasar "Ba-bagaimana Fitri bisa tahu?". Tanya Yoshua dengan nada gugupnya, tak bisa dielakkan jika Yoshua takut mendengar nama Black Shinee.
Fitri tersenyum dan mengedipkan mata kearah Yoshua "Jangan lupa siapa aku Kak? kau tahu bahkan aku bisa meledakkan satu Negara. Apalagi hanya mencari tahu Black Shinee, seperti Tuan Mars itu". Ucap Fitri dengan nada bangganya.
Yoshua cepat-cepat memalingkan wajahnya takut salah tingkah dengan wajah menggemaskan Fitri, bisa-bisa dirinya tidak bisa melupakan gadis itu.
__ADS_1
"Apakah sudah selesai?". Tanya David jenggah melihat tingkah gadis itu.
"Belum Paman! Setelah ini kalian harus membantuku membuat snipper". Ucap Fitri santai dan tenang tapi tidak dengan mereka berlima.
"Tidak". Tolak kelimanya kompak. Saat mereka diminta memainkan laptop saja sudah hampir gila dan pusing. Bagaimana jika mereka terlibat membuat senjata aneh itu. Sungguh itu tidak ada dipikiran mereka.
"Ayolah bantu aku". Renggek Fitri dengan wajah memelasnya, tak lupa mengeluarkan jurus puppy eyes nya dan justru terlihat menggemaskan.
"*Menggemaskan". Batin Yoel.
"Menggemaskan". Batin Yoshua.
"Menggemaskan". Batin David.
"Menggemaskan". Batin Luna.
"Menggemaskan". Batin Pearce*.
Mereka berlima terangga dengan mulut terbuka lebar. Bagaimana tidak wajah Fitri terlihat sangat imut saat mengeluarkan jurusnya. Membuat siapa saja luluh.
"Kau ini.....".
David mencubit pipi cubby Fitri dengan gemesnya. Astaga ingin sekali David mengigit pipi gembul Fitri.
"Awww, Paman". Rintih Fitri sambil mengelus pipinya yang terasa memerah akibat ulah David.
"Baiklah, kami akan bantu dengan satu syarat setelah ini jangan minta yang aneh-aneh". Ucap David tegas. Ya David harus tegas jika tidak Fitri bisa saja nya mati mendadak.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
"Apa aku tidak salah lihat?". Sam mengucek matanya berulang kali begitu juga dengan Pedrosa.
"Ini benar Sam. Ini benar". Pekik Pedrosa girang dan senang.
"Ada apa Dad, Ayah?". Tanya Sean, Zean dan Zaen bersamaan.
"Cepat buka laptop kalian". Perintah Sam.
"Ada apa Sam?". Tanya Philip bingung melihat ekspresi Sam dan Pedrosa.
"Lihatlah". Philip melihat layar laptop yang ditunjuk oleh Sam. Mata Philip membulat sempurna saat melihat semua data perusahaan mereka ada dilaptop itu.
"Bagaimana bisa?". Tanya Philip masih dengan keterkejutan nya.
Fillipo juga tak kalah kaget melihat itu. Bahkan para investor kembali menanam saham mereka diperusahaannya.
"Siapa yang melakukan nya?". Tanya Zean juga melihat serius laptopnya.
"Entahlah...". Sahut Zaen.
"Apa kau Lucas?". Tuduh Zean menatap Lucas yang dari tadi serius pada laptopnya.
"Bukan! Bahkan aku sama sekali tidak bisa masuk sistem keamanan mereka bagaimana bisa aku mengembalikan semuanya". Jawab Lucas ketus.
__ADS_1
Mereka kembali sibuk dengan laptop masing-masing. Yang ahli IT hanya Zaen, Sam dan Lucas. Ketiga pria ini memang memiliki kemampuan dalam bidang tersebut.
"Apa ini ulah Shellena?". Gumam Sam yang masih bisa didengar oleh mereka.
"Sean, cepat hubungi adikmu. Jangan sampai dia melakukan hal yang berbahaya!". Perintah Sam sedikit panik akan putrinya itu.
"Baik Dad". Sean segera meronggoh ponselnya
"Biar aku saja....". Potong Fillipo.
Fillipo pun menghubungi Fitri. Bahkan Fillipo sengaja mengaktifkan loud speaker ponselnya supaya bisa didengar oleh mereka.
"Hallo sayang". Sapa Fillipo ramah ditelpon
"Ada apa Kak Popo?".
"Kau sedang apa?".
"Main laptop".
"Boleh bertanya sesuatu?".
"Tentu saja! Selagi bisa kujawab pasti ku jawab. Tapi jika tidak bisa untuk PR saja ya, hahah". Canda Fitri. Mereka tertawa pelan mendengar ucapan gadis itu.
"Mau tanya apa Kak?".
"Apa kau yang mengembalikan data perusahaan?". Mereka saling melihat menunggu jawaban Fitri.
"Tentu saja Kak! Kau tahu Kak Zaen dan Kak Lucas sangat payah, hanya meretas sistem keamanan saja mereka tidak bisa". Zaen dan Lucas kesal saat mendengar ucapan Fitri.
"Kenapa bisa begitu?". Tanya Fillipo heran.
"Ya virus buatan ku masuk dengan mudah tanpa ada tantangan, rasanya tidak asyik Kak. Aku bahkan hanya dengan hitungan menit mendapatkan data itu". Celetuk Fitri. Mereka menekan salivanya kasar saat mendengar ocehan Fitri, yang benar saja Fitri mengatakan tidak ada tantangan bahkan Sam menyewa ahli IT tapi tidak ada yang bisa membobolnya.
"Kalian tenang saja Kak. Aku sudah membuat sandi yang tiba bisa dihacker oleh siapapun, aku membuat lima puluh sandi dengan seratus lapisan, bahkan hacker hebat pun tidak akan bisa membobolnya. Aku juga sudah menghapus jejak, jadi tidak akan ada yang tahu jika aku yang melakukannya". Jelas Fitri enteng. Zean dan Zaen beberapa kali menelan salivanya kasar, mereka baru tahu kejeniusan Fitri.
"Baiklah sayang. Aku tutup telponnya ya. Jaga diri baik-baik jangan lupa makan siang". Ucap Fillipo sebelum menutup telponnya.
"Bagaimana Fitri bisa melakukannya?". Tanya Pedrosa tak percaya, Pedrosa memang tidak tahu bahwa Fitri si jenius yang ia cari selama ini
"Putri kita itu jenius Ped". Kekeh Sam "Bahkan ia bisa menciptakan robot, bom dan senjata api". Sambung Sam
"Tunggu!! Jangan bilang gadis jenius yang selama ini kucari adalah Fitri?". Tanya Pedrosa dan Sam hanya bisa mengangguk "Astaga Tuhan, aku tidak mengira jika putriku sejenius itu". Ucap Pedrosa dengan nada kagetnya.
Sedangkan Zean dan Zaen tak berkutik apa-apa, mereka juga baru melihat kejeniusan Fitri, selama ini mereka tak mengira bahwa Fitri sehebat itu.
Sedangkan Philip dan Alexander juga tak kalah terkejut dan bahkan sangat terkejut, pantas aja putra mereka tergila-gila pada Fitri.
Fillipo, Sean dan Lucas hanya bisa terkekeh mereka belum tahu saja jika Fitri bisa menghancurkan satu Negara sekaligus.
**Bersambung.....
Yuk Ikuti terus....
__ADS_1
GBU.
LoveUall**...