Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 6. S2.


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA....


Zehemia dan Zehekiel masuk kedalam kamar Zevanya, seperti biasa kedua pria kembar itu akan menidurkan adik bungsunya. Sebelum tidur ketiganya berdoa bersama dan saling berpegangan tangan mengucapkan segala syukur.


Zevanya tidak bisa tidur jika kedua Kakak nya tidak menina bobo kan dirinya. Kebiasaan dari kecil sampai terbawa saat dia berusia dewasa. Manjanya Zevanya memang luar biasa. Zehemia dan Zehekiel malah senang melihat kemanjaan adiknya, karena mereka merasa dibutuhkan.


“Good night Zeze sayang”. Zehemia mengecup kening Zevanya yang sudah terlelap.


“Good night Zeze nya Kak Iel”. Zehemia ikut mengecup kening adiknya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Zehemia menyelimuti adikny, lalu mematikan lampu kamar Zevanya dan kembali kekamar mereka masing-masing.


Setelah kepergian Kakak nya, Zevanya membuka mata. Dia hanya pura-pura tidur saja, supaya kedua Kakak nya segera pergi dari kamarnya.


Zevanya duduk dan menghidupkan lampu kamarnya yang temaram. Lalu gadis itu mengambil laptopnya, entah apa yang akan dia lakukan ditengah malam begini.


Jari lentiknya berlarian dengan cepat distut keyboard laptop miliknya. Mata nya tampak serius, bulu-bulu mata lentiknya mengerjab-ngerjab menatap layar laptop.


“Cut Silent”. Gumam Zevanya “Aku harus meretas data lama Mommy, sepertinya masih ada”. Ucap Zevanya lagi, tangannya sangat serius tanpa ada yang salah saat dia menekan tombol-tombol keyboard itu.


“Ketemu”. Dia menekan enter saat melihat data yang dia cari ada dilaptopnya.


“Kenzie Deventer”. Gumam Zevanya membaca data yang dia dapat “Putra tunggal dan pewaris tahta Deventer Group, dia keponakkan Tuan Michael”. Ucap Zevanya membaca data itu “Ternyata Tuan Michael dibunuh oleh Daddy”. Tanganya masih serius “Pantas saja dia berusaha menyerang”. Gumam Zevanya.


“Aku harus membuat system keamanan baru”. Dia kembali mengotak-atik laptopnya dengan lihai. Tak butuh waktu lama Zevanya berhasil membuat system keamanan diwilayah bagian timur dia yakin takkan ada yang bisa masuk kesana.

__ADS_1


Zevanya memiliki banyak kemampuan, namun tak banyak yang tahu termasuk kedua Kakak kembarnya. Zevanya menyembunyikan semua kemampuannya dibalik sikap manjanya, padahal gadis itu sangat jenius dan memilliki kemampuan luar biasa.


Melukis, menulis dan mendesain adalah salah satu bakat yang ditunjukkan oleh Zevanya. Namun, meretes, membuat senjat api dan robot-robot ajaib tak ada yang tahu selain dia sendiri. Zevanya tak mau banyak orang tahu tentang kemampuan uniknya itu. Gen Fitri benar-benar menurun seratus persen padanya, semua kemampuan Fitri melekat pada diri Zevanya.


Ditempat lain, seorang pria tengah serius denagn computer didepannya.


“Sial”. Dia mengumpat kasar “Kenapas sulit sekali meretas keamanan disana? Siapa yang membuat system itu”. Dia mengerutu sendiri sambil dengan kesalnya. Baru kali ini dia kesusahan meretas data, padahal kemarin dia berhasil menyerang. Namun, baru saja ingin menyerang balik komputernya sudah hangus akibat virus yang tiba-tiba menyerangnya.


“Arggghhhhhh”. Dia memukul computer nya hingga pecah “Sial. Siapa hacker itu?”. Pekiknya. Dia mellenggang pergi dari sana meninggalkan computer nya yang sudah terbakar hangus dan data-data yang dia miliki juga hilang begitu saja.


Dia melangkah dengan penuh amarah, nafasnya sudah memburu, entah kepada siapa dia ingin marah.


“Ryan”. Panggilnya pada sang asissten.


“Cepat lacak dan retas system keamanan wilayah timur, serang mereka dengan virus-viruss baru buatan kita”. Perintahnya.


“Baik Tuan”. Sahut Ryan.


“Kau boleh pergi”. Usirnya.


“Saya permisi Tuan”. Pria itu tak menjawab dia memilih duduk untuk menetralkan emosinya. Berkali-kali dia mengusap wajahnya dengan kasar.


“Tenanglah Paman, aku akan membalaskan dendam kalian pada pria tua itu. Aku akan habisi semua anggota keluarganya”. Dia menatap tajam kearah depan “Aku juga akan merebut wilayah timur dan memiliki semua senjata Grandfa Pedrosa yang ada ditempat itu”. Ucapnya lagi. Mata birunya memerah dan dadanya terasa sangat panas menahan semua emosi.


Pria itu adalah Kenzie Deventer usia 30 tahun, anak dari adik sepupu Michael dan James, yang bernama Deventer. Ayah Deventer bernama Perro adalah saudara kandung Pedrosa dan Park. Perro saat itu bukan anggota Mafia, dia seorang dokter yang bertugas di Washington DC, Amerika Serikat. Dia tidak mau terikat dengan dunia Mafia. Deventer juga berprofesi sebagai dokter dirumah sakit yang sama seperti Ayahnya. Istri Deventer meninggal saat melahirkan putra tunggalnya Kenzie Deventer karena kanker rahimm. Perro depresi dan merasa sangatn kehilangan, sehingga Kenzie kecil hidup tanpa kasih sayang dari Ayahnya, karena merasa depresi yang tak bisa diobati Deventer mengakhiri hidupnya dengan menyuntik mati organ tubuhnya sendiri.

__ADS_1


Saat itu Kenzie berusia lima tahun dan sudah ditinggal oleh kedua orangtuanya. Kenzie dirawat oleh pasangan suami istri yang menjadi assisten rumah tangga dan supir yang mengabdi pada keluarganya. Sehingga beranjak dewasa Kenzie berusaha mencari saudara dari Ayah nya dan menyelidiki dimana keberadaan mereka. Sampai dia menemukan jejak kematian Michael, James dan Park melalui sebuah rekaman CCTV yang dia retas. Kenzie juga memiliki kemampuan dibidang IT.


Dia membangkitkan kembali kelompok Mafia Cut Sillent, yang tidak lain adalah kelompok Mafia milik James dan Michael. Dia membangun perusahaan IT dan perusahaan senjata api yang berkembang dengan pesat, sehingga dia memilliki kekuasaan.


Kenzie, akan membalaskan dendamnya terhadap keluarga Ranlet Flint dan Wilmar karena mereka yang membunuh Paman dan Kakeknya. Kenzie tidak peduli siapa yang akan dia bunuh. Dia harus membalas kematian orang-orang yang dia sayangi. Bagi Kenzie nyawa harus ganti nyawa dan tidak peduli nyawa siapa yang harus dia hilangkan.


Kenzie, adalah dokter spesialis kanker, dia juga mengabdikan hidupnya pada rumah sakit milik Ayahnya. Tak ada yang tahu jika dia seorang Mafia, karena dia sangat pandai menyembunyikan semua identitasnya.


“Bagaimana Ryan, apa kau sudah berhasil melacaknya?”. Tanyanya dingin


“Maaf Tuan, sangat sulit untuk kita masuk kesana, sepertinya ada hacker jenius yang membuat system keamanan yang tidak bisa kita retas”. Jawab Ryan.


“Siapa? Zehekiel atau Luke?”. Tanya Kenzie menatap asistenya tajam.


“Bukan Tuan”. Sahut Ryan


“Lalu siapa?”.


“Saya tidak bisa meretas akun yang dia gunakan, yang pasti bukan Tuan Zehekiel atau pun Tuan Luke”. Jawab Ryan.


Kenzie memang mengenal semua keluarga Ranlet Flint dan Wilmar karena dia dengan diam-diam menyelidiki mereka. Dia sudah menargetkan siapa saja yang akan dia habisi nantinya. Termasuk tentang kemampuan Zehekiel dan Luke dibidang IT yang sama dengannya.


**Bersambung.....


LoveUsomuch ❤️**

__ADS_1


__ADS_2